Ronaldo Curi Momentum saat Buffon Sukses Meredam Messi
09
Dec
2020
0 Comment Share Likes 394 View

Juventus berpesta di Estadio Camp Nou, markas Barcelona dalam matchday keenam Grup G Liga Champions, Rabu dini hari WIB 9 Desember 2020. Skuad asuhan Andrea Pirlo mencatatkan kemenangan tiga gol tanpa balas atas tim tuan rumah. Kemenangan ini mengantarkan mereka mengakhiri fase grup sebagai pemuncak klasemen.

Juventus dan Barcelona sama-sama mengoleksi 15 poin hasil dari enam pertandingan fase grup. Berkat kemenangan 3-0 kali ini, tim berjuluk Si Nyonya Tua unggul dalam urusan gol tandang. Karena ketika pertemuan pertama di Allianz Stadium, mereka dikalahkan oleh tim asal Catalan dengan skor 0-2.

 

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dalam laga Barcelona vs Juventus. Foto: Twitter.com/ChampionsLeague.

 

Sepanjang pertandingan, semua mata tertuju kepada pemain bintang dari kedua tim. Cristiano Ronaldo untuk Juventus, dan Lionel Messi yang memperkuat Barcelona. Bahkan sebelum pertandingan dimulai, sudah ramai yang membanding-bandingkan mereka. Tujuannya tak lain adalah membuat persaingan kedua pemain jadi terasa.

Bahkan, Barcelona melalui akun Instagram resminya mengunggah sebuah gambar yang mendeskripsikan Messi adalah yang terbaik daripada Ronaldo. Kedua pemain diilustrasikan sedang duduk berhadapan di atas tumpukan kardus. Di sampingnya ada sebuah cermin, tapi cuma di milik Messi yang diberi tulisan GOAT (Greatest of all Time).

GOAT adalah sebuah sematan pengakuan yang diberikan kepada Messi oleh para penggemarnya. Dan itu yang kerap jadi bahan perbincangan kepada Ronaldo ketika sedang dibandingkan dengan pemain berjuluk La Pulga tersebut. Kata itulah yang kerap kali menuai perdebatan siapa yang seharusnya layak mendapatkannya di antara kedua pemain.

Dengan kemenangan Juventus atas Barcelona pada pertandingan tadi, Ronaldo bisa tersenyum lebar. Bukan cuma karena timnya bisa membawa pulang tiga poin, tapi juga karena ada dua gol yang dia ciptakan. Dengan begitu, catatan pertemuannya dengan Messi di Liga Champions tinggal berselisih satu.

Total sudah tujuh kali tim yang mereka bela berhadapan di Liga Champions. Messi mencatatkan tiga kemenangan, dan Ronaldo dua. Sisanya, dua lagi berakhir dengan skor imbang. Pertemuan pertama terjadi ketika Ronaldo masih membela Manchester United di musim 2007/2008. Bertemu di semifinal, leg pertama hasilnya imbang, dan yang berikutnya MU menang tipis 1-0 atas Barcelona.

Semusim kemudian, MU berhadapan dengan Barcelona di pertandingan final Liga Champions. Messi berhasil membalaskan dendam Blaugrana kepada Setan Merah. Dia turut menyumbangkan gol sehingga Barcelona menang 2-0 pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Olimpico, Roma, Italia itu.

Messi dan Barcelona kembali menjadi mimpi buruk Ronaldo ketika bermain bersama Real Madrid. Pada semifinal Liga Champions 2010/2011, Los Blancos disingkirkan setelah kalah 0-2 di markas sendiri, Santiago Bernabeu dan imbang dengan skor 1-1 di Camp Nou dalam leg kedua.

Pada pertemuan fase grup Liga Champions musim ini, Messi bisa membawa Barcelona memenangi laga tandang ke Allianz Stadium. Di sana striker asal Argentina tersebut menyumbangkan satu gol melalui titik putih.

Dua gol Ronaldo itu pula yang mengakhiri paceklik gol ketika berhadapan dengan tim yang dibela Messi di Liga Champions. Mengutip laman resmi UEFA, dalam enam pertandingan sebelumnya, pemain berjuluk CR7 tersebut tidak pernah berhasil mencetak gol. Sedangkan Messi memiliki raihan empat gol.

Ronaldo Rebut Momentum

Kepercayaan diri Ronaldo sudah terlihat sejak sebelum wasit meniupkan peluit tanda pertandingan Barcelona vs Juventus dimulai. Dengan senyum hangat, dia menyalami sekaligus memeluk Messi. Tak ada sedikitpun beban yang tersirat dari raut wajah pemain asal Portugal tersebut.

Pertandingan baru memasuki menit kedelapan, sebuah percobaan ke gawang dilakukan oleh Ronaldo. Dia melepaskan tendangan keras yang masih bisa diamankan oleh kiper Barcelona, Marc-André ter Stegen. Peran sebagai ujung tombak bersama Álvaro Morata mampu membuat pemain tuan rumah bekerja ekstra hati-hati dalam melakukan pengawalan.

Bek Barcelona, Ronald Araújo melakukan kesalahan fatal ketika hendak menghentikan akselerasi Ronaldo di dalam kotak penalti. Dia melakukan pelanggaran, dan wasit tanpa ragu meniupkan peluit panjang. Akhirnya CR7 bisa menghentikan tren buruk ketika melawan Barcelona dengan golnya melalui titik putih.

 

Cristiano Ronaldo saat hendak mengeksekusi penalti. Foto: Twitter.com/juventusfcen.

 

Juventus berhasil terus memberi tekanan kepada Barcelona sampai menit ke-30. Mereka melakukan pressing ketat agar tuan rumah tidak bisa dengan mudah mengatur alur serangan dari bawah. Cara itu berjalan positif, dengan bukti beberapa kali Stegen kebingungan mengirimkan operan karena posisi rekannya sudah terkunci.

Transisi menyerang Juventus di babak pertama sangatlah rapi. Pirlo mengubah skema 3-5-2 menjadi 3-1-4-2 ketika serangan balik dilakukan. Dengan kondisi itu, gelandang jangkar mereka, Arthur atau juga tiga pemain belakang lain memiliki beberapa opsi mengirimkan umpan. Bisa ke dua gelandang sayap, Juan Cuadrado dan Alex Sandro, atau langsung ke arah Ronaldo dan Morata di lini depan.

Variasi serangan itulah yang kembali membuat gawang Barcelona kebobolan di menit 20. Setelah melepaskan operan pendek kepada Cuadrado yang bebas di sisi kanan penyerangan, gelandang Juventus, Weston McKennie langsung masuk ke ruang kosong di dalam kotak penalti. Umpan silang diterima, dan langsung disambut dengan tendangan gunting yang berbuah gol.

Di 15 menit terakhir babak pertama, Barcelona yang tertinggal dua gol berhasil mengambil alih dominasi penguasaan bola. Akan tetapi, skuad asuhan Ronald Koeman terhambat oleh kokohnya tembok pertahanan Juventus. Transisi dari menyerang ke bertahan yang diterapkan tim tamu berjalan dengan sempurna.

Formasi mereka pun berubah menjadi 5-4-1 ketika mencoba menahan serangan Barcelona. Bahkan ketika Blaugrana coba menumpuk pemainnya di dalam kotak penalti, sampai dengan enam orang, masih sulit bagi mereka untuk membobol gawang Juventus yang dikawal Gianluigi Buffon.

Memulai babak kedua dengan ketertinggalan dua gol membuat Koeman harus melakukan pergantian pemain. Dia menarik keluar Trincão dan menurunkan Martin Braithwaite. Tujuannya tak lain agar lini depan Barcelona bisa lebih kuat dalam berduel dengan tiga bek Juventus yang punya postur besar, seperti Danilo, Matthijs de Ligt, dan Leonardo Bonucci.

Sayangnya mereka harus kembali mendapatkan hukuman penalti pada menit 50. Wasit memutuskan untuk meninjau video assistant referee (VAR) setelah ada insiden bola mengenai tangan Clément Lenglet. Setelah itu ditunjuklah titik putih, dan Ronaldo sukses menuntaskan tugas sebagai algojo.

Inilah yang kemudian menguntungkan Ronaldo. Dia bisa mencuri momentum lewat titik putih ketika pergerakannya sudah mulai terkunci oleh para pemain Barcelona. Tak banyak akselerasi yang bisa dilakukan oleh CR7 di babak kedua. Malah dia lebih sering terlihat membantu pertahanan Juventus ketika sedang tertekan.

 

Heatmaps Ronaldo dalam laga Barcelona vs Juventus. Foto: Whoscored.com

 

Mengutip Sofascore, sepanjang 89 menit bermain sampai akhirnya digantikan Federico Chiesa, dia mencatatkan 48 sentuhan terhadap bola. Lalu ada catatan 34 kali operan akurat dari 40 percobaan yang dilakukan. Percobaan ke gawang Barcelona sebanyak tiga kali, yang dua di antaranya adalah eksekusi penalti.

Buffon Bikin Messi Frustrasi

Messi dipaksa gigit jari oleh Buffon. Bagaimana tidak, dari 11 kali percobaan yang dilakukan pemain berjuluk La Pulga ke gawang Juventus, tujuh diantaranya berhasil dimentahkan oleh Buffon. Dia cuma bisa menggelengkan kepala ketika upayanya tak kunjung membuahkan hasil.

Berperan sebagai playmaker, Messi tidak bisa banyak bergerak dengan mendribel bola. Gelandang dan bek Juventus akan dengan sigap melakukan pertahanan ketat ketika menguasai bola. Situasi itu menuntut dia harus pintar mencari ruang untuk menerima operan dari rekan setim.

Messi mencari ruang dengan melihat posisi yang ditinggalkan pemain Juventus ketika menggalang pertahanan. Itu sebabnya, dia jarang masuk ke dalam kotak penalti, dan memilih mundur sedikit ke belakang. Pergerakan ini mampu mengecoh lawan sehingga dia sedikit leluasa.

Namun, ketika sudah mendapat operan pun, La Pulga harus cepat mengalirkannya lagi sebelum ada lawan yang datang. Dalam beberapa situasi, dia tak melihat ada celah untuk melepaskan operan, lalu memilih untuk melepaskan tendangan ke gawang tapi Buffon mampu meredamnya.

 

Ilustrasi percobaan tendangan ke gawang yang dilakukan Messi. Foto: Whoscored.com

 

Di sini terlihat betapa cerdiknya Messi. Meski cuma bergerak pelan, tapi dia mampu dengan cepat melihat ruang kosong untuk meminta bola. Total dia melakukan sentuhan sebanyak 125 kali. Jumlah yang banyak di tengah kawalan ketat kepadanya.

Messi beberapa kali coba mengambil inisiatif untuk melakukan akselerasi. Tapi, dari sembilan kali percobaan yang dilakukan pemain berusia 33 tahun itu, cuma empat yang berakhir sukses. Sisanya berhasil dihentikan oleh pemain Juventus, termasuk sekali dilakukan oleh Ronaldo.

Sampai akhir pertandingan pun kita masih terus menyaksikan betapa solidnya lini pertahanan yang akhirnya berbuah hasil baik kemenangan 3-0 dan membawa rekor clean sheet baru untuk seorang Buffon. Meski kalah, Barcelona tetap akan lolos ke babak 16 besar pada posisi kedua di bawah sang pemuncak klasemen, I Bianconeri.

SAMPAIKAN KOMENTAR