Undian Liga Champions 2020/2021: Penuh Prestise Sejak Fase Grup
08
Oct
2020
0 Comment Share Likes 1046 View

Kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa, Liga Champions, musim 2020/2021 segera berputar. Undian grup sudah dilakukan pekan lalu. Sebanyak 32 tim yang lolos ke babak utama, dibagi ke dalam empat pot undian. Hasilnya 32 tim terbagi habis ke dalam delapan grup. Dari Grup A sampai H. Matchday pertama akan berlangsung 20-21 Oktober 2020 mendatang.

Menariknya di setiap grup musim ini, ada setidaknya satu tim yang pernah menjadi juara Liga Champions. Di Grup A ada FC Bayern yang sudah 6 kali juara, Grup B Real Madrid (13) dan Inter (3). Grup C FC Porto (2) dan Marseille (1).

Lalu Grup D Liverpool (6) dan Ajax (4), Grup E Chelsea (1), Grup F Borussia Dortmund (1), Grup G Juventus (2) dan FC Barcelona (5), terakhir Grup H Manchester United (3).

Fakta itu membuat gengsi dan persaingan di setiap grup Liga Champions musim ini menjadi tinggi. Jadi tidak sekedar mengejar kemenangan, tetapi juga prestise dan kehormatan klub. Harapannya tentu menyapu 100 persen kemenangan di fase grup.

Tapi apakah para mantan juara itu akan mudah memetik kemenangan demi kemenangan? Oh, tentu tidak. Karena ini adalah Liga Champions. Kompetisi yang selalu disebut para pelatih sebagai turnamen detail sampai menit terakhir. Kompetisi yang satu kesalahan kecil saja bisa menghadirkan hukuman kejam.

Maka itu perlu dibedah satu per satu persaingan sengit seperti apa yang akan tersaji di setiap grup nanti.

GRUP A (FC Bayern, Atletico Madrid, Salzburg, Lokomotiv Moscow)

 

Luis Suarez predator baru Atletico Madrid – Foto: instagram.com/atleticodemadrid

 

Mata pencinta Liga Champions langsung tertuju kepada Bayern dan Atletico Madrid, saat melihat hasil undian Grup A. Ini bisa dimaklumi karena mereka punya tradisi kuat di kompetisi yang memperebutkan trofi "Si Kuping Lebar" ini. Musim ini status Bayern adalah juara bertahan. Kalau Atletico Madrid musim kemarin melangkah sampai perempat final. Persaingan mereka pun panas, karena langsung bertemu di matchday pertama. Bayern bertindak sebagai tuan rumah dalam pertemuan pertama nanti.

Sudah pasti Bayern lebih diunggulkan di matchday pertama nanti. Tapi Atletico tidak bisa diremehkan, apalagi mereka punya tenaga baru berpengalaman: Luis Suarez. Hasil matchday pertama nanti bisa untuk memprediksi bagaimana masa depan kedua tim. Artinya siapa yang kalah, tidak boleh lagi membuat kesalahan di pertandingan-pertandingan berikutnya, terutama saat menghadapi Salzburg dan Lokomotiv Moscow.

Bicara soal Salzburg dan Lokomotiv Moscow, jangan pernah meremehkan dua tim itu. Wakil Austria dan Rusia itu menyimpan bara, karena selalu trengginas ketika bermain di kandang. Dengan kematangan taktik dan strategi, bisa saja mereka memberi kejutan.

GRUP B (Real Madrid, Shakhtar Donetsk, Inter Milan, Borussia Monchengladbach)

 

Real Madrid dan Inter bisa mendominasi Grup B – Foto: instagram.com/realmadrid

 

Real Madrid dan Inter tampaknya dapat grup empuk dalam undian. Mereka hanya bersaing melawan wakil Ukraina, Shakhtar Donetsk dan klub Jerman yang baru bangkit di kompetisi Eropa, Borussia Moenchengladbach. Siapapun yakin Real dan Inter akan mudah lolos ke fase knock-out atau babak gugur.

Yang patut ditunggu adalah bagaimana nanti persaingan Real Madrid dan Inter. Katakanlah persaingan itu untuk memperebutkan posisi juara grup. Posisi yang akan memberi keuntungan besar di fase knock-out, terutama saat bertindak sebagai tuan rumah di leg kedua, plus menghadapi runner-up dari grup lain.

Real Madrid bersama Zinedine Zidane bakal bersua dengan Inter yang ditangani Antonio Conte. Musim kemarin Inter gagal lolos ke babak 16 besar, karena hanya finis di peringkat ketiga. Kalah bersaing dengan Barcelona dan Borussia Dortmund. Sekarang Inter punya peluang untuk lolos ke fase knock-out, bahkan bersaing dengan Real Madrid untuk jadi juara grup.

Berdasarkan situs pencatat statistik wildstat, Real dan Inter pernah bertemu sebanyak 18 kali sepanjang sejarah kedua klub di semua ajang. Hasilnya terbilang sama kuat, karena Inter menang 8 kali, Real 7 kali, sisanya seri. Pertemuan paling banyak terjadi di Liga Champions. Mereka pernah bentrok di fase grup pada 1998/1999, sempat juga di perempat final, semifinal, bahkan final pada musim 1963/1964. Ketika itu Inter menang atas Real dengan angka 3-1.

GRUP C (Porto, Man City, Olympiacos, Marseille)

 

Sergio Aguero siap berjuang lagi bawa Man City kejar trofi Liga Champions – Foto: instagram.com/mancity

 

Di grup ini pastilah Manchester City yang banyak diunggulkan. Walaupun mereka berasal dari pot dua dalam undian. Kalah dari Porto yang berasal dari pot satu, yaitu pot juara delapan negara unggulan dalam koefisien UEFA. Tapi seperti kita tahu Manchester City adalah tim yang begitu ambisius mengejar trofi juara Liga Champions. Semua karena investasi triliunan dari Dubai yang sampai sekarang belum membuahkan trofi Liga Champions.

Oleh karena itu menempatkan Manchester City sebagai unggulan di Grup C sangatlah layak. Pep Guardiola seperti biasa tidak akan kesulitan dalam meracik taktik dan strategi untuk babak grup.

Tapi sekarang pertanyaannya siapa calon terkuat yang layak mendampingi Manchester City ke fase knock-out? Porto, Olympiacos, atau Marseille?

Porto barangkali bisa ditempatkan sebagai calon teratas untuk mendampingi Manchester City. Porto yang ditangani pelatih Sergio Conceicao di atas kertas bisa memenangi persaingan dengan Olympiacos dan Marseille. Namun namanya di atas kertas, bisa saja meleset di lapangan. Dan, Marseille berpotensi membuat Porto terpeleset. Di bawah pelatih Andre Villas-Boas yang merupakan orang Portugal, mestinya sudah tahu bagaimana mengadang Porto, yang notabene juga bekas tim yang pernah dilatihnya.

GRUP D (Liverpool, Ajax, Atalanta, Midtjylland)

 

Liverpool juara Liga Champions 2018/2019 – Foto: instagram.com/liverpoolfc

 

Ini adalah grup yang sengitnya bisa mencapai level 8. Terutama saat Liverpool yang merupakan juara Liga Champions 2018/2019 dikeroyok dua kuda hitam, Ajax dan Atalanta. Seperti kita tahu Ajax selalu menghadirkan tantangan tersendiri buat lawan-lawan lewat barisan pemain mudanya. Kalau Atalanta dalam dua tahun terakhir adalah liliput yang berubah menjadi raksasa di Italia. Bahkan Eropa karena musim kemarin di Liga Champions mampu melangkah sampai perempat final.

Mungkin secara tradisi Liverpool diunggulkan untuk lolos ke babak gugur. Tapi The Reds harus waspada saat menghadapi Ajax dan Atalanta. Terutama ketika melawat ke markas dua tim itu. Salah pasang strategi, bisa-bisa pulang dengan hasil minor. Maka itu manajer Liverpool, Jürgen Klopp, harus pandai mencermati perkembangan terbaru Ajax dan Atalanta saat jadwal pertandingannya sudah dekat. Hal itu supaya bisa dapat pendekatan taktik yang pas yang mampu menghasilkan poin positif.

Namun melihat tren yang ada, seperti Atalanta lebih berpeluang untuk dijagokan mendampingi Liverpool lolos ke babak 16 besar. Pertanda ini bisa dilihat dari Atalanta yang langsung tancap gas di awal-awal musim Serie A Italia, dengan memuncaki klasemen dan memproduksi 13 gol dari 3 pertandingan. Sebaliknya Ajax masih tertahan di posisi kelima, karena dari empat laga sempat menelan satu kali kekalahan. Namun Ajax dengan sejarah pernah juara Liga Champions, tetap tidak bisa dipandang remeh.

GRUP E (Sevilla, Chelsea, Krasnodar, Rennes)

 

Sevilla FC juara Liga Europa 2019/2020 – Foto: twitter.com/EuropaLeague

 

Tanpa mengecilkan kemampuan Krasnodar dan Rennes, sepertinya persaingan grup ini menjadi milik Sevilla dan Chelsea. Dua klub ini layak dijagokan lolos ke babak berikutnya. Hal itu bisa dilihat dari materi pemain yang dimiliki. Fakta lainnya Sevilla adalah juara bertahan Liga Europa, sedangkan Chelsea merupakan satu dari big four di Premier League.

Di fase grup ini Chelsea dan Sevilla langsung bertemu di matchday pertama. Dengan Chelsea bertindak sebagai tuan rumah di Stamford Bridge, 20 Oktober 2020 mendatang. Peluangnya adalah 50-50, karena Chelsea dan Sevilla di awal kompetisi domestik musim ini belum oke, yang berarti butuh waktu mencari soliditas tim.

Lantas bagaimana dengan Krasnodar dan Rennes, apakah mereka bisa mengganggu kemungkinan dominasi Sevilla dan Chelsea? Semua kemungkinan tetap ada. Namun melihat sejarah, tradisi, dan materi pemain, agaknya sulit buat mereka menghentikan laju Sevilla dan Chelsea.

GRUP F (Zenit, Dortmund, Lazio, Club Brugge)

 

Erling Haaland motor Borussia Dortmund – Foto: instagram.com/bvb09

 

Dilihat dari prestasi beberapa tahun terakhir tim di grup ini, untuk memilih siapa yang berpeluang lolos ke babak gugur terbilang sulit. Empat tim yang ada memiliki kekuatan merata. Nah kalau sudah begitu kuncinya siapa yang dapat start positif di fase grup, itulah yang berpeluang besar untuk lolos ke babak gugur.

Dan, Zenit sepertinya memiliki peluang untuk tancap gas lebih besar. Pasalnya di kompetisi domestik mereka sudah panas. Liga Primer Rusia sudah berjalan 10 pekan dan Zenit sedang memimpin dengan 21 poin. Artinya mesin Zenit untuk mengawali Liga Champions musim ini sudah panas.

Bagaimana dengan Borussia Dortmund?

Borussia memang oke. Punya sejarah kuat di Liga Champions. Namun kekuatan terkini mereka belum seimbang. Di awal Bundesliga, dari 3 pertandingan baru dapat 6 poin, sehingga tertahan di peringkat kelima. Tapi seandainya Borussia Dortmund cepat memperbaiki performa, mereka berpeluang mencatat banyak hasil positif di fase grup Liga Champions.

Sementara Lazio fakta terkini memperlihatkan mereka masih ada di papan tengah Serie A. Dari tiga pertandingan awal baru dapat 4 poin. Simone Inzaghi dan para pemainnya kudu cepat menemukan performa terbaik seperti musim kemarin. Sayangnya ada kekhawatiran fokus Lazio terbelah saat Liga Champions dimulai. Fokus antara memperbaiki posisi di klasemen domestik, sambil habis-habisan di fase grup.

GRUP G (Juventus, Barcelona, Dynamo Kiyv, Ferencvaros)

Akhirnya Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi satu lapangan lagi. Sejak CR7 pergi ke Italia membela Juventus, pertemuan dua megabintang itu jarang terjadi. Sekarang takdir mempertemukan mereka lagi. Di pentas lebih bergengsi, yaitu Liga Champions.

Lionel Messi yang awal musim ini meminta pergi, akhirnya bertahan demi menghormati Barcelona. Bisa saja ini adalah musim terakhirnya, sehingga prestasi paling paripurna untuk menutup pengabdian di Barca adalah trofi Liga Champions. Untuk usaha terdekat harus bisa melewati persaingan di Grup G.

Sedangkan buat Juventus hasil undian ini juga melegakan. Selain menghasilkan persentase fulus hak siar yang tinggi, karena duel Ronaldo vs Messi, juga tidak khawatir bertemu Barcelona di perempat final. Karena undian perempat final tidak akan mempertemukan dengan tim yang satu grup di babak utama.

Head to head Juventus dan Barcelona ini turut menjadi pentas simbol anak muda produksi Ajax. Mereka adalah Matthijs de Ligt dan Frenkie de Jong yang merupakan sosok kunci saat Ajax lolos ke semifinal Liga Champions 2018/2019. Menarik ditunggu bagaimana sekarang mereka akan saling berlawanan.

Terus apakah Dynamo Kiyv dan Ferencvaros hanya jadi penggembira di grup ini? Jawabannya iya, karena dua klub ini bagaikan bumi dan langit bila dibandingkan Juventus dan Barcelona.

Grup H (PSG, Man United, RB Leipzig, Istanbul Basaksehir)

Semua perhatian tertuju ketika RB Leipzig melaju sampai ke semifinal Liga Champions musim kemarin. Fakta itu membuat wakil Jerman ini menjadi salah satu yang diperhitungkan pada musim 2020/2021. Di fase grup musim ini pula Leipzig berkesempatan balas dendam terhadap PSG yang merontokkan mereka di semifinal 2019/2020, angka 0-3.

Jadi PSG wajib waspada terhadap Leipzig. Terlebih Leipzig sekarang sedang menguasai puncak klasemen Bundesliga. Berdiri di depan tim kuat seperti Bayern dan Borussia Dortmund.

Hanya saja PSG dengan trio maut Neymar, Kylian Mbappe, dan Angel di Maria, sudah berpengalaman untuk meredam daya saing Leipzig. Jam terbang yang lebih tinggi di Liga Champions bakal jadi penentu keunggulan PSG atas Leipzig.

Di grup ini PSG turut dapat tantangan besar dari Manchester United. Disebut tantangan besar karena MU punya nama yang harum di Liga Champions. Meski mereka sudah lama tidak bersaing menjadi juara, baru sekadar sampai fase knock-out, atau malah kadang gagal lolos ke Liga Champions. Tapi kehadiran Edinson Cavani yang 7 tahun terakhir memperkuat PSG, akan membuat langkah MU bersaing dengan wakil Prancis itu menjadi sengit.

SAMPAIKAN KOMENTAR