Memburu Titel La Liga: Real Madrid atau Barcelona?
19
Apr
2021
0 Comment Share Likes 258 View

Perburuan gelar La Liga Spanyol makin memanas. Kompetisi tertinggi sepakbola di negeri matador kini menyajikan tiga tim sebagai pemburu trofi: Atletico, Real Madrid, dan Barcelona. Namun, pekan-pekan terakhir ini kedua tim di posisi kedua dan ketiga amat bersaing ketat untuk menjadi yang terbaik. Semua pantang tergelincir, sambil berharap lawan kehilangan poin.

Seperti apa perburuan gelar La Liga? Siapa yang paling berpeluang? Simak ulasannya berikut ini.

Review perburuan gelar: Real dan Barca bangkit, Atleti mulai terselip

La Liga memang lekat dengan duopoli Real Madrid dan Barcelona. Dua klub besar ini saban tahun menjadi penantang terkuat gelar liga. Belakangan, sejak dibesut Diego Simeone, Atletico menjadi penantang terkuat lainnya yang bisa menggoyahkan duo raksasa tersebut. Atletico sampai sekarang juga masih menjadi klub terakhir di luar duopoli tersebut yang memenangi gelar liga, yang mereka dapatkan di musim 2013/14.

Situasi serupa nyaris terjadi di musim ini. Atleti arahan Simeone sempat tak terhentikan dengan meraih sembilan laga tak terkalahkan di awal musim. Sempat kalah 0-2 dari Real, Atletico kemudian memenangi delapan laga berikutnya. Pada awal tahun, Los Rojiblancos memuncaki klasemen dengan selisih 11 poin dari peringkat berikutnya. Pada saat itu, Atleti sudah sangat diunggulkan untuk meraih gelar pertamanya sejak 2014.

Sayangnya semua kemudian berubah. Badai cedera pemain kunci dan merebaknya infeksi coronavirus di skuad membuat Atleti limbung. Sebelas laga berikutnya dilalui dengan hanya 4 kemenangan, 5 kali imbang, dan 3 kali kalah. Hanya meraih 17 dari maksimal 33 poin, selisih jarak di puncak klasemen semakin menipis. Apalagi, duo Real dan Barca mulai bangkit dari ketertinggalan di awal musim.

Sempat memimpin klasemen, Atletico justru terpeleset (foto: Sky)

 

Start lambat sempat dialami oleh dua raksasa tersebut di awal musim. Juara bertahan, Real Madrid, hanya memenangi 5 dari 10 laga awal. Los Blancos harus 2 kali ditahan imbang bahkan 3 kali dipaksa mengakui keunggulan lawannya. Kekalahan tersebut termasuk dua kekalahan di kandang dari Alaves (skor 1-2) dan Cadiz (0-1), serta kekalahan telak 1-4 kala bertandang ke Valencia.

Situasi serupa dialami oleh Barcelona. Bahkan, drama di luar lapangan seperti saga transfer Lionel Messi dan kasus Presiden Klub Josep Maria Bartomeu menambah kekisruhan internal di Camp Nou. Tim asuhan Ronald Koeman hanya mengantongi 4 kemenangan dari 10 laga awal, dan menderita 4 kekalahan.

Bulan Desember menjadi titik balik keduanya. Sejak tancap gas di akhir tahun, Real Madrid baru sekali menelan kekalahan. Los Blancos juga sukses mengalahkan dua pesaingnya tersebut dalam perjalanannya.

Setali tiga uang dengan Barcelona. Blaugrana menjadi tim dengan performa liga paling baik di Eropa dengan catatan 19 laga tak terkalahkan sebelum tumbang di El Clasico pekan lalu. Barcelona meraih 16 kemenangan dan 3 hasil imbang. Tren positif Barcelona juga berlanjut di ajang lain. Di Copa Del Rey, Barcelona berhasil menasbihkan diri sebagai kampiun kompetisi piala domestik tersebut. Hal ini tentu bisa menjadi tambahan motivasi jelang perebutan gelar nanti.

Barcelona, bangkit setelah sempat terseok-seok di awal musim (foto: Olympic Channel)

 

Jarak poin di klasemen semakin menipis saat ini. Memang saat ini Atleti masih memimpin dengan 70 angka. Hanya saja, perolehan tersebut hanya berjarak tiga dari Real Madrid dengan 67 angka di bawahnya. Di posisi ketiga Barcelona menguntit dengan 65 poin namun masih menyisakan satu pertandingan lagi dikarenakan baru saja berlaga di ajang Copa Del Rey. Tiga kuda pacu ini menjadi penantang utama perburuan gelar La Liga.

Proyeksi delapan pekan terakhir: jornada 35 jadi kunci

Pep Guardiola pernah berujar bahwa perburuan gelar La Liga ditentukan di delapan pekan tersisa. Dengan situasi di pekan atau jornada 30 yang memanas saat ini, ucapan Pep ada benarnya. Jarak poin yang tipis memang membuat situasi semakin rumit. Ditambah dengan perolehan poin ketiganya yang juga lebih banyak dari musim lalu di pekan yang sama, ada indikasi bahwa perburuan gelar kali ini akan menampilkan kualitas duel yang tak sembarangan.

Dilihat dari jadwal tersisa, ketiganya masih menyimpan lawan-lawan berat. Atletico masih harus bertandang ke Athletic Bilbao dan Barcelona, serta menjamu Real Sociedad. Begitu juga dengan Barcelona. Selain menjamu Atleti, Blaugrana masih menyimpan laga tandang ke Villarreal.

Khusus Real Madrid, jadwal mungkin semakin berat. Mereka masih harus menjamu Sevilla dan Villarreal, serta menyimpan laga tandang ke Granada dan Athletic Bilbao. Di sela-sela jadwal tersebut, mereka masih harus berhadapan dengan Chelsea di babak semifinal Liga Champions.

Real Madrid masih harus menghadapi jadwal berat di kompetisi domestik dan Eropa foto: UEFA)

 

Dari delapan jornada tersisa, jornada ke 35 yang jatuh pada 9 Mei mungkin akan menjadi kunci dalam perburuan gelar. Di hari tersebut, empat kontestan teratas bakal saling berhadapan. Real Madrid sebagai peringkat kedua menjamu Sevilla yang duduk di posisi ke empat. Sementara Atletico akan bertandang ke Barcelona.

Pertandingan di jornada kali ini secara langsung berpengaruh pada perburuan gelar karena para kandidat terkuat akan saling jegal. Siapapun yang kehilangan poin di jornada ini, akan memberikan poin tambahan ke rival langsungnya di jalur perebutan juara.

Siapa paling berpeluang?

Pertanyaan terbesarnya sekarang antara Blaugrana dan Los Blancos, siapa yang paling bisa menjadi juara La Liga musim ini? Berdasarkan tren terkini, serta proyeksi ke depannya, catatan kami menunjukkan baik Barca atau Madrid memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing dalam perburuan gelar kali ini.

Barcelona menjadi penantang serius usai 19 laga tak terkalahkan mereka. Performa Leo Messi yang sudah kembali ke puncak juga bisa menjadi pembeda. Apalagi pemain Argentina tersebut bisa berfokus pada Barca di sisa kontraknya musim ini. Apabila ingin hengkang, tentu Messi ingin memberikan sesuatu yang spesial buat klub yang membesarkan namanya tersebut.

Satu hal yang bisa mengganjal Barca adalah rekor mereka di laga besar musim ini. Dari 3 pertandingan kontra Atleti dan Real, Blaugrana menelan 3 kekalahan. Rekor tersebut membuat catatan head to head mereka akan kalah apabila nantinya poin berimbang.

Real mengalami situasi serupa saat juara musim lalu. Sempat tertinggal jauh, mereka memenangi 10 laga beruntun untuk mengamankan titel liga ke-32 mereka. Situasi yang sama mulai terbangun untuk perburuan gelar ke-33 mereka. Skuad Madrid memang memiliki mentalitas yang kuat musim ini. Meski diterpa badai cedera, fleksibilitas taktik arahan Zinedine Zidane mampu mengakali hal tersebut. Madrid tak ragu bermain defensif demi meraih kemenangan, seperti di laga Clasico pekan lalu. Hal tersebut membuat Madrid mampu meraih hasil positif di laga-laga besar.

Sandungan bagi Madrid adalah sisa jadwal yang relatif berat. Mereka masih harus menghadapi Sevilla, Granada, Athletic, dan Villarreal di sisa liga musim ini. Dua laga semifinal Liga Champions kontra Chelsea juga berpotensi memecah konsentrasi El Real.

Prediksi menarik dipaparkan oleh The Analyst dari Opta. Menggunakan basis tren terkini dan proyeksi lawan ke depannya, mereka memprediksi Real bakal menjadi juara. Probabilitas Sergio Ramos mengangkat trofi liga kedua secara beruntun adalah 35,4%, unggul dari Atletico yang hanya 31,7% dan Barcelona (32,7%). Menariknya, metrik dari Opta menganalisis bahwa Real juga berpotensi duduk di peringkat kedua lebih tinggi dibanding dua rivalnya. Artinya, perburuan gelar masih sangat terbuka kendati Real diunggulkan untuk setidaknya finis di dua besar.

Tabel proyeksi klasemen akhir La Liga versi The Analyst. Real Madrid diunggulkan untuk memenangi titel (gambar: The Analyst)

 

Pengalaman tampil konsisten seperti di musim lalu memang membawa Madrid lebih diunggulkan untuk menyalip Atleti daripada Barcelona. Tapi, kita pasti lebih ngerti betapa baiknya mentalitas skuad asuhan Ronald Koeman terlebih mereka baru saja meraih gelar Copa Del Rey ke-31. Tentu saja ini akan jadi booster yang baik untuk mereka tampil konsisten.

Memang mentalitas Barca masih harus diasah saat melawan tim-tim besar. Namun, setidaknya menempel ketat Atleti atau bahkan meraih gelar La Liga menjadi misi habis-habisan klub asal Barcelona. Ditambah lagi, kekompakan dan performa permainan yang semakin solid juga amat sangat terlihat dari skuad asuhan Ronald Koeman ini.

Sports Illustrated menggambarkan perburuan gelar saat ini dengan frasa khas Spanyol, ¡Hay Liga! Secara harfiah kata tersebut bisa diartikan sebagai “game on” yang kerap diucapkan sebagai ujaran kegembiraan untuk mengantisipasi sesuatu yang akan berlangsung menyenangkan. Ya, perburuan gelar La Liga kali ini memang menghadirkan pertarungan yang menarik dan belum tentu terjadi setiap musimnya. Perebutan titel musim ini bisa menjadi pertarungan yang menyenangkan. Siapa klub jagoanmu, Pria Intersport?

SAMPAIKAN KOMENTAR