Napoli Menghukum AS Roma yang Terlalu Berani
22
Mar
2021
0 Comment Share Likes 103 View

Napoli berhasil membuat AS Roma bertekuk lutut tatkala berhadapan di Stadio Olimpico dalam pekan ke-28 Serie A, Senin dini hari WIB 22 Maret 2021. Skuad asuhan Gennaro Gattuso tampil luar biasa sepanjang 90 menit pertandingan bergulir. Mereka tak membiarkan tuan rumah bisa mengembangkan permainan secara maksimal.

AS Roma yang turun dengan formasi andalannya 3-4-2-1 tak bisa berbuat banyak. Kecepatan di sisi sayap yang biasa jadi keunggulan tim besutan Paulo Fonseca tak kelihatan efektif. Henrikh Mkhitaryan yang harus absen pada pertandingan ini digantikan oleh Stephan El Shaarawy. Akan tetapi, perannya tidak begitu kentara untuk menambah daya gedor tim.

Sisi sayap kiri AS Roma dibuat tak berkutik oleh Napoli. Leonardo Spinazzola yang biasa berkolaborasi dengan Henrikh Mkhitaryan harus bekerja sendiri. Dia menemukan kesulitan, karena bek sayap kanan Napoli, Elseid Hysaj seringkali mendapat bantuan dari dua gelandang jangkar, Fabian Ruiz dan Diego Demme. Situasi itu membuat Leonardo Spinazzola tak banyak memiliki ruang untuk berakselerasi.

Karena upaya untuk menciptakan peluang kerap menemui jalan buntu, AS Roma mulai lebih berani menumpuk pemain di daerah pertahanan lawan. Tujuannya agar jarak antar pemain tidak begitu jauh. Memainkan operan-operan pendek jadi pilihan I Lupi. Cara tersebut masih belum bisa membuat mereka mudah menembus ke dalam kotak penalti Napoli. Empat pemain belakang lawan tampil sangat disiplin.

 

Para pemain AS Roma saat menghadapi Napoli dalam lanjutan Serie A. Foto: Twitter.com/ASRomaEN

 

Sebenarnya ada peluang AS Roma untuk mengalirkan bola silang dari sisi kiri ke kanan atau sebaliknya. Karena dalam beberapa kesempatan, momen yang memungkinkan hal itu terjadi nampak jelas terlihat. Tapi, para pemain tuan rumah seperti sudah kadung asyik coba menguasai permainan dengan cara melepaskan operan pendek. Secara tak langsung, itu yang membuat Napoli beruntung, karena penyerang sayap mereka tak perlu turun begitu jauh untuk menutup pergerakan lawan.

Melewati 15 menit awal tanpa memiliki ancaman berbahaya ke gawang lawan membuat para pemain AS Roma jadi nampak terburu-buru dalam mengkreasikan serangan. Akibatnya, bola jadi lebih sering dicuri oleh lawan. Dalam keadaan seperti itu, pemain AS Roma jadi terlalu berani melakukan pelanggaran. Inisiatif itu diambil guna memberi waktu kepada pemain lain untuk membantu pertahanan.

Tapi dari sinilah akibat buruk bagi mereka muncul. Bek AS Roma, Roger Ibañez melakukan pelanggaran yang sejatinya tidak perlu di jarak yang tipis dari kotak penalti. Wasit tanpa ragu meniup peluit dan memberikan kesempatan tendangan bebas kepada Napoli. Dries Mertens tampil sebagai eksekutor. Tendangan kerasnya yang diarahkan ke sisi kiri gawang AS Roma membuat bola melesat mulus.

Merespons Ketertinggalan Malah Timbulkan Lubang

Tertinggal satu gol membuat pemain AS Roma semakin menjadi-jadi dalam upaya memberi tekanan kepada pertahanan Napoli. Dua dari tiga bek, Gianluca Mancini dan Roger Ibañez merangsek ke depan untuk sejajar dengan Amadou Diawara sebagai gelandang bertahan. Dengan begitu, otomatis tinggal Bryan Cristante yang berdiri sendiri dan siaga menyambut serangan balik dari Napoli.

Bryan Cristante tidak bisa tenang begitu saja. Karena Napoli masih menyisakan Dries Mertens yang dengan kecepatannya siap untuk beradu memperebutkan bola dengan bek lawan. Belum lagi Piotrs Zielinski selalu cepat dalam melakukan rotasi dari bertahan ke menyerang. Pertahanan AS Roma jadi kelihatan berlubang dalam setiap kesempatan serangan balik tim tamu.

 

Striker Napoli, Dries Mertens usai berhasil membobol gawang AS Roma. Foto: Twitter.com/en_sscnapoli

 

Hukuman didapatkan AS Roma pada menit 34. Roger Ibañez terlambat dalam menutup pergerakan Matteo Politano yang berdiri di tiang jauh dan mendapatkan umpan silang. Bola kemudian disundul olehnya ke tengah kotak penalti, di mana Dries Mertens sedang berdiri bebas. Striker asal Belgia tersebut dengan sangat mudah menyundul bola kembali dan menjadi gol.

Unggul dengan selisih dua gol di babak pertama membuat Napoli dalam posisi diuntungkan. Gennaro Gattuso langsung menginstruksikan anak asuhnya untuk lebih sabar dalam menggalang pertahanan dan bisa dengan cepat mencari celah melakukan serangan balik. Lagi-lagi permainan bertahan Napoli diuntungkan dengan gaya bermain AS Roma yang melakukan operan pendek. Formasi bertahan Napoli menjadi 4-4-2, di mana Matteo Politano dan Lorenzo Insigne berdiri sejajar dengan gelandang jangkar tim.

Napoli tak selalu agresif dalam menghalau serangan dari AS Roma. Mereka cuma fokus dalam menjaga pergerakan lawan, dan tak membiarkannya bisa dengan mudah mengirimkan umpan silang ke dalam kotak penalti. Edin Dzeko sebagai ujung tombak tuan rumah akhirnya sulit untuk bisa mendapatkan asupan bola dari rekan setimnya.

Napoli Semakin Solid

AS Roma tak mau mengulangi kesalahan yang sama seperti sebelumnya. Mereka juga sudah melihat celah untuk memberi tekanan kepada Napoli. Memainkan bola memanfaatkan lebar lapangan dari kiri ke kanan atau sebaliknya mulai dilakukan oleh Lorenzo Pellegrini dan kawan-kawan. Mereka juga tidak mau terburu-buru mencoba menusuk masuk ke dalam kotak penalti dan risikonya kehilangan penguasaan bola.

Akan tetapi, dalam 15 menit berlangsungnya babak kedua, AS Roma masih terlalu sulit untuk menembus pertahanan Napoli. Tim tamu mulai merapatkan barisan dan tidak membiarkan ada celah yang bisa menguntungkan AS Roma. Situasi ini membuat Paulo Fonseca melakukan perubahan strategi. Pedro dan Edin Dzeko ditarik keluar untuk digantikan oleh Carles Perez dan Borja Mayoral.

 

Pengawalan ketat dilakukan pemain Napoli saat menghadang serangan AS Roma. Foto: Twitter.com/ASRomaEN

 

Namun, perubahan itu tak banyak membantu bagi AS Roma. Napoli sudah kadung nyaman dengan tembok pertahanan yang dibangun. Ditambah lagi, Gennaro Gattuso melakukan pergantian pemain yang sudah terlihat kehabisan tenaga. Elji Elmas dan Hirving Lozano masuk menggantikan Piotr Zielinski dan Matteo Politano. Kedua pemain yang baru masuk menambah lapisan pertahanan Napoli menjadi lebih tebal lagi karena seringkali mundur ke belakang.

Yang paling menarik diperlihatkan Napoli pada babak kedua adalah build up defense agar tak membiarkan bola mudah direbut. Empat pemain belakang dibantu oleh dua gelandang jangkar mengatur posisi untuk memainkan bola pendek. David Ospina sebagai kiper Napoli juga memiliki peran penting dalam melakukan set up ini.

Tekanan dari AS Roma selalu bisa dihindari dari strategi permainan itu. Para pemain Napoli dengan sangat sabar melepaskan operan pendek sembari mencari pergerakan ke ruang kosong. Dengan cara ini, tim tamu memiliki waktu yang lumayan untuk melakukan penguasaan bola dan menahan agar AS Roma tak lagi melancarkan tekanan kepada mereka.

Dengan kondisi permainan kedua tim tersebut, peluang berbahaya yang terjadi di babak kedua pun ikut minim. Cuma ada satu momen di mana tendangan dari Lorenzo Pellegrini membentur tiang gawang pada menit 61. Selebihnya, tidak ada momentum emas lagi yang berhasil diciptakan kedua tim. Skor 2-0 untuk keunggulan Napoli menjadi hasil akhir pertandingan ini.

Catatan Monumental Dries Mertens

Menciptakan dua gol dan memastikan Napoli meraih kemenangan di markas AS Roma membuat Dries Mertens menjadi pemain yang paling disorot usai pertandingan. Berkat dia, saat ini tim berjuluk Partenopei menduduki urutan kelima klasemen sementara. Memainkan 27 pertandingan musim ini, mereka telah mengumpulkan 53 poin.

 

Penampilan Dries Mertens saat Napoli berhadapan dengan AS Roma. Foto: Twitter.com/ASRomaEN

 

Dua gol yang dicetak Dries Mertens membuatnya kini menjadi pemain ketiga Napoli yang berhasil mencetak 100 gol di Serie A. Torehan yang sama dengan Marek Hamsik, dan tertinggal dua gol dari Antonio Vojak yang membela Napoli pada era 1929 hingga 1935. Peluang Dries Mertens untuk nangkring di posisi pertama dalam sejarah klub terbuka lebar. Karena Marek Hamsik juga sudah tidak bersama Napoli.

Datang ke Napoli pada 2013, total sudah 254 pertandingan Serie A yang dilakoni oleh pemain berusia 33 tahun tersebut. Usianya memang tak lagi muda, tapi Gennaro Gattuso menaruh kepercayaan besar kepadanya. Pengalamannya bermain menjadi salah satu sumber kekuatan Partenopei dalam melakoni pertandingan penting.

Di sisa kontrak setahun lagi, Dries Mertens memiliki kesempatan untuk terus menunjukkan kelayakan jadi andalan Napoli. Catatan sejarah tertinggi klub juga sudah di depan mata. Tinggal kita menanti, aksi apalagi yang akan diperlihatkan mantan pemain PSV Eindhoven tersebut.

SAMPAIKAN KOMENTAR