Kasta Tertinggi Liga Indonesia Siap Merumput Kembali
22
Sep
2020
0 Comment Share Likes 158 View

Kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia, Liga 1 akan kembali digulirkan pada Oktober 2020. Setelah jeda sekira tujuh bulan, akhirnya para pecinta sepakbola nasional bisa kembali menyaksikan keseruannya. 18 klub akan memulainya kembali terhitung dari pekan keempat.

Liga 1 sempat ditangguhkan sementara oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sejak Maret 2020. Mereka harus mengambil keputusan tersebut demi mencegah penularan pandemi COVID-19. Setelah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, akhirnya dirumuskan protokol kesehatan terbaik guna melanjutkan kompetisi secara aman.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menjelaskan alasan mengapa kompetisi sepakbola di Indonesia mesti dilanjutkan kembali. Pada 2021, Indonesia mendapat kepercayaan dari Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Dengan adanya Liga 1, para pemain muda bisa diasah kemampuannya sekaligus menambah jam terbang.

Dampak positif yang bisa diberikan kepada FIFA tentu kepercayaan yang semakin kuat terhadap Indonesia. Di mana nantinya terlihat antusias masyarakat terhadap sepakbola yang begitu besar. Jadi, melanjutkan Liga 1 ini bukan sekadar hiburan, tapi pembuktian jika Indonesia layak menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

 

Pertandingan pembuka Liga 1 2020 antara Persebaya Surabaya vs Persik Kediri. Sumber: Persebaya.id

 

"Kompetisi yang dilakukan sekarang adalah untuk kepentingan Timnas Indonesia ke depan, agar para pemain selalu berkompetisi, dan dengan sendirinya pemain tetap terasah kualitasnya," ujar Iriawan, seperti dikutip dari laman resmi PSSI.

"Kita perlu melakukan kampanye lewat sepakbola, bahwa Indonesia sudah mulai beradaptasi dan belajar dengan situasi new normal dengan menjalankan protokol kesehatan. Lewat kompetisi sepakbola, adalah kampanye yang baik bagi dunia luar," imbuhnya.

Dalam mempersiapkan lanjutan Liga 1, PSSI meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator membuat beberapa terobosan baru. Salah satunya memusatkan lokasi pertandingan di Pulau Jawa. Langkah itu diambil agar tidak ada lagi tim yang harus menempuh perjalanan udara ketika menjalani pertandingan tandang.

Ada enam klub yang asalnya dari luar Pulau Jawa pindah markas. Mereka adalah Bali United, Borneo FC, Persipura Jayapura, Persiraja Banda Aceh, Borneo FC, PSM Makassar. Daerah Istimewa Yogyakarta dan Malang yang menjadi pilihan homebase klub-klub tersebut.

PT LIB menyadari, klub-klub yang harus pindah kandang tersebut akan terkendala masalah dana. Pengeluaran mereka tentunya akan lebih banyak lagi. Karena itulah, subsidi akomodasi dan transportasi diberikan. Semua itu dilakukan agar klub-klub bisa menekan pengeluarannya.

"Kami juga akan handle tim di transportasi. Setiap laga tandang, tim-tim akan kami berikan dua bus. Kami ingin mereka menerapkan physical distancing, dan itu harus dipenuhi. Jadi kami tidak ingin cuma ada satu bus, karena nantinya tidak bisa menerapkan protokol kesehatan," ujar Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita.

Antusias Menyambut Kepastian

Kepastian Liga 1 dilanjutkan setelah PSSI, PT LIB, dan klub-klub melakukan pertemuan. Dalam beberapa kali pembasan, terjadi dinamika. Karena ada beberapa ajuan pertimbangan keselamatan anggota tim, jika nantinya kompetisi kembali dilanjutkan.

Pada akhirnya PSSI dan PT LIB dapat merumuskan cara terbaik dalam menerapkan protokol kesehatan selama Liga 1 bergulir nanti. Apresiasi pun diutarakan oleh para pemain dan pelatih. Mereka mengaku sudah tidak sabar untuk kembali merasakan atmosfer kompetisi.

"Saya dan tim sudah melewatkan banyak pertandingan. Saya sudah rindu untuk bermain dengan rekan setim saya lagi dan bersaing (berkompetisi)," kata pemain asing Persib Bandung, Omid Nazari, dikutip dari laman resmi Persib.

Pemain asing Persib lainnya, Wander Luiz mengaku rindu dengan sepakbola Indonesia. Ini adalah musim pertamanya di Indonesia, dan sudah terpukau dengan atmosfer pertandingan yang selalu ditunjukan oleh para suporter ketika menonton langsung di stadion.

"Saya rindu bermain sepakbola lagi, juga berlatih dan menghibur Bobotoh (sebutan suporter Persib) di stadion. Saya akan sangat senang saat melakukannya," tutur striker asal Brasil tersebut.

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts saat memimpin latihan. Sumber: Instagram.com/persib

 

Hal senada diutarakan oleh Anggota Komite Eksekutif Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI), Bambang Nurdiansyah. Mewakili juru taktik asal Indonesia, menurut dia kelangsungan kompetisi amatlah penting. Karena di sana mereka bisa terus mengasah kemampuannya dalam melatih.

"Kami pelatih harus juga terus mengasah ilmu kami, begitu juga pemain agar sentuhannya tidak hilang. Gairah sepakbola di usia dini juga tidak hilang. Itu mengapa, sepakbola Indonesia tidak boleh mati suri," ujar Bambang.

APSSI merupakan salah satu pihak yang diajak berkomunikasi oleh PSSI terkait proyeksi kelanjutan Liga 1. Mereka memberi beberapa masukan, terutama bagaimana cara agar kompetisi benar-benar memberi manfaat besar bagi Timnas Indonesia U-19 yang dipersiapkan menuju Piala Dunia U-20 2021.

PSSI diminta agar tidak terlalu mepet dalam mengumumkan kelanjutan Liga 1. Alasannya, setiap pelatih harus punya dua bulan persiapan. Itu didasari pengalaman mereka dalam membentuk tim jelang mengarungi kompetisi yang jadwalnya padat.

Ketika dimulai pada Oktober 2020, Liga 1 cuma tinggal berdurasi lima bulan. Setiap klub harus bersiap menjalani jadwal yang padat, karena kompetisi masih menyisakan 31 pekan lagi. Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts sudah membayangkan kesibukan yang akan dialami anak asuhnya.

"Sekarang kami harus memastikan tim siap untuk berkompetisi di liga yang sangat padat dan sibuk. Jadwalnya kompetisi hanya digelar dalam lima bulan," ucap juru taktik asal Belanda tersebut.

Bigmatch Pekan Keempat

Persipura Jayapura akan menjamu Persija Jakarta di Stadion Gajayana, Malang pada Sabtu 3 Oktober 2020. Pertandingan ini akan sangat menarik, karena kedua tim adalah kekuatan besar dalam sepakbola Indonesia.

Persipura dan Persija juga sama-sama kehilangan anggota tim jelang lanjutan Liga 1. Tim berjuluk Mutiara Hitam ditinggalkan striker asing asal Belanda, Sylvano Comvalius dan bek dari Brasil, Arthur Cunha. Otomatis mereka akan mengandalkan pemain lokal.

Sedangkan Persija tidak lagi dibesut oleh pelatih Sergio Farias dan bek Thiago Motta. Posisi juru taktik ditempat oleh Sudirman yang sebelumnya menjadi asisten pelatih.Namun, pelatih Persipura, Jacksen F. Tiago menganggap situasi tersebut takkan membuat calon lawan berubah total.

"Perubahan mungkin tidak akan terlihat di awal, tapi dalam perjalanan Persija ke depannya pasti akan kelihatan sekali ada perubahan. Saya rasa Sudirman tidak akan melakukan perubahan komposisi pemain secara drastis, dan dia akan mempertahankan yang ada," kata Jacksen.

Dari kubu Persija, Sudirman menegaskan anak asuhnya sudah siap untuk mengarungi lanjutan Liga 1. Latihan yang dimulai sejak dua bulan lalu membuat para pemain semakin bugar. Dia yakin, kompetisi akan dilalui dengan semaksimal mungkin.

 

Latihan Persija Jakarta jelang lanjutan Liga 1. Sumber: Persija.id

 

"Para pemain terus mengalami kemajuan yang baik. Kami telah melakukan uji coba dan hasilnya positif. Saat ini tinggal mengasah yang perlu ditingkatkan. Bisa dikatakan kami sudah siap menghadapi Liga 1," tutur Sudirman.

Sehari setelahnya, akan ada dua big match lagi. Yang pertama pertemuan juara bertahan Liga 1 musim lalu, Bali United melawan Tira Persikabo. Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Rodrigues mewaspadai Tira Persikabo karena persiapannya jauh lebih awal, termasuk melakoni laga uji coba.

"Mereka sudah memulai latihan lebih awal. Apalagi sudah melakukan uji coba dengan tim Liga 1. Bukan hal yang mudah, tim harus tetap punya persiapan bagus dan kerja keras di latihan untuk dapat hasil positif saat pertandingan," ujar pelatih yang akrab disapa Teco itu.

Selain itu ada lagi pertemuan Madura United melawan Persib Bandung. Ini akan jadi ajang pembuktian tim berjuluk Maung Bandung untuk memutuskan tren negatif ketika berhadapan dengan Laskar Sape Kerrab sejak 2016. Lima kemenangan dipetik Madura United, dan tiga sisanya berakhir imbang.

"Kalau soal Persib belum mengalahkan Madura United itu jadi motivasi untuk kami. Tapi, jangan sampai kami terpeleset ataupun merasa hebat karena belum kalah. Intinya jangan memikirkan hal itu di lapangan. Kami harus fokus, berjuang, dan disiplin supaya meraih poin penuh lawan Persib," ujar kiper Madura United, Muhammad Ridho.*

SAMPAIKAN KOMENTAR