Tambal Sulam Klopp Vs Mourinho yang Makin Paten
16
Dec
2020
0 Comment Share Likes 259 View

Laga seru tersaji pada pekan ke-13 Premier League, Kamis dini hari WIB 17 Desember 2020. Liverpool menjamu Tottenham Hotspur di Anfield Stadium. Duel dua tim yang kini bertengger di papan atas klasemen sementara. Siapa yang menang akan jadi pemuncak dan unggul dengan selisih tiga angka.

Kesempatan ini harus bisa dimaksimalkan kedua tim, karena masing-masing memiliki jumlah perolehan 25 poin hasil dari 12 pertandingan. Liverpool sebagai tuan rumah tentunya memiliki motivasi tinggi supaya bisa memetik kemenangan. Tapi, tim tamu juga dipastikan bakal memberi perlawanan ekstra, terlebih mereka sedang dalam tren yang positif.

Skuad asuhan José Mourinho belum terkalahkan dalam 10 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Mereka membukukan tujuh kemenangan dan sisanya imbang. Hasil tersebut membuat kepercayaan diri Harry Kane dan kawan-kawan melonjak drastis dan siap menyulitkan Liverpool.

 

José Mourinho dan Jürgen Klopp. Foto: Liverpoolfc.com

 

Bukan cuma itu yang menjadi faktor pemicu semangat Tottenham untuk bisa memenangkan pertandingan. Sebab, dalam lima pertemuan terakhir mereka dengan Liverpool, hasilnya selalu saja berupa kekalahan. Empat kali di Premier League, dan sekali di final Liga Champions 2018/2019.

Di samping rekam jejak pertemuan kedua tim, menarik untuk membahas kekuatan antarlini. Untuk urusan ini, Tottenham lebih diuntungkan ketimbang Liverpool. Manajer Jürgen Klopp harus putar otak di tengah padatnya jadwal pertandingan musim ini karena banyak pemain andalannya mengalami cedera dan harus beristirahat lama.

Mesin Gol Tottenham Jadi Ujian Pertahanan Liverpool yang Pincang

Berbicara mengenai lini depan Tottenham musim ini, sosok Kane dan Son Heung-min yang jadi pusat perhatian. Kedua pemain sudah menyumbangkan 19 gol di Premier League. Jumlah itu menjadi mayoritas catatan gol tim berjuluk The Lilywhites yang totalnya mencapai 24.

Son sudah mencetak 10 gol di musim ini. Jumlah itu berselisih satu dengan raihan striker Everton, Dominic Calvert-Lewin yang memimpin daftar pencetak gol terbanyak sejauh ini. Sedangkan Kane yang berposisi sebagai ujung tombak punya koleksi sembilan gol.

Tapi, sumbangsih pemain asal Inggris itu masih lebih banyak lagi. Kane punya catatan 10 assist juga di musim ini. Sebagai ujung tombak, dia membuktikan diri bisa juga memberi layanan terbaik untuk rekan setim mencetak gol ke gawang lawan.

 

Harry Kane dan Son Heung-min. Foto: twitter.com/SpursOfficial

 

Mengutip 90min.com, di musim ini kolaborasi antara Kane dan Son telah menghasilkan 12 gol untuk Tottenham. Mereka cuma butuh satu lagi untuk menyamai rekor Alan Shearer dan Chris Sutton yang tercipta ketika bermain untuk Blackburn Rovers di Premier League musim 1994/1995.

Duet Kane dan Son menjadi ancaman serius bagi pertahanan Liverpool yang saat ini dalam kondisi pincang. Klopp bahkan harus mengakali kekosongan di lini belakang dengan menarik mundur Fabinho yang biasa beroperasi sebagai gelandang menjadi bek tengah. Situasi yang tak baik ketika mereka harus berhadapan dengan mesin gol Tottenham.

Keputusan Klopp menarik mundur Fabinho tak lepas dari cedera yang dialami Virgil van Dijk dan Joe Gomez. Juru taktik asal Jerman itu tak punya pilihan lain untuk mencari rekan bagi Joël Matip sebagai bek tengah. Duet Fabinho dengan Matip sudah diterapkan ketika The Reds bermain imbang 1-1 melawan Fulham di laga sebelumnya.

Hambatan Klopp tak cuma sampai di sana. Dia masih harus menanti kepastian dari tim dokter Liverpool terkait kondisi terkini Matip. Pemain berusia 29 itu bermasalah dengan punggungnya di laga melawan Fulham dan harus ditarik keluar pada awal babak kedua.

Situasi ini juga bisa ikut memberi pengaruh terhadap cara kerja bek sayap Liverpool yang biasanya tampil agresif membantu serangan. Karena Trent Alexander-Arnold dan Andrew Robertson harus waspada dengan winger Tottenham. Karena selain Son, masih ada Steven Bergwijn yang biasa beroperasi di sisi kiri.

Yang membuat Klopp lega adalah kembalinya Alisson Becker. Kiper Brasil itu sempat absen lama karena cedera, dan sudah kembali bermain di laga melawan Fulham. Dia bukan cuma kiper yang ahli dalam mementahkan serangan lawan, tapi juga bisa memulai set-up serangan dari bawah.

Berharap Konsistensi Pemain 19 Tahun

Liverpool masih belum bisa memainkan Thiago Alcântara pada pertandingan nanti. Mantan gelandang Barcelona dan Bayern Munich tersebut masih berkutat dengan cedera lututnya yang dialami ketika bermain melawan Sheffield United pada Oktober 2020. Klopp kemudian memilih Curtis Jones sebagai pengganti.

Pemain berusia 19 tahun itu akan saling bekerjasama dengan dua gelandang Liverpool lainnya, Jordan Henderson dan Georginio Wijnaldum. Tugas mereka takkan mudah, karena di kubu Tottenham berkumpul pemain tengah dengan tingkat kualitasnya mumpuni.

 

Gelandang Liverpool, Curtis Jones. Foto: Liverpoolfc.com

 

Trio gelandang Tottenham, Moussa Sissoko, Pierre-Emile Højbjerg, dan Tanguy Ndombele memiliki peranan penting. Dengan mobilitas dan ketangguhannya, mereka mampu memotong aliran serangan lawan dan sigap dalam membantu menyusun tekanan ke pertahanan lawan.

Højbjerg dan Sissoko yang bertugas sebagai gelandang jangkar bergantian mengisi ruang kosong di area tengah lapangan. Kemudian Ndombele akan lebih condong ke depan guna menopang Kane yang bertugas sendirian sebagai ujung tombak.

Di bangku cadangan, Mourinho masih punya pelapis yang tak kalah bagus. Karena ada sosok Giovani Lo Celso dan Harry Winks siap jika dipercaya untuk bermain dan selalu bisa memuaskan sang manajer dengan penampilannya.

Duel lini tengah pada pertandingan Liverpool vs Tottenham ini juga akan menarik perhatian penonton. Karena banyak yang menanti strategi apa yang diterapkan Klopp dan Mourinho kepada para gelandangnya agar bisa meredam kreativitas lawan.

Trio Firmansah Dihadang Tembok Kokoh Tottenham

Pertempuran antara trio lini depan Liverpool yang diisi Sadio Mané, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah dengan empat pemain belakang Tottenham akan jadi sajian yang tak kalah seru. Karena ini adalah pertemuan antara tim dengan jumlah gol yang paling tinggi dan yang kebobolan paling sedikit.

Liverpool di musim ini sudah mencatatkan 27 gol ke gawang lawan. Catatan itu menempatkan mereka sebagai tim paling agresif di Premier League musim ini. Trio Firmansah --Firmino, Mané, Salah-- yang jadi andalan Klopp sejak beberapa musim terakhir merupakan aktor utamanya.

 

Mohamed Salah bakal jadi andalan Liverpool melawan Tottenham. Foto: Liverpoolfc.com

 

Salah menjadi pencetak gol terbanyak Liverpool di Premier League musim ini dengan jumlah 10. Lalu diikuti oleh Diogo Jota yang seringkali jadi pemain pengganti dengan lima gol. Sayangnya, pemain asal Portugal itu tak bisa ikut serta dalam tim karena mengalami cedera ketika melawan Fulham.

Sedangkan Mané telah menyumbangkan empat gol di Premier League musim ini. Pemain asal Senegal itu juga punya tambahan satu assist. Dan yang terakhir adalah Firmino yang telah membukukan masing-masing dua gol dan assist.

Gawang Tottenham yang dikawal Hugo Lloris baru kebobolan 10 kali di musim ini. Jumlah itu jadi yang paling sedikit dibanding tim lain di Premier League. Cuma Manchester City yang bisa mendekati mereka dengan catatan kebobolan 11 kali.

Catatan itu tak cuma karena ketangguhan Lloris dalam mementahkan peluang lawan-lawan Tottenham, tapi juga karena kokohnya tembok pertahanan yang dibangun oleh Mourinho. Juru taktik asal Portugal itu memang terkenal kepintarannya dalam membuat permainan bertahan yang sulit ditembus lawan.

Duet bek tengah Toby Alderweireld dengan Eric Dier mampu memberi kenyamanan bagi Tottenham. Mereka tangguh dalam duel dan pintar dalam membaca pergerakan lawan yang hendak menciptakan peluang. Belum lagi ada tambahan kekuatan dari bek sayap yang diisi Serge Aurier dan Sergio Reguilón.

Aurier yang beroperasi di sisi kanan dan Reguilón di kiri memiliki kecepatan yang bagus. Keunggulan itu memberikan mereka kemudahan dalam melakukan rotasi baik dari menyerang ke bertahan maupun sebaliknya. Empat nama tersebut hampir tak pernah diubah oleh Mourinho ketika menjalani pertandingan penting.

Klopp dan Mourinho adalah pelatih yang memiliki segudang ide di dalam kepalanya. Masing-masing dari mereka pasti sudah memperhitungkan kekuatan lawan guna mencari cara bagaimana meredam kelebihan dan memanfaatkan kekurangan lawan.

Klopp yang harus mengatur ulang komposisi starting eleven dalam beberapa pekan terakhir berhadapan dengan Mourinho yang makin paten dengan racikannya musim ini. Menarik untuk melihat siapa yang lebih cerdik dalam memanfaatkan situasi ini, Pria Intersport.

SAMPAIKAN KOMENTAR