Waktunya Wonderkid Asia Curi Panggung Di Pentas La Liga
08
Sep
2020
0 Comment Share Likes 375 View

LaLiga menjadi salah satu kompetisi sepakbola Eropa yang mampu menyedot banyak perhatian pecinta sepakbola dunia. Bagi pemain muda, mencicipi kerasnya persaingan kompetisi kasta tertinggi di Spanyol tersebut adalah sebuah mimpi yang terus dijaga.

Pemain muda yang bisa menembus LaLiga pastinya akan ikut jadi sorotan pula. Karena itu sama saja seperti pengakuan jika kemampuannya sebagai pesepakbola berada di atas rata-rata.Itulah mengapa tidak cuma pemain muda asal Eropa saja yang coba mengadu nasib di sana.

 Takefusa Kubo akan jadi andalan Villarreal di musim 2020/2021. Sumber: Instagram.com/villarrealcf.

 

Talenta muda dari Amerika Latin, Afrika, hingga Asia ada yang bercokol di LaLiga. Saat ini, ada dua wakil dari Benua Kuning, yakni Takefusa Kubo dan Lee Kang-in yang bermain di sana. Namun, petualangan mereka di Negeri Matador tidak dilakukan secara singkat.

Sejak masih anak-anak mereka sudah menimba ilmu sepakbola di Spanyol. Kesungguhan mengejar mimpi itulah yang kemudian membuat mental mereka kuat. Tak mudah menjalani hidup di negara yang jaraknya jauh dari tanah kelahiran.

Mimpi Besar Dipatahkan Barcelona

Kubo datang ke Spanyol saat usianya baru 11 tahun. Dia masuk ke akademi La Masia milik Barcelona setelah ditempa di tim junior Kawasaki Frontale. Kemampuan individu yang menonjol jadi salah satu faktor tim asal Catalan mau merekrutnya.

Empat tahun kemudian, Barcelona memilih untuk melepas Kubo. Dia kembali ke Jepang untuk bergabung dengan FC Tokyo pada usia 14 tahun. Keputusan Blaugrana ketika itu bisa dibilang karena keterpaksaan.

Barcelona mendapatkan sanksi dari FIFA karena telah melanggar regulasi perekrutan pemain usia muda. Alhasil opsi melepas Kubo secara cuma-cuma ke FC Tokyo jadi pilihan mereka.

Dua tahun berselang, Kubo berhasil menembus tim senior FC Tokyo. Tapi klub malah memilih untuk meminjamkannya kepada Yokohama Marinos sejak Agustus 2018 hingga Januari 2019.

Setelah masa peminjamannya selesai, dia tidak kembali ke FC Tokyo. Karena pinangan dari Real Madrid datang. Mahar sebesar Rp34 miliar menjadi biaya tebusan yang dibayarkan oleh Los Blancos untuk mendapatkan Kubo.

 Takefusa Kubo dalam masa peminjaman di Real Mallorca pada musim 2019/2020. Sumber: instagram.com/rcdmallorcaoficial

 

Tapi Kubo tidak begitu saja bisa mendapat kepercayaan di tim utama Madrid. Dia dipinjamkan sepanjang musim 2019/2020 ke Real Mallorca. Di sana, menit bermain yang didapatkannya begitu memuaskan.

Mengutip Soccerway, total Kubo bermain dalam 35 pertandingan Mallorca di LaLiga dengan sumbangan empat gol dan lima assist. Menariknya, sepanjang musim 2019/2020, dia kerap berganti peran. Sebanyak 22 pertandingan dijalani Kubo dengan peran sebagai winger kanan. Lalu pada tujuh pertandingan lainnya dia bertugas sebagai winger kanan. Dia juga pernah enam kali diplot sebagai gelandang serang.

Dari ketiga posisi tersebut, winger kiri mungkin bisa dibilang sebagai yang paling cocok untuknya. Ketika Kubo menjalani peran itu, dia berhasil menorehkan tiga gol dan lima assist. Sedangkan satu gol sisanya saat dia bermain sebagai winger kanan. Sayang pada akhir musim, Kubo dihadapi dengan fakta Mallorca terdegradasi ke Segunda Liga. Padahal dia sudah mulai merasa nyaman dan klop bermain di sana. Madrid pun memanggilnya pulang seiring kontrak peminjaman berakhir.

Bermain reguler bersama Mallorca tak lantas Kubo bisa langsung mendapat kepercayaan dari pelatih Madrid, Zinedine Zidane. Juru taktik asal Prancis itu menganggap sang pemain masih butuh jam terbang lebih, dan akan jadi sia-sia bakatnya jika dipaksa masuk ke tim utama yang diisi banyak pemain bintang. Memang sejak awal kedatangan Kubo ke Madrid, Zidane tak ingin gegabah. Dia bahkan menyampaikan masukan kepada manajemen untuk bersabar menanti pemain Timnas Jepang itu lebih matang lagi dan siap untuk jadi tulang punggung Los Blancos.

"Kami akan berbicara soal apa yang terbaik untuknya. Dia masih sangat muda, dan kami harus sabar soal perkembangannya," ujar Zidane, seperti dikutip dari Marca.

Keputusan untuk kembali meminjamkan Kubo ke klub lain di musim 2020/2021 jadi pilihan Madrid. Proposal peminjaman datang dari Villarreal, dan manajemen Madrid langsung menyetujuinya. Keputusan Madrid 'menyekolahkan' Kubo ke Villarreal bukannya tanpa alasan. Sebab, pada musim 2020/2021, klub berjuluk The Yellow Submarine akan tampil di Liga Europa. Kesempatan itu tentu akan menambah jam terbang Kubo di kompetisi internasional bergengsi.

Kubo sendiri mengatakan secara jujur, sebelumnya tidak cuma Villarreal yang coba mengajukan tawaran untuk meminjamnya kepada Madrid. Namun, visi dan misi yang dikemukan oleh pelatih Villarreal, Unai Emery, membuatnya jadi sangat tertarik.

"Saya berbicara dengan sangat positif bersama Emery dan beberapa pemain lain terkait dengan tim. Saya pikir akan cocok di sini, bahkan mungkin lebih cepat dari yang saya harapkan," kata Kubo.

Bersama Villarreal, Kubo memiliki target pribadi. Dia ingin terus mengasah kemampuannya dalam mengkreasikan serangan ke lini pertahanan lawan. Kepercayaan dari Emery untuk mengisi posisi di tim utama akan dia lakukan semaksimal mungkin.

“Saya berharap bisa mengasah permainan menyerang dan memberi kontribusi bagi tim. Sangat penting bagi saya untuk menunjukkan kemampuan agar dipilih ke tim utama dan terlibat dalam pertandingan,” katanya.

Masa Depan Negeri Gingseng

 Gelandang serang Valencia, Lee Kang-in. Sumber: instagram.com/valenciacf

 

Lee Kang-in menginjakkan kaki di Spanyol saat usianya baru 10 tahun. Dia datang sebagai siswa akademi Valencia pada 1 Juli 2011. Enam tahun berselang, mantan binaan Incheon itu dipromosikan ke tim U-19.

Kemampuan Lee Kang-in semakin terasah di sana. Sehingga setahun kemudian namanya masuk dalam skuad Valencia Mestalla yang bermain di Segunda B atau kompetisi kasta ketiga Spanyol.

Pada pertengahan musim 2018/2019, Lee Kang-in mendapat promosi ke tim utama Valencia. Kemampuannya mampu memikat pelatih tim berjuluk Los Che ketika itu, Marcelino Garcia Toral. Total dia bermain dalam 11 pertandingan, dengan rincian enam laga Copa del Rey, tiga di Laliga, dan dua kali pertandingan Liga Europa.

Debut Lee Kang-in di LaLiga tercipta ketika usianya baru menginjak 17 tahun. Dia masuk sebagai pemain pengganti di laga Valencia vs Real Valladolid. Bisa mencicipi kerasnya persaingan LaLiga, dia punya sebuah pengalaman yang tak bisa dilupakan.

Bermain di kandang sendiri, Valencia menjamu tim se-kota, Levante. Sebagai pemain muda dari benua Asia, dia merasa terkesima dengan atmosfer yang tercipta selama pertandingan berlangsung.

“Itu adalah pengalaman pertama saya bermain di Mestalla Stadium. Tidak akan pernah terlupakan bagi saya, keluarga, dan teman-teman,” kata Lee Kang-in, seperti dikutip dari laman resmi FIFA. Posisi di tim utama Valencia pun dipertahankan pada musim 2019/2020. Baru berusia 19 tahun, Lee Kang-in tampil dalam 17 pertandingan LaLiga, dua Copa del Rey, dan lima laga Liga Champions.

Menjadi bagian dari Valencia sejak masih anak-anak, Lee Kang-in merasa sudah kerasan. Dia menjadikan kota tersebut sebagai rumah sendiri, sehingga siap untuk bersaing semaksimal mungkin guna mendapatkan tempat di tim utama.

Biasa berposisi sebagai gelandang serang, Lee Kang-in memiliki kemampuan skill individu yang baik. Dia juga pandai dalam merancang sebuah serangan yang membuat lawan bersusah payah bertahan.

Itulah sebabnya, dia menjadi salah satu aset paling berharga Korea Selatan. Sejak masih di Timnas U-20, dia berhasil memberi sumbangsih besar dengan lolos ke final Piala Dunia U-20 2019 di Polandia. Sayang mereka kalah 1-3 dari Ukraina di laga puncaknya.

SAMPAIKAN KOMENTAR