Chelsea vs Manchester United: Laga Sengit dengan Skor Sedikit
27
Feb
2021
1 Comment Share Likes 118 View

Laga antar sesama pemburu spot empat besar bakal tersaji pada Minggu (28/2) nanti. Chelsea akan menjamu Manchester United dalam laga big match di Stamford Bridge akhir pekan mendatang. Kedua tim datang dengan membawa misi khususnya masing-masing.

Chelsea yang sempat tercecer ke peringkat sembilan, mulai kembali menyusun performanya untuk mengamankan satu tempat di zona Liga Champions. Sempat merangsek kembali ke empat besar, The Blues melorot ke posisi lima usai ditahan imbang Southampton 1-1. Sementara itu, Manchester United tetap mengincar poin meski sudah tertinggal cukup jauh dari pemuncak klasemen, Manchester City

Chelsea yang semakin solid di bawah Tuchel

Performa buruk di akhir 2020 membuat Chelsea memutus kontrak Frank Lampard. Manajemen kemudian menunjuk Thomas Tuchel sebagai pelatih kepala. Di waktu singkat, Tuchel relatif berhasil memberikan hasil yang baik bagi Chelsea. Di 8 laga awal pelatih asal Jerman tersebut Chelsea tidak sekalipun menderita kekalahan, memenangi 6 laga di antaranya.

Keberhasilan Tuchel memberikan hasil positif tidak lepas dari perubahan strategi yang dilakukan. Tuchel menerapkan pola 3-4-2-1 sebagai formasi utama. Struktur tersebut memberikan stabilitas bagi pertahanan Chelsea yang berlubang. Struktur 3-2 di belakang (tiga bek tengah plus dua pivot) memberikan koneksi yang baik dalam build-up. Selain itu adanya lima pemain di belakang menyediakan proteksi yang mumpuni ketika kehilangan bola.

Hasilnya cukup terlihat. Berdasarkan data FBref.com dari 6 pertandingan Liga Primer di bawah Tuchel, nilai xG (expected goals) yang bersarang ke gawang Chelsea hanya 0,41 secara rata-rata. Artinya, pertahanan Chelsea telah menjadi lebih solid dengan mampu meminimalisir peluang berbahaya dari lawan. Sebagai catatan tambahan, Chelsea belum sekalipun kebobolan di kandang sejak Tuchel mengambil komando.

Formasi baru Tuchel membuat Chelsea semakin solid di belakang (foto: Goal)

 

Jelang laga ini, Chelsea sedang berada di atas angin. Kemenangan 1-0 ketika melawat ke kandang Atletico di 16 Besar Liga Champions menjadi suntikan moril yang positif bagi skuad Chelsea. Selain itu, waktu istirahat yang lebih panjang juga menjadi keuntungan bagi Mason Mount dkk.

Misi United menemukan konsistensi

Saat ini Manchester United memang duduk di peringkat kedua klasemen. Mereka juga sukses melaju di Liga Europa dan memiliki kesempatan memenangi trofi Piala FA. Akan tetapi, jelas bahwa konsistensi masih menjadi PR besar bagi Setan Merah.

Di Liga Inggris musim ini, United masih kerap tersandung ketika melakoni pertandingan yang semestinya mudah untuk dimenangkan. Melawan dua tim di zona degradasi, United ditahan imbang West Brom 1-1 dan justru kalah 1-2 dari Sheffield United di kandang sendiri. Melawan Everton, United yang unggul 2-0 di babak pertama tidak mampu mempertahankan keunggulan setelah kebobolan di menit terakhir dan bermain imbang 3-3. Semua laga tersebut terjadi dalam kurun sebulan terakhir.

Hasil minor tersebut tak hanya menjauhkan mereka dari City yang memuncaki klasemen. Di sisi lain, perolehan poin mereka mulai dikejar Leicester. Saat ini The Foxes sudah mengoleksi poin yang sama dengan United, yaitu 49 angka. Apabila gagal menemukan konsistensi, bukan tidak mungkin United justru disalip oleh rival-rival di bawahnya.

Masalah cedera dan jadwal padat juga menghantui United. Keterlibatan mereka di Liga Europa memberikan beban tambahan karena jadwal yang lebih padat dibandingkan dengan Liga Champions. Sebelum menghadapi Chelsea pada hari Minggu, mereka mesti melayani Real Sociedad pada Kamis malam. Meski sudah mengantongi kemenangan 4-0 di leg pertama, badai cedera membuat pelatih Ole Gunnar Solskjær tak bisa banyak merotasi anak buahnya. Isu yang disebut belakangan juga berpengaruh pada skuad United. Ketidakhadiran Paul Pogba jelas menurunkan kreativitas United di lini tengah. Absennya Edinson Cavani juga membuat Solskjær tak memiliki banyak opsi di lini depan.

Cedera menjadi salah satu penghambat United (foto: express)

 

Prediksi Pertandingan: Bermain Aman Seperti Pertemuan Pertama?

Setidaknya dalam satu dekade terakhir, pertandingan Chelsea melawan United selalu berjalan sengit. Selain kekuatan kedua tim yang cukup berimbang, pragmatisme keduanya untuk menghindari kekalahan juga menjadi faktor penentu. Skor 4-0, seperti pada Oktober 2016 atau Agustus 2019 yang dimenangkan masing-masing tim merupakan hasil akhir yang jarang terjadi. Melihat tren terkini, bukan tidak mungkin pertandingan ini akan berakhir dengan sedikit angka.

Di pertemuan pertama, kedua tim bermain imbang dengan skor kacamata. Melihat pertandingannya, kedua tim cenderung bermain aman dan menurunkan formasi dan pemain yang cukup defensif. Di pertandingan kali ini, permainan set play Tuchel dan pragmatisme Solskjær bisa memberikan hasil akhir serupa.

Formasi 3-4-1-2 kemungkinan akan kembali menjadi andalan Tuchel. Memainkan tiga bek plus dua gelandang bertahan bisa memberikan perlindungan yang aman dari serangan balik United lewat penyerang-penyerang cepatnya, seperti Marcus Rashford, Mason Greenwood, dan Anthony Martial.

Akan tetapi formasi tersebut memiliki konsekuensi berkurangnya pemain di lini depan. Oleh karena itu, pilihan pemain di lini depan tampaknya akan jatuh kepada pemain dengan kemampuan ball retention yang baik, yaitu Mason Mount. Pemain Timnas Inggris tersebut kemungkinan bakal bertandem dengan dua penyerang cepat, Timo Werner dan Callum Hudson-Odoi untuk mengeksploitasi lini belakang United. Ketiganya akan dibantu oleh dua wingback Reece James dan Marcos Alonso dari kedua sisi sayap.

Respon United kurang lebih akan mirip dengan laga-laga sebelumnya. Biasanya, menghadapi laga besar United akan mengubah formasi menjadi lebih bertahan, baik itu dengan lima bek atau gelandang bertahan yang lebih banyak. Akan tetapi dari beberapa laga terkini Solskjær kemungkinan tetap menurunkan pakem 4-2-3-1 miliknya. Dua pivot kemungkinan bakal ditempat Fred dan Scott McTominay yang kabarnya sudah pulih dari cedera. Keduanya akan menopang lini serang United yang dimotori oleh Bruno Fernandes.

Prediksi taktikal Chelsea vs Man United (sumber: olahan Intersport)

 

Berkaca dari rekor terkini, United lebih unggul. Dari 8 pertemuan terakhir, Chelsea hanya 2 kali menang. Sebanyak 6 pertandingan sisanya berakhir dengan 3 kemenangan bagi United dan 3 hasil imbang. Kemenangan terakhir Chelsea atas United di ajang Liga Primer bahkan terjadi pada November 2017 silam, ketika Chelsea masih dilatih oleh Antonio Conte.

Meski demikian, melihat kondisi yang ada, Chelsea sedikit lebih diunggulkan. Bermain dengan kekuatan penuh, dengan waktu istirahat lebih lama, serta berlaga di kandang sendiri memberikan Chelsea posisi yang lebih menguntungkan dibandingkan United. Meski begitu, United terbukti mampu mengatasi Chelsea di tiga pertemuan terakhir. Harry Maguire cs juga terbukti mampu bermain lebih pragmatis di laga-laga besar.

Prediksi susunan pemain

Chelsea (3-4-1-2): Edouard Mendy, César Azpilicueta, Thiago Silva, Antonio Rüdiger, Reece James, N’Golo Kante, Jorginho, Marcos Alonso, Mason Mount, Callum Hudson-Odoi, Timo Werner.

Man. United (4-2-3-1): David De Gea; Aaron Wan-Bissaka, Victor Lindelöf, Harry Maguire, Luke Shaw, Scott McTominay, Fred, Mason Greenwood, Bruno Fernandes, Marcus Rashford,  Anthony Martial.

Pertandingan kali ini mungkin akan berjalan sengit tanpa banyak gol. Skor imbang 0-0 atau kemenangan tipis Chelsea 1-0 bisa menjadi hasil akhir di pertandingan ini. Setuju, Pria Intersport?

SAMPAIKAN KOMENTAR