Der Klassiker Dortmund Vs Bayern: Persaingan Level Tinggi!
07
Nov
2020
0 Comment Share Likes 170 View

Akhir pekan ini Bundesliga Jerman memanggungkan pertandingan pekan ketujuh. Rangkaian pertandingan dimulai Sabtu 7 November 2020 dini hari WIB sampai Senin 9 November 2020 dini hari WIB. Dari sembilan pertandingan yang terjadwal, salah satunya partai paling ditunggu. Apalagi kalau bukan Der Klassiker: Borussia Dortmund vs FC Bayern

Borussia Dortmund vs FC Bayern – Foto: Twitter @Bundesliga_EN

 

Pertandingan penuh gengsi Dortmund vs Bayern direncanakan berlangsung pada Minggu 8 November 2020, mulai pukul 00.30 WIB, atau Sabtu petang waktu setempat. Dortmund bertindak sebagai tuan rumah pada pertemuan putaran pertama Bundesliga ini. Bertempat di Stadion Signal Iduna Park.

Der Klassiker Dortmund vs Bayern kali ini tingkat keseruannya bisa mencapai level tertinggi. Pasalnya di klasemen sementara Dortmund dan Bayern sama-sama mengoleksi 15 poin dari 6 pertandingan. Bayern ada di puncak klasemen sementara, karena unggul selisih gol atas Dortmund. Jadi pemenang Der Klassiker nanti bakal memutuskan posisi puncak klasemen sementara. Tapi kalau hasilnya imbang, maka RB Leipzig bisa mengambil alih posisi pertama. Dengan catatan, Leipzig menang atas Freiburg di pekan ketujuh ini.

Oleh karena itu Bayern dan Dortmund akan habis-habisan mengejar kemenangan. Sebab, hanya kemenangan yang bisa mengantarkan mereka memimpin sendirian di puncak sementara. Dan, memimpin sendiri di puncak adalah kampanye positif untuk perjalanan dari pekan ke pekan.

Mengapa Der Klassiker?

 

Der Klassiker Borussia Dortmund vs FC Bayern – Foto: Bundesliga.com

 

Arti Der Klassiker adalah laga klasik. Seperti halnya keseruan dalam El Clasico di La Liga Spanyol antara Real Madrid melawan FC Barcelona. Atau, Derby d’Italia Juventus vs Inter di Serie A Italia. Sebutan Der Klassiker layak disematkan untuk pertemuan Dortmund dan Bayern karena mereka adalah dua tim paling sukses di sepak bola Jerman.

Dari 57 musim sejak era Bundesliga dimulai pada 1963/1964, kalau ditotal gelar juara Dortmund dan Bayern mencapai angka 35. Tentu saja Bayern paling banyak dengan 30 kali juara. Kalau Dortmund baru 5 kali. Tapi dalam 10 musim terakhir hanya kombinasi Dortmund dan Bayern yang keluar sebagai juara.

Belum lagi Der Klassiker di final Liga Champions 2012/2013, yang menjadi derby Jerman pertama dalam sejarah final Liga Champions. Pada final di Stadion Wembley itu Bayern mengalahkan Dortmund 2-1. Fakta itu sudah cukup untuk memberi label Der Klassiker dalam pertemuan Dortmund vs Bayern.

Dan, tidak mengherankan bila kedua tim akan bertemu maka persiapan dilakukan lebih dari biasanya. Dalam arti tidak bisa saling memandang remeh. Karena siapapun yang memenangkan Der Klassiker, berarti dapat tambahan motivasi untuk mengejar target juara di Bundesliga. Paling penting lagi bisa menambah goresan bersejarah dalam perjalanan Der Klassiker dari musim ke musim.

Dalam beberapa tahun terakhir gengsi Der Klassiker juga bertambah sengit, karena sering pemain-pemain terbaik Dortmund dibeli oleh Bayern. Contoh paling dekat adalah Robert Lewandowski. Pemain Polandia itu pernah sangat dihormati klub dan suporter Dortmund. Tapi akhirnya Robert Lewandowski tidak tahan dengan godaan kontrak dari Bayern. Itu baru Robert Lewandowski, belum pemain-pemain lain di masa lalu maupun terkini.

Angka Terbesar, Gol Terbanyak

 

Gerd Mueller – Foto: Bundesliga.com

 

Bayern mendominasi Bundesliga sejak 1970-an dan 1980-an. Tapi musuh utamanya ketika itu adalah Borussia Mönchengladbach, Hamburger SV, atau Werder Bremen, bukan Dortmund. Jadi persaingan sengit Dortmund dan Bayern memang baru menguat dalam satu dasawarsa terakhir.

Namun tetap menarik untuk mengulas rekor pertemuan kedua tim dalam jumlah gol terbanyak dan skor terbesar. Kedua tim dalam catatannya pertama kali bertemu pada tahun 1965, tepatnya 16 Oktober di partai Bundesliga. Kemenangan dicatat Dortmund dalam pertandingan di markas Bayern 2-0. Sejak itu mulai muncul bibit persaingan, hingga adu gengsi. Misalnya Borussia Dortmund mampu menjadi juara Winners Cup pada 1966, Bayern tidak mau kalah. Mereka juga juara di ajang yang sama pada tahun berikutnya. Winners Cup kala itu adalah kompetisi kasta kedua Eropa, setingkat di bawah Liga Champions atau Kejuaraan Klub Eropa.

Untuk kemenangan terbesar dipegang Bayern. Pada 1971 di pertandingan Bundesliga Bayern mempermalukan Dortmund 11-1. Buat Dortmund itu adalah rekor kekalahan terbesar kedua, setelah pernah digunduli Borussia Moenchengladbach 12-0 pada 1978. Sebelas gol Bayern yang mempermalukan Dortmund dihasilkan Gerd Müller (4 gol), Uli Hoeneß (2 gol), Franz Roth (2 gol), dan masing-masing satu gol Wilhelm Hoffmann, Franz Beckenbauer, dan Paul Breitner. Dortmund hanya mencetak sebiji gol lewat Dieter Weinkauff.

Ada lagi hasil unik lainnya saat Der Klassiker berakhir 4-4. Angka itu terjadi pada 21 Mei 1983 dalam lanjutan Bundesliga. Pertandingan berjalan ketat. Ini menjadi partai paling sengit, walaupun tidak ada yang memenangi pertandingan. Hanya saja aksi saling kejar dan berbalas gol berjalan begitu panas.

Kejar-Kejaran Di Bundesliga

 

Sengit permainan Borussia Dortmund dan FC Bayern – Foto: fearthewall.com

 

Dalam beberapa penjelasan di atas sudah disebutkan rival utama Bayern pada masa-masa awal Bundesliga bukan Borussia Dortmund. Melainkan tim seperti Werder Bremen, Borussia Mönchengladbach, Hamburger SV, atau VfB Stuttgart. Dortmund baru mengganggu dominasi Bayern dalam 10 tahun terakhir, yang dibuktikan dari pemegang gelar juara sepanjang waktu tersebut hanya Bayern dan Dortmund.

Kalau mau lebih dipanjangkan, Dortmund mulai berbicara pada musim 1994/1995 dan 1995/1996, ketika berhasil meraih gelar juara Bundesliga. Juga pada musim 2001-2002. Tapi saat itu pengganggu tunggal Bayern bukan hanya Dortmund. Ada tim lain misalnya 1. FC Kaiserslautern, Werder Bremen, hingga Stuttgart, yang berhasil menjadi juara Bundesliga.

Sekarang kita sederhanakan persaingan Bayern dan Dortmund dalam 10 tahun terakhir, karena dalam tempo itulah hanya Dortmund yang mampu mengganggu Bayern. Sementara tim lainnya hanya menjadi “penonton”, sambil berharap Bayern atau Dortmund terlepeset.

Saat menjuarai Bundesliga 2010/2011, Dortmund sangat superior. Jürgen Klopp bersama para pemainnya mampu mendulang 75 poin dari 34 pertandingan. Sementara Bayern hanya sanggup memperoleh 65 poin, dan finis di posisi ketiga. Musim berikut atau 2011/2012, Dortmund masih terlampau kuat buat Bayern. Dortmund juara dengan keunggulan 8 poin atas Bayern yang menjadi runner-up.

Artinya dalam dua musim itu Dortmund berhasil menghabiskan dominasi Bayern di kasta tertinggi Jerman. Patut dicatat pula dalam empat pertemuan di Bundesliga pada musim 2010/2011 dan 2011/2012, Dortmund selalu mengalahkan Bayern, baik kandang maupun tandang. Angkanya ada yang 2-0, 3-1, dan 1-0. Sungguh dominasi yang sempurna dari Borussia Dortmund dalam Der Klassiker pada dua musim tersebut.

Namun setelah itu sampai musim corona 2019/2020 kemarin, Dortmund sulit menahan dominasi Bayern. Tim dari Munchen itu selalu menjadi juara. Selisih poin di akhir musim antara Bayern dan Dortmund juga sering begitu jauh, bahkan pernah sampai 25 poin seperti musim 2012/2013. Kala itu Bayern juara dengan 91 poin, sementara Dortmund sebagai runner-up hanya punya 66 poin.

Paling hanya di Bundesliga 2018/2019 ketika Dortmund mampu memberi perlawanan sengit sampai akhir musim. Ketika itu Dortmund memang tidak mampu menahan Bayern menjadi juara lagi, tetapi selisih poinnya hanya 2 saja. Dua pertemuan dalam satu musim, salah satunya juga dimenangi Dortmund 3-2. Tapi musim kemarin Bayern lagi-lagi berlari begitu jauh atas Dortmund yang ada di posisi dua. Bayern unggul 13 poin di puncak klasemen akhir.

Namun pertemuan Bayern vs Dortmund atau Dortmund vs Bayern tetap saja pantas dilabeli Der Klassiker. Karena faktanya pengumpul trofi terbanyak Bundesliga pada masa kini hanya dua tim itu. Dengan Bayern yang mengoleksi jauh-jauh lebih banyak trofi juara Bundesliga atas Dortmund.

Bagaimana Prediksi Der Klassiker Kali Ini?

 
Analisis Der Klassiker Borussia Dortmund vs FC Bayern – Foto: Bundesliga.com

 

Setelah membicarakan soal sejarah Der Klassiker sampai kejar-kejaran di Bundesliga, menarik untuk mengulas apa yang akan terjadi dalam pertemuan akbar pada akhir pekan ini.

Pertama-tama yang perlu kita cermati kedua tim sekarang ini saling menempel di puncak klasemen. Sama-sama punya 15 poin. Bayern hanya unggul selisih gol dengan +15, kalau Dortmund +11. Tapi kita lihat Dortmund sampai 6 pertandingan Bundesliga musim ini baru kebobolan 2 gol. Bandingkan dengan Bayern yang gawangnya jadi ampas dengan kebobolan 9 gol. Ini memperlihatkan soliditas area pertahanan Bayern sampai 6 pertandingan tidak sesolid milik Dortmund. Hal itu patut menjadi perhatian Hansi Flick juru taktik Bayern, agar jangan menyepelekan Dortmund. Apalagi Dortmund punya striker kaliber berusia muda seperti Erling Haaland.

Kalau mampu memperkuat tembok pertahanan menjadi lebih baik ketika menghadapi Dortmund, kemungkinan besar Bayern membawa pulang kemenangan dalam laga tandang Der Klassiker ini relatif besar. Pasalnya Bayern punya catatan bagus dalam produktivitas sejauh musim ini bergulir. Di Bundesliga sudah memproduksi 24 gol, kalau Liga Champions mencatat 12 gol dengan 100 persen kemeangan hingga matchday ketiga. Sebaliknya produktivitas Dortmund masih rata-rata air tim Bundesliga lainnya, meski ada di posisi kedua sementara. Dortmund baru mengemas 13 gol, hanya satu lebih banyak atas RB Leipzig yang ada di posisi ketiga sementara.

Soal tren positif Dortmund sebagai tuan rumah dan Bayern tim tamu sama-sama dalam periode menggembirakan. Buktinya dalam beberapa pertandingan terakhir Dortmund dan Bayern selalu memenangi pertandingan. Jadi kick-off Der Klassiker nanti akan penuh dengan aura positif dan motiviasi tinggi.

Mengenai formasi, pelatih Dortmund Lucien Favre tampaknya akan memakai pakem 4-2-3-1. Komposisinya adalah Roman Bürki sebagai kiper, empat pemain bertahan Thomas Meunier, Axel Witsel, Manuel Akanji, dan Raphaël Guerreiro. Dua gelandang bertahan Thomas Delaney dan Mahmoud Dahoud. Tiga penyerang adalah Giovanni Reyna, Julian Brandt, dan Thorgan Hazard. Satu target man paling depan adalah Erling Haaland. Daftar pemain itu akan ditopang nama-nama beken di bench cadangan seperti Marco Reus, Jude Bellingham, Jadon Sancho, hingga Łukasz Piszczek.

Kalau Bayern kemungkinan menurunkan starter yang tidak jauh berbeda dari pertandingan melawan Salzburg di Liga Champions, awal pekan ini. Mereka adalah Manuel Neuer, Benjamin Pavard, Jérôme Boateng, David Alaba, Lucas Hernandez, Joshua Kimmich, Corentin Tolisso, Serge Gnabry, Thomas Müller, Kingsley Coman, dan Robert Lewandowski. Mereka membentuk blok formasi 4-2-3-1, dengan alternatif pemain antara lain Leroy Sane, Javi Martínez, hingga Douglas Costa.

Dengan pertemuan taktik 4-2-3-1 nanti diperkirakan bola akan banyak berkutat di lapangan tengah. Tidak akan ada yang menerapkan strategi parkir bus. Selain jauh dari identitas tim, nafsu dua tim ini memang ingin saling mengalahkan. Jadi buat Dortmund dan Bayern dalam Der Klassiker nanti, istilah pertahanan terbaik adalah menyerang, bakal terlihat nyata di lapangan.

Selamat menonton, Pria Intersport!

SAMPAIKAN KOMENTAR