Enam Wonderkid Yang Tak Boleh Dilewatkan di Euro 2020 (2021)
06
Jun
2021
0 Comment Share Likes 104 View

Setelah sempat tertunda, gelaran Piala Eropa siap digelar di bulan ini. Sebanyak 24 negara siap bertanding memperebutkan menjadi yang terbaik. Pemain-pemain berkualitas siap ditampilkan oleh masing-masing tim.

Di edisi kali ini, pelatih diberi keleluasaan untuk mendaftarkan 26 pemain. Slot lebih banyak tersebut membuat pelatih bisa memberikan slot lebih bagi pemain-pemain muda. Skuat akhir mungkin masih bisa berubah, tetapi beberapa tim mendaftarkan beberapa pemain U-21 yang potensial untuk turnamen ini.

Dari banyaknya nama yang didaftarkan, Intersport memilih enam pemain muda di bawah ini yang punya potensi untuk tampil impresif bagi timnya masing-masing. Tampil gemilang sepanjang musim, pemain-pemain ini juga berpotensi mendapatkan menit bermain cukup di turnamen mendatang. Simak ulasannya berikut ini.

Phil Foden (Inggris)

Beberapa dekade belakangan, wonderkid asal Inggris kerap mendapat sorotan yang luas. Fans, media, hingga publik secara luas menaruh harapan besar lantaran prestasi yang sudah ditorehkan sejak usia muda. Meski demikian, tidak semua akhirnya bisa memenuhi ekspektasi. Tak sedikit yang layu sebelum berkembang.

Hal berbeda bisa diharapkan dari sosok Phil Foden. Gelandang Manchester City yang baru berusia 21 tahun ini mempunyai potensi menjadi pemain besar di masa mendatang. Kemampuan olah bola, visi bermain yang tinggi, hingga skill individu di situasi 1v1 membuatnya bisa menjadi andalan di semua posisi serang. Musim ini Foden sudah menjadi andalan di klubnya. Bersama Manchester City, Foden total turun dalam 40 laga, serta mencatatkan 16 gol dan 10 assist.

Phil Foden bisa menjadi pemain penting bagi Inggris (foto: Goal)

 

Penampilan gemilangnya membuat Foden diprediksi akan menjadi salah satu kartu as Inggris di pos gelandang serang. Kemampuannya sudah diakui oleh sang pelatih, Gareth Southgate, dan berpotensi mendapatkan menit bermain di Piala Eropa mendatang. Penampilan Foden akan sangat patut untuk ditunggu, apalagi Inggris merupakan salah satu tim unggulan.

Owen Wijndal (Belanda)

Sisi kiri Belanda sejatinya dimiliki oleh bek sayap senior, Daley Blind. Hanya saja, cederanya Virgil Van Dijk membuat bek Ajax tersebut digeser ke tengah. Posisi kiri kemungkinan akan diisi oleh bek sayap muda asal AZ Alkmaar, Owen Wijndal.

Memasuki musim ketiga di AZ, Wijndal semakin memperkuat posisinya di sebelas awal. Ia selalu bermain penuh di 34 laga Eredivisie, juga 6 pertandingan di Europa League. Sejak Oktober tahun lalu, Wijndal juga sudah mulai menjadi langganan tim nasional.

Wijndal adalah tipikal bek sayap modern. Selain kuat dalam duel, output serangan Wijndal sangat mengagumkan. Dibekali kecepatan dan skill olah bola yang apik, Wijndal mencatatkan 6 buah assist musim lalu. Ia adalah bek dengan penciptaan peluang terbanyak di Eredivisie dengan 46 peluang dari permainan terbuka.

Bagi lawan, Wijndal jelas ancaman, terutama karena ia kerap mengambil posisi tinggi di lini depan. Sentuhannya di area penalti lawan (104 kali) merupakan catatan terbanyak kedua. Kemampuan ofensif Wijndal akan sangat berguna bagi Belanda di Euro nanti. Bahkan tidak sedikit yang memprediksi Wijndal bakal segera mengamankan kepindahan ke tim besar Eropa.

Owen Wijndal siap menebar ancaman dari sisi kiri Belanda (foto: Sportskeeda)

 

David Turnbull (Skotlandia)

Nama David Turnbull boleh jadi belum setenar wonderkid lain di daftar ini. Tetapi penampilan gelandang Glasgow Celtic ini patut menjadi perhatian. Baru berusia 21 tahun, eks pemain Motherwell ini sudah menjadi andalan di salah satu klub terbesar di Skotlandia, bahkan menyabet gelar pemain muda terbaik.

Turnbull adalah seorang gelandang kreatif. Dengan kemampuannya mengirimkan umpan akurat, serta visi bermain yang mumpuni, musim lalu ia mencatatkan 103 penciptaan peluang, alias yang terbanyak di Skotlandia. Turnbull juga bisa bermain lebih agresif dalam menyerang. Tak cuma mengirimkan umpan, Turnbull juga bisa membuat peluang untuk dirinya sendiri. Turnbull mencatatkan rataan 3,1 tembakan per 90 menit.

David Turnbull tak boleh dilewatkan (foto: Scotsman)

 

Bagi Skotlandia yang bukan tim unggulan, Turnbull bisa menjadi senjata rahasia. Kemampuannya dalam bola-bola mati bisa mengubah jalannya pertandingan. Musim lalu ia mencatatkan 48 peluang dari set piece. Namanya tentu akan dipertimbangkan.

Pedri (Spanyol)

Spanyol seolah-olah tak pernah kehabisan gelandang berbakat. Kini satu nama siap mengikuti jejak Xavi Hernandez dan Andres Iniesta. Pedri, gelandang enerjik asal Barcelona ini masuk ke dalam daftar 24 pemain yang dibawa Luis Enrique untuk Piala Eropa. Baru berusia 18, Pedri menjadi nama termuda di skuad La Roja.

Musim ini Pedri sudah menjadi andalan di lini tengah Barcelona. Di kompetisi domestik, Pedri hanya melewatkan satu pertandingan di La Liga. Pemain yang baru kembali dari masa peminjaman di Las Palmas pada musim lalu tersebut mencatatkan 4 gol dan 6 assist di semua kompetisi.

Meski berpostur kecil, Pedri memiliki kemampuan penguasaan bola yang baik. Oleh karena itu ia kerap dipercaya bermain di posisi sentral di lini tengah. Kemampuan individual dan bermain di ruang sempit membuatnya bisa juga bermain lebih ke depan sebagai gelandang serang. Pedri mempunyai catatan terlibat dalam 79 aksi yang berujung tembakan di La Liga. Versatilitas Pedri ini bisa sangat membantu Luis Enrique dalam mengelola starting XI. Kemampuannya bermain di berbagai posisi juga bisa membantunya mendapatkan tempat di tim inti Spanyol.

Menanti lesatan Pedri di Tim Matador (foto: ESPN)

 

Jamal Musiala (Jerman)

Menghabiskan masa junior di akademi Chelsea, Jamal Musiala ‘pulang kampung’ ke tanah kelahirannya, Jerman. Tak tanggung-tanggung, klub besar Bayern Munchen menjadi pelabuhan berikutnya. Munchen menjadi tempat yang tepat bagi bakat sebesar Musiala. Ia segera dipromosikan ke tim utama, bahkan tak jarang dipercaya sejak menit awal. Salah satu catatan impresifnya adalah ketika menjadi pencetak gol termuda Bayern di Bundesliga pada usia 17 tahun 205 hari.

Di awal tahun ini, Musiala memilih kewarganegaraan Jerman. Lahir di Jerman dan besar di Inggris, Musiala sempat membela tim nasional Inggris kelompok umur. Keputusannya memilih Jerman tentu sebuah pilihan yang berani, dan nampaknya Jerman benar-benar tak menyia-nyiakan bakatnya.

Musiala siap bersinar besama negara ‘barunya’ (foto: Bundesliga)

 

Masuknya Musiala ke skuad Jerman untuk Piala Eropa sudah diantisipasi oleh banyak pihak. Tentu Musiala harus bersaing dengan bintang-bintang lain di posisi gelandang serang, mulai dari Kai Havertz hingga nama senior seperti Thomas Muller. Hanya saja, dengan kemampuannya, ditambah dengan catatan impresif bersama Bayern, bukan tidak mungkin Musiala akan mendapatkan kesempatan lebih banyak.

 

Nuno Mendes (Portugal)

Juara bertahan Piala Eropa, Portugal, tak luput menampilkan deretan pemain mudanya. Salah satu yang menarik untuk dibahas adalah Nuno Mendes. Baru berusia 19 tahun, bek kiri kelahiran Sintra ini sudah menjadi pemain inti di Sporting Lisbon dan berperan penting dalam gelar juara liga yang mereka raih.

Catatan gol dan assist-nya memang tak terlalu mentereng, hanya mencatatkan masing-masing satu buah. Akan tetapi, sebagai bek sayap kiri, Mendes memperlihatkan potensi yang menjanjikan. Kecepatan yang eksplosif, umpan silang akurat, dan kemampuan bermain di ruang sempit membuat Mendes sangat cocok untuk profil bek sayap modern yang dituntut untuk lebih menyerang. Meski masih muda, Mendes bukanlah pemain yang mudah takut. Catatan memenangi 6,5 duel per laga menunjukkan kekuatan Mendes untuk beradu dengan lawannya.

Potensi Nuno Mendes akan sangat dinantikan (foto: 90min)

 

Keberadaan Mendes tentu akan menambah kaya opsi bek sayap Portugal, yang juga sudah dihuni pemain mentereng seperti Raphael Guerreiro dan Joao Cancelo. Penampilan yang apik juga berpotensi membuatnya pindah ke klub papan atas. Belakangan beredar kabar kalau Manchester City sedang memantau dan menyiapkan dana untuk menebusnya.

Tentunya berbagai aksi wonderkid ini akan jadi salah satu hal yang membuat ajang EURO 2020 semakin dinanti-nantikan kehadirannya. Pertanyaan besarnya, apakah para wonderkid ini bisa benar-benar tampil impresif dan membawa hasil terbaik bagi Timnas mereka masing-masing? Kita lihat saja, Pria Intersport

SAMPAIKAN KOMENTAR