Makna Idulfitri bagi Pesepakbola Dunia
13
May
2021
0 Comment Share Likes 105 View

Umat muslim dunia menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah yang jatuh pada 13 Juni 2021. Semua orang bahagia, termasuk juga para pesepakbola dunia. Dengan caranya sendiri-sendiri, mereka memaknai hari raya Idul Fitri ini dengan sangat mendalam.

Menjalani Ramadan di Eropa, tempat klub-klub papan atas mereka bermain tentu tidaklah mudah dilalui. selain waktu puasa yang panjang, ada juga jadwal latihan dan pertandingan yang mesti mereka jalani. Bahkan untuk musim ini, rutinitas mereka sangatlah padat. Tapi itu tak menyurutkan tekad mereka untuk menjalani ibadah sampai tuntas.

Lantas bagaimana para pesepakbola dunia menyambut Idul Fitri? Adakah harapan yang mereka tanamkan dalam diri usai menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh? Berikut kami sajikan beberapa nama pesepakbola dunia yang berbagi momen-momen bahagianya menyambut hari kemenangan umat muslim ini.

Anak Seorang Imam dari Desa Bambali

Pemain andalan Liverpool, Sadio Mane menganggap Ramadan adalah momen di mana setiap orang memiliki kesempatan untuk meminta pengampunan atas kesalahannya di masa lalu. Menjalani puasa selama sebulan penuh dengan diiringi doa akan menjadi sangat istimewa.

 

Penyerang Liverpool, Sadio Mane. Foto: instagram.com/sadiomaneofficiel

 

Karena itulah dia selalu menyambut datangnya bulan Ramadan dengan sangat antusias. Dia meyakini, ibadah yang dijalani bakal mendapatkan balasan yang setimpal berupa ampunan dari kesalahan yang pernah diperbuat sebelumnya.

Memang tak banyak ucapan dan pesan yang dilampirkan Sadio Mane melalui unggahan di media sosial pribadinya. Pemain asal Senegal tersebut sekadar menyapa para pengikutnya yang berasal dari banyak negara untuk berbagi rasanya kebahagiaan menyambut Idulfitri.

Lahir sebagai anak dari seorang imam di Desa Bambali, Provinsi Sedhiou, Senegal, Sadio Mane merupakan sosok yang lebih dikenal dengan aksinya dalam berbagai kebahagiaan dengan orang-orang yang tidak beruntung. Secara rutin dia menyumbangkan sebagian pendapatan dari sepakbola untuk sejumlah keluarga miskin di kampung halaman.

Sadio Mane juga beberapa kali terlibat dalam proyek kemanusiaan. Mulai dari membangun sekolah gratis di Desa Bambali, sampai mendermakan uang sekira Rp800 juta kepada layanan kesehatan Senegal dalam upaya memerangi pandemi COVID-19.

Harapan dari Mesut Özil

Mesut Özil merupakan salah satu pesepakbola dunia yang aktif membagikan momen dan pesan menyentuh selama Ramadan kali ini. Pemain yang kini membela klub Turki, Fenerbahce dalam beberapa tahun terakhir memang kerap terlihat religius.

 

Mesut Özil saat membela Timnas Jerman. Foto: DW.com

 

Beberapa hari sebelum Ramadan usai, Mesut Özil menuliskan kalimat menyentuh melalui Instagram pribadinya. Dia mengatakan, dalam menjalani ibadah puasa, bukan kesempurnaan yang dicari, tapi apa usaha yang dilakukan untuk menuntaskannya.

"Allah tidak pernah mengharapkan kita menjadi sempurna selama Ramadan. Tapi dia mengharapkan kita untuk terus berusaha," tulis mantan pemain Real Madrid itu. Pesan tersebut bisa juga menggambarkan betapa para pesepakbola tak boleh berhenti berpuasa meski tuntunya aktivitas begitu padat.

Bagi umat muslim dunia, ini adalah kedua kalinya merayakan Idulfitri dalam suasana pandemi COVID-19. Mesut Özil mengajak semua orang untuk tetap menjaga kesehatannya dan tabah menjalani masa-masa sulit. Dia meyakini kebersamaan dalam melewati fase seperti ini dijaga, semuanya akan lebih terasa ringan.

Berharap Berkah Idulfitri Sampai Final Liga Europa

Menyambut Ramadan pada tahun ini dengan suka cita juga ditunjukkan oleh Paul Pogba. Gelandang yang bermain untuk Manchester United tersebut mengajak para pengikutnya di media sosial untuk juga merasakan hal yang sama.

 

Gelandang Manchester United, Paul Pogba. Foto: instagram.com/paulpogba

 

Paul Pogba sempat pula menjadi sorotan penggemar sepakbola dunia ketika menjalani pertandingan semifinal leg pertama Liga Europa melawan AS Roma. Dia berbuka puasa di tengah pertandingan bergulir dengan meminum air putih saja. Baru setelah wasit meniupkan peluit panjang, Paul Pogba berlari ke ruang ganti untuk menyantap makanan.

Menjalani pertandingan menentukan seperti itu tapi tetap menjalani ibadah puasa, Paul Pogba menjadi contoh yang sangat bagus. Apa yang dia sampaikan sejak awal Ramadan tiba dan yang terlihat ketika melawan AS Roma itu menjadi semakin utuh. Ibadah puasa baginya bukan halangan untuk tetap menjalani kewajibannya sebagai pesepakbola profesional.

Melihat agenda Manchester United sampai akhir musim ini, nampaknya Paul Pogba juga harus merelakan momen Idulfitri bersama keluarga tercinta. Tim berjuluk Setan Merah masih harus menjalani laga sisa Premier League, dan ada final Liga Europa melawan Villarreal yang menanti.

Sama seperti Idul Fitri sebelumnya, dia pasti akan tetap suka cita menyambutnya. Aktivitas latihan dan pertandingan harus dilakoni, tapi itu tak mengurangi kebahagiaan dalam menyambut hari kemenangan bagi semua umat muslim di dunia. Tentunya banyak yang berharap berkah Idulfitri Paul Pogba kali ini merembet ke gelar juara Liga Europa bagi Manchester United.

Jauh dari Kampung Halaman

Mohamed Salah tidak bisa pulang kampung halamannya, Desa Nagrig, Gharbia, Mesir pada hari raya Idulfitri pada tahun ini. Penyebabnya masih ada sejumlah pertandingan penting yang mesti dijalani pemain berusia 28 tahun tersebut bersama Liverpool di Premier League.

 

Mohamed Salah saat menyapa penggemarnya melalui media sosial. Foto: Instagram.com/mosalah

 

Tenaga Mohamed Salah amat dibutuhkan oleh tim berjuluk The Reds. Karena masih ada lima pertandingan sisa yang wajib untuk disapu bersih dengan kemenangan agar tetap membuka peluang mereka tampil di kompetisi Eropa musim depan. Saat ini Liverpool masih terpaku di peringkat tujuh klasemen sementara dengan raihan 54 angka.

Mohamed Salah merupakan salah satu orang yang membuat Desa Nagrig kembali bergairah dalam menyambut hari raya Idulfitri. Di mana tradisi mengunjungi keluarga dan tetangga dia lakukan ketika dua tahun lalu pulang kampung. Momen ini masih lekat betul dalam ingatan orang-orang di sana.

Idul Fitri 2019 itu jadi yang paling terakhir Mohamed Salah bisa pulang kampung. Orang-orang antusias ingin berdekatan dengan dia sampai akhirnya malah gagal menjalani shalat ied. Tapi, bukan itu alasan mantan pemain Chelsea belum pulang kampung lagi di saat Idul Fitri, melainkan pandemi COVID-19.

Pembatasan perjalanan antarnegara yang tidak mungkin dilanggar oleh Mohamed Salah. Dia tetap bahagia menyambut Ramadan dan Idulfitri kali ini. Untuk menyapa para penggemarnya di Mesir, Mohamed Salah memilih untuk menyapa melalui unggahan di media sosial.

Makna Kemenangan

Nama-nama pesepakbola di atas bukanlah orang yang mendapatkan momen spesial dalam menyambut hari kemenangan umat muslim tahun ini. Mereka masih harus menjalani rutinitas sebagai seorang profesional dan itu membuatnya menjadi jauh dari kampung halaman. Tapi, melihat perasaan yang mereka bagikan, terlihat betul Idulfitri masih dirasa sempurna. Tak ada alasan bagi mereka untuk merasa ada kekurangan.

Perasaan positif seperti ini mereka tularkan kepada masyarakat dunia yang juga memiliki situasi sama, yaitu merayakan Idulfitri terpisah dari orang-orang terdekat dan jauh dari kampung halaman. Semuanya bisa tetap dijalankan dengan suka cita sehingga tak ada yang bisa mengurangi makna kemenangannya.

SAMPAIKAN KOMENTAR