Persija Kampiun Piala Menpora 2021, Amarah Berbuah Mahkota Juara
26
Apr
2021
0 Comment Share Likes 191 View

Persija tampil sebagai juara Piala Menpora 2021. Perjalanan selama sebulan terakhir berhasil dituntaskan dengan meraih mahkota juara. Meski hanya turnamen pramusim, gelar ini memberi gengsi tersendiri. Setidaknya dalam setahun terakhir selama pandemi COVID-19 sepak bola nasional beku, Persija langsung muncul menjadi yang terbaik. Bukan pekerjaan yang gampang, mengingat persaingan di Piala Menpora 2021 relatif sengit. Bahkan sejak penyisihan grup.

 

Persija juara Piala Menpora 2021 – Foto: Twitter.com/Persija_Jkt

 

Padahal kita tahu Persija memiliki persiapan yang singkat untuk turun di Piala Menpora 2021. Praktis kurang dari sebulan latihan bersama, setelah itu turun ke medan pertempuran. Beruntung Persija punya skuat yang loyal. Hampir tidak ada pergantian materi pemain dari yang dikontrak untuk kompetisi Liga 1 2020. Persija hanya berganti pelatih kepala saja, dengan mempercayakan jabatan itu kepada Sudirman. Selebihnya hampir tidak ada perubahan komposisi pemain. Tampaknya itulah kunci keberhasilan Macan Kemayoran menjadi juara. Dengan materi pemain yang sudah bersama-sama sejak 2020, sesingkat apapun persiapan tim, kekompakan bermain terlihat oke.

Tapi benarkah demikian? Mari kita kupas perjalanan Persija sejak persiapan, penyisihan grup, perempat final, semifinal, hingga final.

Ditinggal Evan Dimas, Kejar Tiga Besar

Manajemen Persija mengumpulkan tim pelatih dan pemain pada akhir Februari. Semua yang diundang terlebih dahulu menjalani tes kesehatan, terutama memastikan bebas dari COVID-19. Protokol kesehatan berupa karantina buat pemain yang datang dari luar negeri ikut diberlakukan. Tidak heran bila dalam awal persiapan belum tampak pemain asing berlatih penuh. Mereka misalnya Marco Motta hingga Marko Simic. Namun sebagian besar pemain sudah bisa memulai latihan di bawah arahan "Jenderal" Sudirman.

Di awal persiapan Persija masih harus menyelesaikan beberapa detail kontrak dengan pemain. Sebab izin penyelenggaraan Piala Menpora 2021 didapat secara dadakan dan Persija ketika lampu hijau dinyalakan Polri belum mengumpulkan pemain. Jadi dalam masa persiapan ada beberapa kontrak pemain yang belum beres. Salah seorang pemain yang masih alot adalah Evan Dimas. Benar saja, tidak tercapai kesepakatan antara Persija dan Evan Dimas. Manajemen Persija mengaku sulit memenuhi detail kontrak yang diminta Evan Dimas, apalagi sekarang masih pandemi COVID-19. Itu berarti kekuatan finansial menjadi penyebab Persija melepas Evan Dimas.

Kehilangan salah seorang pemain utama dalam line-up lapangan tengah, membuat Persija tidak kehabisan akal. Mereka memaksimalkan potensi yang ada. Mempromosikan pemain muda turut menjadi cara ampuh yang ditempuh. Beruntung pula hanya Evan Dimas, pemain pilar yang tidak tercapai kesepakatan kontrak. Selebihnya materi pemain Persija sama dengan musim 2020 yang dihentikan PSSI.

Total Persija mendaftarkan 30 pemain. Mereka terdiri dari pemain senior, muda, hingga junior. Siapa saja mereka? Berikut daftar resmi skuat Persija di Piala Menpora 2021:

Kiper: Adixi Lenzivio, Andritany Ardhiyasa, Yoewanto Stya Beny, Cahya Supriadi

Belakang: Rezaldi Hehanusa, Maman Abdurrahman, Tony Sucipto, Ismed Sofyan, Otavio Dutra, Muhammad Ferrari, Salman Alfarid, Yann Motta, Reza Fauzan, Alfath Faathier

Tengah: Ramdani Lestaluhu, Osvaldo Haay, Marc Klok, Sandi Sute, Rohit Chand, Raka Cahyana Rizky

Depan: Riko Simanjuntak, Novri Setiawan, Heri Susanto, Taufik Hidayat, Alfrianto Nico, Sandi Arta, Fajar Firdaus, Marko Simic, Braif Fatari

Presiden Persija M. Prapanca mengatakan pihaknya memberi target kepada timnya mampu menembus tiga besar. Walaupun manajemen tim memahami persiapan yang dilakukan Persija sangat kurang. Bahkan saat memulai persiapan, tim pelatih masih harus mengembalikan kemampuan fisik pemain. Namun Presiden Persija yakin target yang diberikan, bisa dicapai skuatnya.

Sebelum memberikan target itu Persija sudah mengetahui hasil undian grup Piala Menpora 2021. Persija masuk Grup A yang bermain di Solo. Di grup itu selain Persija juga ada Bhayangkara FC, Borneo FC, dan PSM. Melihat hasil undian, seluruh punggawa Persija yakin mampu lolos ke babak perempat final.

Dikejutkan PSM, Persija Marah Besar

Presiden Klub Persija M. Prapanca – Foto: Twitter.com/Persija_Jkt

 

Optimisme dan semangat tinggi skuat Persija langsung dapat syok terapi di pertandingan penyisihan grup. Menghadapi PSM di Stadion Kanjuruhan, Persija dilibas dengan angka 0-2. Kekalahan yang tidak pernah diduga seluruh anggota tim. Apalagi PSM untuk ikut Piala Menpora 2021 tampak persiapannya sangat-sangat kurang. Mereka ditinggal hampir semua pemain pilar, belum lagi pergantian di posisi pelatih. Manajemen PSM juga sedang goyah karena krisis finansial. Tapi apa daya Persija tidak mampu membendung PSM. Gol Patrich Wanggai dan Yakob Sayuri membuat Persija bertekuk lutut di pertandingan pertama.

Kekalahan itu langsung disambut dengan amarah Presiden Klub Persija. Bahkan kemarahan itu diumbar kepada publik. Buktinya dari berita yang diunggah dalam website Persija, Presiden Klub M. Prapanca memberikan penilaian buruk kepada seluruh anggota tim. Semua disebutnya tidak menjalankan tugasnya secara memadai. Pukulan yang sangat telak karena terlihat kritikan itu datang tanpa tedeng aling-aling.

"Persija tampil tanpa determinasi, saya tidak habis pikir, mereka seperti tidak ingin menang. Skema permainan tidak jalan, semua pemain tampil buruk," kata Prapanca.

"Kalah dan menang dalam sepak bola itu biasa. Jika tim tampil all out dan mengeluarkan kemampuan terbaik tapi tetap kalah, saya bisa menerima. Tapi dengan penampilan loyo seperti itu, rasanya semua harus malu dan segera berbenah," begitu Presiden Klub Persija mengumbar amarahnya.

Ternyata amarah dan kritik itu mampu melecut motivasi skuat Persija. Sudirman meminta para pemainnya untuk koreksi terhadap diri sendiri. Termasuk tim pelatih juga merenung. Hasilnya positif, dua laga berikutnya di penyisihan grup mampu dimenangi. Borneo FC menjadi korban dalam laga kedua Persija dengan angka 4-0. Empat gol dihasilkan Osvaldo Haay, Marko Simic, Marco Motta, dan Yann Motta. Kemudian pada pertandingan selanjutnya Persija kembali menang. Kali ini Persija mengalahkan Bhayangkara FC 2-1. Laga yang berlangsung ketat ini dimenangi Persija lewat gol Osvaldo Haay dan Marc Klok. Keunggulan Bhayangkara FC melalui Ezechiel Ndouassel seakan tanpa arti.

Modal dua kemenangan itu membawa Persija menjadi juara Grup A. Tampak di sini peran para pemain sarat pengalaman dalam skuat Persija menjadi kunci. Osvaldo Haay, Marc Klok, Otavio Dutra, Marko Šimić, hingga Marco Motta, menjadi nyawa permainan. Jangan dilupakan pula bagaimana amarah Presiden Klub Persija usai laga pertama, yang mampu membangkitkan gairah bermain penggawa Persija. Barangkali tanpa amarah itu para pemain Persija tidak tergugah. Fokusnya belum 100 persen ke lapangan, usai setahun vakum karena virus corona.

Mesin Persija Tambah Membaik

 

Persija vs Barito Putera – Foto: ligaindonesiabaru.com

 

Memasuki babak perempat final permainan Persija terus membaik. Ibarat mesin permainan Persija seperti makin panas, yang berarti siap melaju kencang dalam menghadapi perlawanan dari tim manapun. Di perempat final Persija bertemu Barito Putera. Sebagai juara Grup A, Persija bertemu Barito Putera yang merupakan runner-up Grup A. Pertandingan Persija vs Barito Putera berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu 10 April 2021.

Persija mengawali pertandingan perempat final dengan format satu leg ini dengan menghamparkan formasi 3-5-2. Kiper tetap dipercayakan kepada Andritany Ardhiyasa. Tiga bek ditempati Tony Sucipto, Marco Motta, dan Rezaldi Hehanusa. Kemudian lima pemain tengah dihuni Sandi Sute, Rohit Chand, Osvaldo Haay, dan Marc Klok. Untuk dua penyerang diisi Marko Šimić dan Alfriyanto Nico.

Memakai formasi 3-5-2 dengan menaruh tiga pemain belakang tidak ada yang berstatus center back murni, membuat permainan Persija menjadi all out menyerang. Sebab tiga pemain belakang Persija itu dikenal punya naluri untuk bermain di lapangan tengah. Bahkan cenderung gemar menyerang.

Barito Putera memberi perlawanan sengit. Tim dari Kalimantan Selatan itu mampu menyajikan kontra strategi yang digelar Persija. Namun kematangan skuat Persija menjadi kuncinya. Persija mampu memenangi pertandingan, walaupun dengan angka tipis 1-0. Gol penentu kemenangan Persija dicetak Marko Šimić. Macan Kemayoran pun berhak mendapatkan tiket lolos ke semifinal.

Performa positif ini membuat seluruh punggawa Persija merasa termotivasi. Apalagi lawan yang akan dihadapi di perempat final adalah PSM, tim yang membuat tim pelatih dan pemain diamuk presiden klub gara-gara kalah di laga pembuka penyisihan grup.

Dua Leg Yang Menguras Emosi

 

Ketegangan dalam tim Persija usai leg pertama semifinal melawan PSM – Foto: Persija

 

Ternyata PSM tetap menjadi tim yang merepotkan Persija. Ini terlihat dari dua pertandingan semifinal, saat laga Persija vs PSM sama-sama berakhir dengan angka 0-0. Leg pertama di Sleman imbang, partai kedua di Solo pun juga remis. Jadi secara hasil dalam waktu normal Persija tidak mampu  mengalahkan PSM. Persija berhasil melewati PSM di semifinal karena memenangi adu penalti. Kemenangan itupun melalui drama hingga penendang ketujuh. Hingga pertandingan ditutup dengan angka 4-3 untuk keunggulan Persija. 

Langkah Persija di semifinal yang berlangsung dua leg inipun penuh drama. Misalnya di leg pertama ketika Marco Motta harus menerima kartu merah, yang berarti kena skors dilarang main di leg kedua. Padahal Marco Motta punya peran sentral di barisan belakang maupun tengah. Belum lagi akumulasi kartu kuning yang terus mengintai pemain lainnya. Di akhir leg pertama perempat final ini Marko Šimić juga sempat bersitegang dengan tim pelatih dan kapten tim, gara-gara Marko Šimić diganti pada babak kedua. Kejadian itu sempat tertangkap kamera televisi dan menjadi pembahasan seru.

Membuka leg kedua dengan kehilangan Marco Motta, membuat pelatih Persija mengubah formasi yang biasanya tiga bek, menjadi empat bek. Dua bek tengah dipercayakan kepada Otavio Dutra dan Yann Motta. Kemudian dua fullback adalah Alfath Fathier dan Tony Sucipto. Hal itu buat meredam barisan pemain PSM yang dikenal punya nafsu menyerang tinggi. Akhirnya pertandingan harus dituntaskan lewat adu penalti.

Empat penendang Persija yang mampu menghasilkan gol adalah Yann Motta, Marc Klok, Rohit Chand, dan Tony Sucipto. Dari PSM yang mencetak gol adalah Rasyid Bakri, Sutanto Tan, dan Hasim Kipuw. Namun bintang utama pertandingan ini adalah kiper Persija dan PSM. Andritany mampu menyelamatkan beberapa tembakan eksekutor PSM. Begitu pula Hilman Syah yang tampil gemilang di tos-tosan melawan Persija. Tapi akhirnya Persija yang menang 4-3 dan lolos ke final.

El Clasico: Final Idaman Macan Kemayoran

 

Persija di final leg pertama melawan Persib – Foto: ligaindonesiabaru.com

 

Di partai puncak Piala Menpora 2021 tercipta final idaman, Persija vs Persib. Kita tahu ini merupakan salah satu El Clasico di Indonesia. Mempertemukan tim dari kota besar di Tanah Air. Gengsi Persija dan Persib sama besarnya. Sama-sama pula punya suporter dengan jumlah puluhan ribu tiap kali bermain di kandang. Buat televisi, pertemuan Persija vs Persib pasti laris manis.

Tapi agaknya Persija menganggap final melawan Persib seperti laga lainnya, biasa-biasa saja. Semua anggota tim tetap fokus ke pertandingan. Apalagi target dari manajemen Persija untuk masuk tiga besar sudah dicapai. Intinya Persija tidak ingin memikul beban berat di pertandingan final. Para pemain diminta bermain nothing to lose, cukup menikmati pertandingan apa adanya. Soal hasil akan mengikuti. Kalau bermain baik, pasti hasilnya juga baik.

Benar saja, bermain tanpa beban membuat Persija jadi menggila. Lihat saja dalam tempo 7 menit Persija sudah unggul 2-0 atas Persib dalam final leg pertama. Braif Fatari mengejutkan lawan lewat gol pada menit pertama. Disusul gol Taufik Hidayat pada menit ketujuh. Unggul dua gol membuat permainan Persija tampak tenang. Para pemain tinggal menjaga keunggulan dengan permainan yang disiplin dalam menjaga barisan pertahanan.

Sebaliknya skuat Persib yang dalam kondisi tertinggal terus memacu kecepatan dalam serangan. Tapi sampai pertandingan leg pertama final selesai, Maung Bandung tetap tidak mampu menyamakan kedudukan. Jadilah Persija unggul 2-0.

Membawa keunggulan agregat 2-0 membuat skuat Persija tenang menghadapi final leg kedua pada Minggu 25 April 2021. Stadion Manahan Solo menjadi saksi bagaimana barisan pemain Persija menjemput keberhasilan menjadi juara Piala Menpora 2021. Terbukti final leg kedua ini juga mampu dikuasai Persija.

Usaha Persib untuk mengejar ketertinggalan tambah berat, karena sejak menit ke-22 bermain dengan 10 pemain. Itu setelah Bayu Fiqri dikartu merah, usai menerima kartu kuning kedua. Persija makin tidak tertahankan ketika mampu unggul lewat gol Osvaldo Haay pada menit ke-51. Sempat disamakan Ferdinand Sinaga menjadi 1-1 melalui tendangan bebas menit ke-85, Persija mengunci kemenangan lewat gol Riko Simanjuntak menit ke-90+1. Pertandingan kemudian selesai dengan angka 2-1. Persija sah menjadi juara Piala Presiden 2021, dengan keunggulan agregat 4-1.

Marc Klok Jadi Pemain Terbaik

 

Marc Klok pemain terbaik Piala Menpora 2021 – Foto: Twitter.com/Persija_Jkt

 

Sukses Persija menjadi juara bertambah lengkap dengan dinobatkannya Marc Klok sebagai pemain terbaik Piala Menpora 2021. Itu merupakan gelar prestisius karena Marc Klok menjadi pemain paling bagus diantara semua pemain yang turun di Piala Menpora 2021.

Tim penilai dari Piala Menpora 2021, menetapkan empat kriteria dalam menentukan pemain terbaik. Marc Klok sebelum final sudah masuk dalam tiga besar kandidat pemain terbaik. Bersama Hilman Syah dari PSM dan Frets Butuan dari Persib. Adapun empat kriteria yang dipakai untuk menentukan pemain terbaik adalah kontribusi pemain kepada tim, konsistensi di setiap pertandingan, perilaku di lapangan, serta pengaruh terhadap tim.

Dari empat kriteria itu Marc Klok dianggap memenuhi semuanya. Peranan Marc Klok di lapangan tengah Persija tampak dominan. Pemain naturalisasi dari Belanda ini sangat berpengaruh dalam permainan Persija. Baik saat menyerang maupun bertahan. Sangat pantas buat Marc Klok mendapatkan gelar pemain terbaik.

Juara Penuh Cerita

Sukses Persija menjadi juara Piala Menpora 2021 dilihat dari perjalanannya ternyata memiliki banyak cerita. Dinamika dalam tim, lawan yang dihadapi, hingga atmosfer pertandingan yang dihadapi, membuat Persija tampak matang dari pertandingan ke pertandingan.

Perjalanan Persija di Piala Menpora 2021

Fase Grup

Persija 0-2 PSM

Borneo FC 0-4 Persija

Persija 2-1 BFC

Perempat Final

Persija 1-0 Barito Putera

Semifinal

PSM 0-0 Persija

Persija 4-3 PSM

Final

Persija 2-0 Persib

Persib vs Persija

Ini menjadi kabar yang bagus buat tim kebanggaan ibukota Jakarta, terutama penggemar Persija, The Jakmania. Persija sekarang punya modal kepercayaan diri besar untuk menatap ajang sesungguhnya, yaitu kompetisi Liga 1. Tentu saja impian Persija dan penggemarnya adalah kembali menjadi juara di kompetisi reguler. Mengulang prestasi di Liga Indonesia 2001 dan Liga 1 2018. Setuju, Pria Intersport?

SAMPAIKAN KOMENTAR