PSG Dituntut Konsisten, Barcelona Butuh Keajaiban
10
Mar
2021
1 Comment Share Likes 264 View

Paris Saint-Germain bersiap menanti kedatangan Barcelona di Parc des Princes guna melakoni leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Kamis dini hari, 11 Maret 2021 pukul 03.00 WIB. Tuan rumah dalam situasi yang amat diuntungkan jelang berlangsungnya pertandingan ini. Karena mereka sudah punya modal kemenangan 4-1 pada leg pertama di markas tim asal Catalan.

Surplus tiga gol menjadi keuntungan bagus bagi PSG. Mereka juga mampu mencatatkan agresivitas gol tandang yang luar biasa. Dengan situasi ini, Barcelona menang tiga gol tanpa balas di Parc des Princes pun tak cukup membuat mereka lolos ke babak perempat final. Karena empat gol Les Parisiens di leg pertama akan menjadi hambatannya.

 

Kylian Mbappé dalam leg pertama PSG melawan Barcelona di babak 16 besar Liga Champions. Foto: Psg.fr

 

Untuk membalaskan kekalahan dan lolos ke babak selanjutnya dalam waktu normal 90 menit, setidaknya Barcelona menang dengan skor 4-0. Alternatif lainnya, menang dengan selisih tiga gol, tapi paling sedikit mereka harus membobol gawang PSG sebanyak lima kali. Tentu saja itu bukan tugas mudah untuk skuad asuhan Ronald Koeman. PSG adalah tim yang punya pertahanan solid.

Di Ligue 1 musim ini, bersama dengan Lille yang ada di puncak klasemen, PSG menjadi tim paling sedikit kebobolan. Gawang mereka baru 17 kali dibobol lawan dalam 28 pertandingan yang telah dilakoni. Lantas bagaimana di Liga Champions? Sampai terakhir bermain di leg pertama babak 16 besar, total gol yang bersarang di gawang skuad asuhan Mauricio Pochettino baru tujuh gol dari tujuh pertandingan.

Akan jadi menarik melihat solidnya pertahanan PSG bertemu dengan Barcelona yang tampil tajam di musim ini. Mereka menjadi tim paling banyak membobol gawang lawan di La Liga 2020/2021 dengan 57 gol dari 26 pertandingan. Sang mega bintang, Lionel Messi menjadi pemuncak daftar pemain paling produktif dengan koleksi 19 gol.

Kenangan Pahit Maret 2017

9 Maret 2017 menjadi hari paling pahit bagi PSG. Klub raksasa asal Prancis ini harus merasakan bagaimana sakitnya gagal melangkah ke perempat final Liga Champions akibat kekalahan telak 1-6. Barcelona sukses membuat para pemain saat itu gigit jari di Estadio Camp Nou. Bagaimana tidak pahit, karena pada pertandingan leg pertama di Parc des Princes, mereka sudah punya tabungan berupa kemenangan 4-0.

Jelang pertandingan, PSG digadang-gadang bakal mendapatkan satu tempat di perempat final. Tapi, Barcelona tak mau berhenti berjuang. Dua gol dari Neymar, dan masing-masing satu gol dari Luis Suárez, Lionel Messi, Sergi Roberto, ditambah bunuh diri dari Layvin Kurzawa mengubah segalanya. Malah mereka yang harus menahan getir melihat para pemain tuan rumah berpesta merayakan kemenangan.

Media massa kini mengungkit kembali momen tersebut dan memberikan pesan kepada para penggemar kedua tim, jika masih terbuka kemungkinan muncul keajaiban baru. Rasa was-was tentu saja didapatkan oleh PSG. Terlebih lagi, Barcelona sedang dalam tren positif. 16 pertandingan dilalui tanpa kekalahan, dan cuma tiga yang berakhir imbang.

Akan tetapi, bek muda asal Prancis, Abdou Diallo menolak dengan lantang ketakutan tersebut. Dia menganggap eranya sudah berubah, dan rasa takut terulangnya kembali momen Maret 2017 tidak perlu dijadikan beban. Para pemain PSG akan dengan sepenuh hati bermain habis-habisan guna merebut tiket ke babak selanjutnya.

"Kami muak dengan pembicaraan tentang comeback! Itu dulu, dan sekarang semua pemainnya baru. Jelas waktunya sekarang begitu berbeda. Tidak ada rasa stres pada tim ini. Kami memainkan permainan ini dengan menghormati pesaing dan juga diri kami sendiri," kata bek berusia 22 tahun tersebut, dikutip dari Football-Espana.net.

Jangan Biarkan Lionel Messi Sendirian

Ronald Koeman mulai khawatir dengan beban yang ditanggung Lionel Messi. Dia melihat striker berjuluk La Pulga terlalu banyak menanggung beban sendirian. Seolah Barcelona selalu berharap kepadanya dalam setiap upaya merebut kemenangan. Karena itulah, juru taktik asal Belanda menuntut penyerang lainnya yang ada di dalam tim harus bisa ikut menanggung beban tersebut.

"Messi tidak selalu bisa melakukannya sendirian. Penyerang lainnya, harus secara bersama-sama memiliki jumlah gol yang sama dengan dia. Messi membutuhkan bantuan. Anda tidak selalu harus meminta pemain terbaik atau paling berpengalaman untuk membuat perbedaan. Tanggung jawab dari seluruh tim, bukan cuma pemain berpengalaman," tutur Ronald Koeman, dikutip dari Marca.com.

 

Lionel Messi saat turun bermain dalam pertandingan leg pertama Barcelona melawan PSG. Foto: Fcbarcelona.com.

 

Ucapan Ronald Koeman itu sangat masuk akal. Ambil contoh penampilan Barcelona sepanjang Februari 2021, total ada sembilan pertandingan yang mereka lakoni di semua kompetisi. Dua kekalahan, sekali imbang, dan enam kali menang menjadi hasil yang dipetik. Lionel Messi menyumbangkan sembilan gol dari semua pertandingan tersebut.

Betapa pentingnya Lionel Messi untuk tetap tajam dalam setiap pertandingan bagi Barcelona. Striker asal Argentina itu menjadi nyawa lini depan tim asal Catalan. Ronald Koeman tak mau ini jadi patokan, karena bisa jadi mematikan pergerakan Lionel Messi jadi fokus utama lawan. Lantas apa yang akan jadi solusi jika sepanjang pertandingan, sang mega bintang tak bisa berbuat banyak.

Persoalan yang mesti dipecahkan oleh Ronald Koeman tak berhenti sampai di sana. Lini belakang tim besutannya juga terancam kehilangan Gerard Piqué. Bek Timnas Spanyol itu mengalami cedera pada bagian lutut kanan. Laporan tim medis Barcelona, seperti dilansir dari laman resmi klub tidak bisa memastikan kapan dia bisa kembali merumput. Yang jelas, saat pertandingan melawan Osasuna, Minggu dini hari WIB 7 Maret 2021 di La Liga, dia tidak ikut dalam rombongan tim.

Gerard Piqué bisa dibilang terlalu akrab dengan cedera di musim ini. Total dia baru bermain dalam 15 pertandingan Barcelona di semua kompetisi. Jumlah yang begitu minim, dan itu membuat Ronald Koeman harus memutar otak mencari racikan terbaik bagi timnya agar tidak rapuh di lini belakang. Belum lagi cedera yang masih membekap bek tengah lainnya, Ronald Araujo.

Dengan situasi ini, tinggal tiga bek tengah Barcelona yang tersedia untuk dimainkan melawan PSG. Mereka adalah Clément Lenglet, Samuel Umtiti, dan Óscar Mingueza. Siapa yang akan jadi pilihan Ronald Koeman masih tanda tanya. Dia pastinya akan melihat bagaimana karakteristik lini serang Les Parisiens, dan siapa pemain yang bisa menghadapinya.

Mauricio Pochettino Datang PSG Makin Tajam 

Mauricio Pochettino ditunjuk sebagai pelatih PSG pada Januari 2021. Sampai sekarang, sudah 15 pertandingan yang dilakoni sebagai juru taktik Les Parisiens. Jumlah kemenangannya mencapai 13 kali, lalu sekali imbang, dan dua kali menelan kekalahan. Statistik yang terbilang luar biasa bagi pria asal Argentina tersebut.

Fakta bagusnya Mauricio Pochettino menjadi pelatih PSG tak berhenti sampai di sana. Sejak dia datang, skuad asuhannya mampu tampil tajam. Mereka mencetak sebanyak 33 gol ke gawang lawan, dan cuma sembilan kali mengalami kebobolan. Statistik itu sudah cukup untuk menyalakan alarm waspada Barcelona.

Mauricio Pochettino juga bukan pelatih yang minim kreativitas dalam menyusun strategi. Mengutip Transfermarkt.com, dia menerapkan tiga formasi berbeda selama membesut PSG. Mulai dari 4-3-3, lalu mencoba 4-3-2-1, dan kadang berubah menjadi 4-4-2. Dari ketiga skema tersebut, kemenangan berhasil mereka dapatkan.

 

Pelatih PSG, Mauricio Pochettino saat memimpin latihan. Foto: Psg.fr

 

Kabar baik untuk Mauricio Pochettino datang jelang pertandingan melawan Barcelona. Striker andalan PSG, Neymar mulai menunjukkan tanda pulih dari cedera. Pemain asal Brasil itu memang memiliki tekad untuk tampil melawan mantan timnya tersebut, setelah absen pada leg pertama. Proses kesembuhan yang ditopang dengan tekad keras menjalani terapi terus-menerus.

"Kami sangat senang dengan perkembangannya dan kami akan melihat dalam beberapa hari mendatang, apakah Neymar bisa menjadi bagian dari skuad untuk menghadapi Barcelona," kata Mauricio Pochettino saat berbicara mengenai kondisi terkini Neymar, dikutip dari Lequipe.fr.

Kehadiran Neymar akan membuat Mauro Pochettino lebih leluasa dalam mengatur strategi. Dia bisa menurunkan trio lini serang terbaik yang dimiliki oleh PSG, yaitu Neymar, Kylian Mbappé, dan Ángel Di María. Ujian berat bagi lini belakang Barcelona yang saat ini sedang dalam situasi minim pemain.

Jangan Sampai Terlewat

Banyak yang menyebut leg kedua PSG vs Barcelona sudah tidak lagi menarik. Les Parisiens lebih diuntungkan untuk lolos ke perempat final Liga Champions karena sudah surplus tiga gol. Tapi, melewatkan pertandingan ini bukanlah pilihan yang tepat. Barcelona bukan tidak mungkin memberikan kejutan untuk tuan rumah.

Ronald Koeman masih menyimpan asa anak asuhnya bisa tampil dengan maksimal melawan PSG. Kemenangan atas Osasuna menjadi bekal positif guna menumbuhkan motivasi dalam diri para pemain. Tampil tanpa beban menjadi hal yang penting bagi tim asal Catalan agar mereka bisa menampilkan yang terbaik.

"Kami perlu istirahat dan kami harus bersiap untuk pertandingan melawan PSG. Saya tidak ingin mengatakan, lolos ke babak selanjutnya itu tidak mungkin. Tapi kami akan pergi ke sana untuk mendapatkan hasil yang baik," kata Ronald Koeman, dikutip dari Sport.es.

Dua tim bertabur bintang akan saling berhadapan. Penonton di seluruh dunia menanti drama apa yang akan muncul dari pertandingan nanti. Ini adalah duel di Liga Champions. Tidak ada tim yang mau menyerah dengan keadaan sesulit apapun.

Meskipun berat peluang bagi Blaugrana untuk lolos, namun sepak bola tetap sepak bola yang tidak bisa ditebak hasil akhirnya. Setidaknya walaupun Barcelona bisa menang, tetap dengan skor tipis seperti 1-0 hingga 2-0 saat bermain di kandang PSG pada leg kedua ini. Setuju, Pria Intersport?

SAMPAIKAN KOMENTAR