David Silva, Maestro Lapangan Tengah Pemilik Kaki Kiri Ikonik
08
Jan
2021
0 Comment Share Likes 130 View

Jumat, 8 Januari 2021 kita pencinta sepak bola akan merayakan ulang tahun dari pesepak bola hebat nan unik. Ciri khasnya adalah gocekan bolanya yang luwes, memakai kaki kiri. Dia adalah David Silva. Pria dari Arguineguin, sebuah kawasan yang dikenal sebagai desa nelayan di Pulau Canary, Spanyol. David Silva lahir tepat 35 tahun silam, dengan nama lengkap David Josué Jiménez Silva. Kelak kita akan mengenalnya sebagai sosok yang memberi warna tersendiri dalam sejarah Manchester City dan, dari klub yang tidak terlalu mencolok menjadi tim yang kini disegani di Inggris dan Eropa. Ia juga akan dikenang sebagai satu dari kepingan generasi emas Timnas Spanyol saat menjadi juara Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012.

Secuil garis keturunan David Silva adalah orang Canarian (Spanyol) dan Jepang. Ayah David Silva: Fernando Jimenez, merupakan mantan polisi kota yang pernah bertanggung jawab atas keamanan di stadion Valencia CF. Sedangkan Eva Siva, ibu David Silva, memiliki darah Jepang. Tidak heran kalau kita sekilas David Silva punya ciri fisik mirip orang Jepang.

Sejak muda, David Silva sudah akrab dengan si kulit bundar. Ia mengakrabi bola lebih serius saat bergabung dengan tim junior San Fernando, akademi yang letaknya Maspalomas, masih di kawasan Pulau Canary, Provinsi Las Palmas. Awalnya David Silva memilih bermain sebagai penjaga gawang alias kiper. Sebelum akhirnya postur tubuh yang tidak sebesar sebayanya, membuat David Silva ditaruh sebagai pemain sayap. Inspirasi ketika itu datang dari pemain idolanya, Michael Laudrup.

Talenta Hebat Sejak Muda

Bermain di klub kecil tidak lantas membuat David Silva remaja kurang terpantau pemandu bakat klub besar yang mapan di La Liga Spanyol. Valencia CF menjadi klub sarat tradisi yang pertama kali mendeteksi radar kuat calon pemain hebat dalam diri David Silva. Di usia yang sangat muda, Valencia datang untuk mengamankan tanda tangan pemain kecil nan lincah ini. Tim pelatih Valencia memeramnya di skuat muda hingga usia 17 tahun, sebelum akhirnya dipromosikan ke tim utama pada 2004.

Namun David Silva hanya sebentar ada di tim utama setelah promosi. Ia langsung dipinjamkan ke Eibar di musim 2004/2005 dan Celta Vigo pada 2005/2006. Itu adalah proses mematangkan David Silva, supaya memiliki menit bermain lebih banyak. Dengan begitu pengalaman bertanding makin tinggi, tinggal nanti Valencia memetik hasil. Benar saja, saat dipanggil pulang setidaknya Valencia berhasil mendapatkan 1 gelar juara, yaitu Copa del Rey atau Piala Raja pada 2007/2008.

Perjalanan David Silva bersama Valencia selesai, ketika klub yang bermarkas di Mestalla itu tidak kuasa menahan godaan uang dari klub kaya baru, Manchester City. Gelimang euro meruntuhkan "iman" Valencia untuk tidak melepas David Silva. Di musim panas 2010, Manchester City resmi mendapatkan David Silva dengan mahar 135 juta Poundsterling, kombinasi antara uang tunai dan barter pemain muda.

Roberto Mancini adalah orang yang memperjuangkan agar direksi Manchester City mendatangkan David Silva. Berapapun harganya, apa pun risikonya. Mancio sadar bahwa David Silva akan melengkapi asahan pisaunya di tepi lapangan. Irisan bola lewat gocekan dan pergerakan tanpa bola yang luwes, menjadi kombinasi yang pas buat Sergio Agüero sebagai target man di depan gawang. Tapi saat itu David Silva datang setahun lebih dulu dibandingkan Sergio Agüero. Jadi ketika itu Mancio memang sedang membangun tim, satu per satu pemain yang sesuai dengan skemanya didatangkan lewat kekuatan uang bos baru Manchester City dari Qatar yang seolah uangnya tidak berseri.

David Silva biasa menjelajah di sepertiga akhir permainan lawan. Biasanya banyak berputar-putar di tengah, kemudian lari ke tepi dan mengajak fullback lawan adu liat menggocek bola. Ketika sukses masuk ke area penalti, David Silva memberi umpan matang buat striker atau menembak sendiri bola ke gawang. Tentu dengan kaki kiri yang sudah seperti ikonis buat dirinya. Semua kemampuan itu membuatnya layak disebut sebagai maestro lapangan tengah.

David Silva saat pertama bergabung dengan Manchester City pada 2010 – Foto: mancity.com

 

Mengubah Nasib The Citizens

David Silva merupakan generasi pertama dari gelontoran uang Khaldoon Al Mubarak di Manchester City. Misinya adalah mengubah nasib The Citizens dari klub kurang berprestasi menjadi disegani. Prestasi pertama tentu saja kritik dari manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson, yang melabeli Manchester City sebagai tetangga berisik. Tapi sejak itu Manchester City  benar-benar mampu mengubah wajahnya. Trofi bergengsi yang didapat Manchester City bersama David Silva di dalamnya adalah Premier League musim 2011/2012, gelar juara yang terakhir kali didapat 44 tahun silam.

Setelah itu Man City tetap dengan David Silva di dalamnya menjalani tiap musim sebagai klub unggulan. Di setiap kompetisi yang diikuti, mulai Premier League, Piala FA, Piala Liga Inggris, maupun Liga Champions. Sayangnya, sampai waktu David Silva habis di Manchester City karena mulai menua, satu-satunya trofi yang belum bisa dikoleksi adalah Liga Champions. Untuk trofi satu itu David Silva tampaknya tidak punya peruntungan yang bagus.

Totalnya David Silva memperkuat Manchester City mulai 2010 sampai musim 2020. Pengakuan klub atas peran dan jasa David Silva tercermin lewat keputusan Khaldoon Al Mubarak membangun patung buatnya, bersama Sergio Agüero dan Vincent Kompany. Patung tiga orang itu dipasang di Stadion Etihad sebagai tanda kontribusi transformasional buat Manchester City. Transformasi dari itu tadi, klub cupu menjadi disegani seantero Inggris dan Eropa.

 

Pengumuman David Silva sebagai pemain Real Sociedad – Foto: Twitter Real Sociedad

 

Didekati Lazio, Dipeluk Real Sociedad

Perjalanan 10 tahun bersama Manchester City harus berhenti. Saatnya David Silva memberi tempat kepada pemain yang lebih muda, untuk mencari pelabuhan baru sebagai pemain berpengalaman di klub lain.

Ada drama tersendiri dalam upaya David Silva mendapatkan klub baru. Kisah berawal dari pendekatan yang dilakukan Lazio, kemudian direspon positif oleh agen David Silva, yang tentu saja atas persetujuan David Silva sendiri. Lazio sudah mengumumkan segera mencapai kesepakatan ikatan kerja berdurasi 3 musim, lengkap dengan gaji 4 juta euro per musim, belum termasuk bonus dan fasilitas lainnya.

Tapi siapa sangka, saat kesepakatan tinggal ditandatangani, agen dan David Silva sendiri susah dihubungi. Singkat cerita David Silva malah diumumkan Real Sociedad sebagai pemain baru mereka, dengan kontrak 2 tahun. Lazio kesal? Jelas. Namun memang belum ada hitam di atas putih, sehingga semua masih bisa berubah pikiran. Ternyata David Silva ingin pulang ke Spanyol, setelah 10 tahun menetap di Inggris. Kalau harus 3 tahun lagi tinggal di Italia, barangkali bisa membuatnya tambah rindu dengan negara dan rumahnya.

Real Sociedad merupakan klub papan tengah La Liga. Berbasis di San Sebastian. Real Sociedad adalah tempatnya orang-orang Basque. Di awal kehadiran David Silva, La Real mampu bertahan berminggu-minggu di puncak klasemen La Liga Spanyol. Tapi memasuki seiring perjalanan waktu, Real Sociedad mulai goyah sehingga turun tangga demi tangga dari puncak. Meski begitu sekarang Real Sociedad masih beredar di papan atas.

Koleksi Medali dan Trofi

Di awal artikel ini sudah disebutkan bahwa David Silva adalah kepingan sukses Manchester City dan Timnas Spanyol. Hal ini bisa dilihat dari lemari medali dan trofi juara yang dimiliki David Silva.

Di rak trofi juara Premier League Inggris ada gelar musim 2011/2012, 2013/2014, 2017/2018, dan 2018/2019. Kemudian trofi juara Piala FA pada 2010/2011 dan 2018/2019. Piala Liga musim 2013/2014, 2015/2016, 2017/2018, 2018/2019, dan 2019/2020. Community Shield 2012, 2018, dan 2019. Sebelumnya di Valencia satu gelar juara berhasil didapat yaitu Copa del Rey 2007/2008.

Pada level internasional bersama Timnas Spanyol, David Silva merupakan satu diantara pilar emas di Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012. Tiga bintang itu tersemat manis di lemari prestasi David Silva. Di masa junior juga sempat juara Piala Eropa U-19 2004.

Belasan penghargaan individu di lapangan hijau juga dikoleksi David Silva. Kalau dijejer satu per satu akan terlalu panjang. Kebanyakan penghargaan yang didapatnya adalah sebagai pemain terbaik.

Penghargaan lain yang diterima David Silva adalah Medalla de Oro de Canarias, Prince of Asturias Award for Sports, dan medali emas Royal Order of Sporting Merit. Semua lengkap dimiliki David Silva yang bisa menjadi cerita buat anak sampai cucu.

 

Perpisahan David Silva dengan Pep Guardiola di Man City – Foto: Twitter Man City

 

Gelandang Serbabisa

Sepanjang karir bermainnya sampai sekarang, David Silva kerap bermain dalam beberapa posisi. Kelebihannya itu yang membuat pelatih bisa leluasa menerapkan strategi yang akan diterapkan dalam setiap pertandingan. Kecepatan dan kelihaiannya dalam melakukan dribble mampu merepotkan lawan yang bertugas untuk mengawal.

Mengutip Transfermarkt, total ada 221 pertandingan yang dilakoni David Silva sebagai gelandang serang. Dari sana dia berhasil menyumbangkan 40 gol dan 54 assist. Jumlah yang tidak terlampau jauh selisihnya. Itu menandakan dia tak sekadar sebagai kreator peluang, tapi juga bisa bertugas sebagai pemecah kebuntuan tim.

Peran lainnya yang sering dimainkan David Silva adalah sebagai gelandang tengah. Ini lebih kepada tugasnya untuk jadi penyeimbang tim ketika bertahan dan menyerang. Dia juga menjadi katalisator untuk mengalirkan bola. 19 gol dan 31 assist berhasil dia catatkan ketika berada di posisi ini.

Menjadi penyerang sayap pun pernah dilakoni oleh David Silva, baik di sisi kiri atau kanan. Pemain yang kaki kidalnya lebih unggul ini menjalankan 41 pertandingan untuk kedua posisi tersebut di atas. Tujuh gol dan 13 assist jadi torehannya.

Bersama Manchester City, David Silva juga kerap bertugas sebagai gelandang kiri atau kanan. Peran yang berbeda dengan tugas penyerang sayap, karena dia dituntut untuk lebih kreatif lagi ketika melihat celah di pertahanan lawan. Tak heran, dari 131 pertandingan yang dijalani, dia menyumbangkan 50 assist dan 24 gol.

Sebelum kedatangan Kevin de Bruyne ke Manchester City, David Silva yang jadi andalan untuk mengatur tempo permainan. Dia adalah sosok gelandang yang selalu jadi tumpuan The Citizens untuk membongkar pertahanan lawan. Pergerakannya di atas lapangan selalu diwaspadai lawannya was-was karena bisa jadi itu adalah proses awal bagi Manchester City untuk mencetak gol.

Di usia 34 tahun, publik masih percaya dia bisa berbuat banyak dan selalu menanti muncul aksi magisnya bersama Real Sociedad. Selamat ulang tahun, Maestro!

SAMPAIKAN KOMENTAR