Lihainya Pemain Ternama Dunia saat Bermain Video Game Sepakbola
28
Feb
2021
1 Comment Share Likes 126 View

Bermain video game PlayStation menjadi kegiatan yang sering digunakan orang untuk mengisi waktu luang. Menjadi hiburan tersendiri atau sekadar melepaskan penat pikiran. Para pesepakbola kenamaan dunia juga banyak yang melakukannya. Mereka juga sangat senang memainkan video game seperti FIFA,  Pro Evolution Soccer (PES), dan Football Manager.

Momen ketika para pesepakbola sedang asyik bermain video game FIFA atau PES bisa dilihat di berbagai media sosial. Terlihat sekali mereka begitu asyik menikmati permainan. Kemenangan dan kekalahan ditanggapi dengan cara yang menarik pula. Dari sana bisa dilihat betapa video game di PlayStation mampu membawa emosi para pesepakbola larut di dalamnya.

Yang paling membuat menarik lagi, seringkali para pesepakbola tersebut memainkan dirinya di dalam video game. Jika keinginan mereka dalam melepaskan passing atau shooting tidak sesuai dengan ekspektasi, akan muncul pula ekspresi yang mengundang tawa para penontonnya.

 

Logo FIFA21. Foto: Twitter.com/EASPORTSFIFA

 

Dari cara bermain mereka pula bisa dilihat seperti apa visi mereka ketika berada di atas lapangan. Cara membangun serangan dan juga bertahan mereka terapkan layaknya seperti pertandingan nyata. Belum ditambah cara-cara mereka dalam upaya memperdaya lawan dengan menggunakan gocekan atau umpan-umpan terobosan.

Lantas siapa saja pesepakbola kenamaan dunia yang begitu sering bermain video game FIFA, PES, atau Football Manager. Dan bagaimana keahliannya ketika sedang memainkan game tersebut? Berikut Intersport sajikan informasinya yang dikumpulkan dari berbagai sumber.

1. Diogo Jota

Ketika masih bermain untuk Wolverhampton Wanderers, dia adalah perwakilan pemain yang dikirim ke ePremier League Invitational edisi pertama, ajang yang digelar untuk mengisi waktu kosong ketika kompetisi dihentikan sementara akibat pandemi COVID-19. Diogo Jota yang kemudian berhasil keluar sebagai juaranya di musim 2019/2020.

Mengutip laman resmi Wolverhampton Wanderers, pemain asal Portugal tersebut memang sudah lama kecanduan bermain PlayStation, terutama video game sepakbola seperti FIFA. Selama menjalani masa lockdown di Inggris, Diogo Jota membawa serta PlayStation-nya ke hotel tempat menginap. Di sana dia menghabiskan waktu bermain FIFA, bahkan sampai ikut sebuah kompetisi daring. Dia juga mengaku keranjingan bermain Football Manager, game yang menempatkan pemainnya sebagai seorang manajer sebuah tim.

 

Diogo Jota ketika menjadi juara ePremier League Invitational edisi pertama. Foto: Premierleague.com

 

"Saya cukup kecanduan, tapi dalam arti baik. Saya sangat suka bermain dan menggunakan sebagian besar waktu luang saya terlibat dalam sepakbola, bahkan melalui esports," tutur pemain yang kini sudah berseragam Liverpool tersebut.

Kelihaian Diogo Jota dalam bermain FIFA tidak perlu diragukan lagi. Bayangkan saja, dia menjadi juara ePremier League Invitational dengan menggunakan Wolverhampton Wanderers sebagai tim. Jika melihat kualitas skill pemain yang dibuat oleh EA Sports, tentu akan berbeda jauh dibanding tim papan atas seperti Liverpool, Manchester City, atau Tottenham Hotspur. Tapi Diogo Jota bisa memberi bukti, kelihaian lebih penting dibanding mengandalkan tim yang kemampuan pemainnya dalam video game dibuat di atas rata-rata.ea

2. Trent Alexander-Arnold

Trent Alexander-Arnold adalah orang yang dikalahkan oleh Diogo Jota dalam pertandingan final ePremier League Invitational. Dia menyerah dengan skor tipis 1-2 akibat kebobolan di penghujung pertandingan. Kemampuan bek Liverpool tersebut dalam bermain video game FIFA memang baik.

Terlihat betul dia paham bagaimana cara-cara memainkan FIFA yang efektif. Membaca arah permainan lawan untuk memotong bola. Lalu membuka serangan dengan memanfaatkan umpan terobosan lambung diperagakan oleh Trent Alexander-Arnold. Cara itulah yang membuat dia bisa melangkah ke babak final usai mengalahkan wakil Manchester City, Raheem Sterling.

Sosok bek berusia 22 tahun itu amat lekat dengan video game. EA Sports sebelumnya juga mengundang dia untuk ikut serta dalam kejuaraan FIFA 2020 Online Stay and Play Cup yang tujuannya untuk memasifkan kampanye tetap di rumah sepanjang pandemi COVID-19. Pada ajang tersebut, dia terhenti di babak perempat final usai dikalahkan wakil dari Djurgården, Jesper Karlström.

3. James Maddison

Gelandang Leicester City ini keluar sebagai juara ePremier League edisi kedua. Memainkan FIFA20, James Maddison berhasil membuktikan kelihaiannya. Kemenangan telak 8-1 yang dia dapatkan di babak pertama melawan wakil Bournemouth, Callum Wilson.

James Maddison kemudian ditantang oleh pemain Southampton, Michael Obafemi pada babak perempat final. Lagi-lagi kemenangan dipetik pemain asal Inggris tersebut dengan skor 4-3. Lanjut ke semifinal, dia kembali menang dengan skor yang sama melawan Keinan Davis dari Aston Villa.

Pembuktian kemampuan James Maddison dalam bermain video game FIFA20 terjadi di babak final. Melawan pemain Sheffield United, John Egan, gelandang berusia berusia 24 tahun tersebut berhasil mencatatkan kemenangan telak dengan skor 5-1. Setelah berhasil menjadi juara di sana, dia sering mendapatkan undangan untuk mengisi acara-acara yang berkaitan dengan video game FIFA.

4. Lionel Messi

Lionel Messi tak cuma andal dalam memainkan si kulit bundar di atas lapangan hijau. Pemain berjuluk La Pulga ini juga mengklaim dirinya hebat dalam bermain video game di PlayStation. Dia amat sering memainkannya hampir di setiap waktu senggang yang ada.

Penyerang asal Argentina itu bahkan kerap mengajak rekan setimnya di Barcelona untuk menjadi lawan tanding. Jika sedang berada di rumah, bermain sendiri saja menjadi pilihan Lionel Messi. Yang penting baginya adalah bermain PlayStation sehingga memiliki hiburan sembari bersantai dari segala penat.

 

Lionel Messi saat bermain FIFA. Foto: Fifplay.com

 

"Saya sangat senang bermain video game FIFA dan PlayStation. Saya harus bilang bahwa saya adalah rajanya ketika sedang memainkan game sepakbola dan berlawanan dengan rekan setim," kata Lionel Messi saat diwawancara FourFourTwo.

Kegemaran Lionel Messi bermain PlayStation sudah diketahui betul oleh publik. Rekan setimnya di Argentina, Sergio Aguero bahkan sempat melakukan sambungan konferensi video cuma untuk memamerkan kemenangan ketika bermain FIFA. Dia membanggakan kemampuannya bermain kepada La Pulga yang dianggap lebih mahir.

5. Paul Pogba

Berbeda dengan pemain yang telah disebutkan sebelumnya, gelandang Manchester United, Paul Pogba memiliki kesukaan terhadap game yang berbeda. Pemain asal Prancis tersebut memilih untuk menghabiskan waktu untuk memainkan Football Manager. Dia sangat kecanduan dengan asyiknya permainan ini.

Ada sebuah cerita menarik terkait dengan kegiatan Paul Pogba dalam bermain Football Manager. Mengutip Bleacherreport.com, dia memilih untuk menjadi manajer dari tim yang belum pernah bersentuhan di dunia nyata, yakni Chelsea. Paul Pogba kemudian mentransfer dirinya ke The Blues.

Saking senangnya Paul Pogba kepada Football Manager, ketika sedang berada di atas pesawat pun, dia seringkali membuka laptop dan bermain. Beberapa rekan setim yang duduk di sebelahnya pun cuma ikut menonton apa yang dilakukan pemain berusia 27 tahun tersebut.

6. Wendell Lira

Meninggalkan sepakbola dan beralih menjadi atlet esports menjadi jalan Wendell Lira. Pemain asal Brasil ini pernah mengalahkan Lionel Messi dalam perebutan FIFA Puskas Award 2015. Golnya saat berseragam Goianésia terpilih menjadi yang terbaik di dunia pada saat itu.

Punya rekam jejak yang positif, tapi Wendell Lira kemudian memilih jalannya sendiri. Dia pensiun sebagai pemain profesional ketika masih berusia 27 tahun dan menjatuhkan pilihan untuk menjadi atlet esports. Rupanya itu adalah mimpinya sejak lama, jauh sebelum mendapatkan gaji dari sepakbola.

 

Wendell Lira saat gabung dengan tim esports Sporting CP. Foto: Sporting.pt

 

"Saya selalu bermimpi untuk mencari nafkah sebagai atlet esports atau bermain video game. Tapi saya benar-benar tidak berpikir semua itu bisa jadi kenyataan. Sekarang saya berhasil," kata Wendell Lira, dikutip dari BBC.co.uk.

Awal mula Wendell Lira dilirik untuk menjadi atlet esports berasal dari malam penghargaan FIFA Puskas Award. Saat itu dia berhasil mengalahkan juara dunia FIFA EA Sports, Abdulaziz Alshehri dari Arab Saudi dengan kemenangan telak 6-1. Pada 2016, dia kemudian memilih untuk pensiun karena mengalami gangguan cedera terus-menerus.

Awalnya, dia fokus membuat konten untuk diunggah ke Youtube dan menjaring banyak penggemar. Pada 2019, klub sepakbola asal Portugal, Sporting CP merekrutnya untuk mengisi divisi esports. Dan hingga sekarang dia masih di sana untuk mengisi divisi FIFA.

Sensasi Baru Sekaligus Sumber Pendapatan

Memainkan video game sepakbola selalu bisa memunculkan sensasi baru. Keseruan yang dihadirkan membuat orang semakin ingin memainkannya. Terutama jika memiliki teman yang jadi lawan tanding.

Di tengah padatnya jadwal latihan dan pertandingan yang dijalani para pemain, inilah yang jadi pilihan menarik. Lionel Messi, Trent Alexander-Arnold, dan pemain lainnya sering membagikan momen keseruan mereka di media sosial.

Atau mungkin mau ikut cara Wendell Lira? Mengasah kemampuan bermain video game lalu mengunggahnya di media sosial? Bukan cuma peluang digaet tim esports yang datang, tapi juga pundi-pundi uang. Tidak sedikit dari para kreator konten gaming yang berhasil mendapatkan popularitas tinggi dan berefek kepada pendapatan mereka.

SAMPAIKAN KOMENTAR