Tottenham vs Man. United: Antara Balas Dendam United dan Pembuktian Mourinho
10
Apr
2021
0 Comment Share Likes 135 View

Enam-satu. Itulah hasil yang terpampang di papan skor Old Trafford saat pertemuan terakhir antara Tottenham dan Manchester United, Oktober tahun lalu. United, yang sempat unggul cepat di menit kedua lewat gol Bruno Fernandes, justru diberondong balik enam gol oleh tim asal London Utara tersebut. Sebuah kekalahan yang kemudian menjadi salah satu rekor terburuk bagi Setan Merah sepanjang sejarah mereka.

Tentu saja United memiliki tekad untuk membalas kekalahan tersebut. Apalagi dengan kondisi Spurs yang tengah limbung. Meski begitu, armada The Lilywhites tentu tak akan tinggal diam. Laga di akhir pekan nanti bisa menyajikan santapan yang menarik.

Spurs yang tengah limbung

Laga di pertemuan pertama berlangsung dalam kondisi yang berbeda 180 derajat dari sekarang. Kemenangan di pertemuan pertama sempat menjadi momentum Spurs untuk meraih hasil positif dan sempat memimpin klasemen Liga Primer. Akan tetapi sekarang kondisinya sudah jauh berbeda.

Spurs arahan José Mourinho saat ini sedang berada di performa yang kurang baik. Mereka secara keseluruhan telah kehilangan 5 poin dari 3 laga terakhir mereka di liga. Teranyar, mereka harus kehilangan poin usai ditahan imbang tim papan bawah, Newcastle United. Di laga tersebut Spurs bahkan mesti mati-matian bertahan lantaran lawan bisa menciptakan hingga 22 tembakan. Spurs hingga kini masih tercecer di peringkat enam klasemen sementara, terpaut tiga angka dari zona Liga Champions.

Kekalahan dari Dinamo Zagreb di kompetisi Eropa juga menjadi catatan lain performa minor Spurs. Sempat unggul 2-0 di leg pertama, Spurs justru tumbang 0-3 saat bertandang ke Kroasia. Tersingkir oleh tim non unggulan, apalagi setelah unggul cukup signifikan, tentu menjadi catatan buruk. Apalagi keberhasilan melaju di Liga Europa bisa menjadi salah satu modal untuk musim mendatang.

Performa minor tersebut juga merembet ke persoalan di luar lapangan. Beberapa pekan terakhir santer berita bahwa pelatih José Mourinho sudah kehilangan kepercayaan dari para pemainnya. Hal itu tak terlepas dari reaksi Mourinho atas kekalahan Spurs di beberapa pertandingan ke belakang. Juru latih asal Portugal tersebut kerap mengkambinghitamkan para pemainnya. Mulai dari menganggap pemainnya tidak berkomitmen, hingga menyalahkan kesalahan individu pemain sebagai biang kegagalan Spurs meraih poin penuh.

Pemain kabarnya mulai gerah dengan tindakan tersebut. Beberapa pemain dikabarkan mulai kehilangan kesabaran terhadap Mourinho. Rumor pemecatan juga semakin berhembus kencang. Spurs dikabarkan menyiapkan beberapa nama sebagai suksesor Mourinho, mulai dari Brendan Rodgers hingga Julian Nagelsmann, apabila eks pelatih Real Madrid tersebut gagal membawa Spurs finis di empat besar.

Laga melawan United jadi pembuktian Mourinho untuk menepis rumor tersebut. Sebagai pelatih yang sudah berpengalaman di tim-tim besar, Mourinho tentu sudah pernah berada di situasi serupa. Ia juga tampaknya sudah mengantongi resep mengelola ego pemain-pemain bintang.

 

Laga melawan United bisa menjadi pembuktian José Mourinho sebagai manajer hebat (foto: Chronicle Live)

 

Dengan kesempatan menerobos ke empat besar, laga melawan United bisa jadi pembuktian Mourinho. Poin tiga atas mantan klubnya tersebut bisa membawa Spurs kembali ke zona Liga Champions untuk kali pertama dalam beberapa bulan terakhir. Dengan skuad yang lebih bugar, Mourinho punya peluang lebih untuk hal itu.

United amankan empat besar

Balas dendam menjadi salah satu tajuk utama bagi United di laga ini. Kekalahan memalukan 1-6 di kandang sendiri tentu menjadi satu hal yang pantas untuk dituntut balas. Meski demikian, United punya agenda penting yang lebih dari sekadar balas dendam.

United saat ini duduk di posisi kedua klasemen Liga Primer. Menyisakan delapan pertandingan lagi, menyusul City yang berjarak 14 poin di atasnya tentu bukan perkara mudah. Akan tetapi setidaknya United bisa memastikan tempat di zona Liga Champions musim depan. Posisi United bisa dikatakan cukup aman, dengan berjarak delapan poin dari peringkat empat, West Ham United.

Peluang United memperkokoh posisinya juga semakin besar. Bruno Fernandes dkk tidak terkalahkan di 5 pertandingan liga terakhir mereka, memenangi 3 laga dan bermain imbang di 2 pertandingan lainnya. Tak hanya itu, gawang United juga hanya sekali dibobol dalam lima pertandingan tersebut.

Sinyal positif juga ditunjukkan di kompetisi lainnya. Meski tersingkir di perempat final Piala FA, United terus melaju di ajang Liga Europa. Terbaru, sebelum laga melawan Spurs mereka berhasil menang meyakinkan di kandang Granada dengan skor 2-0. Kemenangan tersebut membawa United satu langkah lebih dekat ke semifinal Liga Europa.

Kemenangan atas Granada meneruskan tren positif United (foto: Independent)

 

Prediksi taktikal: Spurs bisa manfaatkan kebugaran

Seperti biasanya, duel antara tim besar dengan pemain-pemain bintang berpotensi menyajikan duel taktikal yang menarik. Menarik menyaksikan bagaimana kedua pelatih, baik Solskjær maupun Mourinho ‘menyetel’ skuadnya masing-masing untuk laga ini.

Di beberapa pertandingan terakhir, salah satu celah yang terlihat di pertahanan Spurs adalah di area kanan mereka. Bertahan dalam blok menengah 4-2-3-1 atau 4-4-2, sektor kanan Spurs menjadi area di mana lawan bisa melakukan progresi. Dua bek kanan mereka, Serge Aurier dan Matt Doherty, cenderung lemah dalam bertahan. Pemilihan winger kanan dan gelandang bertahan yang salah bisa menjadi celah yang bisa dimanfaatkan lawan.

Celah di blok pressing Spurs itulah yang bisa dimanfaatkan United. Apalagi Setan Merah cukup berbahaya di sektor kiri penyerangan mereka. Selain ada Marcus Rashford dan Luke Shaw yang natural berada di posisi tersebut, keberadaan Paul Pogba di pos gelandang tengah kiri juga bisa menjadi senjata. Belum lagi ditambah Bruno Fernandes sebagai pemain No. 10 yang bisa aktif menciptakan overload dan kombinasi di area tersebut. Sektor kiri bisa menjadi entri utama United dalam menyerang.

Pertanyaan selanjutnya adalah kemampuan United untuk memainkan skema menyerang berintensitas tinggi selama 90 menit. Faktor kebugaran tentu berpengaruh. Nyaris semua pemain inti mereka bermain sebagai sebelas awal di laga tengah pekan kala bertandang ke Granada.

Pertahanan rapat Spurs bisa memanfaatkan faktor kebugaran ini. Dengan waktu persiapan satu minggu penuh, pemain tim asal London tersebut tentu lebih bugar. Bukan tidak mungkin Spurs kembali menghukum United lewat momen transisi seperti pada pertemuan pertama. Waktu recovery yang panjang tersebut juga bisa menjadi sarana yang tepat untuk pemulihan cedera beberapa pemain kunci, seperti Son Heung-min.

Waktu recovery yang panjang memberi kesempatan bagi Son Heung-min untuk pulih dari cedera. Pemain asal Korea tersebut mencetak dua gol pada pertemuan pertama (foto: NBC)

 

Melihat persiapan kedua tim, duel yang cukup berimbang tampaknya akan terjadi di Tottenham Hotspur Stadium pada Minggu nanti. Meski secara tren terkini United cukup diunggulkan, kebugaran yang lebih dari pemain Spurs bisa menjadi faktor penentu. Skor imbang 1-1 menjadi prediksi kami untuk laga mendatang. Setuju, Pria Intersport?

Prediksi susunan pemain

Tottenham (4-2-3-1): Hugo Lloris; Serge Aurier, Toby Alderweireld, Davinson Sánchez, Sergio Reguilón; Tanguy N’Dombele, Pierre-Emile Højbjerg; Lucas Moura, Giovanni Lo Celso, Son Heung-min; Harry Kane.
Man. United (4-2-3-1): Dean Henderson; Aaron Wan-Bissaka, Victor Lindelöf, Harry Maguire, Luke Shaw; Scott McTominay, Paul Pogba; Daniel James, Bruno Fernandes, Marcus Rashford; Mason Greenwood.

SAMPAIKAN KOMENTAR