Napoli vs AC Milan: Potensi Duel Sengit di San Paolo
22
Nov
2020
0 Comment Share Likes 68 View

Setelah jeda dua pekan karena kalender internasional, duel big match akan tersaji di giornata 8 Serie A Italia antara dua tim papan atas. Peringkat tiga klasemen sementara, Napoli, akan menantang sang pemuncak klasemen, AC Milan. Laga ini akan digelar Minggu (22/11) waktu setempat atau Senin (23/11) dini hari WIB.

Duel antara keduanya akan banyak dinantikan publik. Bukan hanya karena posisi keduanya di klasemen, namun penampilan keduanya yang mengawali musim ini dengan start yang cukup meyakinkan. Kegagalan lolos ke Liga Champions musim lalu menjadi tambahan motivasi bagi keduanya dalam memulai musim baru.

Laga ini akan digelar di kandang Napoli, Stadio San Paolo. Wasit kelahiran Roma, Paolo Valeri akan memimpin pertandingan ini. Valeri akan dibantu oleh dua asisten wasit, Alessandro Giallatini dan Valerio Colarossi. Daniele Doveri akan menjadi official keempat. Wasit yang akan bertugas di Ruang VAR adalah Massimiliano Irrati dan Giacomo Paganessi.

Napoli: Solusi lini depan demi mempertahankan posisi di papan atas

Napoli saat ini duduk di peringkat tiga klasemen sementara dengan 14 poin, hasil dari 5 kemenangan dan 2 kekalahan. Napoli melaju ke posisi empat besar pada pekan lalu, menyusul hasil imbang yang diraih Atalanta dan Inter Milan. Napoli bisa saja memiliki posisi yang lebih baik andai tidak dikenai sanksi pengurangan poin akibat kekalahan WO dari Juventus pada Oktober lalu.

Napoli kemungkinan akan tampil tanpa penyerang andalannya, Victor Osimhen. Penyerang 21 tahun tersebut mengalami cedera dislokasi bahu saat membela negaranya, Nigeria di laga Kualifikasi Piala Afrika melawan Sierra Leone. Osimhen, yang merupakan rekor transfer termahal Napoli, telah mencetak 2 gol dan 1 assist di 8 laga pertamanya. Eks penyerang Lille tersebut sudah menjadi kepercayaan sang allenatore, Gennaro Gattuso. Kehilangan sang juru gedor utama mungkin akan sedikit mengurangi daya ledak Napoli.

Gattuso, yang juga eks pemain dan pelatih Milan, kemungkinan akan menggunakan trio Dries Mertens, Hirving Lozano, dan Lorenzo Insigne di lini depan. Kecepatan ketiganya akan menjadi tumpuan bagi Napoli dalam mengeksploitasi lini belakang Milan yang banyak melakukan high pressing dan kerap memainkan garis pertahanan tinggi.

Hirving Lozano (kiri) andalan lini depan Napoli musim ini. Foto: sportstar

Lozano merupakan pencetak gol terbanyak Napoli di Serie A musim ini dengan 4 gol. Koleksi tersebut disusul oleh dua kompatriotnya di lini depan tersebut, yang masing-masing mengoleksi 2 gol. Selain ketiga nama di atas, Napoli masih memiliki Matteo Politano. Eks penyerang sayap Inter tersebut sudah mencetak 2 assist. Selain itu, Politano juga mencatatkan rata-rata aksi yang menjadi tembakan (shot creating actions--SCA) tertinggi di skuat, yaitu sebanyak 7,05 SCA tiap 90 menit. Artinya, aksi Politano di lapangan, baik itu melalui operan, dribble, atau memaksa lawan melakukan pelanggaran, mampu membuka peluang bagi rekan setimnya untuk menciptakan tembakan.

Pemain-pemain di atas bisa menjadi solusi atas berkurangnya daya ledak lini depan Napoli akibat absennya Osimhen. Dengan permainan kolektif mereka, Napoli tetap bisa tampil eksplosif dan meraih poin penting untuk mempertahankan posisi di papan atas.

Milan: Angin segar dari potensi kembalinya Rebić

Milan saat ini sedang dalam performa yang cukup impresif, bahkan dianggap telah kembali ke jalurnya sebagai tim besar dan banyak dijagokan bakal meraih gelar scudetto musim ini. Milan sebelumnya mencatatkan 24 pertandingan tanpa kekalahan sebelum tumbang 0-3 melawan Lille. Meski demikian, di Serie A musim ini Milan masih belum terkalahkan. I Rossoneri saat ini memimpin klasemen dengan 17 poin, hasil 5 kali menang dan 2 kali imbang.

Sama seperti Napoli, Milan akan mengalami kendala akibat absennya pemain andalan di lini depan. Penyerang muda asal Portugal, Rafael Leão harus absen selama setidaknya dua pekan akibat cedera pada otot paha kanannya. Kabar baiknya, penyerang sayap asal Kroasia, Ante Rebić sudah kembali dari cedera. Pemain yang baru dipermanenkan Milan pada musim ini dari Eintracht Frankfurt tersebut sudah siap kembali merumput setelah mengalami cedera.

Ketajaman Rebić yang sukses mencetak 11 gol di paruh kedua Serie A musim lalu tentu  sangat dibutuhkan Milan. Rebic, bersama Hakan Çalhanoğlu dan Zlatan Ibrahimović akan menjadi andalan Milan di lini depan. Kebetulan, nama terakhir merupakan pencetak gol penentu dalam kemenangan terakhir Milan di San Paolo, Oktober sepuluh tahun silam. Ketajaman penyerang Swedia berusia 39 tahun tersebut, yang sudah mencetak 8 gol dan 1 assist di Serie A musim ini, menjadi penting untuk memimpin skuat muda Milan.

Pulihnya Ante Rebić bisa menjadi angin segar bagi Milan. Foto: Daily Mail

Kendala lain bagi Milan selain Leão adalah mereka bakal tampil tanpa pelatih kepala mereka, Stefano Pioli dan asisten pelatih, Giacomo Murelli. Keduanya harus menjalani isolasi mandiri akibat terinfeksi Virus COVID-19. Sebagai pengganti, staf pelatih tim utama, Daniele Bonera, akan memimpin kesebelasan asal kota mode tersebut. Meski begitu, dilansir dari Sempre Milan, Pioli tetap memantau latihan Milan dan memberikan arahan meski tidak langsung bertatap muka. Eks pelatih Fiorentina tersebut disebut-sebut sudah memiliki daftar nama yang akan menjadi sebelas awal sejak Jumat lalu.

Prediksi pertandingan

Menghadapi tim dengan kualitas yang setara, kedua tim diprediksi akan tetap mengeluarkan kekuatan terbaiknya dan bermain terbuka untuk mengincar tiga angka. Posisi klasemen dan kualitas skuat yang tidak jauh berbeda membuka potensi adanya duel sengit antara keduanya.

Meski bertindak sebagai tuan rumah, nyatanya hal tersebut tidak melulu menjadi keuntungan bagi Napoli. I Partenopei saat ini sudah dua kali kalah di kandang secara beruntun, yaitu ketika melawan sesama tim empat besar (Sassuolo) dan ketika bertanding di kompetisi Eropa (AZ Alkmaar). Sementara itu, Milan justru sudah menjalani 14 pertandingan tidak terkalahkan di laga tandang.

Pertandingan keduanya juga akan mempertemukan tim dengan dua ‘kutub’ yang berbeda; permainan menyerang yang mengalir ala Pioli di Milan akan bertemu dengan organisasi permainan yang solid ala Gattuso di Napoli. Saat ini, menurut FBRef, Milan merupakan tim dengan angka xG (expected goals) tertinggi kedua di Serie A, yaitu sebesar 16,5. Sementara itu, Napoli termasuk tim dengan pertahanan paling kuat di Serie A. Kalidou Koulibaly dan kawan-kawannya hanya kecolongan 4 gol musim ini dengan angka xG sebesar 4,4.

Napoli dan Milan juga menjadi dua kesebelasan dengan catatan tembakan terbanyak di Serie A di bawah Inter Milan. Napoli saat ini sudah mencatatkan 114 tembakan dalam 6 laga, sementara Milan 113 kali melakukan percobaan gol ke gawang lawan dalam 7 laga. Selain itu, Milan dan Napoli menempati urutan ketiga dan keempat dalam aspek sentuhan di sepertiga akhir lapangan. Milan mencatatkan 1236 sentuhan di area tersebut, disusul Napoli dengan 1226 sentuhan.

Statistik tersebut memberikan gambaran kedua tim yang cukup berimbang. Oleh karenanya, publik bisa memberikan ekspektasi adanya potensi pertandingan yang sengit antara keduanya pada laga di akhir pekan nanti.

Bagi Demetrio Albertini, eks pemain AC Milan yang kini menjabat sebagai wakil presiden federasi sepakbola Italia (FIGC), laga keduanya bukan tidak mungkin akan menentukan pemenang scudetto musim ini. Menurut eks gelandang kreatif era 90-an tersebut, seperti dilansir Sky Italia, siapapun yang memenangi laga ini akan mampu memperkuat posisinya dan semakin dekat dengan titel juara liga. 

Prakiraan susunan starting XI

Napoli (4-3-3): Alex Meret, Giovanni Di Lorenzo, Kostas Manolas, Kalidou Koulibaly, Mário Rui, Fabián Ruiz, Tiémoué Bakayoko, Eljif Elmas; Hirving Lozano, Dries Mertens, Lorenzo Insigne.

AC Milan (4-2-3-1): Gianluigi Donnarumma, Davide Calabria, Simon Kjær, Alessio Romagnoli, Theo Hernández, Franck Kessié, Ismaël Bennacer; Alexis Saelemaekers, Hakan Çalhanoğlu, Ante Rebić, Zlatan Ibrahimović.

SAMPAIKAN KOMENTAR