Kesiapan The Big Five Menyambut Serie A Musim 2020/2021
18
Sep
2020
0 Comment Share Likes 171 View

Musim baru Serie A akan mulai bergulir pada 19 September mendatang. Dengan waktu yang cukup singkat yaitu kurang dari 1 bulan pasca berakhirnya kompetisi musim lalu, klub-klub negeri Pizza tersebut memiliki dinamikanya masing-masing dalam mempersiapkan skuatnya, termasuk tim peringkat 5 besar Serie A musim lalu.

JUVENTUS

Juventus cukup aktif di bursa transfer musim panas ini. Sejauh ini, sang juara bertahan Serie A itu telah mendatangkan tiga nama yakni Arthur Melo (Barcelona), Dejan Kulusevski (Atalanta) dan Weston McKennie (Schalke 04).

Melo datang ke Turin setelah Barcelona menyepakati proses pertukaran pemain yang melibatkan Miralem Pjanic. Gelandang asal Brasil itu ditebus dengan nilai transfer 72 juta euro (sekitar Rp1,26 triliun) plus 10 juta euro dalam bentuk bonus. Sebagai gantinya, Si Nyonya Tua menyerahkan Miralem Pjanic dengan nilai transfer tidak kurang dari 60 juta euro (sekitar Rp1,05 triliun). Dua musim membela Barcelona, Melo telah tampil sebanyak 72 kali dan mencetak empat gol serta mempersembahkan trofi Liga Spanyol dan Piala Super Spanyol.

Kemudian Kulusevski didatangkan dengan dana sebesar 35 juta euro (sekitar Rp543 miliar) dari Atalanta. Ia menjadi pemain termahal kedua asal Swedia sepanjang sejarah. Nilai transfernya hanya kalah dari transfer Zlatan Ibrahimovic dari Inter Milan ke Barcelona pada tahun 2009 lalu dengan banderol 47 juta euro (sekitar Rp728 miliar) ditambah bonus Samuel Eto’o.

Bukan tanpa alasan Si Nyonya Tua mau membayar cukup mahal untuk Kulusevski. Dia sudah menunjukkan potensinya saat dipinjamkan ke Parma oleh klub pemilik sebelumnya Atalanta sejak awal musim lalu. Jika dilihat hingga akhir musim lalu, pemain bertinggi badan 186 centimeter itu mampu mengukir 10 gol serta 9 assists dari 36 penampilan.

Kepastian transfer Kulusevski sebenarnya sudah dirampungkan sejak bursa transfer musim dingin Januari 2020 lalu, namun gelandang 19 tahun itu kembali melanjutkan statusnya sebagai pemain pinjaman di Parma hingga musim 2019/2020 berakhir.

Sementara khusus untuk transfer McKennie, Bianconeri mendatangkannya sebagai pemain pinjaman dengan opsi permanen di akhir musim. Gelandang asal Amerika serikat tersebut diplot sebagai pengganti Blaise Matuidi. Gelandang 22 tahun itu tergabung dalam generasi emas timnas Amerika Serikat seperti Christian Pulisic (Chelsea) dan Sergino Dest (Ajax) yang tengah naik daun di kompetisi Eropa.

Sebelumnya McKennie didatangkan Schalke dari FC Dallas pada musim 2016/17. Ia tampil dalam 91 laga dalam semua ajang untuk Die Knappen sejak menembus skuad utama setahun berselang. Bersama Schalke, pemilik 19 caps di timnas AS itu telah menyumbangkan lima gol dan tujuh assist.

Melo, Kulusevski dan McKennie bakal menambah kekuatan skuat juara Si Nyonya Tua yang dihuni bintang-bintang sekelas Giorgio Chiellini, Leonardo Bonucci, Paulo Dybala, hingga Cristiano Ronaldo. Namun sorotan musim depan bakal tertuju untuk pelatih anyar Andrea Pirlo.

 Dimulainya era Andrea Prilo bersama Juventus. Sumber: football-addict.com
 

Pirlo ditunjuk menggantikan pelatih sebelumnya Maurizio Sarri. Penunjukan pria 41 tahun itu sebagai juru taktik Bianconeri cukup mengejutkan. Jangankan melatih tim besar, Pirlo memang tidak punya pengalaman melatih tim. Belum genap sebulan sebelumya, Pirlo yang baru ditunjuk menjadi pelatih tim U-23 Juventus akhir Juli Lalu. Namun pemecatan Sarri membuat manajemen Juve membuat manuver dengan menunjuk Pirlo sebagai suksesornya.

Menarik untuk melihat debut Pirlo sebagai pelatih bersama Juventus. Media-media Italia meramalkan pahlawan Italia di Piala Dunia 2006 tersebut akan menggunakan skema 3-5-2 yang sukses di era kepelatihan Antonio Conte hingga Massimiliano Allegri, dan saat itu Pirlo menjadi salah satu pemain kunci. Komposisi formasi itu diyakini bakal diterapkan Pirlo dalam Giornata perdana Serie A Italia musim 2020/2021 menghadapi Sampdoria.

INTER MILAN

Inter Milan diprediksi bakal semakin mengancam dominasi Juventus di jalur perebutan Scudetto musim 2020/2021. Musim lalu il Nerazzurri finis di urutan kedua klasemen Serie A dengan koleksi 82 poin atau hanya terpaut 1 poin dari sang juara.

Untuk itu Inter cukup serius membenahi skuatnya demi mengejar ketertinggalan dari sang rival. Sejauh ini mereka sudah mendatangkan 2 pemain di lini belakang, yaitu Achraf Hakimi (Real Madrid) dan Aleksandar Kolarov (AS Roma).

Hakimi musim lalu tampil apik sebagai pemain pinjaman di Borussia Dortmund. Berposisi sebagai bek atau winger kanan, ia sukses menyegel satu posisi utama di tim inti Die Borussen pada musim 2019-20. Tampil 45 kali di seluruh ajang, pemain 21 tahun itu menyumbangkan 9 gol dan 10 assist. Tak ragu-ragu, 40 juta Euro (setara Rp697 miliar) dikucurkan ditambah bonus 5 juta euro jika sejumlah syarat di kontrak terpenuhi.  Agresivitas pemain asal Maroko ini  cocok ditempatkan di posisi wing back dalam skema 3-5-2 Antonio Conte. Tak hanya di sektor kanan, Hakimi juga bisa bermain di sektor kiri jika dibutuhkan. Dalam Transfermarkt           musim lalu Hakimi 9 kali bermain di sektor kiri dengan total lesakkan 4 gol.

Begitu juga dengan Kolarov yang bisa bermain lebih dari satu posisi. Bek berusia 34 tahun itu dibeli seharga 1,5 juta euro (Setara Rp 26,2 miliar), plus 500 ribu euro (setara Rp 8,75 miliar) dalam bentuk bonus. Ia bisa bermain di bek kiri, sayap kiri maupun sebagai bek tengah pelapis dari Alessandro Bastoni yang menjadi satu-satunya bek tengah Inter dengan kaki kiri dominan. Meski sudah tidak muda lagi, pengalaman dan karakter petarung Kolarov diharapkan mampu menambah mentalitas skuat Inter musim depan.

Satu nama yang dirumorkan segera merapat adalah Arturo Vidal dari Barcelona. Permainan Gelandang asal Cile ini memang sudah dikenal Conte. Keduanya pernah bekerja sama mempersembahkan 3 gelar beruntun untuk Juventus pada periode 2011/2012, 2012/2013/ dan 2013/2014. Vidal sebenarnya sudah diburu Conte sejak musim panas tahun 2019 lalu, namun gagal terealisasi. Kini pemain 33 tahun tersebut dikabarkan tidak masuk rencana pelatih anyar Barcelona, Ronald Koeman.

Terlepas dari strategi transfer pemain, memastikan Conte bertahan di Giuseppe Meazza menjadi salah satu kesuksesan manajemen si Biru-Hitam. Sebelumnya masa depan pelatih asal Italia ini memang sempat jadi pertanyaan. Keraguan ini mencuat setelah ia  memberikan komentar pedas terhadap pihak klub hingga menyatakan dirinya mungkin tidak menjadi pelatih Inter musim depan usai menghadapi Sevilla di babak final Europa league.

"Kami akan bertemu dengan klub pekan depan dan kami akan memutuskan tentang masa depan saya. Saya tidak yakin akan tetap menjadi pelatih Inter musim depan, kami akan memutuskan bersama," katanya kepada Sky Sport Italia . "Inter akan merencanakan masa depan dengan atau tanpa saya."

Conte berulang kali dikabarkan tidak senang dengan beberapa perkembangan di Inter, termasuk bocoran internal klub kepada media serta pergerakan transfer. Pelatih berusia 51 tahun itu tidak menginginkan kedatangan Christian Eriksen pada Januari lalu, karena sebenarnya lebih menginginkan Arturo Vidal dari Barcelona. Di bawah Conte, Eriksen jarang mendapat kesempatan bermain dan tidak menjalani peran penting seperti yang dilakukannya semasa di Tottenham Hotspur.

             

 Antonio Conte bersama pimpinan manajemen Inter Milan. Sumber: Inter.it

Namun setelah manajemen Inter dan Conte melakukan pertemuan pada akhir Agustus lalu, mantan pelatih timnas Italia tersebut dipastikan bertahan untuk musim depan.  Terlepas dari ketegangannya dengan manajemen, Conte dinilai memiliki musim debut yang cukup baik musim lalu dengan finish di urutan kedua Serie A dan Runner up Europa League. Dengan modal baik tersebut, pengalaman Conte memiliki potensi untuk membawa Inter raih prestasi bergengsi musim depan khususnya meruntuhkan dominasi Juventus di Serie A.

ATALANTA

Dua musim beruntun Atalanta mampu menaikkan kastanya sebagai tim papan atas Serie A dengan finis di urutan ketiga klasemen. Minim nama-nama bintang, namun polesan sang pelatih Gian Piero Gasperini ditambah strategi jitu klub di bursa transfer mampu membuat La Dea menjadi sorotan di Eropa. Mereka sukses menjadi tim tersubur di Italia dengan total koleksi 98 gol           atau unggul 18 gol dari tim tersubur kedua musim lalu Inter Milan.

Namun dengan bertambah kuatnya para rival, Atalanta juga patut waspada dengan pergerakan adem mereka di bursa transfer musim panas ini.  Sejauh ini selain mempermanenkan status Mario Pasalic dari Chelsea, Si Hitam Biru mendatangkan Aleksei Mirancuk (Lokomotiv Moskow), Christian Romero (Juventus), Simone Muratore (Reggianna) dan Cristiano Piccini (Valencia). Sementara mereka melepas Timothy Castagne ke klub premier league Leicester City.

 Diantara pembelian tadi, satu nama yang menarik untuk dinanti penampilannya adalah Miranchuk. Atalanta harus mengeluarkan dana 14,5 juta Euro untuk menebusnya dari Moskow dan mengalahkan AC Milan yang juga menjadi peminat serius dirinya. Gelandang serang yang sudah memiliki 25 Caps di timnas Rusia tersebut menembus tim utama Lokomotiv Moskow pada musim 2012/2013 dan sudah mencatatkan 223 penampilan di semua kompetisi dengan sumbangan 41 gol hingga kini.

Meski sudah menambah sejumlah amunisi skuatnya, Gasperini khawatir kurangnya waktu untuk mempersiapkan tim menyambut musim baru Serie A.

 Gasperini akan kembali mempersiapkan yang terbaik untuk Atalanta. Sumber: Football-italia.net

 

"Yang paling mengkhawatirkan saya bukanlah kalender, melainkan kurangnya waktu," kata Gasperini dikutip dari Football Italia.

"Awal sangat menantang, tiga pertandingan tandang pertama melawan Lazio, Torino dan Napoli, dengan Cagliari sebagai yang pertama di kandang, tiga dari empat pertandingan yang sangat sulit," katanya.

"Setelah hari keempat, Liga Champions dimulai juga. Sepertinya jauh sekali, tapi hanya tinggal beberapa minggu lagi. Saat Anda memasuki periode itu, hal-hal harus sudah dilakukan sebelumnya agar siap dan bermain dengan kontinuitas yang hebat," terangnya.

LAZIO

Berbicara adem ayem, tim peringkat empat musim lalu, Lazio juga lesu di bursa transfer. Pandemi Corona membuat tim-tim di Eropa termasuk tim Serie A lebih bijak dalam mengeluarkan dana untuk membeli pemain. Sejauh ini tim ibukota Italia ini baru mendatangkan sejumlah pemain gratisan seperti Pepe Reina, Gonzalo Escalante, dan Jean- Daniel Akpa Akpro.

Berbicara pemain gratis, Lazio sebenarnya nyaris mendapatkan pemain gratis berlabel bintang dunia yaitu David Silva yang kontraknya telah habis bersama Manchester City. Meski sudah mencapai kesepakatan personal dengan gelandang asal Spanyol tersebut, Silva mendadak berbelok pulang ke kampung halamannya untuk bergabung dengan Real Sociedad.  Manajemen I Biancocelesti pun dibuat geram akibat sikap Silva tersebut. Pasalnya kualitas dan pengalaman Silva bisa sangat berguna bagi Lazio yang musim lalu sempat menjadi pesaing Juventus di jalur perebutan juara, namun kehabisan bensin menuju penghujung musim.

Otomatis sang pelatih Simone Inzaghi kembali harus memaksimalkan skuat lamanya termasuk mengandalkan sang top skorer Ciro Immobile. Tidak heran manajemen Lazio langsung gerak cepat memperpanjang kontrak striker 30 tahun tersebut yang sebelumnya berakhir tahun 2023, kini menjadi tahun 2025. Immobile memang tampil fantastis musim lalu dengan koleksi 36 gol dairi 37 penampilan di Serie A musim lalu. Tak hanya menjadi Capocannoniere Serie A, mantan striker Borussia Dortmund dan Sevilla itu juga menyabet Sepatu Emas Eropa,penghargaan untuk pemain tersubur di liga top eropa.

Ciro Immobile jadi andalan penyerangan untuk Lazio di musim depan. Sumber: sslazio.it

 

Ditengah persiapan yang singkat, Lazio sejauh ini sudah menjalani tiga laga ujicoba yang kurang meyakinkan. Menghadapi tim Italia dengan kasta dibawahnya anak asuh Inzaghi hanya mampu meraih 1 hasil imbang (Lazio 2-2 Triestina), dan 2 kemenangan tipis (Lazio 1-0 Padova,  Lazio 3-2 Vicenza).

Sementara di giornata perdana Serie A nanti, Lazio bakal menghadapi Cagliari (26/9).

AS ROMA

Menyambut musim kompetisi 2020/2021, Era baru menanti AS Roma. Tim Ibukota Italia itu berganti kepemilikan setelah baru saja diakusisi oleh Grup Friedkin. Grup yang berbasis di Houston itu membeli saham James Pallota (eks Presiden Roma) dengan total 86,6% kepemilikan.

Menariknya, pihak Friedkin berjanji bakal menjadikan Roma sebagai salah satu klub terbaik di dunia. Tentunya ucapan Friedkin tersebut sangat menarik, karena perkataannya itu jelas bisa menjadi sinyal perang kepada klub-klub di Liga Italia bahwa mereka semua sekarang harus waspada terhadap klub berjuluk Giallorossi tersebut.

“Kami senang bisa menjadi bagian dari keluarga AS Roma. Seperti yang ditulis seorang penggemar baru-baru ini, 'Ambil klub ikonik kami dan jadikan itu salah satu nama terhebat di dunia sepakbola'. Tentunya kami berniat untuk melakukan itu. Komitmen kami sangat total untuk Roma,” ucap Dan Friedkin, CEO dan Ketua Grup Friedkin, dikutip dari Sportskeeda.

Kehadiran Friedkin pun diyakini mampu membuat Roma bisa kembali bersaing dengan klub-klub papan atas Italia untuk memperebutkan gelar Scudetto di musim 2020-2021. Langkah nyata Friedkin dalam membantu Roma kembali berjaya itu pun sudah terlihat di bursa transfer musim panas 2020 ini.

Hal itu dapat dibuktikan dengan didatangkannya Pedro Rodriguez dari Chelsea yang kini sudah berstatus bebas transfer. Kehadiran Pedro diprediksi menjadi awal bagi Friedkin untuk membangun Roma menjadi tim yang menakutkan agar bisa beri kejutan di musim 2020-2021 mendatang.

                                               Pembelian Pedro untuk menambah daya gedor AS Roma. Sumber: asroma.com

 

Skuad yang kuat memang dibutuhkan Roma untuk menyambut musim 2020-2021. Sebab pada musim yang baru itu, Roma bakal berkompetisi di Liga Eropa 2020-2021.

Keberhasilan Roma bermain di kompetisi Liga Eropa itu pun tak terlepas dari bantuan Paul Fonseca yang mampu membantu Giallorossi untuk finis di peringkat kelima pada musim 2019-2020. Pada musim 2019-2020 pun Fonseca berhasil membuat Roma bermain hingga perempat final Coppa Italia dan 16 besar Liga Eropa di musim ini.

SAMPAIKAN KOMENTAR