Prancis Vs Portugal, Bertabur Bintang Tapi Antiklimaks
12
Oct
2020
0 Comment Share Likes 834 View

Timnas Prancis menjamu Portugal di Stade de France, Senin dini hari WIB 12 Oktober 2020 dalam pertandingan ketiga Grup 3 UEFA Nations League. Duel yang berlangsung alot ini berkesudahan dengan skor imbang 0-0.

Tambahan satu angka membuat Portugal tetap bertengger di puncak klasemen Grup 3 UEFA Nations League dengan raihan tujuh poin. Sedangkan Prancis yang punya poin sama, harus puas menempati urutan kedua karena kalah dalam urusan selisih gol.

Pertandingan Prancis vs Portugal dalam lanjutan Grup 3 UEFA Nations League. FOTO: Twitter.com/equipedefrance.

 

Melakoni pertandingan ini, tuan rumah menerapkan formasi 4-3-1-2. Pelatih Didier Deschamps nampak ingin membuat tim besutannya bisa seimbang di setiap lini. Pemain-pemain terbaik yang ada di dalam timnya saat ini langsung diberi kesempatan turun sejak menit awal.

Posisi penjaga gawang tetap dipercayakan kepada Hugo Lloris. Dia dikawal oleh empat pemain belakang, yaitu Benjamin Pavard, Raphael Varane, Presnel Kimpembe, dan Lucas Hernandez. Nama-nama yang sedang naik daun di kancah sepakbola dunia.

Pavard dan Hernandez mengisi posisi bek sayap. Kedua pemain tersebut berhadapan dengan penyerang sayap Portugal yang punya kecepatan dan kemampuan individu di atas rata-rata, Bernardo Silva dan Joao Felix.

Lalu ada Varane dan Kimpembe yang berduet sebagai bek tengah. Keduanya harus bermain se-efisien mungkin dalam menjaga pergerakan ujung tombak Portugal, Cristiano Ronaldo. Lengah sedikit saja, bukan tidak mungkin dimanfaatkan menjadi gol oleh pemain berjuluk CR7.

Pertarungan tak kalah menarik terjadi di lini tengah. Pelatih Portugal, Fernando Santos menggunakan formasi 4-2-1-3 dengan mengeplot Bruno Fernandes sebagai gelandang serang. Ada sokongan dari dua gelandang dengan tipe bertahan, Danilo Pereira dan William Carvalho.

Dari kubu Prancis, Adrien Rabiot, N'Golo Kante, dan Paul Pogba bermain dinamis. Ketika bertahan, mereka bergantian menjalankan tugas untuk memotong aliran bola Portugal. Lalu saat menguasai bola, dengan sigap salah satunya mencari ruang untuk meminta bola dan memulai alur serangan.

Antoine Griezmann ditarik agak ke tengah, dan memiliki tugas sebagai penyerang bayangan. Tugasnya adalah menyokong pergerakan dua striker Prancis, Olivier Giroud dan Kylian Mbappe yang kerap kali memanfaatkan lebar lapangan untuk menarik perhatian pemain Portugal.

Tahu jika Giroud memiliki keunggulan dalam duel udara, kontra strategi yang digunakan Portugal adalah menduetkan Pepe dan Ruben Dias sebagai bek tengah. Sedangkan posisi bek sayap ditempati Raphael Guerreira dan Nelson Semedo. Lalu Rui Patricio dipercaya sebagai penjaga gawang.

Tempo Cepat Tanpa Hasil

Prancis dan Portugal sama-sama memainkan tempo cepat di babak pertama. Namun, tidak ada gol yang mampu diciptakan oleh kedua tim. Jalannya pertandingan malah cenderung terburu-buru.

Setiap kali berhasil menguasai bola, Prancis dan Portugal langsung membangun serangan cepat. Tapi, ketika sudah sampai di sepertiga akhir penyerangan, kreasi yang mereka bangun tidak bisa maksimal.

Catatan statistik menunjukkan, selama 45 menit paruh pertama pertandingan, cuma ada satu peluang yang mengarah tepat sasaran. Itu terjadi ketika Pogba melepaskan umpan terobosan ke dalam kotak penalti.

Pergerakan Griezman yang berada di tengah kepungan pemain Portugal jadi awalnya. Dia langsung merangsek ke ruang kosong di dalam kotak penalti, langsung melepaskan tendangan. Sayang bola masih bisa dihalau oleh Patricio.

Mbappe yang menyedot perhatian jelang pertandingan ini malah tidak kelihatan bisa maksimal. Pergerakannya yang lebih banyak di sisi kiri penyerangan bisa diredam dengan baik oleh Semedo.

Portugal yang sama sekali tidak memiliki peluang mengarah ke sasaran sebenarnya tampil lebih dominan ketimbang Prancis. Mereka mengandalkan sisi kiri penyerangan yang diisi oleh Felix.

 

Heatmaps babak pertama. Portugal (kanan) lebih mengandalkan sisi kiri penyerangan. FOTO: Whoscore.com

 

Fernandes yang bertugas sebagai gelandang serang juga sering terlihat membantu Felix di sisi kiri. Keduanya coba mengkombinasikan operan-operan pendek untuk membuka pertahan Prancis.

Lini bertahan Prancis tak terpecah fokusnya dalam meladeni kombinasi operan pendek Portugal. Mereka disiplin menjaga area pertahanan agar tidak ada manuver ke dalam kotak penalti yang bisa dilakukan tim tamu.

Variasi pergerakan pemain depan pun coba dilakukan Portugal. Ronaldo memanfaatkan lebar lapangan untuk lepas dari penjagaan. Ketika itu diterapkan, Felix dan Silva bergantian mengisi ruang kosong di tengah. Tapi upaya tersebut tetap tak bisa membuahkan hasil positif.

Lebih Lambat tapi Efektif Ciptakan Peluang

Memulai babak kedua, Deschamps memberi perubahan dalam gaya bermain tim berjuluk Les Blues. Griezmann diinstruksikan untuk mengisi posisi penyerang sayap kanan dan Mbappe bergeser ke kiri. Cara ini terlihat lebih efektif bagi Prancis dibanding sebelumnya.

Perubahan ini tak lepas kesulitan Griezmann untuk mengembangkan permainan di babak pertama. Pergerakan pemain asal klub Barcelona itu terkunci oleh pengawalan dua gelandang bertahan Portugal, Pereira dan Carvalho yang secara bergantian melakukan tugas tersebut.

Striker Prancis, Kylian Mbappe mendapat pengawalan ketat dari pemain Portugal. FOTO: Twitter.com/FrenchTeam.

 

Dengan skema yang baru ini, Mbappe dan Griezman terlihat lebih nyaman dalam melakukan penguasaan bola. Mereka punya jarak yang cukup ideal dengan para pemain belakang Portugal. Kesempatan itu coba dimanfaatkan oleh Mbappe untuk merepotkan lawan-lawannya.

Berbeda dengan tempo permainan di babak pertama yang begitu cepat, Prancis dan Portugal malah menurunkannya di 45 menit kedua pertandingan. Pemain tengah lebih lama dalam menguasai bola untuk memberi kesempatan kepada rekan setimnya membuka ruang.

Identitas permainan Portugal pun terlihat di periode ini. Mereka mengandalkan through pass langsung ke sepertiga akhir penyerangan guna memanfaatkan kecepatan para striker, dan berhasil menciptakan beberapa kali peluang.

Dalam urusan penyelesaian akhir, kedua tim masih begitu lemah. Statistik menunjukkan, kedua tim sama-sama mencatatkan enam peluang ke gawang lawan. Tapi, Prancis cuma punya dua yang mengarah ke sasaran, dan tiga untuk Portugal.

Menjalankan Tugas dengan Sangat Baik

Kimpembe menjadi pemain yang menjalankan tugasnya dengan baik pada pertandingan ini. Duetnya dengan Varane membuat megabintang Portugal, Ronaldo tidak mampu berbuat banyak untuk membawa timnya meraih kemenangan dalam lawatan kali ini 

Bek berusia 25 tahun tersebut terus menempel ketat Ronaldo, bahkan ketika timnya sedang menyerang. Menyadari betapa berbahayanya CR7 ketika bisa menguasai bola dan melancarkan serangan balik, tak segan dia memilih untuk melakukan pelanggaran. Strategi untuk membuat upaya Portugal menyerang jadi tertunda.

 

Bek Prancis, Presnel Kimpembe usai laga melawan Portugal. FOTO: Twitter.com/equipedefrance.

 

Sepanjang 90 menit, Kimpembe mencatatkan statistik yang baik. Akurasi umpannya pada pertandingan ini mencapai 98 persen. Itu memperlihatkan betapa tenang dan jelinya dia dalam membantu Prancis membangun serangan dari belakang.

Ketika mengamankan pertahanannya dari serangan Portugal, Kimpembe juga punya catatan statistik yang luar biasa. Ada delapan kali clearances yang dilakukannya untuk menggagalkan upaya dari tim tamu membobol gawang Prancis.

Memiliki postur tubuh yang tinggi, bek asal klub Paris Saint-Germain begitu dominan dalam duel udara. Di tiga kesempatan memperebutkan bola udara dalam posisi 50-50 dengan pemain Portugal, dia berhasil selalu menang.

Catatan statistik tersebut sudah cukup membuat Kimpembe layak mendapat acungan jempol. Karena, dengan ketangguhannya di lini belakang itulah, gawang Les Blues tidak kebobolan sama sekali pada pertandingan ini. Satu poin berhasil diamankan.

SAMPAIKAN KOMENTAR