Juventus vs AS Roma: Alot di Tengah, Ketat di Sayap
06
Feb
2021
1 Comment Share Likes 105 View

Jadwal Liga Italia Serie A akhir pekan ini diwarnai big match Juventus vs AS Roma. Pertemuan antara tim sarat tradisi di kompetisi domestik. Partai Juventus vs AS Roma akan berlangsung di Turin, Minggu 7 Februari 2021, mulai pukul 00.00 WIB.

Tuan rumah Juventus yang merupakan juara bertahan, sekarang menduduki peringkat keempat klasemen sementara Serie A. Kalau AS Roma melawat ke Turin sebagai peringkat ketiga sementara. Selisih poin mereka tipis. AS Roma punya 40 poin, Juventus menguntit 39 poin. Catatan Juventus masih punya 1 pertandingan tunda melawan Napoli. Artinya kalau Juventus mampu menang di pertandingan nanti, otomatis menggusur AS Roma dari peringkat ketiga, plus memiliki tabungan satu pertandingan lagi.

 

Pertandingan antara Juventus melawan AS Roma di Serie A. Foto: Twitter.com/juventusfcen

 

Oleh karena itu pertandingan Juventus vs AS Roma di putaran kedua Serie A ini akan seru. Kedua tim punya kepentingan masing-masing. Juventus sebagai juara bertahan sedang gencar-gencarnya menuai poin positif. Sementara AS Roma yang sudah ada di posisi bagus, jelas tidak ingin kehilangan momentum.

Kedua tim juga punya gengsi yang dipertaruhkan. Juventus sebagai raja Serie A Italia memang sulit dibandingkan dengan AS Roma yang dalam sejarahnya baru 3 kali scudetto. Namun AS Roma adalah simbol Italia. Sebagai tim ibukota dan mengusung nama Kota Roma, I Lupi sudah pasti tidak mau inferior di depan Juventus. Maka jawaban paling mendesak adalah AS Roma harus menang di kandang Juventus.

Lantas akan seperti apa pertandingan Juventus vs AS Roma akhir pekan nanti? Untuk mengulasnya, mari kita bedah strategi dan taktik yang bakal jadi andalan kedua tim.

Tren Hasil dan Head To Head

Untuk pertama-tama penting ditelaah lebih dalam bagaimana tren hasil pertandingan Juventus dan AS Roma, setidaknya dalam 5 partai terakhir. Sebab tren hasil pertandingan ini manjur untuk mengetahui sedang dalam kondisi seperti apa suatu tim, positif atau negatif.

Dari Juventus di 5 pertandingan terakhir Serie A tim arahan Andrea Pirlo ini mencatat hasil positif. Bahkan mereka sedang menuju 3 pertandingan beruntun tanpa kebobolan alias clean sheet. Kalau itu terjadi maka Andrea Pirlo akan menyamai catatan pelatih sebelumnya Maurizio Sarri pada Juni 2020.

Persisnya hasil 5 pertandingan Juventus di Serie A adalah Vs AC Milan 3-1 (tandang), Vs Sassuolo 3-1 (kandang), Vs Inter 0-2 (tandang), Vs Bologna 2-0 (kandang), Vs Sampdoria 2-0 (tandang). Itu menjadi catatan bagus buat Juventus untuk meneruskan tren hasil positif di akhir pekan nanti.

 

Pelatih AS Roma Paulo Fonseca – Foto: Twitter.com/ASRomaEN

 

Tapi bagaimana dengan hasil 5 pertandingan terakhir Juventus di semua ajang? Tercatat sejak 21 Januari 2021 sampai 3 Februari 2021, Juventus telah memainkan 5 pertandingan. Hasilnya menang atas Napoli 2-0 di Piala Super Italia, menang atas Bologna dan Sampdoria di Serie A, menang atas SPAL di perempat final Coppa Italia, kemudian terbaru menang atas Inter di semifinal leg pertama Coppa Italia. Jadi sudah dalam 5 pertandingan terakhir di semua ajang Juventus mampu menyapunya dengan kemenangan.

Sekarang geser ke AS Roma. Tim asuhan Paulo Fonseca ini dalam 5 pertandingan terakhir Serie A, mencatat 1 kali kalah, 1 kali imbang, dan 3 kali menang. Satu kekalahan diderita dari Lazio. Hasil seri dipetik melawan Inter dan kemenangan diperoleh atas Spezia serta Verona. Di sela-sela 5 pertandingan ada satu partai 16 besar Coppa Italia saat AS Roma takluk 0-3 Spezia. Jadi tren hasil pertandingan AS Roma sudah tergambar bahwa tidak sebaik Juventus. Tapi secara posisi di klasemen, AS Roma masih lebih bagus dibandingkan Juventus.

Lalu bagaimana dengan head to head Juventus melawan AS Roma. Kita coba ambil sampel di 5 pertemuan terakhir mereka. Pertemuan mereka dalam 5 laga terakhir tersaji 4 kali di Serie A dan 1 kali di Coppa Italia. Hasilnya ternyata berimbang karena Juventus menang 2 kali, AS Roma menang 2 kali, dan 1 laga lainnya berakhir imbang. Untuk head to head paling baru pada putaran pertama Serie A musim ini, ketika Juventus yang tandang ke markas AS Roma membawa pulang poin seri 2-2. Gol Juventus dicetak Cristiano Ronaldo dua gol yang salah satunya dari penalti. Kalau gol AS Roma diborong Jordan Veretout, yang salah satunya juga lewat penalti. Tapi patut diingat dalam laga di Olimpico ketika itu Juventus main 10 orang sejak menit ke-62, setelah Adrien Rabiot dikartu merah.

Mengatur Strategi Dengan Baik

Satu yang pasti Andrea Pirlo sekarang ini harus memperhitungkan secara cermat strategi tim. Ini berkaitan dengan jadwal padat dan berat yang sedang dijalani Juventus pada hari-hari ini. Setelah awal pekan ini menghadapi Inter di semifinal leg pertama Coppa Italia dan menang 2-1, tiga laga berikutnya tampak menyeramkan. Masing-masing melawan Inter di semifinal leg kedua Coppa Italia, kemudian Napoli di Serie A, dan FC Porto di leg pertama 16 besar Liga Champions.

Tanpa perhitungan yang cermat untuk mengatasi situasi ini, niscaya Juventus akan babak belur. Maka dari tu Andrea Pirlo harus punya strategi yang pas untuk melalui satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Karena harapannya Juventus selalu memenangi pertandingan.

Lantas ada di mana bobot pertandingan melawan AS Roma? Prioritas atau bukan prioritas? Pilihan yang sulit karena semua sama-penting. Sehingga tuntutan untuk selalu menurunkan komposisi pemain terbaik pasti muncul. Tapi boleh diyakini Andrea Pirlo tidak mudah tergoda memforsir susunan pemain terkuat di setiap pertandingan.

Andrea Pirlo akan mengambil strategi mencampur pemain utama dengan pelapis. Atau menurunkan skuat terkuat sampai durasi tertentu, setelah itu memasukkan pemain pelapis. Hal ini demi menghemat tenaga pemain utama. Langkah itu sempat diperlihatkan Andrea Pirlo saat menarik keluar Cristiano Ronaldo dalam pertandingan melawan Inter di semifinal leg pertama Coppa Italia kemarin. Pemandangan yang muncul adalah Cristiano Ronaldo marah karena diganti, tapi Andrea Pirlo cuek saja.

 

Pelatih Juventus, Andrea Pirlo. Foto: Twitter.com/juventusfcen

 

"Di klausul kontrak tidak ada aturan dia tidak boleh diganti. Dia tahu dia pemain penting. Tapi tetap harus menjaga kebugaran. Ada pertandingan penting di hari Sabtu nanti (melawan AS Roma)," ujar Andrea Pirlo.

Situasi tidak jauh berbeda juga dimiliki AS Roma. Meski tidak seberat Juventus, AS Roma pada pekan ketiga bulan ini juga sudah ditunggu di Liga Europa. Sehingga jangan sampai ada pemain pilar yang pada hari-hari ke depan mengalami cedera. Tapi pastinya tangan Paulo Fonseca sangat ringan untuk menuliskan daftar susunan pemain paling kuat untuk pertandingan nanti. Karena sepanjang Februari ini, lawan hebat AS Roma hanya Juventus. Sisa lawan yang dihadapi ada di bawah AS Roma, mulai Udinese dan Benevento di Serie A serta, Sporting Braga untuk 32 besar Liga Europa.

Jadi Paulo Fonseca bisa mengambil pilihan strategi memainkan skuad terkuat dan terbaik, tanpa ada keraguan. Strategi itu diyakini memberi tuah besar untuk mengambil poin di Juventus Stadium. Ditambah lagi Paulo Fonseca sudah berdamai dengan striker utama Edin Džeko. Mereka sempat terlibat perselisihan. Tapi sekarang sudah berakhir damai. Fakta itu membuat strategi memainkan tim terkuat AS Roma nanti bakal lebih mantap.

Buat AS Roma kemenangan memang sangat penting. Mengingat posisi mereka di peringkat ketiga masih rawan digusur. Termasuk Juventus. Sehingga sejak sekarang AS Roma harus "menghancurkan kekuatan" Juventus. Terutama jika nanti dalam penentuan peringkat di akhir musim AS Roma memiliki poin yang sama dengan Juventus. Maka itu head to head menjadi penting.

Taktik Kedua Tim Di Lapangan

Juventus di awal Serie A musim ini sempat tersendat-sendat. tapi masuk akhir November hingga sekarang di awal Februari performanya terus meningkat. Statistik yang memperlihatkan catatan itu, bahwa dari 19 pertandingan selama putaran pertama, Juventus hanya kalah 2 kali. Sama seperti yang dicatat AC Milan dan Inter, penguasa satu dua klasemen papan atas Serie A.

Juventus yang terus membaik ini seiring pemahaman pemain terhadap taktik permainan yang dihamparkan Andrea Pirlo. Sebagai juru latih Juventus identitas "Sang Metronom" adalah formasi 4-4-2 dengan gaya bermain menekankan keseimbangan antara belakang, tengah, hingga depan. Di situ peran pemain sayap lebih dieksploitasi karena ada Federico Chiesa-Weston McKennie, duo sayap muda, beda, dan berbahaya. Mereka seperti pemain liar yang mengacak-acak pertahanan lawan. Main di tengah, bergerak ke pinggir, kemudian masuk lagi ke dalam ketika bola sudah sampai sepertiga akhir.

Mobilitas mereka membuat pekerjaan mega bintang Cristiano Ronaldo menjadi agak ringan. Dia tidak lagi harus naik dan turun sebagai penyerang sayap, tapi sudah bisa fokus mengobrak-abrik jantung pertahanan lawan. Akselerasi Cristiano Ronaldo tentu membuat kerepotan pertahanan lawan. Belum lagi jika Cristiano Ronaldo dapat tandem yang pas untuk di depan, bisa Dejan Kulusevski atau Paulo Dybala. Masih ada juga Álvaro Morata.

 

Selebrasi usai Cristiano Ronaldo mencetak gol. Foto: Twitter.com/juventusfcen

 

Kesimpulannya di pertandingan nanti Andrea Pirlo tetap menghamparkan taktik menyerang dengan formasi 4-4-2. Ditunjang dengan tren hasil pertandingan dan performa positif yang sedang dialami, Juventus tampaknya tidak akan kesulitan meredam AS Roma.

Beralih ke AS Roma, formasi andalan Paulo Fonseca adalah 3-4-2-1. Dilihat dari pilihan formasi itu tampak menguasai lapangan tengah menjadi syarat utama untuk mengejar kemenangan. Dengan menempatkan enam pemain di tengah, AS Roma ingin punya keunggulan mutlak dalam olah bola di pusat permainan.

Hasilnya memang terbukti bagus. AS Roma dengan pilihan formasi itu mampu menerapkan taktik permainan menyerang dan bertahan sama baiknya. Transisi permainan menjadi seimbang. Sehingga posisi ketiga di klasemen sementara menjadi jawabannya. Menghadapi Juventus, Paulo Fonseca akan terus mempertahankan pilihan ini. Selain itu meminta pemain disiplin dalam menjaga zona atau daerah permainan. Jangan sampai lengah dengan peluru-peluru Juventus.

Sekarang pertanyaannya bakal seperti apa permainan di lapangan nanti ketika taktik 4-4-2 menghadapi 3-4-2-1? Sekilas bisa diperkirakan bola lebih banyak berkutat di tengah dan sayap. Karena di titik-titik itu paling banyak terdapat pemain dari kedua tim.

Buat Juventus yang harus diwaspadai adalah jangan sampai penjagaan zona yang bakal diterapkan AS Roma, membuat aliran bola tidak lancar. Kalau itu terjadi transisi permainan bisa terganggu yang ujungnya mengganggu produktivitas.

Sebaliknya buat AS Roma harus hati-hati jangan sampai striker tunggal mereka diisolasi barikade pertahanan Juventus. Karena hanya pakai satu striker dan misalnya sukses diisolasi, AS Roma harus mencari celah lain untuk memperbanyak peluang mencetak gol.

Perkiraan Susunan Pemain

Juventus dan AS Roma musim ini memiliki materi pemain yang komplit. Di pertemuan nanti kedua tim juga bisa menurunkan skuat terbaik. Paulo Dybala yang tidak dibawa Juventus dalam lawatan ke Milan melawan Inter di Coppa Italia, berada dalam kondisi bugar. Kiper Wojciech Szczęsny yang juga absen di laga melawan Inter kemarin, bakal diberi kesempatan utama melawan AS Roma.

Oleh karena itu formasi 4-4-2 Juventus tampaknya menjadi milik Wojciech Szczęsny di posisi kiper, empat bek sejajar ditempati Juan Cuadrado, Leonardo Bonucci, Matthijs de Ligt, dan Alex Sandro. Kemudian empat pemain tengah diisi Federico Chiesa, Adrien Rabiot, Rodrigo Bentancur, dan Weston McKennie. Lalu dua ujung tombak pastinya dipercayakan kepada Cristiano Ronaldo dan Paulo Dybala atau Álvaro Morata.

Dari pihak AS Roma kembalinya Stephan El Shaarawy dari Liga Super China menambah variasi materi pemain di posisi serang AS Roma. Tapi agaknya Paulo Fonseca belum akan mengubah komposisi pemain untuk starter yang sama seperti pertandingan terakhir melawan Verona, pekan lalu.

Di posisi kiper Pau Lopez siap mengawal gawang agar tidak kebobolan. Kemudian tiga bek tengah ditempati Gianluca Mancini, Chris Smalling, dan Roger Ibañez. Empat blok gelandang yang lebih condong bertahan bakal diisi Rick Karsdorp, Gonzalo Villar, Jordan Veretout, dan Leonardo Spinazzola. Disambung di depannya dua gelandang serang, yaitu Lorenzo Pellegrini dan Henrikh Mkhitaryan. Untuk posisi striker murni ada Edin Džeko.

Prediksi Hasil Pertandingan

Tiba saatnya memprediksi hasil pertandingan. Apakah selesai dengan pemenang atau remis?

Dilihat dari kepercayaan diri yang sedang dialami Juventus, biarpun jadwalnya padat dan berat, rasanya Si Nyonya Tua bisa memetik hasil positif. Alasannya lainnya karena AS Roma belakangan sedikit kurang stabil.

Soal kedudukan akhir mungkin tidak tercipta banyak gol karena sengitnya pertandingan. Mungkin hasil 90 menit adalah Juventus menang 2-1 atas AS Roma. Setuju, Pria Intersport?

SAMPAIKAN KOMENTAR