Best 11 Champions League 2019/2020
27
Aug
2020
1 Comment Share Likes 329 View

Liga Champions musim 2019/2020 resmi berakhir. Walau sempat terhenti akibat pandemi, UEFA akhirnya kembali melanjutkan sisa laga kompetisi kasta tertinggi antar klub eropa ini dengan format 1 pertandingan di fase gugur. Bayern Munchen pun mengukuhkan diri sebagai raja eropa sekaligus melengkapi koleksi treble winners musim ini. Seperti tradisi, di akhir turnamen UEFA merilis susunan 11 pemain terbaik musim ini. Sebagai tim juara yang sukses sapu bersih semua pertandingan musim ini dengan kemenangan tidak heran jika susunan 11 pemain terbaik liga champions didominasi pemain Bayern Munchen. Untuk itu Intersport juga tidak mau ketinggalan merilis Best 11 Champions League 2019/2020.

FORMASI  4-3-3

ROBERT LEWANDOWSKI (BAYERN MUNCHEN) - CF

Musim ini menjadi panggung untuk Lewandowski. Striker asal Polandia tersebut total sudah mencetak 15 gol yang juga mengukuhkannya sebagai top skorer turnamen. Hebatnya sebelum laga final, dia selalu mencetak gol di semua pertandingan liga champions yang dijalaninya mulai dari fase grup hingga babak semifinal berjumlah total  9 pertandingan. Selain menjadi yang terdepan dalam urusan menjebol gawang, Lewy juga piawai dalam urusan memberi assists. Bersama Angel Di Maria, ia menjadi pemberi umpan berujung gol terbanyak musim ini dengan total 6 assists. Jika itu belum cukup, maka sejumlah statistik lainnya siap menyokong lewandowski seperti jumlah tembakan mengarah ke gawang terbanyak, hingga jumlah sentuhan terbanyak di kotak penalti lawan. Tidak heran jika media-media eropa menjadikannya kandidat favorit peraih Ballon d’or musim ini andai saja penghargaan tersebut tidak dibatalkan akibat pandemi. Namun terlepas dari penghargaan individu, trofi liga champions merupakan salah satu ambisi terbesar Lewandowski yang belum pernah didapatkan sebelumnya sejak bergabung Bayern Munchen. Pencapaian terbaiknya hanya menjadi runner up saat masih memperkuat Borussia Dortmund musim 2012/2013. Gelar musim ini pun seolah menuntaskan rasa penasarannya dan juga menegaskan Lewandowski sebagai striker terbaik di Eropa saat ini.

ANGEL DI MARIA (PSG) - LW

DIbandingkan rekan setimnya Neymar yang sempat absen di 4 pertandingan awal fase grup, Di Maria tampil lebih konsisten sepanjang turnamen. Tidak hanya mampu mencetak 2 gol ke gawang mantan timnya Real Madrid, mantan pemain Manchester United ini juga sukses mengukir 4 assists dalam 1 laga saat menghadapi Club Brugge di fase grup. Bukan Neymar atau Mbappe, tapi winger asal Argentina inilah yang kembali menjadi pemain kunci PSG di babak semifinal lawan RB Leipzig dengan kontribusi 1 gol dan 2 Assists. Di Maria pun tercatat sebagai pemberi Assists terbanyak di Liga Champions musim ini (6).

SERGE GNABRY (BAYERN MUNCHEN) - RW

Gnabry merupakan salah satu sosok pemain yang menunjukkan perkembangan signifikan bersama The Bavarian musim ini. TIdak hanya di Bundesliga, mantan pemain Arsenal ini juga menyedot perhatian di eropa.  Di Liga Champions musim ini, winger 25 tahun tersebut sukses mengukir 9 gol dan 2 assists. Jumlah golnya tersebut hanya kalah dari rekan setimnya Lewandowski (15) dan striker  Borussia Dortmund Erling Braut Haaland. Selain jumlah gol dia pun berada di urutan ketiga dibawah Lewy dan Kylian Mbappe dalam urusan Tembakan mengarah ke gawang.  Dengan catatan itu Gnabry layak mendapat satu tempat di lini serang terbaik musim ini.

KEVIN DE BRUYNE (MANCHESTER CITY) - AM

Penampilan gelandang asal belgia di Liga Champions memang tidak sementereng performanya di Premier League. Namun kualitas KDB tetap patut disorot. Sebagai kreator serangan, dia hanya kalah dari Thiago dalam hal operan berbahaya yang menjadi peluang ataupun gol (27).  Penampilannya lawan Real Madrid di babak 16 besar jadi salah satu penampilan terbaiknya musim ini. Gelandang 29 tahun tersebut mampu catatkan 1 gol dan 1 assists. Total De bruyne menorehkan 2 gol serta 2 assist dari 7 penampilan di Liga Champions musim ini.

 

THIAGO ALCANTARA (BAYERN MUNCHEN) - CM

Sosok Thiago di Bayern munchen memang tidak gemerlap jumlah gol maupun assist. Selama turnamen dia hanya catatkan 2 assists tanpa sumbangan gol. Namun jika menengok statistik lainnya seperti yang dicatatkan AS, Thiago memiliki statistik menawan sebagai seorang gelandang seperti dalam hal umpan jauh sukses (85), operan sukses (757), operan ke depan sukses (410) hingga tekel sukses (23). Ia menjadi yang terbaik atau minimal kedua terbaik dalam kategori tersebut.  Hal ini membuktikan peran kunci  Thiago sebagai pengatur tempo permainan die roten di lini tengah. Bukti nyata lainnya terjadi di laga final. Berdasarkan Squawka tidak ada pemain Bayern lain yang mengukir lebih banyak operan (85), ball recovery lebih baik (7), melancarkan tekel lebih banyak (3), memotong operan  lebih banyak (2) hingga menciptakan peluang lebih banyak (2) dari Thiago. Performa ini membuatnya pantas masuk dalam jajaran 11 pemain terbaik Liga Champions musim ini.

MARQUINHOS (PSG) - DM

Perubahan posisi Marquinhos dari bek tengah maju sedikit menjadi gelandang bertahan membuat perannya lebih terlihat musim ini. Meskipun pemain bertahan, Marquinhos punya naluri membantu penyerangan cukup tinggi.  Buktinya bisa terlihat  di 2 laga beruntun sebelum laga puncak. Ia sukses mencetak gol di babak perempat final lawan Atalanta dan juga di babak semifinal lawan Leipzig. Ia pun selalu tampil starter dalam 11 pertandingan dan turut memperkokoh barisan pertahanan dalam beserta kiper dalam mengukir 7 cleansheet.  Di laga puncak pun ia nyaris mengagalkan semua serang Bayern di kotak penalty. Selain itu dia juga menjadi ancaman utama bagi pertahanan die roten di babak kedua.

ALPHONSO DAVIES (BAYERN MUNCHEN) – LB

Di laga final Davies terlihat kesulitan meladeni serangan PSG, bahkan sempat kena nutmeg. Dia turut membantu serangan Bayern dari sisi kiri yang sempat merepotkan Thilo Kehrer, namun tidak terlalu special. Terlepas dari laga final, full back asal Kanada ini menjadi pemain paling mengejutkan Die Roten musim ini. Musim lalu pemain 19 tahun ini masih memperkuat klub semenjana atau bahkan klub yang tidak diperhitungkan kekuatannya di dunia yaitu klub Kanada, Vancouver Whitecaps. Namun musim ini pemain dengan lari tercepat di Bundesliga tersebut turut mengundang decak kagum lewat permainan enerjik tanpa mengenal lelahnya. Davies pun mampu menyumbangkan 4 assist di Liga Champions musim ini.

PRESNEL KIMPEMBE (PSG) – CB

Tidak ada lesakan gol ataupun assist di statistic Kimpembe. Namun musim ini penampilan meyakinkan darinya mampu menggusur Marquinhos secara permanen ke posisi gelandang bertahan. Hanya satu kali absen akibat cedera, bek 25 tahun asal Perancis tersebut selalu jadi andalan Thomas Tuchel di jantung pertahanan. Penampilan solid di laga final juga kembali ditunjukkan, termasuk clearance mengagumkan menggunakan kepalanya yang menjaga gawang Navas tidak kebobolan lebih banyak.

DAYOT UPAMECANO (RB LEIPZIG) –CB

Bek 21 tahun asal Perancis ini menjadi salah satu pemain penting dalam laju sukses RB Leipzig hingga menembus babak semifinal. Penampilan tangguhnya di babak perempat final menghadapi Atletico Madrid membuatnya dirinya semakin menjadi komoditas panas di Eropa. Buktinya Diego Costa hingga Joao Felix dibuat tak berkutik olehnya. Di laga tersebut dia menjadi pemain Leipzig yang paling banyak menyentuh bola (100) dengan 3 intersep, 5 clearance dan 2 tekel sukses sepanjang laga.

JOSHUA KIMMICH (BAYERN MUNCHEN) – RB

Meski bisa bermain lebih dari satu posisi namun performa Kimmich di laga final menjadi penentu dirinya layak menjadi bek kanan terbaik liga champions musim ini. Ia menjadi aktor lahirnya gol pemecah kebuntuan Bayern di laga puncak yang diukir Kingsley Coman lewat assistnya. Statistik yang tidak kalah hebat lainnya adalah Kimmich menjadi pemain dengan created chances atau penciptaan peluang terbanyak (28) dan mengirim passing akurat ke kotak penalti lawan (108) dibandingkan pemain lain sepanjang turnamen Liga Champions musim ini. Total musim ini pemain 25 tahun ini memberikan kontribusi 2 gol serta  4 assists.

MANUEL NEUER (BAYERN MUNCHEN) - GK

Bukan Keylor Navas, bukan Jan Oblak ataupun kompatriot senegaranya Marc Andre Ter Stegen, pemilihan pemain terbaik untuk posisi kiper layak disematkan pada Neuer.  Ia sukses memimpin Bayern  juara musim ini sebagai kapten sekaligus menepis anggapan masa jayanya telah lewat. Kiper 34 tahun ini menjadi pengukir  clean sheets terbanyak bersama Keylor Navas dengan jumlah 5 kali. Selain itu penampilan kokohnya di laga final menjadi tembok besar bagi barisan penyerang PSG hingga dirinya sukses mengukir cleansheets.

SAMPAIKAN KOMENTAR