Atlético Madrid vs FC Barcelona, Misi Perbaiki Posisi
20
Nov
2020
0 Comment Share Likes 88 View

Selain El Clásico FC Barcelona vs Real Madrid, pertemuan Atlético Madrid vs Barcelona juga selalu ditunggu. Alasannya tidak lain karena tiga klub itu merupakan koleksi gelar juara La Liga Spanyol terbanyak. Tentu saja Real Madrid ada di posisi teratas dengan 34 trofi juara. Disusul Barca dengan 26 kali juara. Kalau Atlético relatif jauh, tetapi masih ada di tiga besar, yaitu 10 kali juara La Liga.

 

João Félix dan Ousmane Dembélé akan bentrok dalam partai Atlético Madrid vs FC Barcelona di La Liga Spanyol. Gambar: Twitter.com/LaLiga

 

Memang pertemuan Atlético vs Barcelona tidak sepanas El Clásico. Namun sengitnya laga antara Atlético dan Barcelona selalu memiliki cerita tersendiri. Lagipula ini tetap melibatkan gengsi antara ibukota Madrid dan Katalunya. Di La Liga musim ini pertemuan pertama antara Atlético vs Barcelona akan tersaji di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid. Pada Sabtu 21 November 2020 malam waktu setempat, atau Minggu 22 November 2020, mulai pukul 03.00 WIB.

Pertandingan nanti merupakan rangkaian pekan ke-10 La Liga Spanyol musim ini. Tapi buat Atlético dan Barcelona sama-sama pertandingan kedelapan. Dua klub ini memulai kompetisi lebih lambat dibandingkan tim lainnya, karena musim kemarin mengakhiri kompetisi lebih lama. Sebab harus bermain di Liga Champions sampai partai perempat final. Saat ini Atlético ada di peringkat ketiga dengan koleksi 17 poin, sementara Barcelona tercecer di posisi kedelapan, dengan raihan 11 poin.

Berdasarkan rekaman data pertandingan di situs pencatat sejarah hasil pertandingan, rsssf.com, pertemuan pertama antara Atlético melawan Barcelona pertama kali terjadi pada 10 Maret 1929. Itu merupakan pekan kelima dari musim pertama diselenggarakannya La Liga pada 1929. Dalam pertandingan itu Atlético yang ketika itu masih bernama Athletic Club de Madrid, menang atas Barcelona 4-1. Angka yang cukup telak untuk menggambarkan dominasi Atlético terhadap Barcelona.

Sedangkan pertemuan terakhir Atletico dan Barcelona berlangsung dalam lanjutan La Liga musim kemarin. Dalam pertandingan di Camp Nou pada 1 Juli 2020, Barcelona dan Atlético berbagi angka 2-2. Gol Atlético diborong Saúl Ñíguez Kalau gol Barcelona hasil dari bunuh diri Diego Costa, lalu penalti dari Lionel Messi. Hasilnya seperti kita tahu di akhir musim Barcelona finis di sebagai runner-up LaLiga, sementara Atlético duduk di peringkat ketiga. Gelar juara direbut Real Madrid.

Dalam tiga dekade terakhir, Atlético dari segi perolehan gelar juara La Liga, berada jauh di bawah Barcelona. Atlético hanya dua kali menjadi juara La Liga dalam 30 tahun terakhir ini, yaitu musim 1995/1996 dan 2013/2014. Dari dua gelar juara itu Atlético terlibat persaingan sengit dengan Barcelona pada musim 2013/2014. Pada akhir musim Atlético mengunci gelar juara dengan perolehan 90 poin. Unggul 3 poin atas Barcelona. Saat itu persaingan berlangsung sampai pekan terakhir. Benar-benar terakhir karena pekan pamungkas La Liga ketika itu menghadirkan Atlético melawan Barcelona. Hasilnya imbang 1-1 dan Atlético berhak menjadi juara.

Untuk pertemuan pertama di La Liga musim ini tampaknya bakal seru. Terutama karena Barcelona harus segera rajin memetik kemenangan, mumpung belum tertinggal jauh dari tim papan atas semisal Real Sociedad, Villarreal, Atlético itu sendiri dan Real Madrid. Sebaliknya Atlético juga harus mengamankan kemenangan demi menjaga persaingan menuju posisi puncak klasemen yang sementara ini secara mengejutkan dikuasai Real Sociedad dengan 20 poin dari 9 pertandingan.

Pertemuan Atlético melawan Barcelona nanti juga unik. Sebab kedua tim sama-sama ditangani pelatih yang dulunya merupakan salah satu legenda klub semasa menjadi pemain. Diego Simeone di kubu Atlético adalah gelandang andalan tim pujaan warga Madrid. Kalau Ronald Koeman tentu selalu dianggap pahlawan suporter Barcelona, karena pernah menjadi bagian dari sukses Barcelona di pentas La Liga dan Liga Champions. Ini adalah pertemuan pertama mereka sebagai pelatih dalam suatu pertandingan. Lebih khusus lagi persaingan antara Atlético vs Barcelona.

 

Pertemuan pertama Diego Simeone dan Ronald Koeman sebagai pelatih. Gambar: Twitter.com/LaLiga

 

Luis Suárez Harus Absen

João Félix, pilar serangan Atlético jelang pertandingan ini mengatakan, timnya sangat termotivasi menghadapi Barcelona. Motivasi tinggi ini selalu hadir ketika menghadapi tim dengan nama besar, seperti Barcelona. Para pemain dikatakan João Félix sudah menyusun kekuatan, sesuai arahan dari pelatih Diego Simeone. Artinya Atlético bakal bermain menyerang 100 persen. Terlebih nanti akan bermain di kandang.

"Kami dalam kondisi yang sangat baik dan termotivasi. Kami menggelar persiapan secara maksimal demi mendapatkan hasil positif," kata João Félix dalam wawancara dalam televisi Atlético Madrid.

"Barcelona? Kita semua tahu mereka selalu berusaha menjaga ball possession. Maka itu kami harus lebih banyak berlari di pertandingan nanti, lebih dari biasanya," masih kata João Félix. "Tapi kami akan tetap memainkan gaya bermain sendiri. Kami yakin bisa menyelesaikan pertandingan hebat nanti dengan hasil positif," tutur João Félix

 

Latihan Atlético Madrid jelang menghadapi Barcelona. Foto: Twitter.com/Atleti

 

Sayangnya persiapan Atlético terganggu dengan kepastian absennya striker baru mereka yang sedang on fire, Luis Suarez. Pemain Uruguay itu kena COVID-19 saat tugas internasional bersama timnas negaranya. Oleh karena itu Luis Suárez wajib melakukan karantina dan periode karantina masih berlangsung saat Atlético menghadapi Barcelona. Padahal banyak pencinta Atlético dan Barcelona ingin melihat Luis Suarez menjalani reuni kepagian. Luis Suarez pindah dari Barcelona ke Atlético di musim ini, dengan menyisakan cerita dramatis. Semua bermula dari pelatih Ronald Koeman yang secara terang-terangan mengatakan Luis Suárez tidak masuk dalam rencananya di musim ini.

Padahal kalau Luis Suárez bisa main, barangkali akan tayang "sinetron" di lapangan. Maklum Luis Suárez adalah pemain yang gemar berakting, mulai berpura-pura cedera untuk membangkitkan ketidaksabaran lawan, sampai peran kebablasan misalnya mengigit pemain lawan. Namun diyakini Diego Simeone sudah menemukan formula tepat untuk menambal absennya Luis Suárez.

Selebihnya tidak ada kendala berarti dalam skuat Atlético. Walaupun seperti dialami klub seluruh dunia pada jeda internasional FIFA, banyak pemain kelelahan sepulang dari membela Timnas negara masing-masing. Tim pelatih sudah pasti akan melakukan rotasi pemain. Para pemain yang masih tinggal di klub karena tidak dapat panggilan tugas negara, agaknya lebih dikedepankan.

Situasi Barcelona

Buat Barcelona, persiapan jelang menghadapi Atlético tidak banyak kendala dari sisi teknis. Kalaupun ada yang cedera dan kelelahan karena baru saja menjalani jadwal internasional bersama negara masing-masing itu sudah biasa terjadi. Termasuk cederanya wonderkid Barcelona, Ansu Fati, pada awal November, dalam pertandingan La Liga. Ansu Fati diprediksi menepi lima bulan karena masalah lutut, meniskusnya sobek. Namun itu bisa tertutupi dengan kemampuan Ousmane Dembélé.

Barcelona juga tidak bisa diperkuat oleh gelandang andalannya, Sergio Busquets. Cedera yang didapatkan ketika sedang bersama Timnas Spanyol membuatnya harus absen selama dua pekan. Masalah pada lutut kirinya itu bahkan sudah diperiksa langsung oleh tim dokter Barcelona. Sebuah kerugian besar bagi Blaugrana, mengingat dalam tujuh pertandingan La Liga yang mereka lakoni, pemain berusia 32 tahun itu selalu diturunkan sejak menit awal.

Masalah Barcelona justru datang dari area taktik dan strategi. Sejauh ini racikan Ronald Koeman di pentas La Liga belum memukau. Buktinya Blaugrana baru beredar di papan tengah. Dari tujuh pertandingan hanya menang 3 kali, sisanya masing-masing 2 kali seri dan 2 kali kalah. Perolehan poinnya baru sampai 11 angka. Terpaut 9 poin dari pemuncak klasemen sementara Real Sociedad. Yang agak melegakan Barcelona baru main 7 kali, jadi masih ada dua simpanan pertandingan untuk menekan tombol turbo menuju papan atas. Tapi dengan catatan Barcelona secepatnya menemukan permainan terbaik di kompetisi domestik.

Nah pertandingan melawan Atlético ini adalah ujian buat Ronald Koeman. Apakah Entrenador  asal Belanda ini bisa cepat mengembalikan Barcelona ke jalur yang benar? Tidak tersesat di papan tengah seperti sekarang.

Ide dasar Ronald Koeman adalah 4-4-2. Formasi itu bisa dimodifikasi menjadi 4-2-3-1. Strategi 4-4-2 dipakai dalam partai terakhir La Liga sebelum jeda internasional. Hasilnya Barca menang 5-2 atas Real Betis. Dalam laga tanggal 7 November 2020 lalu itu, Lionel Messi ditaruh di bangku cadangan. Baru main di babak kedua. Kemungkinan besar dengan absennya Ansu Fati, Ronald Koeman akan memakai 4-4-2 lagi, dengan pertimbangan Lionel Messi disimpan lebih dulu di bangku cadangan. Pertimbangannya karena pada Selasa 17 November 2020 Lionel Messi masih turun dalam pertandingan Argentina melawan Peru di Lima. Mempertimbangkan perjalanan kembali ke Barcelona, tenaga Lionel Messi yang sudah tidak muda, akan lebih bermanfaat untuk digas pada paruh kedua.

 

Ousmane Dembélé dalam latihan jelang melawan Atletico Madrid. Foto: Twitter.com/Fcbarcelona

 

Yang pasti pertandingan melawan Atlético ini adalah ujian konsistensi Barcelona di La Liga. Pasalnya dari 7 pertandingan yang sudah dilalui, pernah dalam empat pertandingan beruntun Barca hanya memetik 2 poin. Saat imbang melawan Sevilla di pekan ketiga dan Alavés di pekan kelima. Sedangkan di pekan keempat kalah dari Getafe, lalu pekan kelima keok dari Real Madrid. Catatan hasil pertandingan yang naik dan turun, belum stabil.

Soal persiapan menantang Atlético, Ronald Koeman tidak punya waktu banyak. Sebagian besar skuat intinya dipanggil ke timnas negara masing-masing. Mereka baru tiba kembali ke markas klub rata-rata Kamis 19 November 2020 hari. Dengan jadwal pertandingan Sabtu main, berarti tidak banyak persiapan dari aspek teknis. Ronald Koeman diyakini tetap memakai pendekatan strategi yang sama dengan sebelum jeda internasional berlangsung. Terlalu berisiko untuk mengubah taktik dalam waktu singkat, apalagi kondisi fisik para pemain pilar belum optimal 100 persen.

Prediksi Hasil Pertandingan

Melihat tren hasil pertandingan kedua tim, Atlético tampaknya berada di atas angin. Dalam lima laga terakhir di ajang La Liga dan Liga Champions, Atlético tidak terkalahkan. Paling pahit hanya seri di kandang Lokomotiv Moscow dalam lanjutan Liga Champions. Selebihnya Atlético menang atas Real Betis, Salzburg, Osasuna, dan Cádiz.

Bandingkan dengan Barcelona dalam hasil lima pertandingan terakhir. Barcelona sempat sekali kalah dari Real Madrid, kemudian juga imbang melawan Alavés. Walaupun tiga pertandingan lainnya dimenangi Barcelona atas Juventus, Dynamo Kyiv, dan Real Betis. Kalau tidak menghitung partai Liga Champions, berarti Barca dalam lima laga terakhir hanya memetik 4 poin.

Fakta itu bisa menjadi sinyal bila secara mentalitas Atlético boleh diunggulkan atas Barca untuk pertandingan nanti. Persentase kemungkinan Atlético memenangi pertandingan bisa mencapai 70 persen, meski dengan angka yang tipis.

Kita lihat saja nanti hasil di lapangan, Pria Intersport!

SAMPAIKAN KOMENTAR