Muda dan Berbahaya: Daftar Debutan Dengan Performa Terbaik di Euro dan Copa America 2021
09
Jul
2021
1 Comment Share Likes 157 View

Gelaran UEFA Euro 2021 dan Copa America 2021 sudah hampir memasuki jilid akhir perhelatannya. Italia akan menantang Inggris di final turnamen bergengsi antar negara Eropa, sedangkan nun jauh di selatan Amerika, Brasil akan bersua musuh bebuyutannya Argentina.

Selain perseteruan seru antar negara dari dua benua berbeda itu, menarik disimak juga beberapa debutan dan pemain muda yang bersinar dalam kedua turnamen ini. Karena sudah menjadi rahasia bersama bahwa dari turnamen ini kedepannya akan menghasilkan banyak pemain bintang. Tidak hanya negara peserta yang bertanding, beberapa klub dari liga besar juga turut serta menyaksikan dan talent scouting banyak amunisi muda yang bersinar.

Berikut kami sajikan 6 profil singkat debutan dan pemain muda serta perjalanan mereka selama dua turnamen akbar ini berlangsung. Siapa saja mereka?

Bukayo Saka (Inggris)


Bukayo Saka ketika Inggris berjumpa Jerman dalam babak perdelapan final Euro 2021. Sumber: skysports.com

 

Bukayo Saka menarik perhatian publik sepakbola dunia setelah aksinya turut serta dalam terjadinya gol penyama kedudukan dalam laga Inggris vs Denmark di babak semifinal UEFA Euro 2021. Penetrasinya di sisi kanan penyerangan berikut juga sebuah umpan deras menuju jantung pertahanan Denmark menjadi awal mula petaka bagi tim dinamit.

Umpan Saka seharusnya menuju tepat ke kaki pemain Manchester City, Raheem Sterling, tetapi Simon Kjaer berusaha merebut bola dan nahasnya si kulit bundar malah masuk ke gawang sendiri.

Bukayo Saka sendiri adalah pemain langganan tim nasional Inggris di semua kelompok umur. Saka pernah memperkuat Inggris U-16, U-17, U-18, U-19, U-21, dan terakhir tim senior Inggris.

8 Oktober 2020 menjadi hari bersejarah bagi Saka. Pasalnya di tanggal tersebut pemain klub Arsenal yang saat ini masih berusia 19 tahun mencatatkan debut untuk timnas senior Inggris, saat The Three Lions menghadapi Wales di laga persahabatan. Sejauh ini (termasuk laga terbaru di Euro 2020), Saka sudah mencatatkan 7 (tujuh) caps bersama timnas Inggris dan membukukan 1 gol.

Mikkel Damsgaard (Denmark)

Mikel Damsgaard ketika mencetak gol melalui tendangan bebas dalam laga melawan Inggris pada semifinal Euro 2021. Sumber: latestarena.com

 

Mengawali karir bersama klub sepakbola lokal daerah kelahirannya, Jyllinge, Damsgaard menarik perhatian penikmat sepakbola Denmark. Potensinya dicium oleh salah satu direktur klub besar Denmark, Nordsjaelland, yang akhirnya merekrut sang pemain pada tahun 2017.

Di usia yang masih sangat belia, 17 tahun, Damsgaard sudah memulai debutnya di liga utama Denmark bersama Nordsjaelland. Selain itu, Damsgaard pun sudah mencicipi seluruh tim nasional kelompok umur mulai dari tingkat U18 pada 2017-18, disusul U19 pada 2018-19 dan U21 pada 2019.

November 2020 Damsgaard melengkapi catatan karirnya dengan memulai debut bersama tim senior Denmark, dalam laga melawan Swedia. Sejauh ini pemain kelahiran 3 Juli 2000 ini sudah menorehkan 8 caps dan kontribusi 4 gol bagi tim dinamit.

Pada perhelatan Euro edisi kali ini, Damsgaard turut serta mengantar negaranya melaju ke babak semi final. Sejak absennya Christian Eriksen, Damsgaard bahu membahu bersama Hojbjerg menjadi tumpuan timnas Denmark di sektor tengah terutama sisi kanan penyerangan.

Ketika tim dinamit bersua Inggris di babak semifinal, Damsgaard menyumbang satu gol melalui tendangan bebas deras lagi melengkung. Gol tersebut menjadi secercah harapan untuk publik Denmark untuk mengulangi hegemoni seperti tahun 1992 lalu. Namun, sayangnya Harry Kane dkk mampu membalikkan keadaan dan menang 2-1 serta memupus harapan Damsgaard dkk untuk menuju babak pamungkas.

Saat ini Damsgaard memperkuat klub Serie A, Sampdoria setelah merampungkan transfer dari klub sebelumnya dengan biaya 6.7 juta euro.

Lucas Paquetá (Brasil)


Lucas Paquetá dan Neymar merayakan gol ketika Brasil mengalahkan Peru dalam ajang Copa America 2021. Sumber: indiaheadnews.com

 

Lucas Paquetá sebenarnya bukan nama baru dalam skena sepakbola dunia. Setidaknya sang pemain pernah menggegerkan dunia ketika klub raksasa Italia, AC Milan, memboyongnya ke benua biru dengan banderol fantastis 38,4 juta euro atau hampir setara 658,8 miliar rupiah pada Januari 2019 lalu.

Paquetá memulai karir profesionalnya dengan salah satu klub kompetisi teratas Liga Brasil, Flamengo. Paquetá bertahan 3 tahun di klub yang sudah membesarkannya tersebut sebelum akhirnya membuka lembaran baru di Eropa bersama AC Milan.

Sayangnya, karir Paquetá di klub berseragam hitam-merah tersebut hanya bertahan satu musim saja. 30 September 2020 Paqueta memilih meninggalkan Milan dan bergabung dengan raksasa sepakbola Perancis, Olympique Lyon dengan banderol 20 juta euro.

Dalam gelaran Copa America edisi terbaru, Paquetá turut serta menjadi penentu kemenangan Brasil ketika dirinya menjebloskan si kulit bundar ke gawang Chile. Gol tersebut menjadi catatan keempatnya sepanjang memperkuat tim nasional senior Brasil. Selain itu, catatan tersebut mengakhiri paceklik golnya setelah terakhir kali membobol gawang lawan ketika Brasil menghadapi Paraguay dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Conmebol.

Manuel Locatelli (Italia)

 

Manuel Locatelli ketika berseragam Gli Azzurri dalam perhelatan akbar Euro 2021. Sumber: unitednewsport.com

 

Manuel Locatelli menjadi perbincangan setelah aksinya yang anti klimaks dalam gelaran Euro kali ini. Sang pemain gagal menjalankan tugasnya sebagai algojo tendangan penalti ketika negaranya berhadapan dengan Spanyol di babak semifinal. Untungnya, Gli Azzurri dapat memenangkan adu tos-tosan tersebut dengan skor 4-2 setelah Alvaro Morata dan Dani Olmo gagal menaklukan Donnarumma.

Tapi, kegagalan Locatelli dalam eksekusi penalti tersebut tidak akan menghapus ingatan baik khalayak tentang kehebatan dan peran penting sang pemain bagi Italia.  Sepanjang gelaran Euro, pemain yang saat ini membela Sassuolo, sudah mencetak dua gol dalam empat kali penampilan.

Selain itu, kehadirannya di lini tengah Italia sangat berpengaruh untuk menyuplai umpan-umpan ciamik bagi para juru gedor Gli Azzurri. Locatelli juga dikenal dengan permainannya yang lugas lengkap dengan tackling-tackling akuratnya dalam menghalau serangan lawan

Pemain berpostur 185 cm ini memulai karir sepakbolanya bersama skuad junior Atalanta pada 2010 silam. Setelahnya ia pindah ke tim junior AC Milan dan bertahan hingga akhirnya promosi ke tim utama pada musim 2015-16. Pemain kelahiran 1998 ini memulai debutnya pada 21 April 2016 menggantikan Andrea Poli pada menit ke-87 saat skor imbang 0-0 ketika AC Milan menghadapi Carpi.

Berselang beberapa bulan, pada 2 Oktober 2016, Locatelli mencetak gol perdananya ketika Il Rossoneri menang 4-3 dalam laga melawan Sassuolo.

Karena sedikitnya kesempatan bermain di AC Milan, saat ini Locatelli membela Sassuolo setelah merampungkan transfer 12 juta euro pada Januari 2019 silam. Potensinya sebagai gelandang masa depan Italia semakin terasah ketika jam terbangnya bertambah bersama Sassuolo.

Menarik disimak permainan Locatelli nanti di partai final ketika Italia beradu ngotot dengan Inggris.

Lautaro Martínez (Argentina)

 

Lautaro Martínez merayakan gol bersama Lionel Messi ketika Argentina menaklukan Kolombia dalam ajang Copa America 2021. Sumber: futbolperuano.com

 

Lautaro Martínez dikenal oleh khalayak sepakbola dunia ketika ia membawa klub raksasa Italia, Inter Milan, memenangi scudetto musim lalu. Bersama Inter, Martínez membukukan 17 gol di Serie-A musim lalu. Sebuah angka yang fantastis untuk pemain seusianya di salah satu liga raksasa sepakbola dunia.

Lalu, ketika hajatan Copa America akan dimulai, beberapa kolumnis sepakbola memprediksi bahwa Martínez akan memegang peran vital bagi lini serang Argentina selain tentu saja Lionel Messi.

Benar saja, ketika Argentina menang impresif dengan skor telak 4-1 ketika menghadapi Bolivia, Martínez turut serta menyumbang 1 gol. Catatan tersebut sekaligus membuka keran gol bagi pemain yang masih berusia 23 tahun ini di ajang Copa America 2021. Benar saja, setelahnya Martínez selalu mencetak gol di fase selanjutnya. Pemain berpostur 174 cm ini menyumbang 1 gol ketika negaranya menang 3-0 ketika bersua Ekuador di babak perempat final. Di babak semifinal, Martínez membuka keunggulan Argentina atas Kolombia walaupun pertandingan berakhir imbang 1-1 dan dilanjutkan adu penalti yang dimenangkan negaranya dengan skor 4-3.

Penampilan Martínez di babak pamungkas menghadapi musuh bebuyutan mereka, Brasil, menarik untuk disaksikan. Ini akan menjadi ajang pembuktian kualitas sang pemain ketika berhadapan dengan tim besar.

Pervis Estupiñán (Ekuador)

 

Pervis Estupiñán ketika berusaha merebut bola dari kaki Lionel Messi ketika Ekuador bertanding melawan Argentina. Sumber: lareplubica.ec

 

Pervis Estupiñán sudah mencuri perhatian dunia sepakbola ketika didatangkan Villareal dari Watford akhir 2020 silam. Meski didatangkan dari Watford, Estupiñán tidak terlalu asing dengan panasnya liga Spanyol. Sebelumnya ia pernah memperkuat sejumlah klub Spanyol seperti Granada, Almeria dan Real Mallorca. Selain itu, di musim sebelumnya, Estupiñán mencatat statistik yang cukup baik dengan membukukan 7 assist dari 30 penampilannya bersama Osasuna.

Dalam gelaran Copa America edisi 2021 ini, pemain yang berposisi sebagai bek sayap kiri ini menjadi tumpuan utama tim nasional Ekuador. Estupiñán terkenal memiliki kemampuan sama baiknya antara bertahan maupun menyerang. Selain itu, pemain berpostur 175 cm ini sering kali melepaskan umpan menghujam jantung pertahan lawan setelah menyisir sisi kiri penyerangan.

Pemain kelahiran Esmeraldas, 11 Januari 1998 ini tidak pernah absen dalam 5 pertandingan Ekuador. Estupiñán menjadi tumpuan utama dengan selalu bermain penuh 90 menit dan mengantongi 450 menit pertandingan. Selain itu, ia juga mencatat 1 assist bagi negaranya ketika berlaga melawan Peru di fase Grup A dengan skor imbang 2-2.

Kepiawaian Estupiñán menjaga sisi kiri pertahan Ekuador membawa negaranya melaju ke babak perempat final. Sayangnya di fase ini, mereka harus berhadapan dengan kandidat kuat juara, Argentina. Estupiñán dkk dipaksa harus mengakui keunggulan Lionel Messi dkk dengan skor telak tiga gol tanpa balas.

Menarik disimak karir Estupiñán kedepannya terutama di level klub. Santer terdengar kabar beberapa klub elit Eropa berniat memboyongnya seperti Arsenal dan Tottenham Hotspur.

SAMPAIKAN KOMENTAR