Momen Menarik UEFA Euro 2020
14
Jul
2021
0 Comment Share Likes 46 View

Perhelatan akbar UEFA Euro 2020 baru saja berakhir beberapa hari yang lalu. Tim nasional Italia berhasil menasbihkan diri menjadi juara Eropa setelah di babak pamungkas sukses mengalahkan tim nasional Inggris. Skuad asuhan Roberto Mancini berhasil menang melalui adu penalti setelah dalam masa 120 menit kedua tim bermain sama kuat 1-1. Algojo Italia mampu menceploskan 3 gol sedangkan anak didik Gareth Southgate hanya mampu mencetak dua gol setelah dua kesempatan lainnya berhasil digagalkan oleh Gianluigi Donnarumma.

Final UEFA Euro 2020 berlangsung di Stadion Wembley, Kota London, pada Minggu (11 Juli 2021). Inggris gagal memanfaatkan keunggulan dukungan lebih dari 50 ribu publik Britania yang sesak memenuhi stadion kebanggaan para pendukung The Three Lions tersebut.

Namun, walaupun perhelatannya sudah usai, tetapi hegemoni dan euforia dari banyak hal yang terjadi selama Euro 2020, baik di lapangan maupun di luar lapangan, rasanya sangat menarik untuk disimak kembali.

Berikut kami rangkum beberapa momen menarik selama berlangsungnya turnamen akbar UEFA Euro 2020 ini. Momen-momen yang terjadi mulai dari fase penyisihan grup hingga sekelebat hal di partai final.

Saham Coca Cola Merosot Gegara Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo menggeser botol Coca-Cola dan menggantinya dengan air mineral saat konferensi pers menjelang laga melawan Hungaria. Sumber: timesofnews.com

 

Bukan hanya karena aksi memukaunya di dalam lapangan tetapi Cristiano Ronaldo sukses menjadi pusat perhatian juga di luar lapangan. Hal itu terjadi dalam sebuah konferensi pers menjelas laga pertama penyisihan Grup F UEFA Euro 2020 ketika negaranya, Portugal, akan berlaga melawan Hungaria, Senin (14 Juni 2021) waktu setempat.

Mega bintang Juventus tersebut melakukan aksi kontroversial dengan menyingkirkan dua botol Coca-Cola yang memang disiapkan panitia karena minuman berperisa tersebut bertindak sebagai salah satu sponsor utama kejuaraan. Setelah menyingkirkannya, Ronaldo langsung memamerkan air mineral yang selalu Ia bawa ke hadapan para awak media.

Sontak aksi Ronaldo tersebut menjadi perbincangan terutama di jagat dunia maya. Bahkan sebuah laporan mengatakan bahwa saham perusahaan Coca Cola turun drastis hingga angka 4 miliar dollar AS atau sekarang sekitar 57 triliun rupiah.

Ronaldo memberikan pembelaan bahwa Ia memang tidak menyukai produk minuman berkarbonasi tersebut. Mantan pemain Sporting Lisbon tersebut mengatakan bahwa minuman tersebut tidak sehat dan lebih memilih meminum air mineral.

Aksi Ronaldo menyingkirkan botol Coca Cola ini bukanlah menjadi yang pertama dan terakhir. Gelandang tim nasional Italia, Manuel Locatelli dan punggawa tim nasional Prancis, Paul Pogba juga melakukan hal serupa di konferensi pers beberapa hari setelahnya.

Semua Tim Grup Neraka Gugur

Selebrasi tim nasional Swiss usai mengalahkan Perancis di babak 16 besar lewat adu penalti. Sumber: en.tempo.co

 

Yang menarik dari perhelatan Euro kali ini adalah keberadaan grup F sebagai grup neraka. Bagaimana tidak, ada tiga negara favorit juara, Prancis, Jerman dan Portugal, tergabung dalam satu grup bersama Hungaria sebagai pelengkapnya.

Pada klasemen akhir penyisihan grup, Prancis sukses menjadi juara grup dengan mengoleksi lima poin hasil dari satu kemenangan atas Jerman dan berbagi poin dengan Portugal dan Hungaria.

Sementara Jerman menyusul di peringkat kedua koleksi empat poin hasil dari menang melawan Portugal dan imbang dengan Hungaria.

Portugal harus puas di peringkat ketiga dengan poin yang sama dengan Jerman setelah hanya mampu menang dengan Hungaria dan seri dengan Prancis. Cristiano Ronaldo dkk yang di edisi perhelatan Euro sebelumnya berstatus sebagai juara bertahan tetap memiliki tiket lolos ke babak 16 besar dengan status sebagai salah satu tim peringkat tiga terbaik.

Namun, ketiga tim besar tersebut harus menelan pil pahit di babak selanjutnya. Jalan mereka tidak panjang setelah terpaksa harus kalah dengan setiap lawan yang dihadapi di fase ini. Ketiganya harus mengepak koper lebih dini dan berpamitan dengan trofi Henri Delaunay.

Prancis yang dihuni banyak pemain bintang harus mengakui kehebatan salah satu underdog turnamen, Swiss. Kedua tim bermain imbang 3-3 di waktu normal pertandingan dan harus dilanjutkan ke babak adu penalti. Xherdan Shaqiri dkk berhasil memberi kenyataan pahit ke Kylian Mbappe dkk dengan skor akhir 4-5.

Sebelumnya, Portugal sudah lebih dulu bertekuk lutut di hadapan Belgia usai menelan kekalahan dengan skor tipis 0-1. Gol Thorgan Hazard di menit ke-42 menjadi satu-satunya skor di pertandingan tersebut.

Jerman seperti tak mau ketinggalan. Die Mannschaft mengikut jejak dua tim raksasa lainnya setelah mereka dikalahkan Inggris dengan skor 0-2. Raheem Sterling dan Harry Kane menjadi pahlawan The Three Lions setelah kedua pemain masing-masing menyumbang sebiji gol. Toni Kroos harus pulang awal dari turnamen akbar 4 tahunan ini.

Top Skor Sejati Euro 2020: Gol Bunuh Diri

Unai Simon ingin mengambil bola dari gawangnya usai melakukan blunder kontra Kroasia. Sumber: footballreporting.com

 

Salah satu rekor unik tercipta di gelaran Euro 2020 kali ini yakni rekor gol bunuh diri terbanyak sepanjang perhelatan akbar Piala Eropa sejak 1960. Total ada 11 gol bunuh diri yang tercipta selama babak penyisihan sampai babak gugur.

Deretan pemain bertahan tentu saja menjadi pesakitan dari banyaknya gol bunuh diri ini. Mereka acap kali sering melakukan blunder tersebut akibat dari salah antisipasi bola dari lawan bahkan rekan sendiri. Selain itu, ada tiga penjaga gawang yang turut mencatatkan nama mereka di papan skor gara-gara gol bunuh diri.

Merih Demiral dari tim nasional Turki menjadi pemain pertama yang mencatatkan namanya di papan skor sebagai gol bunuh diri. Demiral seakan membuka keran untuk 10 gol bunuh diri lainnya dalam perhelatan Euro kali ini. Demiral mencetak gol bunuh diri ketika negaranya berhadapan dengan Italia di babak penyisihan grup A. Akibat kejadian tersebut, Turki terpaksa menelan kekalahan 0-3 setelah Ciro Immobile dan Lorenzo Insigne berhasil menambah keunggulan Gli Azzurri.

Malang bagi pemain Juventus, setelah Demiral, kini giliran Wojciech Szczęsny yang melakukan aksi serupa. Kiper Polandia tersebut gagal mengantisipasi tendangan Robert Mak dalam laga kontra Slovakia. Hasil akhir 1-2 harus diterima Polandia dalam laga tersebut.

Gol bunuh diri lainnya adalah dari Pedro Gonzalez Lopez atau yang lebih familiar dengan panggilan Pedri. Pemain Barcelona itu mencetak gol bunuh diri ketika Spanyol berhadapan dengan Kroasia di babak perdelapan besar. Karena kesalahan Pedri tersebut, Luka Modrić dkk mampu unggul terlebih dulu ketika pertandingan baru bergulir 20 menit.

Skor fantastis 3-3 tercipta di waktu normal pertandingan dan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. La Furia Roja akhirnya mampu menang setelah Alvaro Morata dan Mikel Oyarzabal sukses melesakkan si kulit bundar di menit ke-100 dan 103.

Setelahnya ada 8 gol bunuh diri lainnya dengan yang teranyar adalah dari Simon Kjaer. Kapten tim nasional Denmark tersebut melakukan gol bunuh diri di laga krusial antara negaranya melawan tuan rumah Inggris. Karena kesalahan dari Kjaer tersebut, Inggris mampu menyamakan kedudukan dan memaksa pengadil lapangan untuk melanjutkan pertandingan ke babak perpanjangan waktu. Petaka hadir di menit ke-104 Harry Kane mampu membuat The Three Lions unggul berkat golnya. Kane mencetak gol berasal dari tendangan penaltinya berhasil ditepis oleh Kasper Schmeichel. Sayang bola muntah tersebut sukses disambar kembali oleh Kane dan berujung gol.

Angka 11 gol dalam rekor terbanyak gol bunuh diri ini terbilang sangat fantastis. Selama perhelatan Piala Eropa berlangsung sejak tahun awal hingga 2016 digabung, jumlah gol bunuh diri masih belum mampu mengalahkan rekor tahun ini. Sejak perdana digulirkan di tahun 1960, total hanya ada 9 gol bunuh diri yang tercipta.

Wasit dan Mobil Remote Control

Bola laga pembuka Euro 2020 yang diantar dengan mobil remote control. Sumber: 90min.com

 

Yang menarik berikutnya dari Euro kali ini adalah keberadaan mobil remote control di awal laga yang di luar kebiasaan sebelumnya. Panitia penyelenggara Euro 2020 membuat sebuah mobil remote control dengan desain terbuka bagian atasnya secara cekung dengan fungsi untuk memasukan sebuah bola resmi Euro di sana.

Kemudian, mobil remote control itu akan berjalan ke tengah lapangan menghampiri wasit utama berada. Mobil mainan berwarna abu-abu tersebut dibuat oleh salah satu sponsor Euro 2020. Volkswagen (VW).

Belum ada penjelasan dari pihak penyelenggara perkara mobil remote control ini selain tentu saja penempatan iklan untuk sponsor.

Gagal Juara, Pemain Inggris Lepas Medali

Jadon Sancho, salah satu pemain Inggris yang gagal saat mengeksekusi tendangan saat adu penalti, melepas medali runner-up. Sumber: metro.co.uk

 

Usai negaranya menderita kekalahan atas Italia dan kepastian gagal menjuarai gelaran UEFA Euro 2020, nampak raut kekecewaan tidak hanya dari para pendukung The Three Lions tetap juga dari para pemain dan tim official.

Ketika sedang prosesi pemberian medali dengan memanggil nama pemain satu persatu, tampak beberapa pemain Inggris langsung melepas medali tersebut dari leher mereka.

Para pemain melepaskannya segera sesaat setelah medali tersebut dikalungkan ketika mereka masih berada di atas panggung.

Atas aksi mereka tersebut, para fans Inggris menyayangkan sikap para pemain yang dirasa kurang sopan dan kekanak-kanak. Para pemain Inggris dikecam oleh pendukungnya sendiri terutama dalam ranah media sosial usai aksi mereka melepas medali runner up. Para pendukung Inggris yang tentu saja juga kecewa dengan skor akhir pertandingan tampaknya lebih bisa berbesar hati dibanding para pemain di lapangan.

Pertandingan malam itu dimenangkan oleh Italia setelah unggul melalui adu penalti. Inggris gagal memanfaatkan keunggulan bermain di rumah sendiri berikut dengan lebih dari 50 ribu pendukungnya.

Donnarumma, 22 Tahun dan Terbaik Eropa

Penjaga gawang Italy, Gianluigi Donnarumma, menerima penghargaan Best Player of the Tournament. Sumber:talksport.com

 

Tim nasional Italia yang berhasil keluar sebagai juara UEFA Euro 2020 setelah di partai final sukses mengalahkan Inggris. Kiper Gli Azzurri, Gianluigi Donnarumma menjadi pahlawan Italia saat itu dengan penampilan briliannya di bawah mistar gawang.

Laga final yang harus dilanjutkan ke babak adu penalti tersebut menjadi arena pembuktian kehebatan Donnarumma. Mantan kiper AC Milan ini menggagalkan dua algojo penalti Inggris, termasuk Bukayo Saka yang menjadi penendang terakhir The Three Lions. Usai menggagalkan penalti Saka, semua pemain dan tim official Italia berlari menyerbu Donnarumma untuk merayakan gelar Piala Eropa yang berhasil mereka rengkuh.

Penampilan gemilang Donnarumma ini menjadikannya didaulat sebagai Pemain Terbaik UEFA Euro 2020. Donnarumma mengalahkan banyak kandidat lain yang jauh lebih berpengalaman di rumput hijau dengan konsistensi permainannya.

Keberhasilan Donnarumma menyabet gelar pemain terbaik ini tentu saja menjadi kabar pahit bagi mantan klubnya AC Milan. Sebelum gelaran Euro ini berlangsung, santer berhembus kabar tentang konflik perpanjangan kontrak antara sang pemain dengan klub yang bermarkas di San Siro tersebut. Namun, penyesalan tersebut berlanjut dengan kabar lainnya bahwa Donnarumma akan bergabung dengan klub kaya asal Prancis, Paris Saint-Germain.

SAMPAIKAN KOMENTAR