Persib Bandung dan Bali United Bisa Langsung Tancap Gas
25
Sep
2020
0 Comment Share Likes 176 View

Liga 1 2020 tinggal hitungan hari dilanjutkan kembali. Kompetisi kasta tertinggi di Tanah Air ini terhenti di pekan ketiga, Maret 2020 lalu karena pandemi COVID-19.

Saat ditangguhkan sampai batas waktu belum ditentukan, Persib Bandung memegang pucuk pimpinan klasemen sementara. Dari tiga kali bermain Maung Bandung menyapu bersih dengan kemenangan.

Perolehan 9 poin membuat tim kesayangan bobotoh menancap kuat di peringkat pertama. Tiga pertandingan yang dilalui Persib dengan kemenangan diraih atas Persela (3-0), Arema (2-1), dan PSS (2-1).

Tim berikutnya yang unbeaten dan ada di papan atas adalah juara bertahan Liga 1, Bali United FC. Serdadu Tridatu dari 3 pertandingan, mencatat 2 kemenangan dan 1 kali imbang.

 

Selebrasi pemain Bali United saat melawan Barito Putera di Liga 1 2020. Sumber: Baliutd.com

 

Sempat macet di pekan pertama saat ditahan Persita, hasil 0-0, Bali United melaju di dua pertandingan berikutnya. Menang atas Barito Putera (2-1) dan Madura United FC (3-1).

Wajar jika dalam start ulang Liga 1 2020 ini, Persib dan Bali United dijagokan untuk bisa melanjutkan tren positif.

Tapi pertanyaannya apakah bakal semulus itu? Mengingat kompetisi masih berlangsung 31 pekan lagi. Jalan yang sangat panjang, untuk bisa menyebut Persib dan Bali United sebagai kandidat juara kompetisi tanpa degradasi tahun ini.

Untuk menjawab itu ada baiknya kita bedah kesiapan skuat Persib dan Bali United, dalam menghadapi lanjutan Liga 1 2020.

Persiapan Awal, Materi Tak Berubah

Dibandingkan tim peserta Liga 1 2020 lainnya, Persib dan Bali United merupakan sedikit tim yang paling awal mengumpulkan pemain, saat yang lain masih ragu melangkah karena pandemi. Tercatat Bali United memulai latihan di lapangan pada 3 Agustus 2020, kemudian Persib pada 10 Agustus 2020.

Sebelumnya, sama seperti kebanyakan tim lain, pelatih Persib dan Bali United, memberi menu latihan virtual selama kompetisi ditangguhkan sejak Maret. Meski tidak setiap hari berlatih virtual, para pemain dibekali program dari tim pelatih. Supaya para pemain tidak sepenuhnya kehilangan performa.

Latihan di lapangan lebih awal menjadi modal positif buat skuat Persib dan Bali United untuk langsung tancap gas, saat Liga 1 2020 start ulang. Sebab kondisi para pemain di dua minggu sebelum kick-off sudah dalam puncak performa. Tinggal tim pelatih mengatur rotasi pemain, karena jadwal lanjutan kompetisi nanti bakal padat. Bagaimana tidak, beban 31 pekan harus dituntaskan setiap tim dalam tempo lima bulan ke depan.

Jelang diputarnya lagi Liga 1 musim ini, PSSI menerbitkan landasan hukum dengan alasan force majeur, yaitu memangkas nilai kontrak pemain. Kesempatan itu dimanfaatkan klub untuk menggelar negosiasi ulang, terhadap nilai kontrak yang telah disepakati di awal musim.

 

Pemain Persib Bandung siap mengarungi Liga 1 2020. Sumber: cnnindonesia.com

 

Hasilnya banyak tim yang ditinggalkan pemain atau pelatihnya. Terutama pemain dan pelatih asing. Tapi tidak dengan Persib dan Bali United. Komposisi lokal dan asing dua tim itu tetap sama. Entah Persib dan Bali United ikut melakukan pemangkasan nilai kontrak atau tidak, yang jelas materi pemain masih utuh termasuk tim pelatih.

Dari Persib semua pemain asing sudah lengkap. Mereka adalah Nick Kuipers (bek), Omit Nazari (gelandang), Wander Luiz (striker), dan Geoffrey Castillion (striker). Barisan pemain lokal pun tidak berubah. Para pemain pilar seperti Teja Paku Alam, Ardi Idrus, Supardi, Victor Igbonefo, Esteban Vizcarra, Ghozali Siregar, Febri Hariyadi, hingga Zulham Zamrun, semua masih berdiri kokoh dalam balutan jersey Persib.

Pelatih Robert Alberts turut memanfaatkan toleransi mendaftarkan pemain U-20. Ada beberapa pemain U-20 dari Diklat Persib yang dipromosikan ke tim utama. Mereka bisa menjadi pelapis yang strategis untuk melakoni jadwal superpadat dalam lima bulan ke depan.

Setali tiga uang dengan Persib. Komposisi skuat Bali United tidak berubah. Dari posisi kiper sampai penyerang, semua masih pada tempatnya. Nadeo Argawinata, Wawan "Spiderwan" Hendrawan, Gavin Kwan Adsit, Willian Pacheco, Gunawan DC, Andhika Wijaya, Ricky Fajrin, Sidik Saimima, M. Rahmat, Paulo Sergio, Brwa Nouri, Stefano Lilipaly, Fadil Sausu, Lerby Eliandry, Melvin Platje, Ilija Spasojevic, hingga Yabes Roni, tidak ada yang berubah.

Hanya Agus Nova Wiyantara dan Hanis Sagara yang pergi. Itupun karena dipinjamkan Bali United ke tim Liga 2. Demi memberi kesempatan mereka mendapatkan menit bermain lebih banyak. Karena mereka jarang dapat tempat utama dalam starter Bali  United.

Tapi peminjaman mereka ditutup dengan perekrutan pemain U-20. Bali United banyak memanggil pemain skuat U-20, untuk diberi kesempatan promosi. Keberadaan mereka bisa menjadi pelapis yang generatif.

Fakta itu menjadi sisi positif tersendiri, karena pelatih tidak perlu mengatur ulang taktik dan strategi tim. Tinggal melanjutkan apa yang sudah dicapai dalam tiga pertandingan yang telah dijalani lalu. Sambil menjaga momentum untuk mempertahankan posisi puncak agar tetap aman dalam genggaman.

Kekompakan bermain terutama kolaborasi pemain lokal dan asing juga masih terjaga. Situasi yang menguntungkan karena menemukan chemistry antarpemain dalam satu tim itu tidak mudah. Apalagi saat persiapan kompetisi efektif hanya 1,5 bulan, maka komposisi pemain yang berubah pasti butuh waktu untuk menemukan keselarasan dalam permainan.

Intensif Uji Coba

Masuk periode September, atau sebulan sebelum kompetisi dilanjutkan, Persib dan Bali United sama-sama menggelar banyak uji coba. Terutama Persib yang sudah menjajal tim selevel seperti PS Tira Persikabo, sampai tim dari kasta Liga 3 misalnya Bandung United dan Mandala FC Majalengka. Belum lagi pertandingan internal saat satu tim dibelah menjadi dua, lalu diadu.

Dengan memperbanyak simulasi pertandingan, Persib bisa cepat mendapatkan atmosfer bertanding dalam kompetisi yang hilang sejak ditangguhkan. Atmosfer bertanding ini penting, karena pemain harus sudah panas ketika kompetisi dilanjutkan. Jangan sampai butuh adaptasi lagi dalam suasana kompetisi baru siap menggeber gas. Tapi sejak peluit pertama kompetisi dilanjutkan, pemain telah panas dan siap memetik hasil positif.

 

Uji coba jadi kunci kekuatan Persib untuk lanjutan Liga 1 2020. Sumber: pikiran-rakyat.com

 

Sementara pilihan unik diambil Stefano Cugurra alias Teco. Pelatih Bali United itu sama sekali tidak menggelar uji coba eksternal. Mereka hanya terus memperbanyak sesi simulasi pertandingan internal. Bukan karena Teco menganggap tidak ada lawan sepadan untuk uji coba, tapi lebih sebagai bentuk antisipasi penyebaran COVID-19. Pelatih back to back juara Liga 1 2018 (Persija) dan 2019 (Bali United) itu tidak ingin membuka peluang penularan COVID-19, kalau menggelar uji coba melawan tim lain.

"Pasti tidak ada tim Liga 1 yang saat ini mau datang ke Bali. Kami juga tidak mau datang ke kota lain. Semua ini akibat pandemi COVID-19. Lebih baik tim ini tidak punya laga uji coba dan lebih fokus persiapan tim sebelum kompetisi," ujar Teco, dalam keterangan resminya yang dimuat Bali United.

"Jika kami mengundang tim amatir di Bali tentu akan lebih sulit. Perlu tahapan tes kesehatan karena tidak tahu apakah mereka sakit atau sehat. Lebih baik jaga kesehatan tim untuk punya persiapan bagus dan meraih hasil maksimal," Teco, menambahkan.

Lagipula terpenting para pemain Bali United tetap mendapatkan atmosfer bertanding, walaupun menghadapi rekan sendiri. Atau, menghadapi tim junior Bali United.

Percaya Diri

Posisi di klasemen yang sementara ini menempati papan atas, membuat kepercayaan diri para pemain Persib dan Bali United menjadi tinggi. Asal tidak over confidence, kepercayaan diri tersebut adalah modal yang positif. Start positif di tiga pertandingan dulu, diprediksi mampu diteruskan. Meski semua tahu tidak mudah meraih sebuah kemenangan.

Kita ambil contoh untuk jadwal pertandingan pekan keempat nanti. Persib akan bertandang ke markas Madura United di Pamekasan. Biasanya tidak mudah untuk mencetak kemenangan di kandang Madura United. Tapi peluang Persib meraih kemenangan terbuka lebar, terutama karena Madura United ditinggal beberapa pemainnya. Salah satu kehilangan terbesar adalah Greg Nwokolo yang memutuskan tidak melanjutkan kontrak. Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, mengaku masih butuh tambahan pemain untuk menambal yang pergi. Padahal kompetisi sebentar lagi dilanjutkan.

Kemudian Bali United yang memilih home base di Bantul untuk lanjutan Liga 1 2020, akan menjamu PS Tira Persikabo. Tim tamu itu ditinggal pemain asingnya. Lagi-lagi butuh menyusun ulang kekuatan tim untuk restart kompetisi ini. Jadi peluang Bali United untuk memetik kemenangan di pekan keempat nanti sangat terbuka.

 

Pesta juara Bali United di Liga 1 2019 – Sumber: baliutd.com

 

Tantangan Sejarah

Kalau di semua aspek teknis persiapan Persib dan Bali United telah mantap untuk ngegas begitu restart Liga 1 2020, masih adakah tantangan yang dimiliki mereka untuk bersaing menjadi juara di akhir musim? Jawabannya, ada.

Kita tahu sejak era Perserikatan sampai Liga Indonesia sekarang, Persib belum pernah juara kalau kompetisi digelar memakai format satu wilayah. Di era Perserikatan kompetisi selalu diselenggarakan memakai format banyak wilayah. Sedangkan di era Liga Indonesia, gelar juara Persib pada 1994/1995 dan 2014, didapat saat kompetisi musim itu diselenggarakan dengan format dua wilayah. Selebihnya Persib belum mampu meraih gelar.

Jadi apakah Persib bisa menjadi juara di musim 2020/2021 dengan format satu wilayah ini? Kita lihat di akhir musim nanti.

Sekarang tantangan sejarah apa yang dihadapi Bali United? Ini, sejak era Liga Indonesia belum ada tim yang mampu back to back juara. Di setiap musim tim juara selalu berganti, mulai 1994/1995 sampai 2019.

Kebetulan Bali United adalah juara Liga 1 2019, terus apakah mereka bisa menaklukkan tantangan sejarah back to back juara, dengan mempertahankan trofi yang didapat musim kemarin? Ini adalah tantangan yang hanya bisa dijawab lewat kesiapan sejak kompetisi diputar lagi.

SAMPAIKAN KOMENTAR