Sukses Atalanta Atasi Agresivitas AS Roma
21
Dec
2020
0 Comment Share Likes 111 View

Atalanta berhasil memenangkan pertandingan melawan AS Roma dalam lanjutan Serie A, Senin dini hari WIB 21 Desember 2020. Skuad asuhan Gian Piero Gasperini menuntaskan laga dengan keunggulan 4-1. Hasil yang memuaskan ketika mereka tampil di markas sendiri, Gewiss Stadium.

Tuan rumah dibuat terkejut oleh Roma ketika pertandingan baru berjalan kurang dari tiga menit. Edin Džeko berhasil memanfaatkan peluang emas yang didapatkannya untuk menjebol gawang Atalanta usai menerima umpan silang dari Pedro. Skema membangun serangan dari sisi sayap yang dilakukan tim tamu gagal diantisipasi dengan baik.

Proses gol tersebut juga menunjukkan betapa tidak siapnya pemain Atalanta dalam memulai pertandingan. Terlihat ada tujuh pemain mereka yang mengisi daerah kotak penalti, tapi terlewat dalam menjaga pergerakan Džeko serta kurang cerdik memotong upaya Pedro melepaskan umpan silang.

 

Striker Roma, Edin Džeko sukses meneruskan umpan silang dari Pedro meski dikepung pemain Atalanta. Foto: Youtube.com/SerieA

 

Roma hanya menempatkan tiga pemain di kotak penalti tapi mereka bisa memanfaatkan celah kecil yang ditinggalkan akibat kelalaian Atalanta. Džeko dengan tenangnya melakukan kontrol sekali dan melepaskan tendangan mendatar yang tak berhasil dihalau kiper tuan rumah, Pierluigi Gollini.

Berhasil mencuri gol keunggulan di menit awal babak pertama membuat skema Roma untuk menghentikan serangan Atalanta bisa dijalankan dengan baik. Mereka tak membiarkan lawan bisa dengan mudah menerima dan juga menguasai bola. Agresivitas pemain I Lupi ketika bertahan begitu jelas terlihat.

Mengandalkan formasi 3-4-3, Roma menempatkan Lorenzo Pellegrini dan Jordan Veretout sebagai lapisan awal penghalau serangan Atalanta. Mereka menjaga pergerakan dari dua gelandang serang tuan rumah, Matteo Pessina dan Ruslan Malinovskiy. Tanpa kebebasan dalam menguasai bola, kedua pemain itu sulit untuk mengirimkan umpan kepada Duván Zapata yang bertugas sebagai ujung tombak Atalanta.

 

Area pergerakan Lorenzo Pellegrini dan Jordan Veretout di laga Atalanta vs Roma. Foto: Whoscored.com

 

Gasperini coba mengarahkan anak asuhnya untuk bermain sedikit melebar dan melakukan variasi umpan lambung ke arah Zapata. Tapi, dengan sigap bek Roma, yakni Gianluca Mancini, Chris Smalling, dan Roger Ibañez berhasil menghadang berbagai serangan, walau sesekali berujung pelanggaran.

Dua gelandang sayap Roma, Rick Karsdorp dan Leonardo Spinazzola juga lebih sering membantu pertahanan. Mereka membiarkan Pedro dan Henrikh Mkhitaryan melakukan sendirian akselerasi ketika melancarkan serangan balik. Tujuannya tentu saja agar bisa mengamankan keunggulan. Cara yang sukses karena hingga babak pertama usai, Roma bisa tetap unggul 1-0 atas Atalanta.

Memperpendek Jarak Antar Pemain

Melihat anak asuhnya kewalahan dalam menghadapi segi pertahanan Roma, Gasperini melakukan perubahan strategi di babak kedua. Dia langsung memasukkan José Luis Palomino dan Josip Iličić untuk menggantikan Cristian Romero dan Matteo Pessina. Juru taktik berusia 62 tahun itu coba menambah daya gedor tim besutannya.

Strategi permainan Atalanta juga terasa perubahannya di babak kedua. Mereka menerapkan pressing garis tinggi. Hal yang tak terlihat di babak pertama. Resep buatan Gasperini itu menunjukkan sinyal positif, karena dengan begitu mereka bisa memberi daya tekan terhadap lini pertahanan Roma.

Jarak antar pemain Atalanta juga semakin dekat. Dengan begitu, para pemain bisa dengan cepat mengalirkan kembali upaya serangan mengandalkan satu atau dua sentuhan pada bola. Cara yang ampuh untuk menghindari tekanan agresif Roma ketika hendak merebut bola.

 

Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini saat pertandingan melawan Roma. Foto: twitter.com/Atalanta_BC

 

Dengan kehadiran Iličić di lini depan, Zapata tak lagi selalu terisolir oleh pemain Roma. Keduanya bisa bergerak secara bergantian mengisi ruang yang kosong. Situasi yang menguntungkan Atalanta sehingga tidak lagi mentok sampai kehilangan kontrol atas bola diatas lapangan.

Kebuntuan Atalanta pecah juga ketika pertandingan memasuki menit 59. Sodoran dari jarak dekat yang dilakukan oleh Iličić bisa diteruskan oleh Zapata yang berada di dalam kotak penalti.  Tanpa ragu dia melepaskan tendangan keras yang membuat bola bersarang dengan mulus ke dalam gawang Roma.

Tekanan demi tekanan terus dilancarkan oleh Atalanta setelah kedudukan menjadi imbang 1-1. Perubahan strategi bermain yang mereka lakukan mampu membuat Roma kewalahan. 3-4-2-1 andalan Gasperini semakin sulit untuk dihentikan karena mereka memanfaatkan lebar lapangan.

Sebuah umpan silang yang dilepaskan Iličić disambut dengan sundulan oleh Robin Gosens. Kesalahan antisipasi bek Roma, Mancini menjadi biang masalahnya. Dia tak melihat pergerakan Gosens yang berlari mengejar jatuhnya arah bola dari belakang. Upaya Antonio Mirante untuk meninju bola pun tak berhasil.

Berbalik tertinggal memberi efek kejut kepada pemain Roma. Luis Muriel yang baru masuk di menit ke-72 untuk menggantikan Zapata berhasil memanfaatkan kesalahan lawan. Dia merebut bola dengan cara memotong operan. Dengan kecepatan yang dimiliki, sulit untuk menghentikan dribelnya yang menuju ke dalam kotak penalti. Itu membuat Mirante memungut bola dari dalam gawangnya untuk kali ketiga.

Iličić menjadi mimpi buruk bagi Roma dalam pertandingan kali ini. Aksi individunya melewati empat pemain lawan pada menit 85, diakhiri dengan tendangan mendatar yang terukur. Mirante tak menyangka lawannya melakukan tendangan langsung, sehingga dia sudah terlanjur mati langkah untuk melakukan penyelamatan.

Empat gol yang tercipta di babak kedua oleh Atalanta menjadi bukti betapa pandainya Gasperini melakukan kontra strategi terhadap pelatih Roma, Paulo Fonseca. Dia bergerak cepat melakukan perubahan dan hasilnya begitu memuaskan. Sulit untuk Roma keluar dari tekanan di paru kedua pertandingan ini.

Iličić yang Jadi Bintangnya

Sempat absen di dua pertandingan sebelumnya melawan Fiorentina dan Juventus, Iličić langsung bersinar. Dia menjadi jawaban atas kurang apiknya permainan Atalanta di babak pertama. Dari statistik bisa dilihat, bagaimana tuan rumah cuma dikasih sekali kesempatan oleh Roma untuk melakukan percobaan ke gawang.

Dengan kemampuannya dalam melakukan dribble, ketika dihadapi dengan barisan pertahanan yang rapat, pemain asal Slovenia tersebut bisa saja menemukan celah. Mengutip Sofascore, ada enam upaya dribel yang dilakukan oleh Iličić dengan persentase kesuksesan 50 persen. Meski tak terlalu menonjol, tapi itu mampu merepotkan lawan-lawannya.

 

Pemain Atalanta, Josip Iličić tampil apik di laga melawan Roma. Foto: twitter.com/Atalanta_BC.

 

Pemain berusia 32 tahun itu juga berani berduel memperebutkan bola dengan lawan. High pressure yang dilakukan olehnya memaksa pemain belakang Roma menerapkan operan panjang ke lini depan, agar tidak langsung ditutup aliran bolanya oleh Iličić. Belum lagi ada Muriel yang dengan kecepatannya selalu ikut mengejar.

Selama 45 menit berada di atas lapangan dalam pertandingan ini, Iličić melakukan sembilan kali duel memperebutkan bola. Lima diantaranya berhasil dia menangkan dan membuat Atalanta kembali dapat menguasai bola.

Topangan yang diberikan Iličić untuk lini depan dampaknya signifikan. Gasperini berhasil membaca alur permainan Roma di babak pertama. Tapi tim tamu tak bisa terlalu banyak untuk melakukan perubahan lanjutan, karena keburu Atalanta nyaman dengan strateginya.

Pada akhirnya I Lupi harus pulang dengan kepala tertunduk. Mengalahkan Atalanta di kandangnya sendiri bukanlah tugas mudah. Kini tim berjuluk La Dea melaju ke urutan ketujuh klasemen. Dari 12 pertandingan, mereka telah mengumpulkan 21 poin. Sedangkan Roma tertahan di peringkat keempat dengan 24 poin, hasil dari 13 laga.

SAMPAIKAN KOMENTAR