Sergio Ramos, Matador Sepak Bola dari Andalusia
30
Mar
2021
0 Comment Share Likes 112 View

Selasa 30 Maret 2021 bek tengah Timnas Spanyol dan Real Madrid, Sergio Ramos, merayakan ulang tahunnya. Ia menginjak usia 35 tahun. Lahir di Camas pada 1986, nama lengkapnya adalah Sergio Ramos García. Camas adalah kota yang terletak di Provinsi Sevilla, kawasan Andalusia. Pasti tidak ada yang menyangka kalau di masa depan, kota yang luasnya hanya 12 kilometer persegi ini, salah seorang warganya akan menjadi pemain sepak bola tenar. Menjabat sebagai kapten klub raksasa Spanyol, Real Madrid sekaligus kapten Timnas Spanyol.

Sergio Ramos berkenalan dengan sepak bola sejak usia 6 tahun. Di usia itu sudah bergabung dengan Camas CF, klub lokal di kota tersebut. Pada usia 10 tahun Sergio Ramos direkrut Akademi Sevilla. Ia satu angkatan dengan Jesus Navas dan Antonio Puerta. Pertama kali menimba ilmu di Sevilla, ia lalu ditarik ke Sevilla B pada 2003. Kesempatan itu tidak disia-siakan dengan terus bekerja keras, demi menembus tim utama Sevilla. Benar saja kurang dari setahun di Sevilla B, Sergio Ramos pada 1 Februari 2004 mendapatkan debut di La Liga dengan tim utama Sevilla. Pertandingan debutnya di La Liga dicatat saat menghadapi Deportivo La Coruna.

Sejak debut itu Sergio Ramos mulai menarik perhatian. Menjadi pemain tetap di tim utama Sevilla menjadi jawabannya. Musim 2004/2005 adalah momen semusim penuh memperkuat Sevilla di La Liga. Performanya yang konsisten membuat banyak klub melirik. Tapi pada akhirnya Sergio Ramos memilih pindah ke Real Madrid. Tawaran dari ibukota Spanyol sulit ditampiknya. Sevilla juga tidak keberatan karena harga jual Sergio Ramos sudah melambung. Cocok untuk menyeimbangkan neraca klub.

Persis hanya semusim bermain dengan Sevilla pada 2004/2005, pada musim panas 2005 Sergio Ramos pindah ke Real Madrid. Kepindahannya memecahkan rekor. El Real membayar mahar 27 juta euro. Angka itu adalah rekor pembelian bek termahal Spanyol. Tambahan lagi Sergio Ramos adalah bek tengah asli Spanyol yang direkrut Florentino Perez di masa awal jabatannya sebagai Presiden Klub Real Madrid.

Dibeli Real Madrid – Foto: Realmadrid.com

 

Pewaris Legenda Real Madrid

Bergabung dengan klub bertabur bintang seperti Real Madrid, membuat Sergio Ramos walaupun statusnya adalah bek Spanyol termahal, tidak langsung dapat tempat utama. Ia sering dipindah menjadi gelandang bertahan, hingga bek kanan. Karena di poros pertahanan Real Madrid berjubel bek top dunia pada masa itu. Misalnya Christoph Metzelder hingga Pepe, sehingga persaingan untuk mendapatkan tempat utama di posisi bek tengah begitu ketat.

Beruntungnya Sergio Ramos adalah pemain multitalenta. Ia bisa bermain di banyak posisi. Tidak hanya sebagai bek, tetapi gelandang bertahan, malah kadang aktif menyerang saat timnya dalam kondisi tertinggal atau sedang mengejar ketertinggalan gol. Tapi yang jelas sebagai bek Spanyol termahal, Sergio Ramos langsung diberi kepercayaan mewarisi nomor punggung sakral di Real Madrid, yaitu 4. Kenapa sakral? Karena nomor itu bekas dipakai Fernando Hierro, legenda bek Real Madrid.

Sergio Ramos dan Real Madrid akhirnya menjadi tidak terpisahkan. Hingga sekarang dia masih andalan El Real. Kesepakatan perpanjangan kontrak tidak pernah sulit dicapai. Sergio Ramos tahu kemampuan Real Madrid, Real Madrid pun paham keinginan Sergio Ramos. Apalagi sejak Sergio Ramos dipercaya menjadi kapten utama Real Madrid, setelah kontrak Iker Casillas tidak diperpanjang pada 2015. Sejak itu sampai sekarang Sergio Ramos menjadi simbol tim. Memimpin rekan-rekannya di lapangan.

Sergio Ramos di Timnas Spanyol – Foto: Twitter.com/SergioRamos

 

Rekor Timnas Spanyol dan Makna Nomor 15

Perjalanan di Real Madrid berbanding lurus dengan kiprah di Timnas Spanyol. Debut di timnas senior tercatat pada 26 Maret 2005. Saat Spanyol melakukan uji coba melawan Cina. Pertandingan yang berlangsung di Salamanca itu dimenangi Spanyol dengan angka 3-0. Debut timnas senior Spanyol itu diukir Sergio Ramos dalam usia 18 tahun dan 361 hari. Dan, menariknya catatan debut itu memecahkan rekor pemain termuda Spanyol di timnas senior yang sudah bertahan 55 tahun.

Di Timnas Spanyol ini Sergio Ramos punya cerita unik terkait nomor punggung. Saat membela skuat nasional Spanyol, Sergio Ramos memilih nomor punggung 15. Bukan 4 seperti di Real Madrid. Padahal nomor 4 di Timnas Spanyol tersedia buat Sergio Ramos. Tapi sekali lagi pilihannya adalah nomor 15. Apa alasannya?

Pemilihan nomor punggung 15 itu buat mengenang Antonio Puerta. Rekan seangkatannya di Sevilla yang sama-sama berkembang, hingga bisa dapat panggilan dari Timnas Spanyol. Namun Antonio Puerta meninggal pada Agustus 2007 karena serangan jantung. Waktu itu Antonio Puerta sempat dapat panggilan internasional dan melakukan debut untuk Spanyol dengan memakai nomor punggung 15. Suatu bentuk persahabatan sejati dari Sergio Ramos!

 

Sergio Ramos – Foto: Realmadrid.com

 

Kemampuan Bermain

Dari sisi kemampuan bermain, Sergio Ramos dinilai sebagai bek yang komplit. Ia merupakan pemain yang kut secara fisik dan andal dalam duel udara. Postur tubuh yang ideal antara tinggi dan berat, membuatnya seimbang. Kuat untuk berduel dengan pemain lawan. Ia juga punya akurasi sundulan yang bagus. Sering gol lahir lewat sundulan Sergio Ramos, saat menyambut sepak pojok.

Distribusi bola Sergio Ramos ikut dinilai bagus. Kemampuan passing dan crossing yang dimilikinya, sering memanjakan rekan-rekannya di depan. Terutama saat melakukan transisi permainan cepat, dari bertahan ke menyerang. Kerap direct ball yang dikirimkan Sergio Ramos, langsung menuju ke titik sasaran pemain di depan. Situasi itu membuat para penyerang Real Madrid, tinggal menyesuaikan dengan arah datangnya bola untuk kemudian dikejar melakukan penetrasi ke area penalti lawan.

Harian Olahraga Marca mencatat pada 2015, kecepatan lari Sergio Ramos termasuk di atas rata-rata. Ia mampu berlari dengan titik kecepatan maksimal sampai 30,6 kilometer per jam. Tambahan lainnya Sergio Ramos merupakan eksekutor tendangan penalti yang akurat. Teknik penalti Panenka pun dikuasainya. Sergio Ramos juga sering dipercaya pelatih untuk mengambil tendangan bebas. Tembakan melengkung dan keras menjadi ciri khas Sergio Ramos.

 

Sergio Ramos di Timnas Spanyol – Foto: Twitter.com/SergioRamos
 

Tanpa Kompromi Di Lapangan

Seperti lazimnya pemain belakang, Sergio Ramos dituntut bermain tanpa kompromi. Prinsip bola boleh lewat, pemain lawan jangan, ikut dijadikannya pegangan. Fakta itu membuat bek paling sering diganjar kartu disiplin, entah kuning atau merah. Apesnya Sergio Ramos kadang sulit mengontrol emosi. Tidak heran bila tuntutan sebagai bek untuk bermain tanpa kompromi dan sifat yang temperamental, membuat Sergio Ramos memegang rekor disiplin yang buruk. Catatan dari La Liga Sergio Ramos adalah pemain dengan kartu terbanyak, mencapai 191 kartu, dengan 171 diantaranya kartu kuning. yang berarti 20 sisanya adalah kartu merah.

Di Liga Champions setali tiga uang. Sergio Ramos adalah pemain yang galak, tanpa kompromi. Bahkan sering usil sengaja memancing emosi lawan. Hal yang wajar buat pemain belakang, karena bagian dari permainan supaya konsentrasi penyerang lawan menjadi buyar. Tapi imbasnya ada resiko melakukan pelanggaran disiplin dan itu terbukti Sergio Ramos hingga sekarang setidaknya sudah mencatat 40 kartu kuning dan 4 kartu merah di Liga Champions. Bahkan 3 diantaranya merupakan kartu merah langsung. Tidak beda juga di level internasional timnas. Sergio Ramos dalam sejarah Timnas Spanyol adalah pengoleksi kartu kuning terbanyak, total sampai bulan awal 2021 sudah 24 kartu kuning dibukukannya.

 

Aktivitas sosial Sergio Ramos – Foto: Voi.id

 

Penyayang Keluarga

Sementara garang di lapangan bukan berarti Sergio Ramos adalah pribadi yang kasar. Dalam kehidupan sehari-hari ia justru dikenal sebagai family person, sangat menyayangi keluarga. Sergio Ramos memiliki istri mantan jurnalis atau presenter olahraga, Pilar Rubio. Pasangan yang menikah pada 2019 itu sudah dikaruniai anak, yaitu Sergio Jr, Marco, Alejandro, dan Maximo Adriano.

Bukti Sergio Ramos sangat dekat dengan keluarganya terlihat dari sosok agen yang menaungi dirinya. Ia menunjuk saudara laki-lakinya yang bernama Rene, sebagai agen yang mengurusi seluruh aspek bisnis dan legalnya sebagai pemain sepak bola. Sergio Ramos juga aktif di dunia sosial. Ia sering terlibat dalam kegiatan Unicef untuk membantu anak-anak yang kurang beruntung.

 

Sergio Ramos bergaya matador – Foto:Twitter.com/SergioRamos

 

Matador, Kuda, dan Rajah

Di luar sepak bola Sergio Ramos dikenal gemar menonton pertunjukkan adu banteng, khas Spanyol. Dia adalah teman dekat matador papan atas, Alejandro Talavante. Kegemarannya dengan adu banteng sering diekspresikan dengan bergaya bak matador dalam momen-momen tertentu ketika merayakan kemenangan tim.

Kecintaannya terhadap hewan ikut ditunjukkan dengan kepemilikan kuda. Ia punya peternakan kuda pejantan di Andalusia. Secara khusus mengembangbiakkan kuda jenis Andalusia. Fakta menarik lainnya adalah kuda milik Sergio Ramos, Yucatan SR4 adalah pernah menjadi juara dunia atau World Champion 2018.

Hobi Sergio Ramos lainnya adalah merajah tubuh alias tato. Ia punya 42 tato di sekujur tubuhnya. Mulai gambar salib, Maria, Bintang Daud, singa, serigala, peta Spanyol, Yesus, trofi Piala Dunia, Liga Champions, hingga wajah anggota keluarganya.

Sergio Ramos dan lemari prestasi – Foto: Twitter.com/SergioRamos

 

Bergelimang Prestasi

Dari sisi prestasi di lapangan, begitu banyak trofi yang sudah diraih Sergio Ramos. Di Real Madrid semuanya lengkap. Juara La Liga Spanyol ada 5 kali, Copa del Rey 2 kali, Piala Super Spanyol 4 kali, Liga Champions 4 kali, Piala Super Eropa 3 kali, dan Piala Dunia Klub 4 kali.

Bersama Timnas Spanyol prestasi Sergio Ramos juga mentereng. Tinta emas adalah juara Piala Dunia 2010, lalu Piala Eropa 2008 dan 2012. Semua trofi itu memperlihatkan bagaimana konsistensi Sergio Ramos di lapangan. Tanpa kerja keras, komitmen, dan loyalitas, mustahil semua itu bisa diperoleh. Maka itu Sergio Ramos sudah absah dikatakan sebagai salah seorang bek terbaik di dunia yang pernah lahir di muka bumi.***

SAMPAIKAN KOMENTAR