Matchday Pertama Liga Champions, Drama Benua Biru Dimulai
20
Oct
2020
1 Comment Share Likes 364 View

Altar Eropa segera mencatat start Liga Champions 2020/2021. Matchday pertama tersaji pada Selasa-Rabu 20-21 Oktober 2020 atau Rabu-Kamis dini hari WIB nanti. Sebanyak 16 pertandingan dari 8 grup berbeda, segera menghadirkan banyak drama di panggung sepak bola Benua Biru.

Persaingan tiap grup memiliki gengsi tersendiri. Pasalnya dari Grup A sampai Grup H, minimal ada satu tim yang pernah menjadi juara Liga Champions. Fakta itu membuat tensi permainan menjadi lebih tinggi.

Dari 16 pertandingan yang terjadwal pada matchday pertama, ada banyak pertandingan yang layak diberi label bigmatch. Patokannya adalah nama besar klub, koleksi gelar juara Liga Champions, hingga materi pemain kelas dunia yang dimiliki antartim yang bertanding. Banyaknya suporter yang dimiliki sebuah tim secara internasional, juga layak untuk menilai laga itu masuk bigmatch atau tidak.

Lantas apa saja pertandingan itu? Berikut analisis dan prediksi pertandingannya buat Pria Intersport pencandu Liga Champions.

 

Striker Bayern Muenchen Robert Lewandowski – Foto: Twitter.com/FCBayern

 

BAYERN VS ATLETICO (GRUP A)

Juara bertahan Liga Champions, FC Bayern, akan memulai langkahnya mempertahankan trofi yang diraih musim kemarin. Menariknya pertandingan pertama di babak utama grup, langsung menghadapi tim yang tidak sepele: Atletico Madrid. Kita tahu Atletico dalam beberapa musim terakhir konsisten lolos ke fase knock-out Liga Champions. Dari situ bisa diperkirakan Atletico bukan lawan enteng buat Bayern. Setiap saat bisa menghadirkan kejutan di Allianz Arena, markas Bayern, Rabu dini hari WIB nanti.

Materi pemain Bayern di musim ini agak berubah dari saat menguasai Bundesliga dan Liga Champions musim 2019/2020. Minimal tidak ada lagi tiga pemain yang di final melawan PSG lalu menjadi pilar permainan: Ivan Perisic, Philippe Coutinho, dan Thiago Alcantara. Perisic pulang ke Inter, Coutinho balik ke Barcelona. Kalau Thiago dijual ke Liverpool.

Tapi Bayern tidak pernah kekurangan stok pemain berkualitas. Kehilangan tiga pemain itu tidak mengubah gaya permainan dan identitas tim. Sebab Bayern sudah seperti sistem yang berjalan otomatis, siapapun pemainnya. Pelatih Bayern, Hansi Flick, punya komposisi paten dalam upaya meraih kemenangan atas Atletico, penantang terberat di Grup A. Terlebih masih ada striker terbaik Eropa musim 2019/2020, Robert Lewandowski.

Sebaliknya Atletico akan memulai hidup baru di Liga Champions bersama Luis Suarez. Striker yang dibuang Barcelona itu secara kilat menemukan ketajaman di Atletico. Dari empat kali main buat Atletico di awal musim La Liga 2020/2021, Luis Suarez sudah mencetak 3 gol. Masing-masing satu gol ke gawang Celta Vigo dan 2 gol ke jala Granada. Striker asal Uruguay ini memang sedang on-fire.

Duet Luis Suarez dan Diego Costa sebagai striker, bisa memberi kesulitan buat pertahanan Bayern. Sehingga barisan belakang Bayern yang dikomandoi Jerome Boateng dan David Alaba kudu mewaspadai pergerakan dua striker bengal Atletico itu. Bila mampu meredam kinerja duet striker Luis Suarez dan Diego Costa, Bayern berpeluang besar memenangi pertandingan. Karena Bayern akan lebih banyak menyerang, untuk memperbesar peluang mencetak gol.

 

Bek sekaligus kapten Real Madrid Sergio Ramos – Foto: Twitter.com/realmadriden

 

REAL MADRID VS SHAKHTAR DONETSK (GRUP B)

Ada raksasa yang sedang terluka. Jelang matchday pertama Liga Champions ini Real Madrid menelan kekalahan di La Liga. Hasil minor didapat saat menghadapi tim promosi, Cadiz. Sungguh menyesakkan, walaupun angkanya hanya 0-1. Tapi kalah tetap kalah. Apalagi status El Real adalah juara bertahan.

Maka itu Real Madrid akan mencari pelampiasan di Liga Champions. Melawan Shakhtar Donetsk, jagoan Ukraina, Real Madrid berupaya penuh untuk mengamankan tiga poin. Demi tidak berlarut-larut dalam mencatat hasil negatif, pelatih Real Madrid pasti mengerahkan kekuatan terbaik untuk menghadapi Shakhtar Donetsk. Tidak ada toleransi buat gagal dalam start Liga Champions.

Sebetulnya kekuatan terbaik sudah diturunkan Zidane saat Real Madrid melawan Cadiz. Tapi barangkali karena fokusnya terpecah dengan jadwal Liga Champions, membuat performa melawan Cadiz menjadi lembek. Nah, partai melawan Shakhtar Donetsk ini buat Thibaut Courtois, Raphael Varane, Sergio Ramos, Marcelo, Toni Kross, Luka Modric, Isco, hingga Karim Benzema, dan Isco, bisa menjadi ajang untuk menebus kesalahan.

Lalu bagaimana dengan Shakhtar Donetsk? Klub legendaris Ukraina itu masih seperti biasa. Sedang di papan atas kompetisi Tanah Airnya. Dari lima pertandingan domestik belum tersentuh kekalahan. Menang 2 kali dan sisanya seri. Sementara ada di posisi kedua klasemen.

Bermain di kandang Real Madrid di matchday pertama Liga Champions nanti, skuat Shakhtar Donetsk diprediksi bermain pasif. Mereka akan menunggu Real Madrid habis-habisan menyerang. Jika sudah buntu, baru melancarkan serangan balik. Tentu saja dengan transisi permainan yang cepat. Luis Castro, pelatih Shakhtar Donestk, bakal mengandalkan Tete sebagai motor serangan tim.

 

Manchester City FC – Foto: Twitter.com/ManCity

 

MAN. CITY VS FC PORTO (GRUP C)

Pemburu trofi pertama Liga Champions kembali memulai peruntungannya. Manchester City mecoba sekali lagi mengarungi Liga Champions bersama Pep Guardiola. Bertahun-tahun mencoba The Citizens belum berhasil. Selalu mentok di fase knock-out. Padahal materi pemain kelas satu terus didatangkan ke Manchester biru.

Kali ini Man City mengawali Liga Champions melawan Porto. Klub papan atas dari Portugal. Bukan lawan yang mudah. Sebab, Porto punya rekam jejak mumpuni di Eropa. Mereka pernah juara ajang ini. Kalau Man City masih mencari trofi Si Kuping Lebar. Tapi dari segi materi pemain, skuat Man City boleh dikatakan satu tingkat di atas Porto.

Tapi ini adalah Liga Champions. Kompetisi yang menyajikan detail sampai peluit terakhir. Lengah sedikit bisa kalah. Salah sedikit akan gigit jari. Jadi Man City dituntut tidak melakukan kesalahan bila ingin memetik kemenangan. Terutama jangan sering membuang-buang peluang dan harus klinis di depan gawang.

Kemenangan atas Arsenal FC dalam bigmatch Premier League, Sabtu 17 Oktober 2020, menjadi modal bagus buat Man City. Kepercayaan diri mereka bermain di Etihad Stadium tetap terjaga. Asal tidak terbebani apapun, skuat Man City akan mudah mengamankan poin positif atas Porto.

Namun Porto jangan diremehkan. Walaupun dalam dua pertandingan terakhir di Liga Primer Portugal mereka tidak menang. Kalah dari Maritimo dan seri menghadapi Sporting CP. Pelatih Sergio Concecao dituntut meracik komposisi pemain yang pas untuk bisa setidaknya membawa pulang 1 poin dari lawatan di markas Man City. Pepe mantan Real Madrid, juga diharapkan lebih kuat dalam memimpin barisan belakang Porto.

 

Bintang Liverpool Mohamed Salah – Foto: Twitter.com/LFC

 

AJAX VS LIVERPOOL (GRUP D)

Ini adalah pertemuan klasik. Ajax dan Liverpool sama-sama klub sarat sejarah. Juga langganan juara Liga Champions. Ajax sudah empat kali juara. Liverpool enam kali juara. Mereka sama-sama berhak memakai badge Liga Champions. Meski Ajax baru empat kali, tapi tiga diantaranya diraih secara beruntun, sehingga berhak memakai badge sesuai aturan UEFA. Kalau Liverpool memenuhi syarat karena sudah lebih dari 5 kali juara.

Kalau dua tim tradisional bertemu di Liga Champions berarti gengsinya sangat besar. Maka harus seminimal mungkin menutup celah membuat kesalahan. Karena satu kesalahan bisa berpotensi mendatangkan bahaya, sehingga di akhir pertandingan tidak dapat apa-apa.

Erik ten Hag, pelatih Ajax, sepertinya masih menurunkan skuat memakai formasi 4-3-3, dengan pola permainan menyerang. Pilihan langsung menyerang karena Ajax tidak ingin mendapatkan start buruk di Liga Champions. Ditambah nanti bermain sebagai tuan rumah saat menghadapi Liverpool. Di lini belakang Daley Blind tetap menjadi koordinator. Kemudian lapangan tengah dipimpin Quincy Promes. Lalu lini depan sebagai target man adalah Dusan Tadic.

Sementara Liverpool datang ke Amsterdam dengan materi pemain kelas satu. Ada Sadio Mane, Mo Salah, Roberto Firmino, dan Thiago Alcantara. Bila mereka semua bermain dalam performa terbaik, agaknya untuk membawa pulang kemenangan dari Johan Cruyff Arena tidak terlalu sulit. Namun The Reds tetap harus waspada dengan alotnya permainan Ajax.

Apalagi lini belakang mereka sedang dalam sorotan usai cederanya Virgil van Dijk di laga melawan Everton dalam lanjutan Premier League, akhir pekan lalu. Bek asal Belanda itu harus naik ke meja operasi karena bermasalah pada Anterior Cruciate Ligament (ACL). Selama ini dia yang selalu jadi andalan Juergen Klopp untuk memberi komando dari sektor pertahanan.

 

Manajer Chelsea FC Frank Lampard – Foto: Twitter.com/ChelseaFC

 

CHELSEA VS SEVILLA (GRUP E)

Perjumpaan yang menarik. Bahwa Chelsea dan Sevilla merupakan penguasa Liga Europa dalam dua musim terakhir. Chelsea juara 2018/2019, Sevilla 2019/2020. Sekarang mereka bertemu di kompetisi kasta tertinggi Eropa, Liga Champions.

Chelsea dan Sevilla merupakan tim yang berbeda dalam pendekatan formasi. Frank Lampard lebih sering memakai 4-2-3-1 di Chelsea. Sedangkan Julen Lopetegui fanatik 4-3-3, ciri khas sepak bola Spanyol. Jadi Chelsea penjagaan keseimbangan permainan, akan bertemu perputaran bola yang cepat yang diusung Sevilla.

Siapa yang akan keluar sebagai pemenang? Boleh diyakini pemenang pertandingan nanti adalah mereka yang kuat dalam bertahan. Alasannya karena komposisi pemain kedua tim sama-sama mendukung untuk memainkan pola menyerang. Sehingga titik berat justru ada di lapangan belakang. Penjaga man to man marking atau sistem zona, bisa dipakai untuk memblokade daerah pertahanan.

Dengan memperkuat barisan belakang, harapan melancarkan serangan lewat transisi cepat bisa tercapai. Karena liatnya garis pertahanan bisa melenakan tim yang terlalu asyik menyerang.

Khusus buat Chelsea, Frank Lampard, merasa perlu memberi penekanan kepada Kepa, kiper yang lagi-lagi melakukan blunder dalam liga domestik melawan Southampton kemarin. Jika diturunkan melawan Sevilla, Kepa diminta untuk membantu rekan-rekan satu timnya dan seluruh anggota tim. Persis seperti dukungan total yang diberikan tim kepada Kepa. Artinya kiper Spanyol itu jangan bertindak konyol lagi lewat kesalahan-kesalahannya.

 

Marcus Rashford dan Ole Gunnar Solskjaer – Foto: Twitter.com/ManUtd

 

PSG VS MANCHESTER UNITED (GRUP H)

Kekecewaan besar musim kemarin saat kalah di final dari Bayern, coba ditebus PSG sejak matchday pertama musim ini. Serunya PSG akan menghadapi tim dengan tradisi kuat di ajang internasional, Manchester United. Oleh karena itu pertandingan di Stadion Parc des Princess, Paris, nanti tidak akan mudah. Tuan rumah harus bekerja ekstra untuk memastikan tidak gagal sejak di pertandingan pertama penyisihan grup.

Jelang pertandingan ini MU mencatat hasil positif dengan meraih kemenangan atas Newcastle United FC, 4-1. Pertandingan di kandang lawan itu dimainkan MU dengan penuh percaya diri. Manajer Ole Gunnar Solskjaer terlihat mampu meyakinkan para pemainnya kalau bisa segera memperbaiki posisi di klasemen.

Modal kepercayaan diri itu sangat bagus untuk menghadapi PSG yang dalam 5 pertandingan terakhir Ligue 1 sedang on-fire. PSG menyapu pertandingan dengan kemenangan. Dan sekarang lagi ada di puncak klasemen. Posisi yang memang menjadi habitat PSG.

Di pertandingan nanti MU memang belum pasti diperkuat Edinson Cavani, striker yang tujuh tahun terakhir bermain di PSG. Pemain Uruguay itu harus menyelesaikan isolasi mandiri sebelum masuk ke Inggris. Tapi untuk pertandingan di Liga Champions mungkin ada pengecualian, apalagi MU bermain di Paris. Jadi Edinson Cavani tidak menutup kemungkinan menjalani debut berkostum MU dengan menghadapi mantan klubnya. Kalau itu terjadi motivasi Edinson Cavani sangat besar, sehingga bisa jadi penentu hasil pertandingan.

Jadwal Liga Champions (Matchday Pertama)

Selasa 20 Oktober 2020

23.55 WIB: Zenit vs Club Brugge, Grup F

23.55 WIB: Dynamo Kyiv vs Juventus, Grup G

 

Rabu 21 Oktober 2020

02.00 WIB: Chelsea vs Sevilla, Grup E

02.00 WIB: Rennes vs FC Krasnodar, Grup E

02.00 WIB: Lazio vs Borussia Dortmund, Grup F

02.00 WIB: Barcelona vs Ferencvaros, Grup G

02.00 WIB: PSG vs MU, Grup H

02.00 WIB: RB Leipzig vs Istanbul Basaksehir, Grup H

23.55 WIB: Salzburg vs Lokomotiv Moscow, Grup A

23.55 WIB: Real Madrid vs Shakhtar Donetsk, Grup B

 

Kamis 22 Oktober 2020

02.00 WIB: Bayern vs Atletico, Grup A

02.00 WIB: Inter vs Borussia M'gladbach, Grup B

02.00 WIB: Man City vs FC Porto, Grup C

02.00 WIB: Olympiacos vs Marseille, Grup C

02.00 WIB: Ajax vs Liverpool, Grup D

02.00 WIB: FC Midtjylland vs Atalanta, Grup D

SAMPAIKAN KOMENTAR