Manchester City Vs Liverpool, Semuanya Tentang Klopp dan Guardiola
08
Nov
2020
0 Comment Share Likes 176 View

Manchester City menjamu Liverpool dalam pertandingan pekan kedelapan Premier League musim ini di Etihad Stadium, Minggu 8 November 2020. Duel yang diprediksi akan berlangsung menarik sekaligus sengit, karena manajer dari kedua kubu memiliki racikan strategi yang tidak biasa.

Sorotan publik jelang pertandingan ini lebih banyak diarahkan kepada sosok manajer dari kedua tim. Pep Guardiola di kubu The Citizens, dan Jürgen Klopp bersama Liverpool. Juru taktik papan atas dunia yang sudah berhasil meraih gelar bergengsi bersama tim besutannya masing-masing.

 

Pep Guardiola dan Jürgen Klopp. Foto: Mancity.com

 

Sejak kedatangan Guardiola ke Manchester City pada musim 2016/2017, pertemuan dengan Liverpool pasti menyorotnya. Karena adu taktik dengan Klopp akan terjadi. Hal yang kemudian menyingkirkan rivalitas kedua tim dalam perburuan gelar juara Premier League 2013/2014.

Pada era itu, Manchester City membuat Liverpool gigit jari. Secara hasil, The Reds kalah bersaing dalam perebutan gelar juara Premier League. Di pekan terakhir kompetisi kasta tertinggi sepakbola Inggris itu, The Citizens menguasai puncak klasemen dengan raihan 86 poin, atau unggul dua angka dari Liverpool.

Luka itu yang kemudian selalu dibahas ketika Liverpool akan menghadapi Manchester City. Bahkan sampai di musim awal kedatangan Klopp pada musim 2015/2016. Kesempatan pertamanya memimpin The Reds menghadapi The Citizens adalah pertandingan Premier League di Etihad Stadium, 21 November 2015.

Pada pertandingan itu, Liverpool berpesta karena bisa mengalahkan ManCity dengan skor 4-1. Sentuhan tangan dingin Klopp berhasil membuat The Citizens yang kala itu masih dilatih Manuel Pellegrini dan memiliki sejumlah pemain bintang jadi tak bisa berbuat banyak.

Pada 31 Desember 2016, giliran Guardiola untuk kali pertama memimpin Manchester City menghadapi Liverpool. Dia harus menerima kekecewaan, karena anak asuhnya kalah tipis 0-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Anfield Stadium tersebut.

Pertemuan kedua tim pada musim yang sama terjadi pada 19 Maret 2017. Bermain di kandang sendiri, Guardiola masih belum mampu membawa The Citizens memetik kemenangan. Mereka ditahan imbang 1-1 oleh Liverpool. Secara rekam jejak pertemuan di Premier League, Klopp masih unggul.

Pada musim keduanya di Manchester City, Guardiola bisa memecahkan rasa penasarannya terhadap Liverpool. Kemenangan lima gol tanpa balas terjadi di Etihad Stadium pada 9 September 2017. Hasil yang membuat duelnya dengan Klopp semakin menarik.

Klopp belajar dari kekalahan telak dan bisa memberi balasan Guardiola. Pada putaran kedua Premier League 2017/2018, gantian The Reds yang memaksa The Citizens pulang dengan tertunduk lesu dari Anfield Stadium karena kalah 3-4.

Masih di musim yang sama, kedua tim bersaing dalam perempat final Liga Champions. Liverpool lolos ke babak selanjutnya karena kemenangan mutlak dalam dua leg. Yang pertama The Reds menang 3-0 di Anfield Stadium, dan unggul 2-1 ketika melawat ke markas ManCity.

Walau langkah Liverpool menghentikan Manchester City di Liga Champions sukses, tapi hal sebaliknya berlaku di Premier League. The Citizens sulit untuk dibendung, hingga akhirnya Guardiola berhasil membawa tim besutannya menjadi juara 2017/2018 dengan total raihan 100 poin. Itu adalah gelar pertamanya di sana.

Yang Terbaik Setelah Era Ferguson dan Wenger

Rivalitas antara Guardiola dan Klopp semakin sengit di musim 2018/2019. Kedua juru taktik saling adu cerdik dalam setiap pertandingan, dan bersaing ketat untuk urusan perebutan gelar juara Premier League. Tapi pada akhirnya Liverpool kalah secara dramatis.

Di akhir musim, Guardiola membawa Manchester City memastikan gelar juara Premier League untuk kali kedua secara beruntun. Mereka finis pada posisi puncak dengan raihan 98 poin, atau unggul satu angka dari Liverpool yang menempati urutan kedua.

Pada kesempatan ini, Guardiola tak membiarkan Klopp dan anak asuhnya memetik tiga angka. Putaran pertama Premier League kedua tim bermain imbang tanpa gol di Anfield Stadium. Lalu The Citizens memenangkan pertandingan di Etihad Stadium dengan keunggulan 2-1.

 

Perayaan gelar juara Premier League 2018/2019. Foto: Twitter.com/ManCity

 

Kolumnis senior ESPN.com, Mark Ogden bahkan tak ragu menyebut rivalitas Guardiola dan Klopp adalah yang terbaik di Premier League pada masa sekarang ini. Dia merujuk kepada ucapan Guardiola yang menyebut persaingannya dengan Klopp sebagai 'rivalitas yang indah'.

Ogden mengurutkan peta persaingan antar manajer di Premier League mulai pada 1992/1993, dan diwarnai beberapa cerita. Dimulai dari rivalitas Sir Alex Ferguson yang menangani Manchester United dengan Kenny Dalglish dari Blackburn Rovers dan Kevin Keegan di Newcastle United.

Hingga akhirnya muncul persaingan Ferguson dengan Arsène Wenger yang datang ke Arsenal pada 1996. Hampir satu dekade, setiap pertemuan The Gunners dengan MU, sosok kedua manajer yang selalu menjadi sorotan publik.

Sekarang sudah masuk ke era Guardiola dengan Klopp. Rivalitas keduanya sudah berlangsung sejak masih berkarier di Bundesliga. Klopp dengan Borussia Dortmund dan Guardiola melatih Bayern Munich. Bertemu dalam delapan pertandingan, keduanya sama-sama mengoleksi empat kemenangan.

"Saya belajar banyak selama berada di Jerman. Saat pertama kali menghadapi timnya, saya masih baru dan itu 'wow'. Pelajaran yang sangat bagus. Kami kalah 2-4, tapi setelah itu saya belajar lebih lagi bagaimana cara mengendalikan mereka," kata Guardiola, dikutip dari Guardian.com.

Guardiola mengakui keunggulan Klopp dalam menyusun strategi serangan cepat yang dikenal sebagai gaya heavy metal. Sebuah cara memberi tekanan kepada lawan dengan cara yang sangat agresif. Semua orang terpukau dengan gaya bermain seperti itu.

Klopp juga memberikan penilaian terhadap Guardiola. Dia menganggap mantan pelatih Barcelona itu adalah lawan terkuat yang pernah dihadapi sepanjang karier. Berkali-kali dihadapi, tapi seringkali membuat kejutan baru melawan skuad asuhan Klopp.

"Saya katakan berkali-kali. Dia adalah lawan terkuat yang pernah saya hadapi dalam karier sebagai manajer. Ini bukan berarti kata-kata lemah dari saya. Karena saya mengatakannya ketika kami berhadap-hadapan. Ketika kami menang atau kalah," tutur pria berusia 53 tahun itu.

Pembalasan Klopp

Premier League 2019/2020 jadi ajang pembalasan Klopp terhadap Guardiola. Dia berhasil membawa Liverpool menjadi juara dan meninggalkan ManCity yang berada di urutan kedua dengan perbedaan 18 poin.

Sejak awal musim Liverpool terus menerus on fire. The Citizens membayangi dengan ketat. Tapi, Guardiola dan anak asuhnya beberapa kali terpleset, hingga mencatatkan total sembilan kekalahan di musim itu. Ketika melawat ke Anfield Stadium pada putaran pertama, mereka takluk dengan skor 1-3.

 
Pesta Liverpool saat juara Premier League 2019/2020. Foto: Liverpoolfc.com

 

Liverpool bahkan sempat mencatatkan keunggulan 25 poin dari Manchester City saat berada di puncak klasemen. Jumlah yang membuat The Reds memecahkan rekor selisih poin terbanyak sepanjang sejarah Premier League. Ketika musim masih menyisakan tujuh laga lagi, Jordan Henderson dan kawan-kawan sukses memastikan gelar juara.

Guardiola dan anak asuhnya berkesempatan menjamu Liverpool di Etihad Stadium pada pekan ke-32. Meski waktu persaingan berburu trofi Premier League sudah habis, tapi dia enggan mempertaruhkan gengsi. Skuad terbaik diturunkan untuk meladeni tim tamu.

Hasilnya memuaskan bagi The Citizens. Karena mereka berhasil membalas kekalahan di putaran pertama. Liverpool dibuat takluk dengan skor empat gol tanpa balas. Dan itu adalah pertemuan penutup mereka di musim 2019/2020.

Dengan segala rekam jejak yang ada, dan kedua sosok tersebut silih berganti menjadi pahlawan tim masing-masing, duel di musim ini kembali jadi sorotan. Klopp sukses membawa Liverpool menduduki urutan pertama klasemen sementara ini. Melakoni tujuh pertandingan, Liverpool telah mengumpulkan 16 poin.

Sedangkan Manchester City masih terseok-seok di peringkat ke-10 dengan raihan 11 poin. Guardiola tentu saja menjadikan pertandingan ini sebagai tonggak penting merebut momentum kebangkitan. Dan hanya dengan kemenangan hal tersebut bisa diraih.

SAMPAIKAN KOMENTAR