Inggris vs Denmark: Tiga Singa Berhasil Jinakkan Tim Dinamit
08
Jul
2021
0 Comment Share Likes 94 View

Tim nasional Inggris berhasil melaju ke babak pemuncak gelaran UEFA Euro 2020 setelah sukses mengandaskan perlawanan tim dinamit, Denmark, pada partai semifinal, Kamis (8 Juli 2021) dini hari WIB. Stadion Wembley di London menjadi saksi kemenangan Harry Kane dkk dengan skor 2-1 setelah melalui babak waktu tambahan.

Di awal laga ada prosesi penghormatan untuk Christian Eriksen, pemain timnas Denmark yang sebelumnya sempat tak sadarkan diri ketika laga awal perhelatan ajang empat tahunan ini. Terlihat di lapangan kapten kedua tim, Harry Kane dan Simon Kjaer, berfoto bersama dengan segenap pengadil lapangan dengan memegang jersey Eriksen lengkap dengan tanda tangan semua pemain.

Harry Kane saat merayakan gol penentu kemenangan kontra Denmark. Sumber : bbc.com

 

Dengan kemenangan ini akhirnya memecah paceklik di timnas Inggris. Ini adalah torehan sejarah pertama mereka lolos ke babak Final Piala Eropa dan mencapai tahap puncak turnamen antar negara sejak terakhir kali gelaran Piala Dunia 1966.

Sementara itu, sudah menunggu di partai pamungkas ada Timnas Italia yang sejak awal hajatan sudah digadang-gadang akan memboyong piala ke negeri asal Menara Pisa. Setelah sehari sebelumnya Gli Azzurri berhasil membuat bertekuk lutut timnas Spanyol.

Jual Beli Serangan Sejak Awal Laga

Baik Inggris dan Denmark datang ke partai puncak dengan persiapan strategi andalan masing-masing tim. Inggris tetap menggunakan formasi  4-2-3-1 dengan susunan pemain terbaik mereka yang sudah terbukti selama ini.

Gareth Southgate mengambil pilihan mengejutkan dengan menurunkan Bukayo Saka di sisi kanan penyerangan mereka, setelah sang pemain pulih dari cedera ringan. Berbeda ketika mereka mengalahkan Ukraina empat gol tanpa balas di babak sebelumnya dengan menempatkan Jadon Sancho di posisi tersebut.

Sementara di pihak tim dinamit, dengan formasi tiga bek yang menjadi andalan mereka sejak awal turnamen. Pelatih Denmark, Kasper Hjulmand, dengan percaya diri menggunakan 3-4-3 guna mendobrak sisi pertahan The Three Lions.

Denmark menempatkan Dolberg di posisi ujung tombak penyerangan mereka yang siap dimanjakan oleh umpan-umpan dari Pierre-Emile Højbjerg dari tengah lapangan. Sementara itu, Jens Stryger Larsen dan Joakim Mæhle akan bahu membahu menyisir sisi lapangan guna mengancam gawang Inggris yang dikawal Jordan Pickford.

Keunggulan kualitas skuad dan dukungan hooligans, sebutan untuk pendukung garis keras Inggris, Raheem Sterling dkk langsung menunjukkan dominasi permain sejak wasit meniup peluit tanda dimulainya pertandingan.

Baru enam menit laga berlangsung, Inggris sudah berhasil membuat degup jantung pendukung Denmark semakin cepat melalui skema serangan mereka. Sebuah aliran bola dari tengah lapangan berhasil diterima oleh Harry Kane yang bermain agak melebar. Penyerang Tottenham Hotspur tersebut mengirim umpan menuju jantung pertahanan Denmark. Sayang umpan tersebut melaju terlalu keras dan Raheem Sterling pun gagal mengkonversinya menjadi sebuah gol.

Di menit ke-13, mantan pemain Liverpool, Raheem Sterling, mampu merangsek masuk ke pertahan Denmark. Namun sayangnya, penetrasi Sterling yang diakhiri tendangan keras kaki kanan dapat diredam dengan baik oleh anak dari mantan legenda Manchester United, Kasper Schmeichel, yang berada di posisi yang tepat.

Pemain bintang sekaligus jenderal lapangan tengah Denmark, Pierre-Emile Højbjerg, turut serta dalam mengobrak-abrik pertahanan Inggris. Ia memiliki satu peluang emas ketika melakukan percobaan sepakan dari sisi luar kotak penalti anak asuhan Gareth Southgate. Pickford yang bermain cemerlang di hari itu, berhasil menggagalkan usaha pemain Tottenham Hotspur itu.

Selama jalannya pertandingan, timnas Inggris yang unggul segalanya sangat mendominasi jalannya pertandingan. Tetapi, publik Britania dibuat kaget dengan sebuah gol dari tim dinamit, Denmark.

 

Free kick indah Mikel Damsgaard yang mengejutkan skuad asuhan Gareth Southgate. Sumber : theathletic.com

 

Di menit ke-30 Denmark berhasil memerawani jala gawang Pickford setelah sebuah tendangan bebas yang sangat ciamik berhasil menembus jala pertahan Inggris. Ia adalah Mikkel Damsgaard yang menjadi algojo tendangan bebas dan berhasil melesakkan bola dengan keras dan sedikit melengkung hingga tidak bisa dihalau kiper Everton tersebut.

Gol ini adalah kebobolan pertama timnas Inggris setelah selama hajatan UEFA Euro 2020 ini mereka belum pernah barang sekali pun gawangnya kemasukan. Rekor fantastis itu harus berakhir dengan sebuah gol yang tak kalah fantastisnya.

Tersentak oleh gol Denmark, di bawah komando Harry Kane, timnas Inggris tak mengendurkan serangan dan kembali tampil panas. Lagi-lagi, bintang Manchester City, Raheem Sterling mendapat peluang emas. Umpan mendatar yang sangat baik dari Kane dari sisi kanan kotak penalti Denmark tidak dapat dimanfaatkan oleh Sterling untuk dikonversi menjadi gol penyamaan kedudukan. Schmeichel menjadi bintang dengan berhasil melakukan penyelamatan untuk kesempatan timnas Inggris tersebut.

The Three Lions tak patah arang dengan terus membombardir lini pertahanan Denmark. Akhirnya, usaha tim Ratu Elizabeth tersebut membuahkan hasil dengan gol penyama kedudukan di menit ke-39.

Berawal dari penetrasi pemain berusia 19 tahun, Bukayo Saka di sisi kanan lapangan, ia kemudian mengirim satu umpan keras menuju sisi vital pertahanan Denmark. Sterling yang berada di posisi yang tepat untuk menerima umpan bisa dengan mudah memasukkan bola ke gawang Schmeichel. Kapten timnas Denmark, Simon Kjaer, berupaya untuk menghadang. Sayangnya, bola malah masuk ke gawang sendiri dan mengakibatan gol bunuh diri penyama kedudukan sementara menjadi 1-1.

Skor sama kuat bertahan hingga pengadil lapangan meniup peluit berakhirnya babak pertama.

Adu Ngotot di Babak Ke Dua

Babak kedua berlanjut, timnas Denmark langsung tancap gas dengan memberikan serangan ke jantung pertahan Inggris. Melalui peluangan emas dari Kasper Dolberg seusai menerima umpan matang dari Damsgaard. Kyle Walker dan John Stones yang saat itu melakukan pengawalan berhasil dikelabui dengan apik oleh Dolberg. Sebuah tendangan keras dari juru gedor tim Nice itu nyatanya bisa ditepis oleh Pickford. Sayangnya, peluang tersebut tidak dihitung karena sebelumnya sang pemain terjebak offside.

Setelah menerima banyak gempuran dari Denmark, timnas Inggris akhirnya berhasil mengancam pertahanan tim dinamit setelah 10 menit babak kedua berjalan. Mason Mount yang menjadi eksekutor tendangan bebas, berhasil mengirim umpan dari sisi kanan, sayangnya tandukan Harry Maguire masih dapat dijinakkan oleh Schmeichel yang bermain saat brilian di pertandingan itu.

Setelahnya, kedua tim sepertinya menurunkan tensi pertandingan sehingga belum banyak peluang emas yang tercipta. Baru pada menit ke-73, sebuah peluang emas hadir dan kembali dibuat oleh skuad The Three Lions. Lagi-lagi Mason Mount memberi ancaman melalui sebuah umpan lambung ke jantung pertahanan Denmark. Umpan tersebut malah mengarah ke gawang Denmark, bintang di bawah mistar gawang Denmark, Schmeichel harus berjibaku melompat demi menipisnya.

Di menit ke-74, Inggris hampir saja mendapatkan hadiah penalti andai saja penetrasi yang dilakukan oleh Harry Kane dianggap sebagai sebuah pelanggaran. Namun, wasit tidak menganggap itu sebagai sebuah penalti walaupun sudah melihat hasil siaran ulang melalui VAR.

Inggris dan Denmark terus melancarkan serangan. Tapi, hasil sama kuat masih bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Dominasi Inggris Berlanjut di Babak Tambahan Waktu

Inggris melanjutkan dominasinya di babak tambahan waktu. Baru 4 menit laga berjalan, Harry Kane lagi-lagi merepotkan sektor pertahanan Denmark. Sebuah umpan dari bek sayap Kyle Walker menghujam ke tengah pertahanan Denmark, untungnya Kasper Schmeichel berhasil menangkis dengan brilian bola hasil sepakan Harry Kane.

Empat menit berselang, pasukan tiga singa kembali memberi olahraga jantung untuk para pendukung tim dinamit. Sebuah tendangan placing dari Raheem Sterling sayangnya masih melambung di atas mistar gawang.

Petaka menghampiri timnas Denmark di menit ke-102 setelah timnas Inggris mendapat hadiah penalti. Penetrasi Raheem Sterling di kotak penalti dihalau oleh Joakim Mæhle dan membuat sang pemain terjatuh. Wasit meniup peluit tanda pelanggaran dan menunjuk titik putih. Harry Kane yang maju sebagai algojo tendangan penalti nyatanya gagal menjalankan tugasnya setelah digagalkan Kasper Schmeichel. Tetapi, Dewi Fortuna masih berpihak ke anak asuhan Gareth Southgate itu ketika bola muntahan tepat kembali ke kaki Kane. Sebuah sepakan setelahnya berhasil dikonversi menjadi sebuah gol kemenangan The Three Lions.

 

Penalti Harry Kane yang membawa Inggris lolos ke final EURO untuk pertama kalinya. Sumber : bola.net

 

Ketika sudah unggul satu gol, Inggris terlihat menurunkan tempo permainan. Di sisi lain, Denmark masih berusaha sekuat tenaga untuk membongkar pertahanan Inggris yang dikawal Maguire dan Stones. Sebuah usaha Martin Braithwaite di enam menit sebelum laga berakhir masih gagal menyamakan kedudukan.

Skor 2-1 untuk kemenangan Inggris bertahan hingga pengadil lapangan meniup peluit panjang tanda pertandingan usai. Gemuruh Stadion Wembley tak bisa dielakan lagi. Kerinduan publik Britania untuk menyaksikan tim nasional mereka berlaga di partai puncak kompetisi sepak bola paling bergengsi antar negara Eropa pun akhirnya terbayar.

Di partai puncak, Italia yang sudah terlebih dahulu mengamankan satu tiket di final sudah menunggu Harry Kane dkk di partai pamungkas. Jadi, siapa yang akan memenangi turnamen empat tahunan ini? Kita lihat saja, Pria Intersport!

SAMPAIKAN KOMENTAR