Keyakinan dan Penghormatan, Nomor Punggung Bukan Sekadar Angka
26
Feb
2021
1 Comment Share Likes 138 View

Pemain dan nomor punggung seperti dua sisi mata uang, tidak bisa dipisahkan. Semua pemain pasti punya alasan atas pilihan suatu nomor punggung. Bahkan ada yang khusus mencantumkan dalam klausul kontrak soal permintaan nomor punggung. Perkecualian mungkin bagi pemain muda yang baru pertama kali ke tim senior, harus rela diberi nomor punggung berapa saja.

Nomor punggung merupakan identitas yang harus ada dalam tim sepak bola. Hal itu diatur dalam Laws of The Game FIFA. Keberadaan nomor punggung untuk memudahkan identifikasi pemain dalam daftar susunan personal (DSP) pertandingan. Contoh kecil ketika wasit harus memberi kartu, cukup menulis nomor punggung pemain dalam catatannya. Tidak perlu namanya. Bisa dibayangkan bagaimana repotnya wasit harus menulis nama pemain tiap mengeluarkan kartu.

Dalam perkembangannya nomor punggung melebar jadi ikon seorang pemain. Misalnya nomor 10 identik dengan penyerang yang andal dan paling dihormati dalam suatu tim. Ada juga pemain yang memakai nomor punggung tertentu karena alasan lebih percaya diri, sampai urusan mistik.

Dari berbagai literatur mengenai angka, disebutkan angka merupakan simbol yang selalu eksis dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ada diantara manusia yang lepas dari angka. Segala macam yang ada dalam diri kita pasti berkutat dengan angka. Kesimpulannya angka memang hal penting dalam kehidupan. Angka juga simbol dari kuantitas dan kualitas, sehingga setiap orang punya persepsi berbeda mengenai angka. Perbedaan persepsi ini wajar karena pikiran di kepala setiap manusia berbeda-beda.

Dari situ menjadi fakta yang menarik kenapa seorang pemain memilih nomor punggung tertentu. Berikut disajikan buat Pria Intersport ragam cerita menarik nomor punggung pemain top dunia:

 

Lionel Messi saat memberi penghormatan untuk Diego Maradona. Foto: Twitter.com/fcbarcelona.

 

10 – PELE, MARADONA, LIONEL MESSI

Mereka mewakili simbol kesempurnaan dalam sepak bola. Nomor 10 sejak lama dianggap sebagai nomor paling sakral dalam suatu tim. Maka itu hanya pemain dengan label maestro yang dianggap bisa memikul beban nomor 10. Biasanya pemilik nomor 10 dalam suatu tim bermain di posisi gelandang serang, playmaker, atau penyerang tengah.

Nah, sosok Pele, Maradona, dan Lionel Messi mewakili kesempurnaan di altar lapangan hijau itu. Ketiga-tiganya adalah penyerang. Tanpa perlu diminta, berada dalam tim manapun, mereka selalu diberi nomor 10. Baik di klub maupun timnas. Pele adalah nomor punggung 10 abadi milik Brasil, Pemain yang memakai nomor itu setelahnya ibarat hanya meneruskan. Yang unik adalah Maradona dan Lionel Messi. Nomor 10 buat Maradona di Timnas Argentina juga abadi, tapi keabadian itu menurun kepada Lionel Messi, karena sama-sama dewa sepak bola dari Argentina.

Soal nomor 10 ini barangkali Pele adalah pioner. Karena setelah dipakai Pele di Timnas Brasil dengan segala prestasinya, nomor 10 secara global dianggap sebagai simbol kesempurnaan. Termasuk Maradona yang mulai melambung setelah Pele meredup.

Kepada SporTV News Pele pernah bercerita kalau nomor 10 itu dulu tidak spesial. Sama dengan nomor lainnya, termasuk di Timnas Brasil. “Jersey nomor 10 diberikan kepada saya di Piala Dunia 1958. Tidak ada yang penting dengan nomor 10, saya juga bukan pemain tertua dalam tim. Jadi saya kebetulan saja memakai nomor 10," kata Pele.

Sedangkan Maradona dan Messi mendapatkan nomor 10 karena memang dari klub atau timnas memberikannya sebagai bentuk pengakuan atas kualitas dan pengaruh terhadap tim. Tapi sebelum itu, contohnya Messi harus menunggu beberapa waktu untuk mendapatkan nomor punggung 10, karena saat pertama kali kemunculannya di Barcelona sudah ada Ronaldinho yang lebih dulu memakainya. Sebelum Ronaldinho pergi, Lionel Messi di Barcelona memakai nomor punggung 30 pada musim 2004/2005 dan 2005/2006, lalu 19 di musim 2006/2007 dan 2007/2008. Baru di musim 2008/2009 diberi kepercayaan memakai nomor 10.

Memakai nomor 30 jelas bukan pilihan Messi. Klub yang memberikan nomor itu karena Messi adalah rookie. Begitu juga saat memakai nomor 19, karena hanya nomor itu yang masih menganggur, sementara Messi masih dianggap sebagai pemain yang belum memberi pengaruh besar terhadap tim.

Eric Cantona saat masih bermain untuk Manchester United. Foto: manutd.com

 

7 – ERIC CANTONA, DAVID BECKHAM, CRISTIANO RONALDO

Cerita nomor punggung 7 ini jadi melegenda di dunia bisa jadi karena mitos di Manchester United. Bahwa pemain terbaik tim yang bermarkas di Old Trafford itu harus memakai nomor 7. Bukan misalnya nomor 10 yang dianggap sebagai kesempurnaan. Di Manchester United nomor 7 menjadi simbol terbaik berlangsung sejak era George Best pada 1963-1974. Maka kita tahu sejak itu nomor 7 selalu dipakai pemain yang paling menonjol di Manchester United. Mulai George Best, lalu Bryan Robson, diteruskan Eric Cantona, David Beckham, setelah itu Cristiano Ronaldo.

Ketika dipakai David Beckham pada masa itu nomor 7 langsung mendunia. Mungkin juga terbantu popularitas David Beckham sebagai pesohor setelah berpacaran dengan personel Spice Girl, Victoria. Kemudian David Beckham juga dianggap memiliki wajah rupawan, modis, dan atletis. Sempurna banget! Cerita berlanjut saat David Beckham pindah ke Real Madrid yang berarti nomor 7 di Manchester United menjadi lowong.

Cristiano Ronaldo yang direkrut Sir Alex Ferguson sebagai pengganti David Beckham awalnya malah minta nomor punggung 28. Nomor yang sama seperti dipakai di Sporting Lisbon. Tapi Sir Alex menolak mentah-mentah. Cristiano Ronaldo langsung diberi nomor 7, karena percaya sosok dari Portugal itu mampu menjadi pewaris yang hebat. Akhirnya Cristiano Ronaldo menuruti perintah Sir Alex, karena memang Sir Alex tidak boleh dibantah. Ia nomor satu di Manchester United. Terbukti kemudian Cristiano Ronaldo mampu menjawab tanggung jawab terbaik di Manchester United dengan nomor punggung 7.

"Jersey nomor 7 adalah refleksi dari penghormatan dan tanggung jawab. Saya berharap nomor itu memberi banyak keuntungan. Setiap orang yang bergabung bergabung dengan Manchester United selalu bercerita soal kehebatan George Best dan Eric Cantona. Saya bangga telah meneladani langkah mereka," tutur Cristiano Ronaldo ketika pertama kali menerima tanggung jawab memakai nomor 7 di Manchester United.

Sukses Cristiano Ronaldo dengan nomor 7 di Manchester United, membuatnya keterusan memakainya di klub setelah itu. Di Real Madrid Cristiano Ronaldo langsung pesan nomor 7, malah sebenarnya tanpa perlu minta El Real sudah menyediakannya. Begitu juga saat pindah ke Juventus, Cristiano Ronaldo tetap setia dengan nomor punggung 7. Meninggalkan kenangan nomor pertama di kontrak profesionalnya sebagai pemain yaitu 28.

 

Ronaldo Nazario – Foto: Twitter.com/ronaldo

 

9 – RONALDO NAZARIO

Nomor 9 sampai detik ini masih ikonik buat pemain di posisi striker. Lebih detail lagi masih melekat dalam karakter Ronaldo Nazario. Padahal yang bersangkutan sudah lama pensiun. Tapi legenda Ronaldo Nazario dengan nomor 9 kadung mahsyur. Nomor itu adalah yang pertama kali dipakainya saat bermain di klub Eropa, dalam hal ini PSV. Sewaktu bergabung dengan Barcelona nomor itu juga dipakai. Lalu pindah ke Inter dan Real Madrid, pun memakai nomor 9. Meski sempat disela dengan nomor punggung lainnya seperti 10 dan 11. Ketika bermain di AC Milan Ronaldo Nazario juga tidak bisa jauh dari karakter angka 9, karena memilih nomor 99. Nomor 9 tidak bisa dipakai karena ada Filippo Inzaghi yang sudah lebih lama menjadi tuan angka tersebut.

Tapi kalau di Timnas Brasil, Il Phenomenon sudah jelas pakai nomor 9. Gelar juara Piala Dunia 2002 didapatkannya dengan nomor 9. Buat Ronaldo Nazario nomor 9 adalah segalanya. Ia merasa lebih kuat jika memakai nomor tersebut. Meski sudah pasti itu hanya sugesti, karena saat tidak memakai nomor 9, kehebatan Ronaldo Nazario tidak berkurang.

Kisah Ronaldo Nazario memakai nomor itu kemudian menjadi identik buat striker ulung, mesin gol, hingga semacam haus gol. Beberapa nama tenar lain yang juga memakai nomor 9 antara lain Filippo Inzaghi, Gonzalo Higuain, Fernando Torres, dan masih banyak lainnya, yang nyaris semua adalah striker hebat.

 

Sergio Ramos bermain untuk Real Madrid. Foto: realmadrid.com

 

4, 15 – SERGIO RAMOS

Bek tengah Real Madrid dan Timnas Spanyol ini punya dua identitas berbeda ketika memperkuat klub dan negaranya. Di Real Sergio Ramos memakai nomor punggung 4. Kalau di Timnas Spanyol memilih 15.

Bukan tanpa alasan Sergio Ramos mengenakan nomor itu. Alasan di Real memesan nomor 4 karena meneruskan legenda bek tengah klub ibukota Spanyol itu, Fernando Hierro.

Sementara nomor 15 di Timnas Spanyol selalu dipakai Sergio Ramos sebagai penghormatan terhadap almarhum Antonio Puerta. Bersama Antonio Puerta dan Jesus Navas, Sergio Ramos adala trio yang memulai karier di Sevilla FC.

Tapi pada 2007 Antonio Puerta meninggal dunia karena serangan jantung dalam pertandingan melawan Getafe. Terakhir kali Antonio Puerta memakai nomor 15 dan Sergio Ramos ingin memberi penghormatan kepada almarhum dengan memakainya selama membela Spanyol.

 

Maldini dari generasi ke generasi – Foto: Winkreport.com

 

3 – PAOLO MALDINI

Mantan fullback AC Milan dan Timnas Italia ini begitu identik dengan nomor 3. Posisi bermainnya dulu adalah bek kiri, dan menjelang pensiun pindah posisi menjadi bek tengah.

Paolo Maldini adalah maestro pemain belakang dengan nomor 3 yang ikonik. Ia memakai nomor itu karena meneruskan Cesare Maldini di AC Milan. Dari namanya sudah bisa ditebak Cesare Maldini adalah ayah dari Paolo Maldini.

Sekarang generasi Maldini di AC Milan diteruskan Daniel Maldini. Tapi Daniel belum mau memakai nomor 3 milik kakek dan ayahnya. Ia lebih memilih nomor 98 di musim 2019/2020 dan 27 pada musim sekarang 2020/2021.

Padahal kalau Daniel Maldini mau ia bisa mengaktifkan nomor 3, karena nomor itu statusnya memang dipensiunkan AC Milan. Tapi bisa diaktifkan lagi dengan catatan hanya bisa dilakukan keturunan dari Maldini.

 

Mario Balotelli dan nomor 45 – Foto: Liverpoolfc.com

 

45 – Mario Balotelli

Kita pernah mengenal Mario Balotelli sebagai striker yang tangguh. Tapi ketangguhan dan kemampuan serta bakat besarnya redup lebih cepat, akibat tabiatnya yang kurang bagus.

Sekarang Mario Balotelli terdampar di klub Seri B, Monza. Klub yang dimiliki mantan bos AC Milan, Silvio Berlusconi.

Mario Balotelli pernah identik dengan nomor 45. Baik di Inter, Manchester City, AC Milan, hingga Liverpool. Ada alasan khusus kenapa Mario Balotelli memakai nomor 45.

Ia mengatakan saat memulai karier profesional di Inter, hanya tersedia nomor 36 sampai 50 buat pemain muda. "Saya pilih nomor 45, karena 4 + 5 adalah 9, dan saya selalu mencetak gol dalam empat pertandingan. Itu memberi keberuntungan, maka saya selalu memilih nomor 45," kata Mario Balotelli, suatu ketika.

ANGKA MENGHASILKAN ENERGI

Angka diyakini pula memiliki getaran tersendiri yang mampu menghasilkan energi. Dari energi itu kemudian bisa mempengaruhi cara berpikir, bersikap, sampai keputusan apa yang diambil untuk bertindak.

Dalam numerologi pythagoras deret angka yang tersedia adalah 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Tapi di sepak bola deret angka bisa lebih dari itu. Untuk kompetisi domestik yang diperbolehkan adalah 1-99. Sedangkan di turnamen resmi FIFA seperti putaran final Piala Dunia, nomor yang boleh dipakai hanya 1-23, dengan nomor 1 khusus buat kiper. Kenapa hanya sampai 23? Karena disesuaikan dengan kuota pendaftaran pemain.

SAMPAIKAN KOMENTAR