Persib vs Persija: Jalan Terjal Maung Bandung di Final Kedua
25
Apr
2021
0 Comment Share Likes 145 View

Jalan terjal harus dilalui oleh Persib Bandung di leg kedua Final Piala Menpora. Tertinggal agregat 0-2, Maung Bandung harus mengerahkan segenap upaya untuk membalikkan keadaan di Stadion Manahan Minggu (25/4) nanti. Tentu bukan hal yang mudah karena Persija telah terbukti sebagai tim yang sulit dikalahkan.

Review leg pertama: efektivitas Persija dan kebuntuan Persib

Persija sukses mengamankan kemenangan di leg pertama dengan margin gol yang cukup meyakinkan, yaitu 2-0. Kunci dari kemenangan Persija tersebut adalah efektivitas Persija dalam memanfaatkan peluang, terutama di awal laga.

Bermain menekan, Persib dibuat kesulitan oleh agresivitas Persija. Hasilnya, laga belum genap berjalan satu menit Persija bisa unggul lewat sepakan Braif Fatari di dalam kotak penalti. Agresivitas Persija tak hanya terlihat saat tak memegan bola. Begitu memenangkan bola, Persija segera melancarkan transisi kilat lewat pemain-pemain cepatnya seperti Riko Simanjuntak dan Novri Setiawan. Dari skema serangan balik tersebut Persija menambah keunggulan menjadi 2-0 oleh Taufik Hidayat di menit ketujuh.

Tekanan Persija di awal laga berbuah hasil manis (foto: LIB)

 

Unggul dua gol, Persija bisa bermain dengan tempo yang mereka inginkan. Blok pertahanan menengah yang mereka galang sukses meredam serangan Persib di sisa babak pertama. Di paruh kedua, perubahan strategi Persib dengan segera melakukan tiga pergantian sekaligus juga belum mampu menembus pertahanan Macan Kemayoran.

Inefektivitas Persib dalam menyerang sangat terlihat di laga kali ini. Membuat 11 tembakan, 9 di antaranya gagal menemui sasaran. Serangan yang monoton menjadi salah satu alasannya. Di babak kedua serangan Persib sangat mengandalkan umpan silang dari sayap. Meski memasukkan lebih banyak penyerang di babak kedua, skema yang ditampilkan sangat mudah terbaca dan bisa diantisipasi oleh lini pertahanan Persija.

Pekerjaan rumah Persib tembus pertahanan Persija

Tertinggal dua gol, sektor pertahanan memang menjadi perhatian khusus Persib yang gagal mencatatkan satu pun clean sheet selama turnamen. Meski demikian, jelang laga kedua nanti, sektor penyerangan akan mendapatkan sorotan tambahan. Pertandingan melawan Persija menjadi kali pertama mereka gagal mencetak gol. Sebagai kesebelasan dengan predikat tim tersubur di turnamen, catatan tersebut tentu mengkhawatirkan.

Persib memang harus dituntut lebih jeli lagi dalam menciptakan dan mengonversi peluang. Meski demikian, permasalahan Persib bisa dirunut lagi sejak mereka membangun serangan. Di awal laga, Persija yang agresif menekan dengan intensitas tinggi membuat Persib kewalahan dan harus kehilangan bola lebih cepat. Bahkan gol pertama Persija berawal dari skema pressing apik dari anak-anak Macan Kemayoran ketika Persib baru saja melakukan sepak mula.

Wander Luiz, harus lebih bertaji di leg kedua (foto: LIB)

 

Mekanisme serangan juga menjadi pekerjaan lain. Setelah buntu menghadapi pressing blok menengah Persija di babak pertama, perubahan Persib di babak kedua lebih tidak membuahkan hasil. Serangan yang monoton membuat mekanisme bertahan Persija menjadi lebih mudah. Tak hanya itu, Persija justru malah mendapatkan beberapa kesempatan serangan balik yang berbahaya karena Persib hanya menyisakan dua bek tengah mereka di lini belakang.

PR bagi Persib tersebut akan semakin berat mengingat Persija merupakan salah satu tim dengan pertahanan terbaik hingga saat ini. Sejauh ini Andritany baru 3 kali memungut bola dari gawangnya. Bahkan, Persija belum sekalipun kebobolan di waktu normal selama fase knock out. Terakhir kali Persija kebobolan adalah di fase grup kala menghadapi Bhayangkara Solo FC. Catatan tersebut memperlihatkan gambaran kesulitan Persib kala menjalani laga kedua nanti.

Prediksi leg kedua: Persib all out dalam menyerang, Persija lebih hati-hati

Laga kedua nanti akan menampilkan tim dengan prioritas berbeda. Persib akan mati-matian dalam mengejar defisit angka. Sementara Persija akan berupaya agar keunggulan yang sudah diraih tidak menguap begitu saja. Pertarungan keduanya mungkin akan menampilkan pertandingan yang berjalan satu arah.

Bukan tidak mungkin Persib akan tampil all out ketika menyerang. Sebagai tim yang mengandalkan sepakbola menyerang berbasis penguasaan bola, Persib akan memanfaatkan setiap sumber daya yang dimilikinya untuk memenangkan laga. Memainkan keempat penyerang andalannya bisa menjadi salah satu opsi pilihan. Ketajaman kuartet Ezra Walian, Wander Luiz, Frets Butuan, dan Febri Haryadi yang secara kolektif telah mencetak 8 gol akan menjadi andalan.

Bermain seperti babak kedua di laga pertama kemarin seharusnya bisa lebih dihindari. Memanfaatkan kuartet penyerang yang aktif mencari ruang di antar lini Persija lebih dimungkinkan dibandingkan hanya mengandalkan umpan silang melawan pertahanan solid Persija. Kejelian penyerang seperti Ezra Walian dan Frets Butuan dalam mengeksploitasi celah tersebut akan membuat mekanisme bertahan Persija menjadi lebih sulit. Sektor bek sayap juga harus bisa didayagunakan untuk menciptakan ancaman dari sisi luar.

Tambahan kekuatan Persib di lini tengah memungkinkan mereka bermain lebih menyerang. Di laga pertama, absennya Dedi Kusnandar di awal laga sempat membuat Persib kesulitan memenangi perebutan bola di lini tengah. Aliran bola Maung Bandung juga menjadi lebih terhambat tanpa kehadiran gelandang 29 tahun tersebut. Apabila Dedi sudah fit seratus persen di leg kedua, tentunya hal tersebut bisa menjadi tambahan kekuatan.

Serangan Persib dituntut lebih kreatif di leg kedua (foto: LIB)

 

Persija sendiri mungkin bakal bermain dengan lebih hati-hati. Unggul dua angka, mereka seharusnya tidak akan terlalu ngotot dalam menyerang. Bermain bertahan dengan blok menengah yang rapat seperti yang mereka tunjukkan di laga-laga sebelumnya bisa jadi andalan. Solidnya lini tengah Persija yang digalang Marc Klok dan Rohit Chand menjadi tembok pertama yang harus dilalui lawan ketika ingin melakukan progresi serangan ke area berbahaya.

Serangan balik bisa jadi senjata mematikan Persija melawan Persib yang bermain menyerang. Kemampuan pemain Persija seperti Riko Simanjuntak dan Osvaldo Haay dalam mencari dan memanfaatkan ruang di belakang pertahanan Persib akan jadi kunci. Apalagi dengan kecepatan yang mereka miliki, serangan kilat Persija bisa lebih mematikan lagi.

Dengan persiapan yang ada, pertandingan leg kedua nanti tetap akan menyajikan pertarungan yang menarik. Persib akan tampil menyerang guna mengejar ketertinggalan, sementara Persija akan berupaya mempertahankan keunggulannya. Pertandingan nanti agaknya akan berjalan berimbang seperti di leg pertama. Persija juga bukan tim yang mudah untuk dikalahkan. Prediksi skor berakhir imbang 1-1 dan Persija menggondol trofi juara. Bagaimana prediksimu, Pria Intersport?

Prediksi susunan pemain

Persib (4-4-2): I Made Wirawan, Supardi Nasir, Nick Kuipers, Victor Igbonefo, Ardi Idrus, Febri Haryadi, Dedi Kusnandar, Farshad Noor, Frets Butuan; Ezra Walian, Wander Luiz.

Persija (4-2-3-1): Andritany Ardhiyasa, Marco Motta, Yann Motta, Otavio Dutra, Alfath Faathier, Marc Klok, Rohit Chand, Riko Simanjuntak, Braif Fatari, Osvaldo Haay, Taufik Hidayat.

SAMPAIKAN KOMENTAR