Big Match Serie A Minggu Ini: Si Nyonya Tua Diuntungkan Sampai Ajang Pembuktian Bangkitnya Serigala Roma!
27
Sep
2020
0 Comment Share Likes 90 View

Big Match bakal tersaji di Giornata kedua Serie A Italia antara klub Ibukota AS Roma menjamu sang juara bertahan Juventus di stadion Olimpico pada Senin (28/9) pukul 01.45 WIB. Nasib kurang beruntung terjadi beberapa hari sebelum laga ini, l Giallorossi harus menerima pukulan telak di awal musim setelah pihak operator kompetisi Liga Italia memutuskan tim asuhan Paulo Fonseca tersebut dinyatakan kalah dari Hellas Verona dengan skor 3-0 dalam giornata perdana Serie A.

 

Sumber: juventus.com

 

Dalam rilisnya, Serie A menyebut AS Roma melanggar aturan poin 8 FIGC N. 83/A tanggal 20 November 192014 yang kemudian diubah dengan Pemberitahuan Resmi FIGC N. 76 pada 21 Juni 2018.

"Mengingat Roma memainkan pemain yang tidak terdaftar dalam 25 pemain yang dikomunikasikan lewat email pada 14 September 2020 pukul 12.14," demikian pernyataan Serie A.

"Oleh karena itu, harus menerapkan sanksi berupa kekalahan pertandingan yang diatur dalam poin 9 Pemberitahuan Resmi FIGC N. 83/A tersebut. memutuskan memberikan sanksi kepada Roma dengan hukuman kekalahan 0-3," tulis Operator Serie A .

Hukuman ini harus diterima Roma karena mereka salah mendaftarkan pemain untuk laga tandang ke Stadion Marc’Antonio Bentegodi pekan lalu. Dalam laga itu, Tim Serigala Ibukota diketahui tidak mendaftarkan nama Amadou Diawara dalam 25 pemain yang dibawanya. Padahal, Diawara dimainkan oleh Fonseca sejak menit awal pertandingan. Sang gelandang asal Guinea itu pun baru digantikan oleh Gonzalo Villar pada menit ke-89. Pertandingan tersebut pun berakhir dengan skor asli 0-0 atau masing-masing tim mendapatkan satu poin.

Akibat kesalahan administrasi yang fatal tersebut, Corriere dello Sport memberitakan Sekretaris Umum Roma Patanelo Longo mengundurkan diri. Roma sendiri tidak tinggal diam terkait kasus Diawara itu. Dikutip dari situs resmi, Roma mengajukan banding atas kasus tersebut.

"AS Roma mengonfirmasi, klub akan mengajukan banding atas keputusan pengadilan olahraga yang memberikan kemenangan 3-0 kepada Hellas Verona setelah pertemuan Serie A hari Sabtu, yang berakhir 0-0," demikian pernyataan Roma.

Berbicara laga kontra Verona, Kapten sekaligus ujung tombak andalan Roma Edin Dzeko hanya duduk di bangku cadangan. Sang Allenatore Fonseca memainkan Henrikh Mkhitaryan sebagai striker bayangan atau false nine di posisi Dzeko. Pemain bernomor punggung 9 tersebut kabarnya memang sengaja dicadangkan menyusul negosiasi transfernya ke Juventus.

sumber: asroma.com

 

Akhir Pekan lalu bahkan isunya sangat kencang Striker asal Bosnia & Herzegovina sudah mencapai kesepakatan dengan Jawara Italia tersebut dengan banderol 15 juta euro. Namun belakangan transfer tersebut batal karena Roma gagal mendapatkan Arkadiusz Milik dari Napoli yang diproyeksi menggantikan Dzeko. Juventus pun akhirnya meminjam Alvaro Morata dari Atletico Madrid seharga 10 juta euro (Rp173,9 miliar) dengan opsi permanen seharga 45 juta euro (Rp782,7 miliar).

Menariknya drama kegagalan transfer tersebut langsung bakal dipanaskan dengan duel Roma kontra Juventus pada penghujung pekan ini. Dzeko bisa menunjukkan kepada I Bianconeri apa yang mereka lewatkan dari sosoknya dengan kegagalan transfer ini. Sejak bergabung ke klub ibukota Italia, Striker 34 tahun tersebut sudah delapan kali berhadapan dengan Juventus di Serie A. Meski hanya dua kali membobol gawang Si Nyonya Tua dari delapan pertemuan, Dzeko punya magis membawa Roma selalu menang ketika dirinya mencetak gol. Gol pertama Dzeko dicetak ketika Roma menang 2-1 atas Juventus di pekan kedua Liga Italia 2015-2016. Kemudian Dzeko mencetak satu gol dan satu assist saat Juventus menang 2-0 atas Roma di pekan ke-36 Liga Italia 2018-2019.

Tak hanya panggung bagi Dzeko unjuk gigi, laga Roma vs Juventus ini juga menjadi kesempatan bagi striker anyar Si Nyonya Tua, Alvaro Morata untuk membuktikan dirinya bukanlah opsi darurat bagi lini depan skuat asuhan Andrea Pirlo. Pemain berkebangsaan Spanyol itu sudah ikut berlatih bersama Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan sejak hari Kamis (24/9) lalu, dan siap diturunkan menghadapi Roma. Andai diturunkan oleh Pirlo, mantan penyerang Real Madrid ini memiliki kesempatan memutus catatan tidak pernah menjebol gawang I Giallorossi dalam enam kesempatan sebelumnya.

sumber: juventus.com

 

Sebelum musim ini, pemain berusia 27 tahun itu sempat dua musim membela Juventus pada periode pertama (tahun 2014-2016). Dalam dua musim itu, Morata empat kali berhadapan dengan Roma di kompetisi tertinggi negeri Spagetthi tersebut dan tidak satu kali pun mampu mencetak gol. Kemudian pada musim 2017-2018, Morata yang bermain untuk Chelsea pernah dua kali berjumpa Roma di Fase Grup Liga Champions dan juga gagal mencetak gol. Namun Morata bisa sedikit lega karena beban mencetak golnya bisa berkurang dengan kehadiran Cristiano Ronaldo di lini serang Juventus. CR7 memiliki rekor bagus selalu mencetak gol saat menghadapi Roma dalam dua pertemuan terakhir. Pemain Bintang asal Portugal itu mengoleksi satu gol saat Juventus menang 2-1 di giornata ke-19 Serie A musim lalu, dan juga cetak satu gol saat Juventus menang 3-1 di perempatfinal Coppa Italia musim lalu.

Tak hanya menanti kiprah Morata dan Ronaldo, di laga kontra Roma nanti menarik untuk dilihat kejutan taktik dari Pirlo. Dalam kemenangan telak tiga gol tanpa balas di giornata perdana Serie A kontra Sampdoria, pelatih 41 tahun itu memainkan skema 3-5-2.

 

sumber: juventus.com

 

Menariknya Pirlo memaksimalkan peran Aaron Ramsey di lini tengah didukung dua gelandang sentral Adrien Rabiot serta pemain anyar Winston Mckennie untuk menyokong duo lini serang Cristiano Ronaldo dan pemain anyar Dejan Kulusevski. Ramsey yang tidak mendapatkan kepercayaan penuh dari Maurizio Sarri musim lalu hanya tampil 24 pertandingan Serie A musim lalu dengan sumbangan tiga gol dan satu assist. Ia pun hanya mencatatkan menit bermain sebanyak 1.050 menit. Bahkan pada penghujung musim lalu karir Ramsey pun disebut-sebut segera akan  berakhir di Allianz Stadium, karena ada wacana klub ingin melegonya.

 

sumber: juventus.com

 

Namun Pirlo sepertinya ingin memberikan kesempatan kedua kepada gelandang Asal Wales itu dengan memainkannya 90 menit penuh menghadapi Sampdoria pekan lalu. Dan kepercayaan itu pun dibayar tuntas oleh mantan Pemain Arsenal tersebut dengan satu torehan assist untuk Gol Ronaldo di menit ke-88. Tak hanya itu, Squawka mencatat Ramsey memiliki 83% umpan sukses, melakukan 90 sentuhan, pemain terbanyak Juventus dengan operan di wilayah lawan (52 kali), terbanyak menciptakan enam peluang, dan yang terbanyak melakukan tekel (enam kali). Dengan penampilan tersebut, penampilan Ramsey sudah mampu mencuri perhatian sang allenatore, Pirlo.

"Dia pemain yang bagus dan menjalankan tugasnya dengan baik," puji Pirlo dikutip dari Football Italia.

Tak hanya menarik menanti ada tidaknya kejutan taktik dari Pirlo, namun berdasarkan catatan pertemuan kedua tim memberi jaminan laga akan berlangsung sengit. Pasalnya dalam 10 pertemuan terakhir di Serie A, Juventus hanya sedikit lebih unggul dengan lima kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kali kalah. Sementara Roma menang empat kali, satu seri dan lima kali kalah. Apalagi dalam dua pertemuan terakhir musim lalu, kedua tim sama-sama kalah di kandang dan mampu mencuri kemenangan dalam laga tandang. Di pertemuan pertama giornata 19 musim lalu, AS Roma takluk di Olimpico Roma dengan skor 1-2. Namun di pertemuan kedua di Allianz Stadium pada giornata ke-37, gantian Juventus yang dipermalukan dengan skor 1-3.

Selain itu kejutan lainnya menanti dari pemerintah setempat. Calciomercato.it memberitakan bahwa pemerintah Italia mengizinkan laga AS Roma vs Juventus bisa disaksikan langsung oleh penonton di stadion dengan batasan jumlah, yakni 20 ribu penonton. Jumlah penonton yang diizinkan tersebut artinya melebihi 1/3 dari kapasitas Olimpico Roma yang berjumlah sekitar 70 ribu penonton.

Persetujuan tersebut menjadi awal terang bagi harapan publik akan meningkatnya kembali gairah para penggemar sepak bola di Italia. Wakil Menteri Kesehatan Italia, Pierpaolo Sileri mendukung rencana tersebut. Ia mengatakan Liga Italia memungkinkan diisi penonton hingga sepertiga kapasitas stadion dan menjamin sepanjang penonton mengikuti protokol kesehatan, masih memungkinkan tribun kembali bakal bertambah kapasitas.

“Jaga jarak, mengikuti aturan, dilarang berpelukan, datang ke stadion dengan menggunakan masker dan membawa sanitizer. Dengan begitu, kami dapat mengizinkan hingga sepertiga dari kapasitas stadion diisi,” ujar Sileri seperti dikutip Calciomercato.it.

Sebelumnya, Liga Italia Serie A sudah memberlakukan akses terbatas terhadap sejumlah stadion. Pada pekan lalu, masing-masing tuan rumah hanya boleh menerima seribu penonton. Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora mengungkapkan, stadion akan dibuka kembali secara bertahap pada awal Oktober 2020.

Bisa dipastikan jika sepertiga kapasitas Olimpico Roma terisi penonton, Big Match antara AS Roma yang ingin bangkit setelah kekalahan 3-0 dari Verona menyusul keputusan dari operator Liga Italia, menghadapi Juventus dengan taktik yang belum terprediksi dari Andrea Pirlo dan memiliki modal kemenangan 3-0 atas Sampdoria pekan lalu bakal semakin memeriahkan sepanjang laga berjalan. Meski Juventus memiliki sedikit keunggulan dari rekor pertemuan dan hasil pekan lalu, bukan tidak mungkin Roma menyimpan kejutan di atas lapangan nanti.

SAMPAIKAN KOMENTAR