Persija vs Persib: Mencari Momentum di Laga Pertama
21
Apr
2021
0 Comment Share Likes 104 View

Piala Menpora 2021 telah mencapai partai puncaknya. Final ‘idaman’ antara dua musuh bebuyutan, Persija dan Persib siap tersaji dalam pertarungan dua leg di Maguwoharjo dan Manahan. Tak kenal laga pramusim atau bukan, laga keduanya akan sarat dengan gengsi dan harga diri antara Jakarta dengan Bandung.

Persija: Belum Meyakinkan, Tetapi Menuai Hasil

Persija berhasil lolos ke final setelah melalui drama adu penalti kontra PSM. Bermain tanpa gol di dua leg semifinal, Macan Kemayoran lolos dramatis usai kapten Andritany Ardhiyasa menggagalkan eksekutor terakhir PSM. Perjalanan Persija di turnamen kali ini memang banyak dilalui oleh kemenangan tipis

Di fase grup, Persija sempat tumbang di laga pertama. Mencoba bermain lebih sabar, Persija justru digasak oleh PSM yang bermain agresif. Dua gol bersarang di gawang Persija tanpa mampu dibalas. Sejak saat itu, Persija banyak bermain pragmatis: mengandalkan kemampuan individu para pemainnya untuk mencapai kemenangan.

Memenangi dua laga berikutnya atas Borneo FC dan Bhayangkara Solo FC, Persija secara mengejutkan menjuarai grup neraka tersebut. Di babak perempat final mereka menggempur Barito Putera namun hanya menang tipis 1-0. Di babak semifinal mereka butuh adu penalti setelah gagal menyajikan serangan yang bisa membunuh PSM.

Di laga final, Persija bakal bersua lawan berat. Penampilan mereka tentu tak bisa ‘seadanya’ seperti di laga-laga sebelumnya. Macan Kemayoran mesti lebih tajam. Sorotan khusus ditujukan pada Marko Šimić. Striker asal Kroasia tersebut sejauh ini baru mencetak 2 gol kendati bermain penuh dalam 6 pertandingan. Šimić bahkan gagal mengeksekusi penalti di babak tos-tosan kontra PSM.

Ketajaman Šimić tentu dibutuhkan Macan Kemayoran. Sejauh ini Persija memang sedikit bermasalah di sepertiga akhir dan aspek finishing. Kendati mencatatkan statistik tembakan tepat sasaran terbanyak (29 buah), Persija baru mencetak 7 gol. Jumlah tersebut bahkan kalah dari PSIS Semarang yang tersingkir di babak perempat final, tapi mencetak dua gol lebih banyak.

Persija: belum meyakinkan, tapi menuai hasil positif (foto: Persija via Pikiran Rakyat)

 

Statistik tersebut menjadi salah satu catatan bahwa Persija belum sepenuhnya meyakinkan di turnamen kali ini. Meski demikian, Persija sukses meraih hasil positif dan lolos ke final. Pelatih kepala, Sudirman sempat angkat bicara akan hal ini. Menurutnya, dengan target manajemen untuk setidaknya mencapai tiga besar, penampilan yang ditunjukkan anak asuhnya memang bukan penampilan yang menghibur, melainkan untuk menang. Dengan kondisi sudah lolos ke final dan melampaui target, menarik menantikan kiprah Persija selanjutnya.

Persib: Agresif Sejak Awal

Sedikit berbeda dengan Persija, Persib sudah menunjukkan tajinya sejak awal turnamen. Setelah menahan imbang tim kuat lainnya, Bali United di laga pertama, Persib menyapu bersih kemenangan atas Persita Tangerang dan Persiraja Banda Aceh. Di babak perempat final, Persib menyingkirkan Persebaya dengan skor 3-2, di mana Maung Bandung sempat unggul 3-0 di babak pertama. Memasuki empat besar, giliran tim kuda hitam lain, PS Sleman yang disikat lewat keunggulan agregat 3-2.

Rentetan hasil tersebut menunjukkan agresivitas Persib yang sudah terlihat sejak awal turnamen. Lini serang yang dimotori oleh duet Wander Luiz dan Ezra Walian, ditambah dengan Frets Butuan dan Febri Haryadi di kedua sisi sayap, membuktikan ketajamannya. Saat ini Persib merupakan tim terproduktif dalam urusan mencetak gol dengan 12 kali membobol gawang lawan.

Ezra dan Frets sejauh ini sudah mencetak 3 gol dan menjadi kandidat top skorer Piala Menpora. Keduanya hanya berjarak satu gol dari Assanur Rijal yang timnya sudah tersingkir di babak fase grup. Ketajaman keduanya juga disokong oleh kejelian pemain tengah dalam melepaskan umpan. Febri saat ini merupakan kolektor assist terbanyak di gelaran Piala Menpora dengan 3 umpan berbuah gol.

Ezra Walian bisa mengunci gelar top skorer di partai puncak (foto: LIB via Suara.com)

 

Ketajaman Persib tersebut bakal menjadi kunci. Lini serang Maung Bandung bisa mencetak gol dari situasi apapun: entah itu serangan terstruktur, bola mati, atau momen transisi. Hal ini bisa menjadi senjata mematikan bagi Persib dalam menembus pertahanan Persija di partai puncak nanti.

Hambatan Persib mungkin akan muncul di lini tengah. Dedi Kusnandar, pemain senior sekaligus andalan Persib, masih diragukan tampil usai menderita cedera kepala. Eks pemain Pelita Jaya tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit di tengah laga semifinal kontra PSS akibat benturan dengan pemain lawan. Persib juga harus kehilangan Beckham Putra yang terkena akumulasi kartu. Pelatih Persib, Robert Alberts mesti menyiasati hal ini mengingat Persija cukup kuat di lini tengah.


Prediksi pertandingan: Potensi Laga Terbuka Di Leg Pertama

Laga final antara dua tim bebuyutan biasanya menghadirkan laga yang cenderung hati-hati. Kedua tim bisa bermain ‘aman’ dan meminimalisir risiko untuk kalah. Tak jarang mereka bermain reaktif untuk sekadar menunggu kesalahan lawan.

Dengan format final Piala Menpora yang menggunakan dua leg, hal ini bisa saja tidak terjadi. Dengan dua pertandingan, ada potensi kedua tim bermain terbuka dan proaktif untuk mencari kemenangan di laga pertama. Keunggulan secara agregat ini bisa menjadi modal berharga untuk melakoni laga kedua nanti dengan lebih tenang.

Potensi laga terbuka di leg pertama ini terlihat dari statistik kedua tim yang menyiratkan permainan menyerang. Persib merupakan tim dengan percobaan tembakan terbanyak dengan 81 kali mengancam gawang lawan. Mereka juga tim paling produktif dengan catatan 12 gol. Jika dirata-rata, Persib lebih dari 13 kali melakukan tembakan dan mencetak 2 gol di setiap laganya.

Lini serang jadi andalan Persib di Piala Menpora (foto: Tempo)

 

Persib akan berhadapan dengan Persija, yang secara statistik merupakan tim paling sedikit kebobolan. Macan Kemayoran sejauh ini baru 3 kali kebobolan. Andritany bahkan belum sekalipun memungut bola dari gawangnya di waktu normal fase gugur. Meski sedikit kebobolan, Persija bukanlah tim yang bermain pasrah dan menunggu. Sebaliknya, Osvaldo Haay dkk sangat agresif dalam menekan lawan. Mereka bahkan menjadi tim yang paling banyak melakukan pelanggaran di area lawan dengan 83 pelanggaran, atau sebesar 66% dari total pelanggaran Persija.

Duel antara lini serang yang produktif dengan tim yang bertahan secara agresif tentu akan menarik. Dari catatan tersebut terlihat intensi keduanya untuk bermain proaktif dalam merebut bola dan menguasai pertandingan. Duel kunci yang akan terjadi dimulai di lini tengah. Duo metronom Persija, Marc Klok dan Rohit Chand bakal menjadi filter pertama serangan Persib ke lini depan. Peran Frets Butuan atau Febri Haryadi dalam mencari celah di antarlini dan mengalirkan bola ke lini depan juga krusial.

Marc Klok, pemain kunci di lini tengah Persija (foto: Okezone)

 

Prediksi susunan pemain

Persija (4-3-3): Andritany Ardhiyasa, Marco Motta, Yann Motta, Otavio Dutra, Alfath Faathier; Ramdani Lestaluhu, Marc Klok, Rohit Chand, Riko Simanjuntak, Marko Šimić.

Persib (4-4-2): I Made Wirawan, Henhen Herdiana, Nick Kuipers, Victor Igbonefo, Ardi Idrus, Febri Haryadi, Farshad Noor, Dedi Kusnandar, Frets Butuan, Wander Luiz, Ezra Walian.

Pertandingan antara Persija dan Persib kerap menghadirkan duel-duel klasik. Pertarungan antara pemain-pemain berkelas dan adu taktik yang berkualitas akan menentukan hasil pertandingan. Intersport memprediksi laga akan berjalan ketat. Persib mungkin akan unggul dengan skor tipis atau pertandingan berakhir imbang. Bagaimana prediksimu, Pria Intersport?

SAMPAIKAN KOMENTAR