Deretan Para Pemain Yang Sukses Bermain Bersama Idolanya
17
Jul
2021
0 Comment Share Likes 216 View

Setiap orang di dunia ini berhak mempunyai mimpi dan cita-cita tidak terkecuali para pecinta sepakbola. Ketika usia beli, beberapa anak, mungkin termasuk kita, mempunyai mimpi untuk bisa menjadi pesepakbola profesional.

Selain itu, kita juga akan memiliki banyak pemain idola yang menjadi panutan sebagai patokan dari setiap doa dan usaha selama ini. Para idola ini menjadi inspirasi sambil terus mengasah bakat dan potensi dengan maksud mewujudkannya untuk bisa memiliki karir seperti sang idola. Tidak sedikit di antaranya ada beberapa pesepakbola yang mempunyai kesempatan untuk menjadi rekan setim bersama idolanya.

Berikut kami rangkum beberapa pemain yang memiliki kesempatan bermain dengan sang idola. Yang menarik, urutan terakhir dalam daftar ini rusak hubungan keduanya gara-gara perempuan dan perselingkuhan.

Siapa saja mereka? Mari kita simak.

Angel Gomes - Wayne Rooney

Pada Mei 2017 silam, Manchester United kebagian jatah bermain menghadapi Crystal Palace dalam laga lanjutan Liga Premier Inggris. Ada momen menarik dalam pertandingan tersebut.

Ketika pertandingan memasuki babak kedua, Wayne Rooney ditarik keluar lapangan digantikan oleh Adilson Angel Abreu de Almeida Gomes atau lebih akrab disapa Angel Gomes. Pemain kelahiran tahun 2000 tersebut menggantikan Wayne Rooney dan menjalani debutnya ketika laga memasuki menit ke-88.

 

Saat Mourinho memutuskan mengganti Wayne Rooney dengan Andre Gomes pada pertandingan kontra Crystal Palace. Sumber : setanmerah.net

 

Yang menarik dari momen tersebut adalah ketika usai pertandingan, Angel Gomes mengunggah dua foto dirinya bersama Wayne Rooney. Foto pertama adalah ketika dirinya masih kecil dan foto lanjutannya adalah ketika momen Gomez menggantikan Rooney di pertandingan malam itu.

 

Dalam unggahan itu pemain asli binaan Manchester United tersebut menulis “10 yrs later, anything is possible.” Foto yang diunggah bertanggal 22 Mei 2017 tersebut sudah mendapatkan 147 ribu likes dan 900 komentar.

 

Di lain kesempatan, Gomes juga sering kali mengunggah fotonya bersama banyak pemain legendaris Setan Merah. Sebuah unggahan pada Agustus 2020 lalu, pemain yang saat ini bermain untuk Lille menampilkan foto dirinya berdiri diapit dua pemain papan atas Portugal yang saat itu memperkuat Manchester United, Cristiano Ronaldo dan Luis Nani.

Menarik disimak bagaimana kiprah Angel Gomes di musim berikutnya bersama klubnya saat ini, Lille. Mengingat usianya yang masih muda 21 tahun dan karir sepakbolanya yang tentu saja akan masih panjang ke depannya.

Mateo Kovacic - Luka Modric

Setelah era Davor Šuker dan Zvonimir Boban, mungkin tidak ada lagi pemain asal Kroasia yang cukup menyerang di kancah persepakbolaan dunia. Beberapa nama memang tercatat cukup bagus bermain bagi klubnya masing-masing sebut saja Igor Tudor, Robert Kovac, Darijo Srna, Dario Simic, Ivica Olic dan yang masih segar diingatan adalah Niko Kranjcar yang sempat membawa klubnya Portsmouth memenangkan Piala FA tahun 2008 lalu.

Lalu setelah masa semuanya berlalu, muncul sosok Luka Modric. Pemilik no punggung 10 di tim nasional Kroasia ini masih memegang rekor pesepakbola termahal di negaranya sepanjang sejarah. Rekor tersebut tercipta ketika sang pemain dibeli oleh Real Madrid dari Tottenham Hotspur dengan nilai transfer mencapai 33 juta poundsterling medio 2012 silam.

Kehebatan dan karir gemilang Modric tentu saja menjadi mimpi sekaligus cita-cita bagi sebagian besar anak-anak di Kroasia, tidak terkecuali Mateo Kovacic. Mantan pemain Inter Milan ini mengaku sangat mengidolakan Luka Modric. Modric dianggap oleh Kovacic sebagai bintang baru bagi Kroasia yang sedang bermain untuk Tottenham Hotspur saat itu.

 

Kovacic dan Modric merumput bersama di Santiago Bernabeu Sumber : bola.net

 

Kovacic juga memiliki foto bersama idolanya tersebut. Pada latar belakang foto tersebut tertulis Dinamo Zagreb, salah satu klub besar di Liga Kroasia. Baik Modric maupun Kovacic sama-sama pernah memperkuat Dinamo Zagreb dalam rentang waktu yang berbeda. Modric mendarat di klub tersebut dari tahun 2003 hingga 2008 sedangkan Kovacic sempat bermain dari tahun 2010 hingga 2013 sebelum pindah ke Inter Milan.

Nasib dan takdir siapa yang tahu, di tahun 2015 Mateo Kovacic didatangkan oleh Real Madrid setelah menggelontorkan dana 29 juta euro dan mengikat sang pemain dengan kontrak berdurasi 6 tahun. Luka Modric yang sejak 2013 sudah merumput di Estadio Santiago Bernabeu tentu saja menyambut hangat rekan sejawat negaranya tersebut.

Kovacic tercatat sebagai pemain Kroasia ke-5 yang bermain untuk klub raksasa Spanyol tersebut. Sebelumnya ada Robert Prosinecki, Davor Suker, Robert Jami dan sang idolanya, Luka Modric.

Koke - Fernando Torres

 

Koke dan Torres melakukan selebrasi bersama. Sumber : espn.com

 

Nama Fernando Torres rasanya masih sangat akrab dengan klub Spanyol, Atletico Madrid. Walaupun pemain berjuluk El Nino tersebut sudah banyak berpetualang ke klub lain, ingatan tersebut rasanya masih sangat melekat.

Pemain bernama lengkap Fernando Jose Torres Sanz ini adalah sebaik-baiknya contoh dari kesuksesan pembinaan usia muda di Atletico. Torres masuk ke Atletico junior sejak ia berusia 10 tahun yaitu pada medio 1995 silam.

Torres pun menjadi legenda di setiap kepala dan ingatan anak-anak yang menaruh cinta sekaligus mimpinya untuk bermain di Estadio Olímpico de Madrid (kandang Atletico sebelum saat ini berganti nama menjadi Estadio Metropolitano).

Tak terkecuali bagi seorang pemuda bernama Jorge Resurreccion Merodio. Pemuda yang kelak akan dikenal oleh publik sepakbola dunia sebagai Koke juga begitu mengidolakan sosok Fernando Torres di hidupnya.

Sama seperti Torres, Koke memulai karir sepakbolanya di Atletico Madrid pada usia yang sangat belia 8 tahun. Pemain yang berposisi sebagai gelandang tengah ini memulai debut profesionalnya bersama tim utama Atletico di tahun 2009.

Koke juga menjadi bagian skuad Atletico ketika timnya menjuarai La Liga musim 2013-14 dan musim terbaru 2020-21. Selain itu, ia juga membantu klubnya menjuarai dua gelar Liga Eropa dan dua UEFA Super Cup. Di bawah asuhan pelatih Diego Simeone, Koke juga turut membantu Atletico finish sebagai runner-up Liga Champions edisi 2014 dan 2016.

​Kembali lagi ke hubungan menarik antara Koke dan Torres. Siapa menyangka setelah puluhan tahun akhirnya Koke bisa satu lapangan bersama idolanya membeli klub masa kecil mereka. Momen mengharukan ini terjadi setelah Fernando Torres kembali ke Atletico Madrid di tahun 2015. Sang pangeran mengakhiri petualangan panjangnya di banyak klub elit Eropa seperti Liverpool, Chelsea dan AC Milan.

Neymar - Robinho


Neymar dan Robinho ketika selebrasi gol di Santos. Sumber: AFP Photo

 

Rasanya hampir tidak ada manusia di jagat persepakbolaan yang tidak mengenal sosok Neymar. Bintang Paris-Saint Germain ini menjadi idola bagi banyak orang terutama karena skill individunya dalam mengolah si kulit bundar. Neymar pun sudah menjadi perbincangan pengamat sejak ia masih di usia dini

Meski begitu, bukan berarti Neymar tidak memiliki idolanya. Baru-baru ini mantan pemain Barcelona ini pernah mengungkapkan siapa pemain yang menjadi panutannya sejak ia kecil.

Neymar mengungkapkan bahwa sosok Robinho merupakan panutan sekaligus sumber inspirasinya. Dalam sebuah wawancara Neymar mengaku bahwa sejak kanak-kanak ia adalah penggemar Robinho dan selalu ingin menjadi sepertinya.

Robinho sendiri adalah produk asli binaan akademi sepakbola Santos. Tidak heran jika mantan pemain Real Madrid ini menjadi sosok panutan bagi banyak anak muda di Brasil tidak terkecuali Neymar. Fakta bahwa baik Robinho maupun Neymar sama-sama jebolan asli klub raksasa liga Brasil tersebut.

Di awal karirnya, Robinho digadang-gadang sebagai suksesor Pele, pemain terbaik Brasil sepanjang masa. Ada harapan setelah di tahun 2005 Robinho digaet Real Madrid dari santas dan menjadi jejak awal petualangannya di Benua Biru.

Namun sayangnya, perjalanan Robinho di Madrid tidaklah lama. Ia hanya bertahan dua musim di Estadio Santiago Bernabeu sebelum akhirnya dipinang Manchester City.

Mahar 30 juta poundsterling dikeluarkan City untuk meminangnya. Nilai tersebut menjadi rekor pembelian termahal City saat itu. Sayang gelontoran uang tersebut tidak membuat Robinho bertahan lama itu juga karena permainannya menurun drastis di Liga Inggris. Kemudian pada Januari 2010, Robinho pulang ke rumahnya, Santos, dengan status pinjaman setengah musim.

Di musim 2010-11 ini pula Neymar akhirnya memiliki kesempatan bermain bersama sang idolanya tersebut. Duet keduanya menjadi tumpuan lini penyerangan Santos dan berhasil memenangkan Copa Brasil di edisi musim tersebut.

Setelah kontrak pinjaman Robinho berakhir, ia pun kembali lagi ke Benua Eropa. Karirnya kembali terseok-seok di sana. Setelah Manchester City, pemain lincah ini hengkang ke AC Milan dengan mahar 15 juta euro dan menandatangani kontrak berdurasi empat tahun. Di Italia, karir Robinho juga tidak terlalu mulus dan diluar ekspektasi banyak ultras AC Milan.

Setelah dari Milan, Robinho sering kali berpindah-pindah klub. Tercatat ia pernah memperkuat klub di Liga China, Guangzhou Evergrande. Kemudian kembali ke Brasil bersama Atletico Mineiro dan sempat juga bermain untuk klub Turki, Istanbul Basaksehir.

Berbeda dengan Robinho, karir Neymar justru berjalan sangat mulus. Neymar membawa Santos menjuarai Copa Libertadores 2011 dan mendapatkan gelar Puskas Award karena golnya yang menawan ketika mengecoh banyak pemain lawan. Setelah dari Santos, Juni 2013 Neymar menerima pinangan dari klub papan atas Spanyol, Barcelona. Diyakini Barcelo menggelontorkan uang sebesar 57,1 juta euro dan mengikat talenta hebat Brasil tersebut dengan klausul rilis yang sangat fantastis sebesar 190 juta euro.

Selama di Barcelona kehebatan Neymar tak terbendung. Ia sukses mengumpulkan 9 trofi bagi Blaugrana sejak ia mendarat hingga tahun 2017. Selain itu, Neymar juga menjadi pencetak gol terbanyak Liga Champions musim 2014-15 dengan torehan 10 gol. Trio penyerangan Barcelona saat itu: Messi, Suarez dan Neymar atau sering disingkat “MSN” sangat beringas dan menakutkan. Total ketiganya dalam semusim mampu menggelontorkan 122 gol dalam semusim. Dan menjadi sejarah juga bagi dunia persepakbolaan Spanyol sampai saat ini.

Saat ini Neymar bermain bersama klub besar lagi kaya raya dari Prancis, Paris-Saint Germain. Di musim awalnya bersama Kylian Mbappe dkk, Neymar sukses mempersembahkan treble winner bagi PSG.

Sergi Roberto - Gerard Pique

 

Sergi Roberto dan Gerard Pique ketika merumput bersama Barcelona. Sumber :fcbarcelonanoticias.com

 

Setelah era Carles Puyol, rasanya hanya Gerard Pique yang menjadi salah satu bek terhebat lulusan akademi La Masia milik Barcelona. Kehebatan Pique sendiri tentu saja menjadi inspirasi serta panutan bagi banyak pemain belia Barcelona. Tidak terkecuali sosok Sergi Roberto.

Dalam sebuah foto lawas, tampak Sergi Roberto yang saat itu masih bermain di Barcelona B sedang berpose bersama idolanya Gerard Pique. Saat itu medio 2007, Pique yang masih memperkuat Manchester United melakukan laga tandang melawan Barcelona di Camp Nou. Sergi Roberto langsung memanfaatkan momen bersejarah “pulang” Gerard Pique tersebut langsung mengajak sang idola untuk berfoto bersama.

Di tahun 2010, berkat penampilan gemilangnya di tim B, Sergi Roberto pun ikut dipromosikan ke tim senior Barcelona. Saat itu Gerard Pique sudah pulang permanen ke Barcelona setelah pada 27 Mei 2008 sang idola mengakhiri petualangannya bersama The Red Devil dengan biaya transfer 5 juta euro hasil dari klausa pembeli kembali kesepakatan antara kedua klub

Selang beberapa tahun akhirnya mimpi masa kanak-kanak Sergi Roberto untuk bisa merumput bersama idolanya dapat terwujud. Walaupun pada debut awalnya bersama tim senior Barcelona yaitu pada laga kontra Malaga di tahun 2011 ia tidak berkesempatan bermain bersama Pique karena sang pemain tidak masuk dalam daftar skuad.

Melihat usia dan kesempatan bermain Sergi Roberto saat ini, rasanya sulit bagi sang pemain untuk menyamai pencapaian yang sudah didapat oleh idolanya, Gerard Pique.

Mauro Icardi - Maxi Lopez

 

Mauro Icardi dan Maxi Lopez, saat mereka bermain untuk Sampdoria. Sumber : Record.com

 

Baik Maxi Lopez maupun Mauro Icardi adalah dua sahabat karib. Selain fakta mereka sama-sama berasal dari Argentina, keduanya sudah dua kali memperkuat klub yang sama. Keduanya pernah memperkuat Barcelona dan klub Italia, Sampdoria.

Ketika di Barcelona, saat itu Maxi Lopez sudah bermain untuk tim utama Barcelona sedangkan Icardi masih di klub junior El Barca, La Masia. Selama di La Masia, Icardi menjadikan Maxi Lopez sebagai idolanya. Baik Maxi Lopez dan Mauro Icardi usia keduanya terpaut sembilan tahun.

Maxi Lopez yang memulai petualangannya di Benua Biru setelah ia pindah dari klub besar Argentina, River Plate pada Januari 2005 ke Barcelona. Lopez didatangkan Blaugrana dengan uang tebusan 6,2 juta euro dengan tugas menjadi pengganti penyerang Henrik Larsson yang saat itu sedang mengalami cedera.

Sedangkan Mauro Icardi memulai karirnya bersama klub usia muda Barcelona, La Masia pada tahun 2008. Kemudian sang pemain pindah ke Sampdoria pada tahun 2012 dan memulai karir profesionalnya di sana.

Di tahun yang sama sang idola Maxi Lopez juga menyusul Icardi dengan bergabung bersama Sampdoria setelah dipinjam dari Catania. Keakraban hubungan fans-idola ini kemudian berlanjut tidak hanya di dalam lapangan ketika bahu membahu membela Il Samp tetap juga di luar lapangan.

Mauro Icardi yang saat itu masih lajang juga ikut berkenalan dengan Wanda Nara, seorang model dari Argentina yang juga berstatus istri dari Lopez. Maxi Lopez dan Wanda Nara sudah berstatus sebagai suami-istri sejak tahun 2008 dan dikaruniai tiga orang anak: Valentino Gaston, Costantino dan Benedicto.

Mauro Icardi, Maxi Lopez dan Wanda Nara ketika ketiganya sedang berlibur bersama . Sumber : goal.com

 

Namun, petaka bagi persahabatan Lopez-Icardi bermula dari sini. Pada akhir tahun 2013, perceraian tak terelakan setelah Maxi Lopez memergoki Nara berselingkuh dengan Mauro Icardi yang saat itu sudah pindah ke Inter Milan. Bukannya merasa bersala, beberapa bulan setelahnya di tahun 2014 Icardi justru menikahi Wanda Nara.

Puncak dari hubungan Lopez-Icardi ini terjadi ketika laga Sampdoria kontra Inter Milan. Maxi Lopez menolak jabat tangan dari Mauro Icardi di awal pertandingan. Momen ini ramai menjadi perbincangan di jagat internet dan juga menjadi sorotan Lionel Messi, kapten sekaligus mega bintang pesepakbola Argentina.

SAMPAIKAN KOMENTAR