Garang Di Atas Lapangan Hijau Berkat Gaya Hidup Sehat Dan Disiplin
21
Oct
2020
1 Comment Share Likes 454 View

Menjaga kondisi fisik untuk selalu bugar jadi sebuah keharusan bagi seorang pesepakbola. Intensitas pertandingan yang tinggi serta padatnya jadwal membuat mereka dituntut untuk selalu dalam kondisi terbaiknya. Kualitas teknik memang dasar utama seorang pesepakbola, tapi tanpa fisik mumpuni, mereka akan sulit bersaing di level profesional.

Arsene Wenger ketika datang ke Arsenal pada 1996, memusatkan perhatiannya kepada pembenahan fisik para pemain. Di musim itu, mayoritas bek Arsenal sudah melewati usia 30 tahun. Tapi, cara dia melakukannya bukan lagi dengan cara konvensional, yaitu memberi menu latihan yang menguras tenaga.

 

Arsene Wenger saat menangani Arsenal. FOTO: Arsenal.com

 

Dikutip dari Guardian, penerapan modern dipilih oleh juru taktik asal Arsenal tersebut. Dia mendapatkan ilmunya ketika menjadi pelatih klub asal Jepang, Nagoya Grampus Eight. Ketika seluruh anggota tim masuk ke dalam bus dalam perjalanan ke stadion, suhu udara dinaikkan. Tujuannya untuk menjaga otot-otot pemain tetap lentur.

Bukan cuma itu, pola makan para pemain juga dibenahi oleh pria berjuluk The Professor. Dia tahu betul, pada era itu gaya hidup pesepakbola di Inggris belum tertata rapih. Menu makanan Arsenal dibuat menjadi lebih hijau, bahkan brokoli jadi makanan wajib. Walau sebagian dari mereka tidak terbiasa mengkonsumsinya.

Pola dan menu makan masyarakat Jepang dianggap Wenger merupakan yang terbaik untuk dicontoh para pesepakbola. Perbedaannya jauh mencolok dibanding dengan yang biasa dikonsumsi di Inggris. Asupan makanan tanpa lemak dan gula dapat menghindari tubuh dari berat yang berlebih.

"Dua tahun saya tinggal di Jepang, dan saya anggap mereka punya diet yang terbaik. Makanan mereka pada dasarnya adalah sayuran rebus, ikan, dan nasi. Tanpa lemak, tanpa gula. Anda akan sadar ketika tinggal di sana, tidak ada orang gemuk. Saya pikir di Inggris, Anda terlalu banyak gula dan daging, tapi tidak cukup sayuran," ujar Wenger.

Semua itu kemudian disempurnakan dengan latihan di gym oleh Wenger. Dia yang terlibat dalam pembangunan pusat latihan Arsenal, memikirkan betul apa yang dibutuhkan untuk membuat pusat kebugaran. Mulai dari peralatan hingga bentuk-bentuk kursi yang cocok untuk menunjang performa anak asuhnya adalah rancangannya.

Dan hingga sekarang, pola hidup sehat ditambah latihan rutin untuk menguatkan otot tubuh jadi rutinitas sehari-hari para pesepakbola dunia. Beberapa nama tenar bahkan mendapatkan manfaat yang signifikan dari buah kedisiplinannya itu. Berikut kami sajikan, sosok yang masih aktif bermain dengan keunggulan fisik di atas rata-rata;

Zlatan Ibrahimovic

Sepak bola bagi seorang Zlatan Ibrahimovic adalah gairah kehidupan. Ada cinta, rasa bahagia, dan kesehatan tubuh di dalamnya. Semua itu adalah segalanya bagi striker yang kini jadi andalan AC Milan. Dia dituntut untuk membuatnya menjadi satu bagian utuh.

Memasuki usia 39 tahun, Ibrahimovic masih bisa bersaing di tingkat teratas sepakbola dunia. Gol demi gol dia sumbangkan untuk Milan. Teranyar dia menyarangkan dua gol, sekaligus membawa timnya menang 2-1 dalam Derby della Madonnina melawan Inter Milan.

 

Zlatan Ibrahimovic menjalani latihan bersama AC Milan. FOTO: Instagram.com/acmilan

 

Lawan-lawannya tahu betul, tidak mudah berduel memperebutkan bola dengan Ibrahimovic. Dengan tinggi badan mencapai 195 centimeter, dia begitu kuat, tidak cuma di udara, tapi juga ketika sedang berlari. Itulah mengapa sepanjang karier profesional, dia sudah membela banyak klub top, seperti Juventus, Barcelona, Paris Saint-Germain, dan Manchester United.

Ibrahimovic menganggap, menjadi seorang pesepakbola profesional bukan cuma bakat yang menentukan. Kerja keras dalam membentuk fisik adalah faktor yang paling banyak menentukan. Tanpa adanya itu, peluang untuk mencapai tingkat tertinggi akan terbuang sia-sia.

"Saya pikir bakat sekitar 30 persen, dan sisanya adalah kerja keras. Bakat adalah sesuatu yang Anda miliki sejak lahir. Anda melihat peluang seseorang dengan bakat, tapi jika tidak bekerja keras, bakat itu cuma membuang-buang waktu," ujar Ibrahimovic, dikutip dari Aspetar Journal.

Karena itulah, Ibrahimovic selalu berupaya semaksimal mungkin menjaga kebugaran tubuhnya. Gaya hidup sehat semakin diterapkan secara disiplin dalam 10 tahun terakhir. Dia tidak bisa sembarangan dalam mengkonsumsi makanan dan rajin melakukan kegiatan di gym.

"Dalam lima sampai 10 tahun terakhir, saya membuat hal ini menjadi penting. Bahkan setiap tim saat ini memiliki ahli nutrisi yang mengatur asupan makanan para pemain. Ketika saya berada di rumah, saya tahu apa yang harus saya makan diimbangi dengan seberapa aktif kegiatan. Saya menyadari pentingnya hal itu," katanya.

Cristiano Ronaldo

Masih masuk dalam daftar pemain terbaik dunia di usia 35 tahun merupakan fakta luar biasa dari seorang Cristiano Ronaldo. Pemain berjuluk CR7 tak berhenti membuat banyak orang geleng-geleng kepala melihat aksinya di atas lapangan hijau. Rekor demi rekor mampu dia ciptakan dalam dua tahun belakangan ini.

Bukan hal mudah untuk menjaga kondisi tubuh di usianya yang sekarang. Ukuran atlet profesional, golongannya mungkin sudah masuk kategori veteran. Tapi Ronaldo mematahkan stigma tersebut. Dia masih mampu berlari kencang dan terus bergerak sepanjang 90 menit.

Cristiano Ronaldo berlatih di gym. FOTO: Instagram.com/cristiano

 

Pada 2018, ada penelitian yang menyebut kondisi biologis pria asal Portugal itu seperti masih berusia 23 tahun. Bagaimana mungkin bisa seperti itu, kalau bukan berasal dari kerja keras dan hidup disiplin. Dengan kondisi seperti sekarang, Ronaldo bahkan meyakini bisa aktif bermain selama lima tahun ke depan.

Mengutip The Sun, kegiatan sehari-hari Ronaldo memang tidak jauh dari olahraga. Ketika libur latihan usai menjalani pertandingan pun dia memilih untuk tetap berolahraga. Renang adalah kegiatan rutinnya dalam momen seperti itu. Tujuannya tentu saja untuk memulihkan kondisi fisik.

Sebagai seorang pesepakbola, Ronaldo sadar betul harus bisa menjaga kondisi fisik dalam situasi apapun. Di rumahnya ada pusat kebugaran dengan peralatan yang lengkap. Dia bahkan punya ruang cryotherapy pribadi yang dibeli dengan harga Rp880 juta.

Otot-otot tubuhnya yang menonjol memperlihatkan Ronaldo memang seorang pekerja keras. Bayangkan saja, dalam sepekan dia menargetkan untuk melakukan sit-up minimal 1.000 kali.  Semua itu diimbangi dengan jam tidur yang teratur.

"Tidur dengan cara yang tepat sangat penting untuk mendapatkan hasil maksimal dari latihan yang kita jalani. Saya tidur lebih awal dan bangun di pagi hari. Tidur membantu kita untuk memulihkan otot," ujar Ronaldo.

Faktor penting lainnya menurut mantan pemain Real Madrid itu adalah pola makan. Asupan nutrisi mesti dipikirkan betul. Tak heran jika dia punya juru masak pribadi yang tugasnya menyiapkan makanan sehat dan bergizi.

"Saya makan menu yang berprotein tinggi. Dengan banyak karbohidrat, buah, dan sayuran. Saya menghindari betul makanan bergula. Makan juga secara teratur untuk mengimbangi intensitas latihan. Dengan begitu, tingkat energi saya tetap tinggi," tuturnya.

Romelu Lukaku

Romelu Lukaku adalah striker andalan Timnas Belgia. Usianya masih 27 tahun, diharapkan dia bisa tampil garang hingga nanti melewati 30an tahun. Tubuh tinggi dan besar membuat pemain asal klub Inter Milan itu menjadi momok menakutkan bagi lawan-lawannya.

Tidak mudah untuk mencuri bola dari kaki Lukaku. Penguasaan bolanya itu tidak lepas dari faktor kekuatan tubuh. Hal yang menjadi kelebihannya dan dijaga betul selama berkarier sebagai pesepakbola profesional.

 

Romelu Lukaku dalam sesi latihan Inter Milan. FOTO: Instagram.com/romelulukaku

 

Mengutip Men's Health, Lukaku banyak menghabiskan waktu di gym ketika tidak sedang latihan bersama tim. Dia melatih kekuatan tubuh bagian atas dengan melakukan Total Body Resistance Exercise (TRX). Dengan tubuh yang kekar, tapi dia tidak kehilangan kecepatan dalam berlari.

"Selama di gym, saya banyak melatih inti tubuh dan melakukan latihan TRX. Itu membatu saya, terutama dalam urusan bertahan menghadapi bek lawan," ujar mantan pemain Manchester United itu.

Lukaku mengaku rajin berlatih tambahan ketika berada di rumah. Mulai dari sprint jarak dekat, naik turun tangga, hingga berlari jarak menengah sembari menyeret beban. Kerja keras yang membuatnya kini jadi striker papan atas dunia.

Rutinitas yang menguras tenaga itu diimbangin dengan pola tidur yang teratur. Dia tidak pernah memejamkan mata lebih dari pukul 22.30, dan bangun lebih pagi. Di siang hari, jika tubuhnya terasa lelah karena latihan, tidur dalam rentang waktu 1 hingga 2 jam jadi pilihan.

Asupan makanan juga jadi perhatian utama Lukaku. Sama halnya dengan Ronaldo, dia juga memiliki juru masak pribadi yang akan menyiapkan berbagai menu setiap harinya. Daging merah masuk dalam daftar makan terlarang baginya karena tidak baik bagi otot tubuh.

Untuk memastikan asupan nutrisi yang masuk ke tubuhnya sesuai dengan kegiatan sehari-hari, Lukaku memilih daging ayam, kalkun, dan salmon. Lalu dia selalu berusaha untuk meminum banyak air putih.

SAMPAIKAN KOMENTAR