Cristiano Ronaldo: Sang Penembus Batas yang Rendah Hati
05
Feb
2021
1 Comment Share Likes 114 View

Tidak terlalu sulit mendeskripsikan sosok Cristiano Ronaldo. Namanya sudah sangat terkenal di jagat sepakbola dunia. Bahkan golongan yang tidak rutin menonton sepakbola pun, hampir pasti mengenalnya.

Ronaldo adalah seorang pemain yang lengkap--bahkan di atas rata-rata--untuk seorang pemain yang beroperasi di lini depan. Pemain kelahiran Portugal tersebut sejak belia memiliki keunggulan skill individu yang berguna dalam situasi satu lawan satu. Tendangannya juga mematikan, baik dari situasi permainan terbuka maupun bola mati. Postur dan lompatannya sangat memungkinkan untuk memenangi duel udara. Kecepatan dan penempatan posisinya sangat on point.

Seluruh kemampuan tersebut kemudian terangkum dalam insting gol yang mematikan. Ronaldo bisa mencetak gol dari situasi apapun: umpan silang, umpan terobosan, bola udara, hingga tendangan bebas. Kemampuan dan pencapaian yang luar biasa di sepakbola membuat Ronaldo sah sebagai salah satu pemain terbaik di generasinya.

Bermula sebagai pemuda biasa

Satu hal yang mungkin terasa mengejutkan bahwa salah satu pemain terbaik di planet ini lahir dari keluarga yang biasa-biasa saja yang tinggal di area miskin di Funchal, sebuah kota kecil di Pulau Madeira. Wilayah tersebut cukup terpencil karena jauh dari wilayah dataran utama Portugal. Jaraknya ke ibukota, Lisbon, bahkan lebih jauh daripada jarak tempuh ke Casablanca, Maroko.

Di usia 12 bakat Ronaldo ditemukan oleh pemandu bakat Sporting Lisbon. Pindah ke kota besar di usia yang sangat muda tidaklah mudah bagi seorang anak daerah tanpa privilege apa-apa. Ronaldo sempat mengalami perundungan akibat aksen Madeiranya. Ronaldo sempat dikeluarkan dari sekolah akibat melempar kursi kepada guru yang turut mengolok-oloknya.

Pada akhirnya semua hal tersebut dilalui oleh Ronaldo. Ia menjadi salah satu pemain kunci di tim utama Sporting. Cukup dua pertandingan bersama Tim B, Ronaldo langsung dipromosikan ke tim utama. Di musim pertamanya ia mengemas 3 gol dari 25 laga. Suatu catatan yang apik bagi pemuda berusia 18 tahun.

Penampilan Ronaldo di Sporting yang membuatnya akhirnya direkrut United (Deadline)

 

Suatu hari di musim panas 2003, Sporting menggelar laga persahabatan dengan Manchester United. Laga tersebut dimaksudkan sebagai seremonial peresmian stadion baru mereka, Estádio José Alvalade. Kalender menunjukkan tanggal 6 Agustus. United, yang baru pulang dari tur pramusim di Amerika Serikat, dibuat kewalahan oleh Ronaldo muda. Kepiawaiannya bermain di kedua sisi sayap merepotkan pertahanan Setan Merah yang dihuni oleh pemain belakang berpengalaman.

Tanpa berpikir lama, manajer karismatik United Sir Alex Ferguson segera memboyongnya ke stadion Old Trafford. Label sebagai remaja termahal di Britania dengan banderol 12 juta paun, ditambah pemberian nomor punggung 7 yang keramat di United membuat Ronaldo kembali dalam tekanan. Akan tetapi penampilan di lapangan membuktikan kelayakan Ronaldo atas pujian yang ia dapatkan. United adalah langkah awal ia menjadi seorang superstar. Bermain di klub besar dunia, Ronaldo mampu mengatasi tekanan dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Sebanyak 3 gelar Liga Inggris, 1 Piala FA, 2 Piala Liga, dan 2 Community Shield, 1 Liga Champions, dan 1 Piala Dunia Antarklub berhasil diraih. Tahun 2008 menjadi puncak karirnya bersama Setan Merah. Ronaldo berperan penting dalam musim double winner bagi United. Di akhir tahun, penampilan gemilangnya dianugerahi gelar Ballon D’Or pertamanya.

Ballon D’Or pertama Ronaldo (Goal)

 

Menembus batasan manusia biasa

Jika United menjadi langkah awal menjadi superstar, maka di Real Madrid Ronaldo sah sebagai seorang superstar kelas dunia. Florentino Pérez yang terpilih kembali menjadi Presiden Real Madrid merekrut Ronaldo sebagai salah satu bagian dari proyek Galacticos jilid dua-nya. Direkrut sebagai rekor transfer dunia kala itu, Ronaldo bertransformasi menjadi salah satu pesepakbola terbaik sepanjang masa.

Secara permainan, Ronaldo menjadi penyerang yang lebih komplit. Ronaldo muda yang banyak bermain di tepi lapangan kini semakin lengkap dengan kemampuan pergerakan tanpa bola di kotak penalti, membuatnya menjadi mesin gol mematikan. Total ia menjaringkan 451 gol dalam 438 pertandingan dalam 9 musim berjersey putih Madrid. Torehan tersebut membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah klub tersebut melampaui catatan Alfredo Di Stéfano. Catatan pribadi tersebut dilengkapi dengan 16 trofi yang ia hadirkan ke Santiago Bernabeu, termasuk 4 trofi Liga Champions yang menggenapi--bahkan melampaui--mimpi Real akan gelar La Decima.

Mencapai Puncak Dunia di Real Madrid (Bleacher Report)

 

Musim panas 2018, secara mengejutkan ia pindah ke Juventus. Sama seperti kepindahannya ke Real, Juve saat itu sedang membangun citra sebagai klub papan atas dunia usai mendominasi Italia sejak 2012. Sosok Ronaldo dianggap tepat mewakili profil Juventus sebagai klub besar yang bergelimang trofi. Di Turin, Ronaldo belum berhenti. Meski memasuki usia kepala tiga, Ronaldo masih menjadi andalan Juventus di lini depan. Hingga paruh musim 2020/21, sebanyak 67 gol bisa ia lesakkan dari 80 pertandingan.

Meski bergelimang gelar, puncak karir Ronaldo justru hadir bersama tim nasional. Gelar Piala Eropa bersama Portugal pada 2016 lalu menjadi pelengkap dari segala trofi yang ia raih. Bukan apa-apa, 12 tahun sebelumnya, Ronaldo muda harus menelan kekecewaan usai negaranya takluk dari Yunani di final kejuaraan yang sama. Dua tahun setelahnya, Portugal tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia. Dua kegagalan tersebut patut diratapi lantaran menjadi akhir dari generasi emas Portugal yang diisi oleh talenta macam Rui Costa, Deco, dan Luís Figo. Keberhasilan Ronaldo memimpin Portugal--yang justru kala itu tidak diunggulkan--meraih Trofi Henri Delaunay di Saint-Denis pada 2016 tentu bermakna secara emosional.

Ronaldo sendiri merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Portugal. Catatan 102 golnya juga menjadi yang terbanyak bagi seorang pemain di ranah laga internasional. Angka tersebut tampaknya tidak akan berhenti. Ronaldo masih menargetkan gelar juara dunia di gelaran 2022 nanti.

Bersama Trofi Piala Eropa (Goal)

 

Awal tahun lalu, Ronaldo menambahkan satu lagi dekorasi agung dalam karirnya: secara resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepakbola. Golnya melawan Napoli di ajang Coppa Italia membuatnya mengoleksi 760 gol, melewati catatan Josef Bican yang sudah bertahan sejak 1955.

Tetap rendah hati

Meski bergelimang gelar dan penghargaan, Ronaldo tetap memegang erat orang-orang di sekitarnya, terutama keluarga. Orang tua memegang pengaruh penting dalam karir Ronaldo. Kehilangan ayahnya di usia muda akibat kecanduan alkohol, membuat Ronaldo sangat menjaga pola diet dan kesehatannya. Ronaldo di sisi lain, memiliki hubungan yang sangat erat dengan ibunya. Pada Maria Dolores dos Santos Aveiro, Ronaldo menemukan sosok ibu yang sebenarnya. Maria merupakan sosok yang terus memberikan dukungan dalam kehidupan baik di dalam dan luar lapangan. Maria kerap menemani Ronaldo di laga-laga penting, seperti final Liga Champions.

Ronaldo dan ibunda bersama trofi Serie A (Goal)

 

Ronaldo juga masih berhubungan erat dengan sosok-sosok yang berjasa dalam karirnya di lapangan hijau. Sosok yang tak ia lupakan adalah Aurelio Pereira, pelatih tim muda Sporting yang menemukan bakatnya kala ia bermain untuk Nacional. Figur Pereira tak hanya sebagai pelatih, tapi juga sebagai sosok yang sangat membantu Ronaldo ketika kesulitan beradaptasi di awal kepindahan ke Sporting. Pereira berhasil memotivasi Ronaldo yang hampir keluar dari sepakbola. Andai saja tak ada Pereira, mungkin kita tak mengenal Cristiano Ronaldo saat ini.

Aurelio Pereira memamerkan kartu anggota Ronaldo sebagai pemain junior (Football5star)

 

Sir Alex Ferguson menjadi sosok lain yang memiliki hubungan erat dengan Ronaldo. Sebagai pelatih papan atas, Ferguson tentu memiliki polesan yang istimewa terhadap anak asuhnya. Selama enam musim di Manchester, Fergie menjadi sosok ayah bagi Ronaldo. Tak jarang ia melindungi anak asuhnya tersebut dari cecaran pers Inggris yang terkenal ganas. Dalam banyak wawancara Ronaldo kerap mengutarakan rasa hormatnya terhadap pelatih asal Glasgow tersebut.

Ronaldo bersama Fergie (Detik)

 

Penghormatan terhadap pencapaian Ronaldo juga datang dari tempat di mana ia berasal. Terhitung bandar udara Madeira dan akademi Sporting Lisbon diberi nama Cristiano Ronaldo sebagai penghargaan terhadapnya.

Sebagai pemain ia hampir telah meraih nyaris segalanya di dalam dan di luar lapangan. Berbagai gelar bergengsi, individu maupun tim, lokal maupun internasional, telah ia raih. Rekor demi rekor juga telah ia pecahkan dengan gemilang. Masa-masa sulit memperkuat mental Ronaldo untuk melampaui semua batasan-batasan yang mengekangnya dan menjadi yang terbaik di dunia.

Lebih dari itu semua, Ronaldo adalah inspirasi bagi banyak orang untuk meraih mimpinya. Ia adalah sosok di dalam poster yang terpampang di kamar jutaan anak di dunia. Namanya juga tertera di jersey bola anak-anak tersebut. Bahkan gaya rambut, trik olah bola, hingga teknik menendang sang mega bintang diimitasi oleh anak-anak itu di lapangan becek tempat mereka berlatih.

Salah satu karya terbaik Tuhan bagi sepak bola, itulah kata-kata yang bisa diutarakan bagi sosok mega bintang asal Portugal ini. Entah sampai kapan kita bisa menikmati permainan indahnya yang akan melegenda dan dikenang selalu bagi sejarah sepak bola. Kita lihat saja, Pria Intersport!

SAMPAIKAN KOMENTAR