Pandemi COVID-19 Mengubah Gaya Hidup Pesepakbola
13
Sep
2020
0 Comment Share Likes 302 View

Pandemi COVID-19 memaksa para pesepakbola untuk mengubah gaya hidupnya. Mereka harus beradptasi dengan kehidupan yang baru demi menjaga kesehatan tubuh.

Pesepakbola tak bisa menganggap remeh COVID-19. Meski kondisi fisik mereka sebagai atlet jauh lebih baik dari orang-orang bisa, tapi faktanya ada pula sebagian dari mereka yang dinyatakan positif.

Pemain dari Serie A, Premier League, LaLiga, hingga Ligue 1 pernah diumumkan positif terjangkit COVID-19. Mereka diharuskan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari agar tidak menulari orang lain.

Kompetisi sepakbola di Eropa bahkan dunia banyak yang ditangguhkan sementara. Sebagai olahraga yang memiliki atensi besar dari publik, rawan untuk memaksa menggelar pertandingan di tengah pandemi COVID-19.

 

                                      Latihan Manchester City usai digulirkannya kembali Premier League. Sumber: Instagram.com/mancity

 

Kompetisi ditangguhkan, artinya rutinitas latihan bersama tim juga libur. Para pesepakbola akhirnya kembali ke rumah masing-masing dan mengikuti anjuran pemerintah untuk menerapkan social distancing.

Selama fase itulah, para pesepakbola menjalani kegiatan baru selama hidupnya. Mereka lebih banyak di rumah, tapi tidak lantas bersantai, karena ada tuntutan tetap menjaga kebugaran tubuh masing-masing individu.

Klub sekelas Manchester City menerapkan aturan ketat terhadap para pemainnya. Dikutip dari The Guardian, jajaran pelatih memantau terus rutinitas para pemain selama menjalani masa lockdown di rumah.

Mereka tidak boleh sembarangan melakukan kegiatan. Tujuan utamanya adalah memastikan kondisi para pemain selalu prima. Tak cuma fisik, kondisi mental penggawa The Citizens juga jadi fokus utama mereka.

Pemain Manchester City, Leroy Sane dan Ilkay Guendogan memilih tetap bertahan di Inggris dan tidak pulang ke negara asalnya Jerman. Tapi, mereka cuma diizinkan untuk keluar rumah ketika hendak berlatih singkat sekali sehari.

                                                  Gelandang Manchester City, Kevin De Bruyne. Sumber: Instagram.com/mancity

 

Pusat kebugaran dekat kediaman mereka ditutup ketika lockdown diberlakukan. Manchester City langsung bergerak memberi bantuan dengan mengirimkan alat-alat penunjang latihan ke rumah Sane dan Guendogan.

Di awal penangguhan Premier League, tidak ada kepastian kapan bisa digulirkan kembali. Masalah tersebut ternyata juga membuat para pemain merasa resah.

Gelandang Manchester City, Kevin De Bruyne adalah salah satunya. Dalam sebuah kesempatan, dia menumpahkan keresahan tersebut, dan bertanya-tanya tentang apa yang akan terjadi ke depannya.

"Saya tidak tahu kapan kami akan bermain lagi. Jika Anda tidak bermain selama enam pekan, biasanya Anda butuh tiga atau empat hari persiapan. Jika kami segera mulai, semua orang akan cedera setelah beberapa pertandingan," tutur De Bruyne.

Head of Sports Science Manchester City, Sam Erith paham betul apa yang menjadi keresahan para pemain. Dia memberi masukan kepada manajer Pep Guardiola untuk bersabar dalam memberikan menu latihan.

"Saya tahu semua pemain sangat menantikan untuk kembali bersama dan berlatih. Tapi kami harus berhati-hati memberikan menu latihan kepada mereka. Begitu banyak dari mereka yang terjebak dalam apartemen dan tidak memiliki ruangan yang tepat untuk berlatih," tutur Sam Erith, dikutip dari Manchester Evening News.

Mencoba Olahraga Lain

Selama masa lockdown, tidak sedikit dari pesepakbola yang mencoba olahraga lain. Mereka melakukannya dengan cara semudah mungkin. Cara ini sekaligus bisa mengusir rasa bosan yang dialami mereka karena tidak berkegiatan seperti biasanya.

Bek Juventus, Matthijs de Ligt yang memilih bertahan di Italia coba bermain tenis meja di rumahnya. Dia melakukan kegiatan itu bersama sang kekasih, Anneke Molenaar. Canda dan tawa mengiringi pertandingan mereka.

Keye Molenaar, ayah dari Anneke mengatakan, jika anaknya dan de Ligt memang memilih untuk bertahan di Italia selama masa lockdown. Keduanya bisa tetap tenang dan nyaman berada di rumah karena mendapat dukungan penuh dari Juventus.

Klub selalu memberi mereka jaminan kesehatan fisik dan mental yang maksimal. "Saya harus katakan, Juventus pada saat sulit seperti ini telah menunjukkan sikap lebih dari sekadar klub besar. Mereka seperti keluarga bagi anak-anak ini," tutur Keye, dikutip dari Tuttosport.

 

                                                                   Bek Juventus, Mathijjs de Ligt. Sumber: Instagram.com/juventus.

 

Mencoba olahraga lain demi menjaga kebugaran dan kesehatan mental juga dilakukan penggawa Barcelona, Arturo Vidal. Memilih bertahan di Spanyol, dia kerap mengisi rutinitas dengan bermain basket di belakang rumahnya.

Pria asal Chile itu melakukan kegiatan guna mengusir rasa bosan dan gelisahnya karena pandemi COVID-19. Dia tak ingin dua rasa itu larut dalam diri, sehingga mencari kesibukan adalah solusi terbaik.

"Terasa aneh berada di rumah sepanjang hari. Tak pernah terpikirkan sesuatu seperti ini bisa terjadi. Kita harus selalu hadir dan saling mendukung satu sama lain sebisa mungkin," tutur Vidal, saat diwawancara Marca.

"Sebelumnya saya latihan sekali bersama tim, dan sekali di rumah. Tapi sekarang, keduanya dilakukan di rumah. Tidak bersama tim adalah yang paling sulit, apalagi tidak bisa melihat teman-teman satu tim," imbuhnya.

Lebih Dekat Bersama Keluarga

Menjadi pesepakbola profesional tentu membuat hari-hari akan sibuk dengan latihan dan pertandingan. Mereka pergi dari satu kota ke kota lain, hingga menyeberang ke negara tetangga. Dengan rutinitas seperti itu, tentu waktu bersama keluarga amat singkat.

Selama masa lockdown, kurangnya waktu bersama keluarga terbayar lunas. Bermain dengan anak-anak dilakukan para pesepakbola, seperti Lionel Messi. Megabintang asal klub Barcelona itu menyiratkan rasa bahagia bisa menghabiskan waktu bersama anak-anaknya lewat sosial media pribadinya.

"Ini adalah waktu yang tepat untuk bertanggung jawab dan tinggal di rumah. Juga sangat tepat untuk menikmati waktu bersama orang yang Anda cintai yang tidak selalu dapat Anda miliki," tulis Messi di Instagram pribadinya.

 

                                                                                                Sumber: Instagram.com/leomessi

 

Pesan tersebut dituliskan Messi sekaligus untuk mengajak orang-orang mematuhi anjuran lockdown dari pemerintah. Baginya, mentaati aturan tersebut adalah sebuah sikap tanggung jawab dalam membantu menekan penyebaran COVID-19.

Hal yang sama dilakukan kiper Liverpool, Alisson Becker. Unggahan sebuah foto lewat Instagram, yang memperlihatkan dia sedang menggendong sang putri, sembari mengapit anak lelakinya di ruang keluarga. "Hari yang sibuk di rumah."

Kebahagiaan yang terpancar dari para pesepakbola inilah yang diharapkan oleh klub-klub pemilik mereka. Karena ini akan berimbas positif kepada kesehatan mental masing-masing pemain. Apapun kegiatannya, klub akan selalu memberi dukungan, selama mereka juga menjaga kondisi fisik dengan berlatih mandiri di rumah.

Begitu kegiatan sepakbola kembali digulirkan, aturan ketat tetap diusung oleh setiap tim. Para pemain tidak bisa sembarangan bergaul dengan orang lain di luar lingkungan keluarga dan pekerjaan. Aturan yang tertulis dan apabila dilanggar bisa berujung sanksi.

Dua pemain Timnas Inggris, Mason Greenwood dan Phil Foden adalah korban dari ketatnya aturan tersebut. Mereka harus menerima kenyataan dicoret dari skuad The Three Lions karena mengajak orang asing ke hotel ketika sedang berada di Islandia menjalani pertandingan UEFA Nations League.

Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate mengambil langkah itu guna melindungi anak asuhnya yang lain. Jangan sampai hal buruk terjadi kepada tim, dan malah akan memberikan dampak yang begitu merugikan. Terlebih mereka masih punya satu pertandingan lagi yang mesti dijalani.

"Saya baru tahu jika kedua pemain telah melanggar pedoman COVID-19. Kami harus memutuskan dengan cepat, bahwa mereka tidak boleh berinteraksi dengan anggota tim yang lain. Ini adalah prosedur yang harus kami jalani sekarang," tegas Southgate.

SAMPAIKAN KOMENTAR