Manuel Neuer dan Evolusi Peran Penjaga Gawang
27
Mar
2021
0 Comment Share Likes 103 View

Posisi kiper boleh jadi merupakan posisi paling unik dalam permainan sepakbola. Ia mengenakan kostum yang berbeda sendiri dari rekan-rekan setimnya. Tak hanya itu, ia juga satu-satunya anggota kesebelasan yang diperbolehkan menguasai bola dengan tangan. Tak heran kalau banyak pemain ikonik dalam sepakbola berposisi sebagai kiper.

Manuel Neuer adalah salah satunya. Bermain sebagai penjaga gawang utama di tim sebesar FC Bayern Munich dan Tim Nasional Jerman yang punya tradisi kuat di sepakbola, Neuer telah mempertegas standar seorang kiper sepakbola modern. Sosoknya lekat sebagai figur penjaga gawang yang lengkap dan menjadi tolak ukur bagi kiper-kiper lain di generasi setelahnya. Simak kisahnya berikut ini.

Berawal di Gelsenkirchen, meraih sukses besar di Bavaria

Neuer lahir di Gelsenkirchen pada 27 Maret 1986. Ia lahir di keluarga kelas menengah penganut Katolik yang taat. Sejak belia, Neuer sudah memupuk kecintaannya terhadap sepakbola. Selang 24 hari sebelum ulang tahunnya yang kelima, ia memainkan pertandingan sepakbola pertamanya bagi tim akademi Gesamtschule Berger Feld.

Neuer kemudian masuk ke dalam sistem akademi Schalke 04. Di salah satu klub terbesar di region North-Rhine Westphalia tersebut, Neuer bertemu dengan idolanya yang juga kiper legendaris Jerman lainnya, Jens Lehmann. Di Schalke, Neuer memang terlihat menonjol. Ia promosi ke tim cadangan Schalke di usia 17 tahun. Berselang tiga tahun kemudian, ia menjalani debutnya bersama tim utama di Bundesliga, menggantikan kiper utama, Frank Rost yang mengalami cedera.

Ia terus memperkuat Schalke hingga empat musim berikutnya. Bersama Schalke, Neuer kerap berperan dalam momen-momen penting. Pada Piala UEFA 2007-08, ia berperan dalam keberhasilan Schalke lolos ke perempat final lewat dua penyelamatan di masa adu penalti pada babak sebelumnya. Di musim 2010/11 Neuer memimpin Schalke sebagai kapten di babak semifinal Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub.

Pada musim itu pula menjadi musim terakhirnya bersama Schalke. Bayern Munich, raksasa Jerman, menebusnya dengan nilai transfer 22 juta Euro. Sempat ditolak suporter Bayern pada awalnya, Neuer justru membuktikan diri sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah klub asal Bavaria tersebut.

Neuer dalam sebuah laga Bundesliga bersama Schalke (foto: Newsport)

 

Hingga kini, Neuer sudah memasuki musim ke-10 nya bersama Bayern. Pasca pensiunnya Philipp Lahm pada 2016, Neuer didapuk sebagai kapten tim. Bersama Bayern, ia memenangi seluruh trofi yang mungkin diraih, mulai dari Bundesliga, DFB Pokal, Liga Champions, hingga kompetisi bonus seperti DFL Supercup, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.

Neuer menjadi bagian penting dari dominasi Bayern selama satu dekade terakhir. Ia adalah kiper utama Bayern ketika memenangi dua treble pada 2013 dan 2016 dan sextuple pada musim lalu. Kehebatan Neuer membuat kiper-kiper lain yang ada di Bayern hanya menjadi partner latihannya saja.

Kiper juara dunia

Sebagai salah satu kekuatan tradisional di sepakbola dunia, Jerman kerap melahirkan kiper-kiper jenius. Mulai dari Sepp Maier, Bodo Illgner, Andreas Köepke, hingga era Oliver Kahn dan Jens Lehmann. Manuel Neuer berada di urutan selanjutnya. Selain itu, ia memiliki kesamaan dengan pendahulunya tersebut: menjadi kiper juara dunia. Neuer masuk ke dalam daftar prestisius itu usai menjuarai Piala Dunia 2014 yang dihelat di Brasil. Gelar tersebut juga menjadi suatu pencapaian puncak bagi seorang pesepakbola.

Gelar juara di 2014 menjadi spesial bagi Jerman. Sejak berganti milenium, Jerman menyandang predikat tim spesialis nyaris di Piala Dunia. Die Mannschaft kerap terhenti langkahnya di babak akhir oleh tim yang kemudian menjadi juara. Di edisi 2002, langkah mereka terhenti di partai puncak oleh kegemilangan Brazil dan Ronaldo. Empat tahun kemudian, di rumah sendiri, mereka tumbang di semifinal dari Italia lewat dua gol di penghujung babak perpanjangan waktu. Tahun 2010, mereka gagal menembus dan membendung kolektivitas sepakbola Spanyol yang pada masa itu mendominasi sepakbola.

Tak heran menjadi juara di edisi 2014 merupakan pelepas dahaga yang luar biasa bagi Jerman. Tak hanya meraih gelar Piala Dunia pertamanya sejak 1990, tetapi juga penebus lara dari kegagalan tipis di tiga edisi sebelumnya. Apalagi di turnamen tersebut mereka tampil luar bisa dengan menggilas tim-tim unggulan seperti Prancis dan Brasil.

Penampilan Neuer di Piala Dunia 2014 (foto: Zimbio)

 

Manuel Neuer sendiri tampil gemilang di turnamen tersebut dengan menggondol trofi golden glove sebagai kiper terbaik. Neuer memperlihatkan kemampuannya sebagai sweeper keeper yang siap menjadi bek ‘tambahan’ ketika lawan menyerang balik. Kemampuannya tersebut memungkinkan rekan-rekannya yang lain bisa menekan lawan di areanya tanpa khawatir akan ruang yang ditinggalkan. Neuer juga menjadi kiper yang aktif dalam membangun serangan. Ia mencatatkan total 244 operan, lebih banyak dari pemain-pemain lain seperti Lionel Messi dan Wesley Sneijder. 

Prototipe kiper modern

Penampilan Neuer di Piala Dunia 2014 menjadi semacam epitome bagi apa itu kiper modern. Meski boleh jadi ada pemain seperti Neuer sebelumnya, namun apa yang dilakukan oleh Neuer telah menjadi standar tolak ukur bagi pemain di generasi mendatang tentang kiper modern.

Neuer mengubah definisi kiper. Ia tak lagi hanya menjadi pemain yang reaktif, hanya bertugas menghalau aksi lawan seperti umpan silang atau tembakan. Kiper juga menjadi pemain yang proaktif: ia menjadi pemain yang ikut membangun serangan. Ia juga menjadi pemain yang bisa membantu melakukan aksi-aksi bertahan.

Johan Cruyff pernah berkata bahwa kiper adalah penyerang pertama. Sementara itu Pep Guardiola berujar bahwa Neuer merupakan pemain kesebelas di timnya. Tim sepakbola tak lagi hanya mengandalkan 10 pemain outfield, tetapi juga seorang kiper. Dan Neuer adalah sosok yang tepat menggambarkan peran kiper modern tersebut.

Ketika menyerang Neuer aktif ikut membangun serangan. Bersama pemain belakang, Neuer menjadi lini pertama bangun serangan timnya. Mekanisme tersebut membuat tim bisa unggul jumlah atas pemain lawan, karena ada pemain tambahan untuk menjadi opsi operan. Neuer juga memiliki teknik distribusi bola yang ciamik, baik lewat tangan atau kedua kakinya. Kemampuan ini membuat timnya akan lebih aman, nyaman, dan cepat dalam mengalirkan bola.

Ketika bertahan, Neuer terlibat dalam melindungi ruang di belakang lini pertahanan timnya. Tak peduli seluas apapun ruangan tersebut, Neuer selalu berada di ruang dan waktu yang tepat untuk memotong serangan lawan. Kemampuan ini memungkinkan timnya untuk memainkan garis pertahanan tinggi guna membatasi area permainan lawan sekaligus menekan lawan di daerahnya sendiri. Kemampuan dasarnya sebagai kiper, seperti shot stopping, antisipasi umpan silang, atau situasi 1v1 juga sangat baik. Ini membuat lawan semakin pusing untuk membobol gawang Neuer.

Peran Neuer sebagai sweeper keeper yang mengevolusi peran kiper modern (foto: Getty)

 

Neuer telah memberikan persepsi baru bagi generasi mendatang soal sepakbola. Bahwa ia terus berkembang, terus berevolusi. Dari posisi yang paling bawah dan paling unik, Neuer menunjukan evolusi tersebut. Melihat rekam jejaknya, Neuer pantas disebut sebagai kiper terbaik untuk generasi sepak bola saat ini. Setuju, Pria Intersport?

SAMPAIKAN KOMENTAR