Review Mobil Lamborghini Sian FKP 37 2019
20
Feb
2020
0 Comment Share Likes 358 View

Pada awalnya, Lamborghini Sian FKP 37 2019 ini dikenal sebagai Lamborghini Sian saja. Tetapi Lamborghini menambahkan FKP 37 dengan tujuan memberikan penghargaan terhadap Ferdinand Karl Piëch dan tahun kelahirannya, 1937. Meskipun menjadi sejarah penting Volkswagen, Piëch memiliki ‘pertemanan’ erat dengan Lamborghini dan mengawasi akuisisi perusahaan Italia tersebut pada 1998 oleh Audi. Setelah memimpin VW Group sebagai CEO era 1993-2002, dia mengepalai Lamborghini sampai mengundurkan diri dan pensiun pada tahun 2015. Nah, untuk tahu lebih lanjut, berikut ini ulasannya mengenai mobil Lamborghini Sian FKP 37 2019.

 

EKSTERIOR MOBIL LAMBORGHINI SIAN FKP 37 2019

Terinspirasi dari desain Countach, eksterior Lamborghini Sian FKP 37 2019 mendapatkan banyak garis-garis tajam, desain aerodinamis yang anggun, serta gambar siluet yang menawan. Siluet dengan khas sudut lebar disebut terpengaruh karya Bertone, Marcello Gandini yang bertanggung jawab atas beberapa model paling bersejarah paling terkenal milik Lamborghini.

Tubuh bagian depan dari mobil ini terbuat dari serat karbon. Selain memberikan kesan yang lebih tajam, bagian serat karbon akan mengurangi beban sehingga membuat bobot mobil berkurang. Udara mengalir dari splitter depan, kap mesin, intake samping, dan keluar dari spoiler belakang. Memberikan tampilan yang lebih menarik dari depan hingga belakang.

Lampu pada eksterior depan Lamborghini Sian FKP 37 2019 terinspirasi dari Terzo Millenio memberikan kesan baru yang diprediksi akan menjadi bagian dari desain masa depan Lamborghini. Dan Sian menjadi salah satu dari produksi Lamborghini untuk menyambut era mobil listrik.

Dari bagian sampingnya, bisa kita lihat bahwa Lamborghini Sian FKP 37 2019 ini menggunakan pelek 20 inci di depan dan 21 inci di belakang. Salah satu bagian paling penting dalam aerodinamika berkendara mobil ini adalah atap elektrokromik dan permukaan yang bergerak, dikendalikan oleh bahan pintar yang inovatif. Hal ini akan memudahkan pengemudi ketika berkendara dengan menyesuaikan aeordinamika berkendara untuk efisiensi dan kemudahan selama di jalan. Lalu di bagian belakang mobil ini, terdapat enam lampu belakang LED heksagonal yang sangat sesuai dengan ujung knalpot menampilkan bentuk dasar yang sama.

 

INTERIOR MOBIL LAMBORGHINI SIAN FKP 37 2019

Untuk bagian interiornya sendiri, Lamborghini Sian FKP 37 2019 mengandalkan desain mewah Italia yang menggabungkan teknologi dan kenyamanan. Elemen desain Lamborghini dengan fitur gaya berbentuk Y, segi enam, serta dengan pilihan material kulit dari interior dual tone milik Sian.

Kemewahan desain dasbornya bisa kita lihat berkat balutan kulit tersedia dengan dual tone, oranye dan hitam. Ada aksen ‘Lamborghini’ pada dasbor untuk penumpang serta beberapa tombol pengaturan terletak di sebelah kiri pengemudi, karena mobil ini menggunakan setir kiri.

Alih-alih menghadirkan sebuah layar infotainment, Lamborghini justru menghadirkan sebuah layar sentuh yang bisa ditemukan pada bagian konsol tengah dengan beberapa tombol pengaturan yang bisa digunakan untuk menjajal fitur-fitur teranyar Lamborghini.

Tidak hanya itu, jika dibandingkan dengan mobil kebanyakan yang sudah mendapatkan kemudi multi fungsi, tampilan kemudi Lamborghini Sian FKP 37 2019 terlihat polos. Mungkin Lamborghini masih mempertimbangkan untuk tidak membuat pikiran pengemudi bercabang dengan tombol-tombol pada kemudi dan fokus ke jalan. Tapi untuk pengendaraan, pengemudi sudah mendapatkan konsol tengah yang penuh dengan berbagai tombol pengaturan.

Kemudian untuk kursinya, Lamborghini Sian FKP 37 2019 memiliki dua aksen, oranye dan hitam serta logo Lamborghini pada bagian headrest. Desain kursi yang dijahit tangan dengan tempat duduk yang lumayan rendah memberikan kenyamanan selama mengendarai supercar ini.

 

FITUR MOBIL LAMBORGHINI SIAN FKP 37 2019

Mobil Lamborghini Sian FKP 37 2019 ini diklaim akan menggunakan powertrain hybrid tegangan rendah pertama yang memiliki motor listrik yang terintegrasi ke girboks dan terhubung ke roda. Fitur Lamborghini Sian FKP 37 2019 yang paling menonjol yakni sayap aerodinamis yang terpahat serta bahan panas pintar yang memutar baling-baling untuk aliran udara ekstra ketika mesin atau kendaraan mencapai suhu tertentu. Sistem touch screen telah ditanamkan pada konsol tengah, sementara Lamborghini mengatakan bagian 3D telah digunakan pada salah satu mobil mereka untuk pertama kalinya.

 

Pihak Lamborghini sendiri telah mengkonfirmasi kebisingan mobil tidak akan masuk ke dalam mobil, dengan teknologi hybrid kendaraan. Pengendara akan mendapatkan pengalaman mengendarai Lamborghini terbaru dengan semua teknologi serta fun-to-drive.

 

SISTEM OPERASI MOBIL LAMBORGHINI SIAN FKP 37 2019

Karena Lamborghini Sian FKP 37 2019 ini dibuat berdasarkan platform yang sama dengan Raging Bull edisi terbatas dan Aventador, sebagian besar mesin V12 6.5 liter masih digunakan untuk supercar ini. Namun yang menjadi inovasi untuk Sian adalah Lamborghini memasangkan V12 dengan motor listrik 48 volt bertenaga 34 tenaga kuda untuk menawarkan respons dan kinerja yang lebih baik.

Pihak Lamborghini memutuskan untuk tidak menggunakan paket baterai lithium ion dan mengembangkan superkapasitor tiga kali lebih kuat dari baterai yang sama dan tiga kali lebih ringan. Motor listrik dan superkapasitor memiliki berat 34 kg. Jadi meskipun ada tambahan bobot dengan motor listrik, mobil ini pun mendapatkan daya ekstra. Oleh karena itulah, sistem operasi Lamborghini Sian 2019 mampu menghasilkan 808 tenaga kuda dan mengantarkan mobil ini berlari kencang hingga 100 km/jam dalam waktu kurang dari 2,8 detik. Mobil ini juga bisa dipacu dengan kecepatan tertinggi melebihi 350 km/jam.

Lamborghini Sian FKP 37 2019 adalah salah satu mobil yang menjadi tonggak elektrifikasi Lamborghini. Maka dari itu, hanya ada 63 model yang diproduksi. Sayangnya, semua modelnya sudah ludes terjual. Sekadar informasi, mobil Lamborghini Sian FKP 37 2019 ini kabarnya dibanderol dengan harga yang cukup fantastis, yakni USD 3,6 juta, atau setara dengan sekitar 50 Miliaran rupiah.

SAMPAIKAN KOMENTAR