Liverpool Mesti Waspada Penguasaan Lini Tengah Manchester United
02
May
2021
0 Comment Share Likes 89 View

Manchester United dan Liverpool akan berduel dalam pertandingan pekan ke-34 Premier League di Old Trafford, Minggu malam WIB 2 Mei 2021. Tim tamu datang dalam rentetan hasil imbang saat melakoni tiga pertandingan terakhir. Modal yang tidak cukup bagus untuk menantang tim sekelas Manchester United.

Tim berjuluk Setan Merah saat ini sedang dalam kepercayaan diri tinggi. Mereka baru saja mengemas kemenangan telak 6-2 saat menghadapi AS Roma di Old Trafford dalam leg pertama semifinal Liga Europa. Bekal itulah yang kemudian mereka jadikan motivasi tambahan untuk menghadapi Liverpool. Kemenangan pada pertandingan ini tidak cuma berarti tiga angka.

Manchester United dan Liverpool merupakan tim Premier League yang punya basis penggemar besar. Mereka selalu bersaing untuk menjadi yang terbaik di kompetisi kasta tertinggi Inggris. Rekam jejak sejarah keduanya juga kerap disandingkan dalam beberapa kesempatan. Itulah yang membuat laga ini penuh akan pertaruhan gengsi.

 

Pertandingan Liverpool vs Manchester United dalam lanjutan Premier League. Foto: Manutd.com

 

Melihat klasemen Premier League sekarang ini, memang sulit rasanya bagi Manchester United untuk mengejar Manchester City yang ada di puncak klasemen. Anak asuh Ole Gunnar Solskjaer masih tertinggal 10 angka saat musim ini tinggal menyisakan lima pertandingan lagi. Tapi mereka juga tak mau begitu saja jadi melunak, posisi kedua klasemen juga mesti diamankan.

Situasi sebaliknya dialami oleh Liverpool. Tim berjuluk The Reds sedang dalam tekanan untuk bisa mengakhiri musim ini dengan menduduki urutan empat besar klasemen. Saat ini, juara bertahan Premier League 2019/2020 masih tercecer di peringkat keenam dengan raihan 54 poin. Fakta tersebut membuat Liverpool tak boleh lagi tergelincir di lima pertandingan ke depan dan berharap jalan pesaing mereka tak mulus.

Di luar semua itu, yang juga harus dipastikan kedua tim dalam menatap pertandingan ini adalah kesiapan pemain dan strategi yang bakal diterapkan oleh kedua juru taktik. Untuk mengetahui lebih dalam, mari kita ulas kesiapan Manchester United dan Liverpool guna bisa mendapatkan kemenangan pada pertandingan nanti.

Dampak Bongkar Pasang Lini Pertahanan

Sejak memasuki 2021, laju Liverpool di Premier League tersendat. Mereka kehilangan performa terbaiknya sehingga lebih sering mengalami kekalahan. Akibatnya posisi di klasemen juga ikut merosot. Badai cedera yang melanda menjadi salah satu faktor utama penyebab penurunan ini.

Tujuh kekalahan, enam kali menang, dan tiga hasil imbang jadi catatan Liverpool sepanjang 2021. Bahkan da momen di mana mereka kalah dalam empat pertandingan secara beruntun. Sempat muncul tren positif di akhir Maret sampai awal April 2021, di mana The Reds memenangkan tiga laga Premier League melawan Wolverhampton Wanderers, Arsenal, dan Aston Villa.

Akan tetapi dalam dua pertandingan berikutnya mereka ditahan imbang Leeds United dan Newcastle United. Penurunan kembali yang dialami setelah mereka dipastikan tersingkir dari perempat final Liga Champions oleh Real Madrid. Inilah yang kemudian menjadi tanda tanya para suporter terhadap rasa percaya diri pemain.

Kekhawatiran bakal terus menurunnya motivasi hadir dalam benak para suporter. Bayang-bayang gagal menembus Liga Champions musim depan semakin menghantui. Ujian berat dari Manchester United kembali datang ketika performa Liverpool belum lagi membaik. Jürgen Klopp harus segera mencari cara bagaimana tim asuhannya bisa melewati ujian tersebut dengan baik.

"Kami cuma perlu bekerja keras dan itulah yang terus kami lakukan. Posisi kami sudah jelas, setelah apa yang kami lalui selama musim ini, maka kami tidak bisa menentukan nasib sendiri dalam perburuan empat besar. Kami harus menang, dan tim-tim lain kalah. Meski begitu kami juga harus menekan mereka," kata Jürgen Klopp, dikutip dari Skysports.com.

Rapuhnya lini belakang Liverpool tidak lepas dari badai cedera yang terjadi. Virgil van Dijk jadi yang pertama, lalu disusul oleh Joel Matip dan Joe Gomez. Masalah pun datang bagi Jürgen Klopp sehingga dia harus berusaha keras mencari cara untuk menambal. Sempat duet Jordan Henderson dan Fabinho sebagai bek tengah dilakukan, tapi itu juga tidak maksimal.

 

Fabinho dalam pertandingan antara Liverpool melawan Manchester United. Foto: Manutd.com

 

Ketika tidak sesuai rencana, akhirnya Liverpool memutuskan untuk melakukan pembelian pemain di jendela transfer musim dingin dengan mendatangkan Ben Davies dari tim Divisi Championship, Preston North End. Lalu ada juga peminjaman pemain belakang yang dilakukan The Reds, yaitu Ozan Kabak dari Schalke.

Dari kebijakan transfer itu, cuma Ozan Kabak yang mampu memberikan dampak positif untuk Liverpool. Pemain Timnas Turki tersebut jadi andalan Jürgen Klopp untuk mengatur lini belakang. Sedangkan Ben Davies masih akrab dengan bangku cadangan karena belum bisa konsisten tampil baik.

Masalahnya kemudian adalah penentuan Jürgen Klopp memilih pendamping Ozan Kabak sebagai bek tengah. Pemain muda Liverpool, Nathaniel Phillips dalam beberapa kesempatan dipercaya untuk turun ke dalam pertandingan. Tapi dia lebih sering dicadangkan dan bahkan tidak dibawa ke dalam skuad oleh sang juru taktik.

Jürgen Klopp lebih percaya kepada duet Ozan Kabak dengan Fabinho. Kedua pemain ini memiliki postur tinggi dan unggul dalam duel bola udara. Tapi ketika Fabinho ditarik mundur, posisi gelandang bertahan yang menjadi kosong. Biasanya pemain asal Brasil itulah yang bertugas pertama memagari pertahanan Liverpool dari serangan lawan.

Dengan kehadiran Fabinho di lini tengah, dua gelandang Liverpool lainnya seperti Georginio Wijnaldum dan Thiago Alcantara bisa bebas dalam mencari ruang untuk meminta bola. Kebebasan itulah yang membuat mereka akan lebih mudah dalam mengkreasikan serangan The Reds ke lini pertahanan lawan.

Kreativitas serangan Liverpool saat ini sedang dalam sorotan. Trio lini depan Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane belum bisa maksimal lagi seperti musim sebelumnya. Bahkan sejak Januari 2021, Liverpool yang telah bermain dalam 17 pertandingan Premier League, cuma mampu menyarangkan 17 gol ke gawang lawan-lawannya. Rata-rata satu gol tentu saja jauh dari keganasan mereka di musim sebelumnya.

Cairnya Formasi 4-5-1 Manchester United

10 kemenangan, tujuh kali imbang, dan sekali menelan kekalahan jadi raihan Manchester United dalam 18 pertandingan Premier League sepanjang 2021. Torehan itulah yang membawa mereka terus merangkak naik sampai sekarang ada di peringkat kedua klasemen. Kritik yang berdatangan di awal musim secara perlahan berhasil mereka patahkan.

Manchester United menjelma menjadi tim yang mampu tampil baik semenjak kedatangan Bruno Fernandes dari Sporting Lisbon. Kehadiran pemain asal Portugal itu menambah kekuatan lini tengah Setan Merah. Manajer Ole Gunnar Solskjaer jadi tidak perlu pusing lagi membuat anak asuhnya seimbang dalam bertahan dan juga menyerang.

 

Duel Liverpool vs Manchester United. Foto: Liverpoolfc.com

 

Bruno Fernandes sebagai gelandang serang ditopang oleh Fred dan Scott McTominay sebagai pemain jangkar. Lalu ada Paul Pogba yang digeser sedikit agak ke kiri guna memanfaatkan lebar lapangan. Skema itu yang kemudian memberi sokongan kuat kepada Edinson Cavani dan Marcus Rashford atau juga Mason Greenwood sebagai pendobrak lini pertahanan lawan.

Stok pemain tengah yang berlimpah membuat skema 4-5-1 terapan Ole Gunnar Solskjaer menjadi cair. AS Roma adalah korban dari solidnya permainan Manchester United dengan skema tersebut. Skor 6-2 menjadi kemenangan Setan Merah dalam leg pertama semifinal Liga Europa, Jumat dini hari WIB 30 April 2021.

Dalam beberapa kesempatan Ole Gunnar Solskjaer menggunakan 4-4-2 diamond yang juga memberikan keseimbangan permainan Manchester United. Inilah yang akan jadi senjata Setan Merah untuk menghadapi Liverpool nanti. Kuasai lini tengah sehingga bisa terus memberi tekanan.

Para gelandang Liverpool sendiri masih belum bisa mematenkan permainan terbaik mereka yang terkena dampak dari perubahan posisi Fabinho sebagai bek tengah. Teranyar, Jürgen Klopp coba menerapkan formasi 4-4-2 dengan mengeplot Thiago Alcantara dan Georginio Wijnaldum sebagai jenderal lapangan tengah. Tapi hasil akhirnya mereka harus puas bermain imbang 1-1.

Manchester United Unggul Catatan Sejarah

Sepanjang sejarahnya, kedua tim sudah berhadapan sebanyak 175 kali dalam kompetisi Premier League. Manchester United unggul dalam catatan kemenangan mencapai 68 pertandingan. Sedangkan Liverpool menang 57 kali. Sisanya ada 50 laga yang berakhir dengan kedudukan imbang.

Jika ditarik lebih mengerucut lagi, yaitu terkait pertandingan Manchester United menjamu Liverpool di Old Trafford, total kemenangan yang diraih sebanyak 43 kali. Lalu 16 kali Setan Merah kalah dari Liverpool, dan 28 kali imbang. Data tersebut menunjukkan catatan positif masih tetap dipegang oleh Manchester United.

Menarik menanti bagaimana jalannya pertandingan nanti. Mampukah Manchester United memperlebar jarak keunggulan pertemuan mereka, atau malah Liverpool yang berhasil bangkit dan membawa pulang tiga angka dari Old Trafford. Yang pasti keseruan ini tidak boleh terlewatkan. Setuju, Pria Intersport?

SAMPAIKAN KOMENTAR