Paket Lengkap Brasil Ditantang Uruguay Yang Tak Kenal Kompromi
16
Nov
2020
0 Comment Share Likes 65 View

Timnas Uruguay bersiap menjamu Brasil di Estadio Centenario, Montevideo, Rabu 18 November 2020 dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Amerika Selatan. Tim tamu datang dengan bekal kepercayaan diri yang tinggi karena tiga pertandingan yang sudah mereka lalui sejauh ini berhasil selalu dimenangkan.

Pertandingan Uruguay vs Brasil di Piala Dunia 2018. Foto: FIFA.com

 

Brasil menempati urutan puncak klasemen sementara dengan raihan sembilan poin. Tim Samba unggul dua angka dari Argentina yang mengikuti satu tingkat di bawah. Sedangkan Uruguay ada di peringkat ketiga dengan koleksi enam poin. Satu kekalahan Ekuador menjadi penghambat Luis Suarez dan kawan-kawan.

Brasil di bawah asuhan Tite kali ini tidak bisa dianggap enteng oleh Uruguay. Mereka memiliki sederet pemain bintang yang kini menjadi andalan di klub-klub papan atas dunia. Tite tidak kesulitan untuk meracik strategi ketika pemain bintang, mulai dari lini depan sampai posisi penjaga gawang absen. Sebab, dia punya sederet nama lainnya yang bisa mengisi kekosongan itu.

Sebagai contoh ketika Brasil menang 1-0 atas Venezuela, Sabtu 11 November 2020 lalu. Neymar Jr tidak bisa dimainkan karena masih berkutat dengan cedera. Tapi Tite masih punya Roberto Firmino, Richarlison, dan Gabriel Jesus sebagai gantinya. Di bangku cadangan, striker muda sekelas Everton Sousa Soares, Pedro Guilherme, Rodrygo, dan Vinicius Junior siap diturunkan.

Stok pemain berkualitas juga dimiliki Brasil untuk posisi gelandang. Menggunakan formasi 4-3-3, Tite tidak akan kesulitan untuk menentukan siapa saja yang bermain. Untuk pos gelandang serang misalnya, Philippe Coutinho masih punya pelapis, seperti Éverton Ribeiro dan Bruno Guimarães. Menjadi lebih mentereng lagi jika melihat daftar gelandang bertahan Tim Samba, karena ada Casemiro, Fabinho, Arthur Melo, Allan Marquez, dan Douglas Luiz.

Trio Coutinho, Casemiro, dan Douglas Luiz menjadi pilihan Tite di dua laga awal Brasil dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Amerika Selatan. Pertama saat mereka menggilas Bolivia dengan skor lima gol tanpa balas, dan yang kedua menang 4-2 atas Peru. Pada pertandingan ketiga, Coutinho dan Casemiro tidak bermain dan posisinya diganti oleh Allan dan Everton Ribiero. Kemenangan 1-0 menjadi hasil akhirnya.

 

Brasil di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Amerika Selatan. Foto: Twitter.com/CBF_Futebol

 

Untuk empat pemain belakang, Tite masih percaya penuh kepada barisan Danilo, Marquinhos, Thiago Silva, dan Renan Lodi. Berkat mereka pula, dalam tiga pertandingan yang dilakoni, baru dua gol yang bersarang ke gawang Brasil. Renan mengalami cedera di menit akhir pertandingan melawan Venezuela dan kondisinya masih diragukan bisa tampil menghadapi Uruguay. Tapi Tite masih bisa tenang, karena di posisi bek sayap kiri itu, dia masih punya Alex Telles.

Yang membuat skuad Brasil saat ini menjadi lengkap adalah komposisi penjaga gawang. Sosok seperti Alisson Becker dan Ederson yang selama ini dikenal sebagai kiper terbaik Premier League ada di dalamnya. Belum lagi ada nama Weverton Pereira yang bermain bersama Palmeiras. Di dua pertandingan awal Tim Samba, dia yang jadi pilihan Tite.

Disiplin dan Tak Kenal Kompromi

Dalam dua pertandingan terakhir, pelatih Uruguay, Óscar Tabárez menerapkan formasi 4-4-2. Dia meninggalkan 4-5-1 yang bekerja dengan baik ketika mengalahkan Chile dengan skor 2-1 di laga perdana Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Amerika Selatan. Duet Luis Suarez dengan Maximiliano Gómez jadi pilihan di laga melawan Ekuador. Sayangnya, mereka malah menelan kekalahan 2-4.

Melakoni pertandingan berikutnya melawan Kolombia, Tabárez masih tetap menggunakan formasi yang mulai terkenal di era 1960-an. Tapi di lini depan giliran Edinson Cavani yang berduet dengan Suarez. Mereka ditopang oleh empat gelandang, yakni Nahitan Nández, Lucas Torreira, Rodrigro Bentancur, dan Nicolás De La Cruz. Kemenangan tiga gol tanpa balas di markas Kolombia berhasil didapatkan.

Empat pemain belakang Uruguay bermain disiplin pada pertandingan tersebut. Martin Caceres mengisi posisi bek sayap kanan. Di sisi kiri, ada Matías Viña yang juga aktif membantu penyerangan. Duet bek tengah menjadi milik José Giménez dan Diego Godín. Sedangkan posisi penjaga gawang ditempati Martín Campaña.

 

Uruguay saat melakoni Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Amerika Selatan. Foto: Twitter.com/Uruguay

 

Uruguay yang dikenal dengan dominasi tinggi pemainnya ketika berada di atas lapangan dan kerap menerapkan permainan keras. Gaya klasik tim berjuluk La Celeste akan jadi tantangan Brasil yang sejauh ini jadi tim paling agresif di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Amerika Selatan. Apalagi pertandingan berlangsung di Estadio Centenario. Tuan rumah tak mau kehilangan muka di markasnya sendiri.

Kekuatan Uruguay saat ini dianggap bek Brasil, Marquinhos tidak bisa dianggap enteng. Meski timnya bertaburan pemain bintang dan sedang dalam tren positif, tapi dengan permainan lawan yang tak kenal kompromi akan memberi tantangan berat. Mereka harus bersiap penuh menatap pertandingan nanti. Pemain asal klub Paris Saint-Germain itu menyadari betapa kolektifitas permainan Uruguay adalah ancaman.

"Ini akan selalu jadi peperangan. Kami harus melakukan persiapan untuk itu. Uruguay memiliki pemain berkualitas di sisi penyerangan dan kuat di area pertahanan. Kami harus terus bekerja keras di waktu yang ada agar sanggup bermain bagus dan membawa pulang hasil positif," tutur Marquinhos, dikutip dari Rpp.pe.

Sayangnya Uruguay tidak bisa menggunakan tenaga Federico Valverde dalam pertandingan melawan Brasil. Pemain asal klub Real Madrid itu mengalami cedera patah tulang kiri ketika bermain di LaLiga melawan Valencia. Gelandang berusia 22 tahun sebelumnya juga absen saat menghadapi Kolombia.

Mengenang Piala Dunia 1950

Uruguay dan Brasil sudah saling berhadapan sebanyak 76 kali. Kemenangan mayoritas jadi milik Tim Samba yang berjumlah 38. Sedangkan Uruguay memetik 21 kemenangan, dan 17 kali pertemuan mereka berakhir dengan skor imbang. Dari semua pertandingan tersebut, Piala Dunia 1950 yang masih terus dikenang.

Memainkan sistem single round-robin di babak puncak Piala Dunia 1950, persaingan Brasil dan Uruguay diramaikan oleh Spanyol serta Swedia. Brasil mengalahkan Swedia dengan skor 7-1, lalu menang atas Spanyol dengan skor 6-1. Sedangkan Uruguay imbang 2-2 saat menghadapi Spanyol, dan unggul tipis 3-2 atas Swedia.

Uruguay membuat hari laga penentuan Piala Dunia 1950 itu jadi yang terburuk bagi Brasil. Sebab, Tim Samba kalah di markasnya sendiri, Estadio Maracana, Rio de Janeiro yang dipadati sebanyak 199.854 penonton. Sesumbar kemenangan yang ramai menghiasi tayangan media massa sebelum pertandingan dimulai berakhir mimpi buruk bagi publik tuan rumah.

 

Pertandingan Brasil vs Uruguay di Piala Dunia 1950. Foto: FIFA.com

 

Brasil membuka keunggulan ketika pertandingan memasuki babak kedua dan berjalan dua menit berkat gol yang dicetak Friaça. Pendukung tuan rumah bersorak dan meyakini ramalan sebelum pertandingan benar-benar terwujud. Namun, mimpi buruk itu datang pada menit 66. Uruguay menyamakan kedudukan melalui gol Juan Alberto Schaffino, dan 13 menit berselang Alcides Edgardo Ghiggia membalikkan keadaan.

Senyum di wajah pendukung Brasil berubah menjadi tangisan. Tim yang dibanggakan tumbang di kandang sendiri pada pertandingan penentuan. Impian mencetak sejarah menjadi pemenang untuk kali pertama hancur begitu saja. Sebaliknya, Uruguay berhasil merebut gelar juara untuk kedua kalinya, setelah mereka mendapatkan di edisi perdana, Piala Dunia 1930.

Sejak saat itulah, Brasil selalu mendapat teror 'hantu 50' ketika akan berhadapan dengan Uruguay. Pertandingan yang dikenang dengan nama Maracanazo itu selalu membekas di setiap generasi Tim Samba. Mereka tak mau ada ulangannya, sehingga tak boleh ada kesalahan dan kelengahan ketika berhadapan dengan La Celeste.

SAMPAIKAN KOMENTAR