Utak-atik Peluang Big Six di Sisa Laga Premier League
08
May
2021
0 Comment Share Likes 128 View

Liga Primer Inggris sudah memasuki tahap akhir. Empat laga sisa akan menentukan hasil akhir nanti. Tim-tim yang masih berpeluang, entah itu lolos ke kompetisi Eropa atau menghindari jeratan degradasi, akan menghadapi laga-laga penentuan selama sebulan ke depan.

Tak terkecuali tim-tim the big six: Manchester City, Manchester United, Liverpool, Chelsea, Arsenal, dan Tottenham. Posisi yang belum aman bagi sebagian di antara mereka menjadikan empat laga tersisa akan menjadi krusial bagi perjalanan mereka di musim depan.

Awalan buruk hingga inkonsistensi di tengah musim menjadi hambatan bagi tim-tim tadi gagal mengamankan situasi sedini mungkin. Mau tidak mau, mereka harus berjibaku di empat pekan tersisa. Di fase ini, kejelian pelatih dan mentalitas pemain akan diuji. Seperti apa gambaran peluang mereka? Intersport merangkumnya di bawah ini.

Garansi posisi duo Manchester

Dari keenam tim tadi, City dan United tampaknya menjadi tim yang paling berpotensi tampil tanpa beban di liga. Koleksi poin keduanya di dua posisi teratas bisa dikatakan relatif aman untuk mengunci posisi masing-masing. Terlebih ditambah dengan jarak yang cukup jauh dengan pesaing lain di bawahnya.

City boleh dibilang hanya tinggal menunggu waktu untuk menerima trofi liga ketujuh mereka. Perolehan 80 poin mereka berselisih 13 angka dengan United di posisi kedua. Mereka hanya butuh dua kemenangan lagi untuk menjadi juara musim ini. Bahkan, parade bisa lebih cepat andaikata United kalah di partai susulan kontra Liverpool.

Penampilan City memang cukup konsisten musim ini. Sempat terpeleset di awal, mereka bangkit di pertengahan musim. City sudah memuncaki klasemen sejak pekan ke-19, dan belum tergantikan sejak saat itu.

Tetangga The Citizens, United, juga setali tiga uang. Meski nyaris mustahil untuk mengejar poin City, setidaknya mereka cukup aman untuk mengamankan posisi empat besar. Cukup dua kemenangan lagi maka posisi anak asuh Ole Gunnar Solskjaer tersebut tak lagi bisa dikejar oleh kontestan di luar empat besar.

Posisi yang cukup aman ini membuat keduanya bisa mengalihkan fokus ke partai lain yang tak kalah penting: final kompetisi Eropa. Baik City maupun United akan menjalani partai puncak di akhir bulan nanti. Setan Merah akan menghadapi Villarreal di final Liga Europa, sementara Manchester Biru akan bentrok dengan sesama klub Inggris, Chelsea di final Liga Champions.

Posisi klasemen yang relatif aman membuat duo Manchester bisa alihkan fokus di final kompetisi Eropa (foto: Telegraph)

 

Gelaran final yang hanya berjarak 3-7 hari dari pekan terakhir Liga Primer bukan jadi masalah. Keduanya kemungkinan besar sudah mengamankan sasaran utama mereka di liga pada saat itu. Pemain kunci bisa diistirahatkan, dan persiapan jelang partai final Eropa bisa lebih matang.

Bagi United, Liga Europa adalah kesempatan terakhir mereka memenangi trofi musim ini. Tentu pertandingan di Gdansk nanti memiliki bobot yang tidak ringan. Begitu juga dengan City. Partai puncak di Istanbul mendatang merupakan kali pertama mereka lolos ke final kompetisi antar klub benua biru. Kesempatan memenangi si kuping besar tentu tak akan disia-siakan.

Saling sikut zona Liga Champions: akankah ada kejutan?

Secara matematis, terdapat 7 tim yang bisa mendapatkan 3 slot tersisa Liga Champions musim depan. Dari enam anggota big six, yang masih berpeluang lolos ke Liga Champions selain City dan United adalah Chelsea, Tottenham dan Liverpool. Meski begitu, peluang ketiganya masih cukup berat.

Chelsea boleh jadi memiliki peluang terbesar. London Biru saat ini duduk di peringkat empat dengan unggul 3 angka dari pesaing terdekat, West Ham. Secara kalkulasi, Chelsea masih diuntungkan karena bisa menggantungkan nasib kepada diri sendiri. Chelsea malah masih berpeluang finis di peringkat lebih tinggi karena jarak poin dengan United dan Leicester di atasnya yang relatif bisa dikejar.

Hanya saja jadwal di sisa musim ini kurang ramah bagi Chelsea. Mason Mount dkk masih harus menghadapi dua kontestan empat besar, Leicester dan Man City di empat pekan terakhir. Jadwal sulit ditambah dengan lawatan ke tim kuda hitam, Aston Villa serta derby London kontra Arsenal.

Fokus The Blues juga bisa terpecah lantaran akan menghadapi dua partai final. Pada 19 Mei mereka akan bertanding di Wembley dalam final Piala FA melawan Leicester. Selang 10 hari kemudian, mereka sudah ditunggu City di final Liga Champions.

Jadwal sulit dan padat ditambah dengan pertandingan penting di kompetisi lain bisa saja membuat Chelsea kewalahan. Manajer Thomas Tuchel dituntut jeli dalam melakukan rotasi sambil menjaga tingkat kompetitif timnya di tiga ajang berbeda. Beruntung sejauh ini Chelsea masih bebas dari badai cedera. Penampilan Chelsea juga relatif konsisten, bahkan membaik setelah sempat terjerembab di peringkat 9.

Chelsea berpeluang finis di empat besar asal bisa menjaga fokus (foto: Sporting News)

 

Jalan terjal harus dilalui oleh Tottenham dan Liverpool untuk mengunci posisi empat besar. Saat ini keduanya masih tercecer di peringkat 6 dan 7 klasemen sementara. Keduanya masing-masing terpaut 5 dan 7 poin dari empat besar. Selain dituntut konsisten di sisa laga, keduanya juga harus harap-harap cemas kesebelasan di atasnya terpeleset di sisa musim ini.

Bicara zona Liga Champions, bukan tidak mungkin ada kejutan dari tim di luar big six. Sejauh ini, Leicester dan West Ham memiliki peluang yang lebih baik dibandingkan Spurs dan Liverpool. Leicester musim ini cukup konsisten berada di empat besar. Permasalahan mereka di musim lalu ketika kolaps di tengah musim akibat badai cedera bisa diatasi. West Ham juga tampil solid dan berpeluang besar mengamankan tiket kompetisi Eropa.

Pelipur lara di Liga Europa

Empat besar agaknya sulit diraih oleh Liverpool dan Tottenham. Keduanya masih dibayangi inkonsistensi bahkan hingga fase krusial di penghujung musim seperti saat ini. Liverpool gagal menang di dua laga terkini. Sementara Spurs masih beradaptasi di tangan caretaker baru.

Melihat tren keduanya, mengamankan zona Liga Europa menjadi target yang realistis. Meski lolos ke Liga Champions secara matematis masih dimungkinkan, namun target tersebut rasanya sulit melihat kompetitor di atas mereka yang penampilannya lebih stabil.

Peluang Spurs dan Liverpool lolos ke Liga Champions tergolong sulit (foto: This is Anfield)

 

Kelolosan ke Liga Europa didapatkan secara otomatis dengan finis di posisi lima besar atau menjuarai Piala FA. Karena dua finalis Piala FA, Leicester dan Chelsea, kemungkinan finis di lima peringkat teratas, maka tim yang berada di peringkat enam akan mendapatkan jatah tersebut.

Dua slot ini akan diperebutkan oleh Spurs dan Liverpool. Tentu tidak mudah, karena mereka masih harus bersaing dengan West Ham dan Everton yang punya jadwal ringan di akhir musim. Apabila gagal, salah satu dari mereka harus rela terlempar ke kompetisi Eropa kasta ketiga, UEFA Conference League.

Nasib sial didapat oleh Arsenal. Penampilan buruk mereka sepanjang musim membuat mereka terdampar di papan tengah. Jarak poin yang cukup jauh membuat peluang lolos ke kompetisi Eropa nyaris tertutup. Kesempatan terakhir mereka lolos ke kejuaraan kontinental musim depan dengan menjuarai Liga Europa kandas setelah mereka tersingkir di semifinal.

Arsenal hampir pasti gagal lolos ke Eropa musim depan (foto:Independent)

 

Peta persaingan masih cukup ketat, terutama di zona empat besar. Tim-tim Big Six mau tidak mau tampil lebih siap lagi di fase akhir ini. Melihat hitung-hitungan di atas, bagaimana prediksimu, Pria Intersport? Akankah klasemen akhir tidak jauh berubah, atau justru kejutan hadir di pekan-pekan terakhir?

SAMPAIKAN KOMENTAR