Real Madrid vs FC Barcelona, Momen Terbaik El Clasico Di Jalur Juara
09
Apr
2021
0 Comment Share Likes 128 View

Pertandingan akbar di La Liga Spanyol kembali tersaji. Laga besar itu adalah El Clasico antara Real Madrid menghadapi FC Barcelona. Partai ini akan berlangsung dalam kompetisi pekan ke-30, di Stadion Alfredo Di Stefano, Minggu 11 April 2021 pukul 02.00 WIB. Apa pun ajangnya dan di manapun tempatnya, bentrok dua tim raksasa Negeri Matador ini selalu ditunggu.

Usia El Clasico Real Madrid vs Barcelona ini sudah 115 tahun. Berarti pertemuan ini sudah berusia lebih dari satu abad. Sebuah masa yang penuh dengan cerita, baik di dalam maupun luar lapangan. Duel pertama El Clasico ini tercatat dalam pertandingan eksibisi. Persisnya pada 13 Mei 1906. Dalam laga di Camp del calle Muntaner ini, Barcelona bertindak sebagai tuan rumah. Menjamu Real Madrid, pertandingan dimenangi Barcelona dengan angka 5-2.

El Clasico Barcelona vs Real Madrid di putaran pertama La Liga 2020/2021 – Foto: Laliga.com

 

Sedangkan perjumpaan terakhir Real Madrid vs Barcelona terjadi pada 24 Oktober 2020, dalam pertandingan lanjutan La Liga. Pada laga itu Barcelona yang bermain sebagai tuan rumah, dihabisi Real Madrid dengan angka 3-1. Jadi jadwal pertandingan El Clasico pada Minggu 11 April 2021, seharusnya menjadi ajang Barcelona melampiaskan dendam dari kekalahan di putaran pertama lalu.

Menghadapi El Clasico nanti Real Madrid dan Barcelona sama-sama berada dalam kondisi terbaik. Misalnya posisi mereka di klasemen sementara La Liga begitu menjanjikan, untuk terus bersaing di jalur juara. Walau, sementara ini sampai pekan ke-29, Atletico Madrid masih memimpin klasemen sementara. Atletico punya 66 poin, hasil dari 20 kali menang, 6 kali seri, dan 3 kali kalah.

Namun, Barcelona menguntit di peringkat kedua klasemen sementara La Liga dengan hanya tertinggal satu poin. Barcelona memiliki 65 poin, hasil dari 20 kali menang, 5 kali seri, dan 4 kali kalah. Kemudian Real Madrid menyusul di peringkat ketiga sementara, dengan perolehan 63 poin hasil dari 19 kali menang, 6 kali seri, dan  4 kali kalah. Dengan selisih poin yang relatif tipis dan kompetisi La Liga yang akan berlangsung sampai pekan ke-38, persaingan di jalur juara menjadi ketat. Fakta itu yang membuat El Clasico nanti bakal lebih seru dan menegangkan.

Datang Dengan Presiden Baru

Presiden baru Barcelona, Joan Laporta – Foto: Twitter.com/JoanLaportaFCB

 

Satu yang pasti, Barcelona menjalani laga tandang di markas Real Madrid dengan presiden baru. Beberapa waktu lalu Joan Laporta terpilih sebagai Presiden Barcelona. Ia mendapatkan suara mutlak untuk menempati kursi tertinggi dewan Barcelona, menggantikan Josep Maria Bartomeu. Joan Laporta sebenarnya pernah menjadi Presiden Barcelona, jadi ia lebih pas disebut sebagai wajah muka lama.

Namun, yang membuat berbeda dalam kepemimpinan Joan Laporta sekarang adalah energi yang ditularkan kepada Lionel Messi dan kawan-kawan. Semangat dan motivasi para pemain Barcelona yang dilatih Ronald Koeman bakal berlipat. Joan Laporta pun tanggap. Setelah terpilih sebagai Presiden Barcelona, Joan Laporta dalam pidatonya mengatakan ingin melihat lagi Barcelona mengajari skuad Real Madrid cara bermain sepak bola yang baik dan benar. Hal itu merujuk kepada kemenangan Barcelona atas Real Madrid di Stadion Santiago Bernabeu pada 2 Mei 2009.

Dalam pertandingan itu Barcelona berpesta 6 gol ke gawang Real Madrid. La Blaugrana yang ketika itu masih ditangani Pep Guardiola berhasil menari-nari indah lewat lesakkan 6 gol. Sementara Real Madrid hanya mampu mengejar dengan perolehan 2 gol. Jadilah momen itu sebagai El Clasico terbaik di Joan Laporta menjadi Presiden Barcelona. "Saya ingin melihat Barcelona mencetak 6 gol lagi melawan Real Madrid," itulah tantangan yang diberikan Joan Laporta kepada skuad Barcelona.

Barangkali penyebab kekalahan Barcelona di Camp Nou pada putaran pertama La Liga lalu karena dalam tubuh direksi sedang terjadi gonjang-ganjing, yang berujung keputusan Josep Bartomeu mundur sebagai Presiden Barcelona. Situasi itu diyakini menular ke ruang ganti Barcelona sehingga performa El Barca pada saat itu menjadi tidak stabil. Akibatnya, Real Madrid dengan mudah mendapatkan makan besar di markas Barcelona.

Sekarang tentu saja tidak sekadar energi dan tantangan cetak gol banyak yang diberikan Joan Laporta. Pria asli Catalunya itu juga terus mendekati Lionel Messi, agar jangan sampai pergi dari Barcelona. Menurutnya, Lionel Messi lebih dari sekadar Barcelona. Oleh karena itu, misi utama Joan Laporta pada awal periode kepemimpinannya yang kedua di Barcelona adalah memperpanjang kontrak Lionel Messi, kalau bisa sampai "dewa sepak bola" itu gantung sepatu alias pensiun. Kepercayaan besar Barcelona kepada Lionel Messi coba dipulihkan Joan Laporta, usai saat Josep Bartomeu menjadi presiden klub hubungannya sempat merenggang.

Kepercayaan Diri Tinggi

 

FC Barcelona – Foto: Twitter.com/FCBarcelona

 

Momen terbaik Barcelona lainnya yang bisa menjadi modal untuk memetik hasil positif di markas Real Madrid adalah catatan hasil pertandingan. Skuad Barcelona berangkat ke Madrid dengan membawa hasil 19 pertandingan terakhir di La Liga dengan tidak terkalahkan. Kali terakhir Barca kalah pada 6 Desember 2020, ketika ditundukkan Cadiz dengan angka 1-2. Tapi, setelah itu Barcelona tidak pernah kalah. Malah dalam 19 pertandingan setelah kekalahan dari Cadiz itu, Barcelona hanya memetik 3 kali hasil seri, yang berarti 16 pertandingan lainnya berakhir dengan kemenangan.

Fakta itu membuat kepercayaan diri para pemain Barcelona bisa meningkat. Mereka tidak akan kikuk bermain di markas Real Madrid. Barcelona juga boleh sedikit sombong karena sementara ini posisinya ada diatas Real Madrid. Kalau Skuad sudah diliputi kepercayaan diri, maka akan bermain seperti apapun, biasanya hasil positif akan mengikuti. Begitu pula harapan Barcelona saat nanti bermain menghadapi Real Madrid.

Meski begitu, Barcelona juga harus berhati-hati. Jangan sampai kepercayaan diri tinggi yang dimiliki tidak menjadi bumerang. Karena terlalu percaya diri, bisa saja fokus atau konsentrasi pemain menjadi buyar, sehingga cenderung meremehkan lawan. Namun, layak diyakini bila para pemain Barca bisa mengelola kepercayaan diri ini dengan baik.

Trennya Juga Bagus

 

Real Madrid – Foto: Twitter.com/realmadriden

 

Sementara Real Madrid menatap pertandingan ini juga tidak kalah bagus. Sejak Februari lalu tim arahan Zinedine Zidane ini belum terkalahkan, di semua ajang kompetisi. Sepanjang Februari hingga awal April ini El Real telah melakoni 12 pertandingan tanpa kekalahan. Hasil paling jelek hanya 2 kali seri tatkala imbang 1-1 melawan Real Sociedad dan Atletico Madrid. Selebihnya Luka Modric dan kawan-kawan mampu memetik kemenangan.

Fakta itu membuat psikologis Skuad Real Madrid tidak kalah bagus dari Barcelona. Ditambah dengan bermain di kandang sendiri, agaknya peluang Real Madrid untuk meraih hasil maksimal bisa didapatkan. Minimal Barcelona tidak akan leluasa untuk mempermainkan Real Madrid. Para pemain Real Madrid memenuhi semua persyaratan untuk bisa meraih hasil maksimal.

Apa yang didapatkan Real Madrid belakangan ini sekaligus cerminan permainan mereka tambah solid. Saat ini soliditas permainan Real Madrid dari posisi kiper, belakang, tengah, hingga depan berada dalam titik maksimal. Hal itu setidaknya tercermin dari catatan selisih gol di La Liga. Sekarang ini Real Madrid menjadi tim paling sedikit kebobolan di antara tiga besar papan atas. Los Galacticos baru kebobolan 23 gol dari 29 pertandingan. Memang dalam urusan mencetak gol Barcelona lebih banyak, tapi perlu diingat keseimbangan permainan Real Madrid juga bagus.

Ambisi Double Winners

 

Real Madrid vs Liverpool – Foto: Twitter.com/realmadriden

 

Real Madrid di kompetisi musim 2020/2021 ini masih bertahan di dua kompetisi. Dua ajang itu adalah La Liga dan Liga Champions. Untuk perburuan di Copa del Rey sudah terhenti karena kandas di babak 32 besar. Ketika itu Real Madrid disingkirkan CD Alcoyano, tim kasta ketiga dalam strata kompetisi Spanyol.

Kegagalan itu membuat Real Madrid terpacu untuk menjadi yang terbaik di La Liga dan Liga Champions. Di Liga Champions Real Madrid baru memenangi leg pertama perempat final melawan Liverpool. Dalam laga di Stadion Alfredo Di Stefano, Real Madrid menang 3-1 atas Liverpool, Rabu 7 April 2021 dini hari WIB. Kemenangan itu menjadi modal bagus untuk perjalanan di leg kedua perempat final.

Lalu Real Madrid sekarang juga tidak berselisih banyak dengan Atletico Madrid di La Liga. Bahkan kalau mampu menang atas Barcelona dan di pekan ke-30 Atletico kalah, maka perolehan poin Real Madrid akan sama dengan sang pemimpin klasemen tersebut. Maka itu Real Madrid tidak boleh kalah dari Barcelona. Demi mewujudkan ambisi untuk meraih double winners di musim ini.

Perang Psikologis Lewat Baliho

 

Baliho jelang El Clasico di dekat Stadion Santiago Bernabeu – Foto: Twitter.com/FCBarcelona

 

Di luar urusan teknis ada yang menarik jelang El Clasico akhir pekan nanti. Ini berkaitan dengan Barcelona yang memasang iklan di baliho depan Stadion Santiago Bernabeu, markas utama Real Madrid. Tim marketing Barcelona memasang gambar pemain mereka, Pedri dan Frenkie De Jong. Gambar itu disertai pesan penting: Ganas De Clasico. Bahasa Spanyol itu artinya adalah "Tidak Sabar Menunggu Clasico".

Baliho iklan itu memakai ruang yang sama ketika Joan Laporta berkampanye dalam pemilihan Presiden Barcelona. Iklan Joan Laporta di depan Santiago Bernabeu itu dilakukan pada Desember 2020. Momennya tidak lama setelah Joan Laporta mengumumkan maju dalam pemilihan Presiden Barcelona.

Apa yang dilakukan Barcelona ini bisa dianggap sebagai perang psikologis jelang El Clasico. Terutama untuk mengumumkan kalau Barcelona sudah siap luar dan dalam, untuk balas dendam atas kekalahan di El Clasico putaran pertama lalu.

Siapa Yang Akan Menang?

Melihat catatan hasil pertandingan di La Liga, kemudian rekor pertemuan, sampai kondisi terkini Real Madrid dan Barcelona, siapakah yang akan memenangi El Clasico nanti?

Tentu saja itu adalah pertanyaan yang sulit karena El Clasico tidak sekadar ditentukan kemampuan teknis Skuad Real Madrid dan Barcelona. Tapi, lebih dari itu pertemuan dua raksasa sepak bola Spanyol ini juga lekat dengan unsur non-teknis. Misalnya tensi permainan sampai provokasi antarpemain.

Namun, situasi yang menuntut Real Madrid dan Barcelona jangan sampai kehilangan poin, bisa jadi pada El Clasico nanti kedua tim bermain remis. Artinya pertandingan akan berjalan penuh kehati-hatian. Karena bagaimanapun juga hasil imbang, masih lebih baik daripada kehilangan poin. Walau bukan berarti Real Madrid dan Barcelona akan bermain santai, sehingga bakal tercipta banyak gol. Mungkin pertandingan nanti akan selesai dengan angka 2-2.

Setuju, Pria Intersport?

SAMPAIKAN KOMENTAR