Review Mobil Jeep Wrangler JL Sahara Unlimited 2019
18
Sep
2019
0 Comment Share Likes 229 View

Jeep Wrangler JL Sahara Unlimited merupakan varian menengah dari jajaran Jeep Wrangler JL. Meski popularitasnya tidak setinggi varian Rubicon, namun varian Sahara tetap menggoda dengan sosok yang lebih kalem dan elegan layaknya sebuah kendaraan 4x4 perkotaan. Selain menghadirkan Jeep Wrangler JL varian Rubicon, PT Hascar International Motor selaku APM merek Jeep di Indonesia juga baru saja memperkenalkan varian Sahara, yang merupakan varian tengah dari line-up Jeep Wrangler JL. Ada sederet perbedaan antara varian Rubicon dan Sahara. Rubicon, merupakan varian tertinggi dari Jeep Wrangler JL yang memiliki spesifikasi dan kemampuan off-road yang superior. Sementara untuk Sahara, merupakan varian yang diposisikan sebagai kendaraan 4x4 perkotaan yang tampil lebih elegan, meski tetap menjadi kendaraan segala medan dengan kemampuan off-road yang mumpuni.

Penamaan ‘Unlimited’ sendiri ditujukan untuk model Jeep Wrangler model sasis panjang dengan empat pintu, yang merupakan model Jeep Wrangler terlaris di Indonesia sejak generasi Jeep Wrangler JK. Daripada penasaran, mending langsung kita simak saja reviewnya berikut ini, Bro!

 

EKSTERIOR JEEP WRANGLER JL SAHARA UNLIMITED 2019

Jika dilihat, memang tidak ada perbedaan yang signifikan antara Jeep Wrangler JL Sahara Unlimited 2019 dengan varian Rubicon. Mobil ini masih mempertahankan desain grill legendaris dari Jeep yang dikenal dengan nama ‘seven slot grill’ yang dipadu dengan sepasang headlight bulat berukuran 7 inci yang timeless. Namun baik pada varian Sahara atau Rubicon, sepasang lampu depan ini sudah menggunakan teknologi LED, begitu pula dengan lampu DRL tipis yang terpasang di bagain fender depan. Tetapi memang ada sedikit perbedaan pada bagian fender depan, jika dicermati, fender milik Jeep Wrangler JL Sahara Unlimited 2019 terpasang sedikit lebih rendah dan ramping dibanding dengan milik Rubicon. Asumsinya, dengan fender lebih tinggi dan lebar, membuat Jeep Wrangler JL Rubicon akan memiliki ruang yang memadai untuk travel roda ketika sedang bermanuver saat off-road. Sementara untuk varian Sahara, fender depannya berpenampilan sedikit lebih sederhana.

Pada bagian pilar A, mobil ini memiliki sudut kemiringan yang lebih besar sehingga lebih aerodinamis dan efisien ketika sedang berjalan pada kecepatan tinggi. Desain sudut pilar A yang lebih sleek ini merupakan salah satu peningkatan yang terdapat pada Jeep Wrangler JL. Tampilan lebih elegan juga terwakilkan dengan aksen warna silver pada bagian bumper depan yang melingkari fog lamp hingga ke ujung bumper, plus tow hook senada dengan warna bodi. Sementara untuk varian Rubicon menggunakan bumper dengan warna hitam polos dengan tow hook berwarna merah.

Jeep Wrangler JL Sahara Unlimited 2019 merupakan varian dengan atap keras alias hardtop, yang dinamakan dengan Freedom Top. Namun, Jeep juga menawarkan varian Sahara dengan soft top atau yang dikenal dengan nama Sunrider Soft Top. Perbedaan paling mencolok jika terlihat dari samping adalah penggunaan fender sewarna bodi pada varian Sahara. Sementara untuk varian Rubicon, tersedia dua opsi, yakni fender sewarna bodi atau dengan warna hitam. Selain itu, identitas lainnya adalah badge bertuliskan ‘Jeep Wrangler Sahara’ pada bagian fender samping depan. Pada varian Sahara, mobil ini menggunakan pelek berukuran 18 inci dengan ban tapak halus yang diperuntukkan untuk jalan aspal. Sementara untuk varian Rubicon, menggunakan pelek berukuran lebih kecil, yakni 17 inci dengan ban tapak kasar.

Di bagian belakangnya, tak ada perbedaan mencolok antara varian Sahara dan Rubicon. Keduanya menggunakan lampu belakang LED yang berukuran lebih besar ketimbang generasi Jeep Wrangler JK. Selain itu, semua varian dari Jeep Wrangler JL menggunakan ban serep yang diletakkan di luar dengan aplikasi tire hanger. Bagasinya pun menganut kontruksi 2 piece. Untuk membukanya, kita terlebih dahulu harus menarik tire hanger, lalu membuka tutup bagasi bagian bawah terlebih dahulu baru membuka tutup bagasi bagian atas. Begitu pun sebaliknya ketika menutup bagasi.

 

INTERIOR JEEP WRANGLER JL SAHARA UNLIMITED 2019

Untuk tampilan interior pada varian Sahara, tampilan dasbor terlihat lebih mewah dan elegan dengan dilapisi kulit yang dipadu dengan jahitan atau stitching warna putih. Interior Jeep Wrangler JL Sahara Unlimited 2019 bernuansa lebih gelap ketimbang varian Rubicon yang menggunakan panel dasbor senada dengan bodi dengan penambahan aksen warna ala alumiunium. Sementara untuk infotainment, varian Sahara menggunakan head unit berukuran 7 inci dengan fitur Uconnect 4 dengan konektivitas Bluetooth, Apple Car Play dan Android Auto. Sementara untuk varian Rubicon, menggunakan head unit berukuran lebih besar, yakni 8,4 inci, namun dengan fitur yang sama.

Setirnya sendiri menggunakan desain 3 spoke dengan ukuran lebih besar dari generasi Jeep Wrangler JK. Selain itu juga tersedia fitur steering audio control dengan jangkauan cukup nyaman untuk dioperasikan dengan jari, ketika tangan menggenggam setir. Dimensi lingkar setir juga cukup nyaman digenggam. Layaknya sebuah kendaraan 4x4, posisi mengemudi yang tinggi dengan ketersediaan ruang interior yang terbatas memang tak bisa dihindarkan. Namun hal tersebut cukup teratasi dengan penggunaan jok yang memiliki ketebalan busa cukup baik serta posisi ergonomika yang relatif nyaman, meski yang relatif lebih tegak, terlebih pada jok belakang. Untuk kenyamanan penumpang belakang, juga tersedia rear AC vent dengan kehadiran outlet power 12 Volts.

 

FITUR JEEP WRANGLER JL SAHARA UNLIMITED 2019

Walaupun mobil ini dirakit sebagai kendaraan 4x4 perkotaan yang lebih modis, namun tak membuat Jeep Wrangler JL Sahara Unlimited 2019 kehilangan kemampuan off-roadnya. Berbeda dengan varian Rubicon yang menggunakan sistem penggerak empat roda Rock-Trac part-time 4WD, pada varian Sahara yang hadir untuk pasar Indonesia menggunakan penggerak empat roda Selec-Trac full-time 4WD. Dengan penggerak full-time 4WD memang lebih praktis untuk menyesuaikan dengan segala kondisi medan, meski tak sebaik penggerak part-time Rock-Trac bawaan rubicon yang mampu membagi distribusi tenaga hingga 50:50.

Selain itu, Jeep Wrangler JL Sahara Unlimited 2019 ini menggunakan gardan Dana 30 di depan dan Dana 35 di belakang dengan fitur limited slip elektronik. Sementara untuk varian Rubicon menggunakan gardan Dana 44 di depan dan belakang yang lebih tebal dan kuat plus fitur differential lock di gardan depan, transfer case dan gardan belakang yang dapat mengunci distribusi tenaga ke salah satu sumbu roda, baik depan, belakang atau 50:50. Dari spesifikasi tersebut dapat diketahui bahwa kemampuan off-road Jeep Wrangler JL Sahara Unlimited 2019 memang tak sebaik varian Rubicon di medan ekstrem, namun tetap memiliki daya jelajah lebih dari cukup untuk sebuah kendaraan 4x4.

Jeep Wrangler JL Sahara Unlimited 2019 juga memiliki final gear ratio sebesar 3,45:1, lebih kecil ketimbang Rubicon yang memiliki final gear ratio sebesar 4,1:1. Memang Jeep Wrangler JL Rubicon lebih jago merayap di medan ekstrem, namun Jeep Wrangler JL Sahara Unlimited 2019 lebih nyaman dan efisien ketika berkendara di jalan raya. Mobil yang sudah memenuhi standar Trail Rated ini juga sangat fleksibel untuk bermanuver di medan off-road karena Approach angle yang mencapai 44 derajat, Brakeover angle 22,6 derajat dan Departure angle 37 derajat. Uniknya lagi, dengan ground clearance mencapai 10,8 inci, mobil ini juga mampu melibas genangan air sedalam 30 inci dengan kecepatan 8 km/jam.

Seperti kendaraan 4x4 modern pada umumnya, Jeep Wrangler JL Sahara Unlimited 2019 juga dibekali dengan fitur keselamatan terkini, seperti ABS, EBD, Park View Rear Camera, Electronic Roll Mitigation (ERM), Electronic Stability Control (ESC), Hill Start Assist, airbag 4 titik dan masih banyak lagi. Seperti keluarga Jeep Wrangler generasi sebelumnya, Jeep Wrangler JL Sahara Unlimited 2019 juga dibekali dengan roll-bar untuk melindungi benturan.

 

OPERASI JEEP WRANGLER JL SAHARA UNLIMITED 2019

Jeep Wrangler JL Sahara Unlimited 2019 mengandalkan mesin empat silinder berkapasitas 2.000 cc dengan tambahan twin scroll turbocharger sebagai jantung pacunya. Tenaga maksimalnya mencapai 270 hp dan torsi lebih besar ketimbang versi V6-nya, yakni 400 Nm. Mesin empat silinder buatan Fiat Chrysler ini juga dilengkapi dengan fitur mild hybrid. Fitur ini mampu tak hanya mampu menon aktifkan mesin bensin untuk beberapa saat (fitur start/stop), namun juga dilengkapi dengan fitur Electronic Power Assist atau eTorque yang mampu memberikan torsi ekstra saat diperlukan saat off-road atau on-road. Torsi elektronik tersebut didapat dari sebuah motor listrik yang tersambung lewat belt serta fitur regenerative brake demi menyimpan energi yang timbul saat pengereman. Mirip dengan Rubicon, pada varian Sahara juga hanya menggunakan satu pilihan mesin, yakni 2.000 cc turbo dengan transmisi otomatis 8 percepatan.

SAMPAIKAN KOMENTAR