Big Match MU Vs Arsenal, Potensi Main Terbuka Saling Menyerang
30
Oct
2020
0 Comment Share Likes 377 View

Jadwal padat dan berat dihadapi Manchester United dan Arsenal. Setelah banyak pemain mereka bertugas di pertandingan internasional pada dua pekan awal Oktober, setelah itu kembali ke klub bermain di Premier League, Liga Champions, atau Liga Europa.

 

Ilustrasi Manchester United vs Arsenal. Foto: Manutd.com

 

Sekarang MU dan Arsenal juga kembali bermain di kompetisi internasional. Tengah pekan ini MU akan menghadapi RB Leipzig di penyisihan Grup H Liga Champions. Lalu Arsenal bermain pada Jumat dini hari WIB mendatang di Liga Europa, melawan Dundalk F.C.

Selesai bertanding di kancah Eropa, pada akhir pekan, tepatnya Minggu 1 November 2020 mulai pukul 23.30 WIB, MU dan Arsenal akan bersaing dalam lanjutan Premier League. Bisa dibayangkan bagaimana kelelahan yang akan melanda skuat mereka. Terutama pemain yang selama ini perannya sulit digantikan dalam starting eleven.

Sejak era Premier League mulai 1992/1993 MU dan Arsenal sudah 56 kali bertemu. Hasilnya MU menang 24 kali, seri 16 kali, dan Arsenal menang 15 kali. Statistik resmi premierleague.com mencatat kemenangan terbanyak MU atas Arsenal didapat saat bermain di Stadion Old Trafford. Total 16 kemenangan didapat MU atas Arsenal ketika memainkan laga kandang.

Apakah ini menjadi berita gembira buat MU? Mengingat pertandingan MU vs Arsenal nanti diselenggarakan di Old Trafford. Meskipun begitu mereka tetap perlu waspada karena Arsenal pernah tiga kali menang di Old Trafford sejak 1992/1993 itu. Walaupun sudah jelas sepak bola bulan perkara sejarah.

Semua hasil yang dicatat di banyak laga sebelumnya, bisa jadi hanya pemanis. Paling banter bermanfaat buat tambahan motivasi, kalau memang punya tren positif.

Maka dari itu sangatlah menarik untuk membuat prediksi apa yang akan terjadi dalam pertandingan MU vs Arsenal nanti. Mulai kondisi terkini pemain kedua tim, pilihan formasi, sampai perkiraan apa dan siapa yang berpotensi menjadi penentu hasil pertandingan.

 

Manchester United – Foto: Twitter.com/manutd

 

Tren Laga Terakhir

MU dan Arsenal sama-sama sibuk di kompetisi musim ini. Baik di kompetisi domestik dan internasional. Biasanya dengan tingkat kesibukan yang tinggi, hasil-hasil laga sebelumnya bisa memengaruhi performa di pertandingan berikutnya. Hal ini berkaitan dengan tenaga pemain, mood, mental, dan kepercayaan diri. Bila suatu tim mengalami tren negatif misalnya sulit menang, kemungkinan bisa berimbas ke hasil berikutnya. Walaupun tetap ada peluang untuk bangkit, mendapatkan hasil positif.

Sekarang bagaimana dengan tren hasil pertandingan MU dan Arsenal, setidaknya dalam lima pertandingan terakhir? Sebelum mereka menjalani pertandingan Liga Champions atau Liga Europa pada tengah pekan ini.

MU yang akan bertindak sebagai tuan rumah menjamu Arsenal, dalam lima pertandingan menuai hasil yang kompleks. Ada menang, ada seri, ada kalah. Dimulai 1 Oktober 2020 ketika menang atas Brighton & Hove Albion 3-0 di kandang lawan dalam partai Piala Liga. Kemudian 4 Oktober 2020 kalah 1-6 dari Tottenham Hotspur di Old Trafford dalam lanjutan Premier League. Selanjutnya back to back kemenangan, ketika menumpas Newcastle United di Premier League 4-1 dan menang 2-1 atas PSG di Liga Champions. Setelahnya MU bermain 0-0 melawan Chelsea di Premier League. Berikutnya pada Kamis 29 Oktober 2020 dini hari, MU akan berhadapan dengan RB Leipzig di Liga Champions.

Melihat ragam hasil pertandingan MU itu tersirat belum ada konsistensi. Yang tertangkap adalah MU bisa dengan mudah memenangkan pertandingan, tetapi juga sangat gampang untuk kalah. Bersyukur bila tidak dalam performa terbaik, tapi masih mendapatkan hasil imbang. Catatan ini yang patut diwaspadai Ole Gunnar Solskjær dan para pemainnya. Bahwa kurangnya konsistensi dalam memetik hasil positif, berpeluang terjadi saat menghadapi Arsenal. Apalagi faktanya rangkaian hasil pertandingan belakangan ini belum mampu menolong MU masuk ke jajaran papan atas di klasemen sementara. Oleh karena itu para pemain MU perlu membangun kepercayaan diri lebih tinggi, supaya meraih kemenangan ketika menjamu Arsenal.

 

Kapten Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang – Foto: Twitter.com/Arsenal

 

Sekarang beralih ke Arsenal. Dari lima pertandingan terakhir, ada sinyal The Gunners kesulitan mendapat hasil positif ketika menghadapi tim dengan nama besar. Contohnya saat kalah dari Manchester City 0-1 dan Leicester City 0-1, semua di Premier League. Kemudian dalam lima partai terakhir, Arsenal menang tiga kali. Sekali atas Liverpool di Piala Liga yang dituntaskan lewat adu penalti, lalu menang di Premier League atas Sheffield United 2-1 dan mengalahkan SK Rapid Wien di Liga Europa 2-1. Jumat dini hari WIB mendatang, Arsenal kembali turun di Liga Europa melawan Dundalk F.C.

Lewat kacamata itu akankah Arsenal mampu menumbangkan MU di Old Trafford? Semua kemungkinan bisa terjadi. Arsenal bisa menang, seri, atau kalah. Pastinya tim arahan Mikel Arteta wajib memperhatikan performa di lapangan. Jangan mudah terpancing permainan tuan rumah. Tetap bermain dengan gaya sendiri, plus suasana hati yang bagus. Penting juga buat Arsenal tidak sering-sering melakukan kesalahan konyol, terutama saat berada dalam situasi tertekan.

Pilihan Formasi dan Pola Permainan

Posisi MU yang sekarang ini masih terkunci di peringkat ke-15, membuat Solskjær tidak punya banyak pilihan. Bahkan mungkin hanya ada satu pilihan, yaitu sepak bola menyerang. Bermain terbuka demi mengejar peluang untuk mencetak gol. Karena tuntutannya sudah jelas, MU harus segera mendulang poin demi poin kemenangan. Betul kalau MU baru bermain 5 kali di Premier League, satu pertandingan lebih sedikit dari rata-rata tim lain. Tapi peringkat terkini MU di klasemen Premier League tetap wajib menjadi kewaspadaan. Kalau sampai di pertandingan menjamu Arsenal nanti MU keok, maka tekanan bakal makin besar.

Dengan keharusan memainkan pola menyerang secara frontal, pilihan formasi yang cocok adalah 4-2-3-1. Dengan menaruh dua pivot di lapangan tengah, empat pemain bertipe menyerang di depannya bisa dipasang untuk mempercepat perputaran roda serangan menuju pertahanan lawan. Paul Pogba, Bruno Fernandes, Marcus Rashford, Juan Mata, Anthony Martial, hingga Edinson Cavani, bisa menjadi jaminan mutu buat MU menciptakan kreasi serangan dan gol.

Striker MU Edinson Cavani – Foto: Twitter.com/manutd

 

Atau kalau buntu dengan formasi 4-2-3-1, satu pivot bisa ditarik keluar untuk dimasukkan striker murni. Dengan begitu formasi akan berubah menjadi 4-4-2. Keberadaan dua striker murni di depan, bisa menjadi alternatif untuk membuat zona pertahanan Arsenal menjadi lebih sibuk, terutama mengamankan area kotak penalti. Tapi syaratnya perpindahan atau pergantian formasi ini tetap jangan melupakan barisan pertahanan. Sebagus-bagusnya lini tengah dan depan menyusun serangan, kalau blok pertahanan sering bikin salah, maka hasilnya akan percuma. Kiper juga dituntut fokus 100 persen, jangan melalukan kesalahan fatal lewat blunder.

Sementara Arsenal diyakini tetap mengandalkan formasi tiki-taka 4-3-3 yang jadi ciri khas Spanyol. Hal ini wajar karena Mikel Arteta adalah orang Spanyol. Arteta juga pernah menjadi tangan kanan Pep Guardiola juga di Man City sebagai asisten manajer. Dan, kita tahu Pep Guardiola adalah seorang master tiki-taka. Banyak atau sedikit pola pikir Mikel Arteta ikut terbentuk dengan cara pandang Pep Guardiola terhadap pilihan taktik dan strategi.

Di Old Trafford nanti Bernd Leno masih bakal jadi kepercayaan mengawal gawang Arsenal. Lalu Shkodran Mustafi menjadi koordinator barisan belakang, dengan Gabriel Magalhães dan David Luiz. Untuk lini tengah ada poros Granit Xhaka, Héctor Bellerín, Dani Ceballos, hingga Edward Nketiah. Kalau lini depan sudah dipastikan motornya adalah Pierre-Emerick Aubameyang. Pergerakan di lapangan depan bisa disokong Alexandre Lacazette sampai Bukayo Saka.

Pola permainan Arsenal nanti barangkali paling efektif adalah mengunci lebih dulu lapangan tengah MU. Jangan sampai diberi keleluasaan untuk menciptakan variasi serangan. Sebisa mungkin Arsenal tancap gas dulu dengan permainan sayap, lalu masuk ke area pivot MU. Supaya bagian dalam lini tengah MU kerepotan. Kalau itu terjadi, barisan penyerang MU akan tertahan, karena berusaha membantu menahan kebocoran di bagian tengah. Patut dipertimbangkan pula buat para pemain Arsenal banyak melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Karena diprediksi penjaga man to man atau zona marking MU bakal sulit ditembus sampai ke jantung pertahanan di kotak penalti.

Bahaya VAR

 

Kendali VAR bisa menentukan hasil pertandingan – Foto: premierleague.com

 

Di sepak bola masa kini hasil pertandingan kadang tidak semata-mata ditentukan dari atas lapangan, tapi dari ruang Video Assistant Referee (VAR). Misalnya handsball karena bola kena tangan atau tangan kena bola, gol yang dianulir lantaran hidung pemain dalam posisi offside, dan lain-lain yang tidak tertangkap mata wasit, tetapi ketahuan VAR. Hal itu kadang membuat sepak bola kehilangan drama serta sisi kontroversial.

Partai MU vs Arsenal nanti boleh diyakini tidak akan luput dari berbagai keputusan VAR. Situasi ini bisa mengundang marabahaya kalau pemain atau manajer terpengaruh, sehingga merusak rencana permainan. Jadi lebih baik kalau mendapatkan panggilan apapun dari VAR, kedua tim tidak perlu terpengaruh. Walaupun disadari itu sulit, karena sepak bola selalu melibatkan emosi. Namun kalau mampu tidak terpengaruh dengan keputusan VAR yang mungkin merugikan, maka permainan tim bisa tetap fokus. Karena pertemuan MU vs Arsenal lebih sarat makna dan sejarah yang indah, dibandingkan sekadar keterlibatan VAR.

SAMPAIKAN KOMENTAR