Babak 16 Besar Piala Eropa: Duel Sengit dan Potensi Kejutan
25
Jun
2021
0 Comment Share Likes 292 View

Setelah melalui babak penyisihan yang melelahkan, 16 tim tersisa siap bertarung di babak gugur. Sebanyak 6 juara grup, 6 runner-up, dan 4 peringkat tiga terbaik telah mengetahui calon lawannya masing-masing. Beberapa tim juga sudah bersiap berangkat menuju venue pertandingan yang tersebar di tujuh kota penyelenggara.

Komposisi laga di babak 16 besar menghadirkan beberapa pertemuan menarik. Beberapa tim unggulan mendapatkan lawan yang relatif mudah karena berhasil menjuarai grupnya masing-masing. Akan tetapi, nasib berbeda dialami tim unggulan lainnya. Beberapa pertandingan menyajikan duel sengit antara dua negara dengan tradisi besar dan kualitas pemain papan atas. Hasil kejutan di fase grup juga menyajikan duel antara tim-tim kuda hitam.

Laga ‘final kepagian’

Frasa final kepagian sering diungkapkan ketika tim-tim besar sudah harus saling jegal di fase awal turnamen. Laga 16 besar edisi kali ini menyajikan beberapa pertemuan panas. Sebut saja Belgia vs Portugal, Inggris vs Jerman, atau Kroasia vs Spanyol. Tiga dari enam tim tersebut harus rela angkat koper lebih cepat.

Belgia yang dengan meyakinkan menjuarai Grup B, akan menghadapi juara bertahan, Portugal. Piala Eropa tahun ini sering digadang-gadang sebagai salah satu kesempatan terakhir generasi emas Belgia untuk mendapatkan gelar. Tentu bukan hal yang mudah karena Portugal juga telah membuktikan diri sebagai tim dengan determinasi tinggi. Kedua tim juga diperkuat oleh pemain-pemain papan atas yang penampilannya sangat menjanjikan sepanjang musim. Tentu menarik melihat bagaimana Ruben Dias cs membendung talenta belgia di sosok Romelu Lukaku, Kevin De Bruyne, dan Eden Hazard. Di sisi lain, Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes, atau Bernardo Silva terbukti bisa menjadi senjata ampuh bagi Portugal.

Duel antara dua musuh bebuyutan tersaji di laga Inggris vs Jerman. Dendam historis hingga ambisi menjadi yang terbaik akan bisa dilihat di laga ini. Kali terakhir Jerman menjuarai Piala Eropa 1996 lalu, mereka menyingkirkan Inggris di babak semifinal via babak adu penalti. Di momen penentu, Andreas Koepke berhasil menggagalkan penalti Inggris yang dieksekusi oleh Gareth Southgate, pelatih Inggris saat ini. Di sisi lain, Jerman tentu tak ingin begitu saja mengalah pada rivalnya tersebut. Adu taktik dan duel para pemain berkualitas tinggi akan menghadirkan pertandingan yang menarik.

Inggris, akan menghadapi musuh bebuyutan di babak 16 besar (foto: Yahoo)

 

Terakhir ada pertarungan antara Kroasia dan Spanyol. Meski sempat kalah di laga awal, Kroasia menunjukkan kualitasnya di dua laga berikutnya. Luka Modric cs masih memiliki taji untuk bersaing di turnamen antarnegara. Runner up Piala Dunia ini akan menjadi tantangan serius bagi Spanyol yang tersendat di fase grup. Pertemuan terakhir keduanya di Euro berakhir dengan kemenangan dramatis 2-1 bagi Kroasia. Akankah hal itu terulang? Atau Spanyol yang justru memperbaiki rekor buruknya di turnamen sejak 2014?

Ujian tim unggulan: akankah menang mudah?

Tak semua tim unggulan harus saling berjibaku di awal babak gugur. Italia, Prancis, dan Belanda mendapatkan lawan yang secara kualitas bisa mereka atasi dengan relatif mudah. Keberhasilan ketiganya lolos sebagai juara grup bisa menjadi pondasi awalan yang baik.

Italia sudah ditunggu oleh runner up grup C, Austria. Keberhasilan Italia lolos dengan poin sempurna tanpa kebobolan di fase grup rasanya masih akan sulit dibendung Austria. Solidnya lini pertahanan Italia akan menjadi penghalang serius bagi ambisi Marko Arnautovic cs dalam mencetak gol. Tak berhenti sampai di situ, Italia juga masih punya lini serang yang kuat. Trio Ciro Immobile, Domenico Berardi, dan Lorenzo Insigne bisa memberikan ancaman bagi pertahanan Austria. Mengincar gelar Piala Eropa perdananya, Italia sudah seharusnya bisa melewati hadangan Austria dengan mudah.

Selain Italia, Prancis juga mendapatkan lawan yang seharusnya bisa mereka atasi, yaitu Swiss yang lolos sebagai salah satu peringkat tiga terbaik. Faktor kualitas sebagai unggulan turnamen, ditambah dengan keberhasilan menjuarai grup neraka tentu membuat Prancis bakal sangat diunggulkan. Di atas kertas, secara materi pemain, Prancis unggul segalanya. Memiliki kualitas yang mumpuni dari lini belakang ke depan bisa membuat langkah Prancis semakin mulus. Memiliki materi pemain yang tak jauh berbeda dengan materi ketika menjuarai Piala Dunia, Prancis juga memiliki keunggulan secara mentalitas dan pengalaman bermain.

Mentalitas dan pengalaman skuad Prancis akan membantu mereka di situasi sulit (foto: Bundesliga)

 

Selanjutnya adalah Belanda. Pasca absen di dua edisi turnamen besar terakhir, Belanda tampil menggebrak di gelaran kali ini. Sama dengan Italia, mereka menyapu bersih poin di fase penyisihan grup. Dimotori oleh duo dinamo Frenkie De Jong dan Georginio Wijnaldum di lini tengah, serta duet Memphis Depay dan Wout Weghorst di lini depan, Belanda merupakan kontestan paling produktif sejauh ini. Wijnaldum dan Depay bahkan masing-masing telah mencetak 3 dan 2 gol. Meski demikian, Belanda juga harus mewaspadai daya ledak Republik Ceko. Dipimpin oleh Patrik Schick yang sudah mencetak tiga gol, Ceko bisa memberi efek kejut bagi Belanda.

Kejutan? Salah satu tim ini akan lolos ke delapan besar

Piala Eropa tak hanya miliki tim-tim besar. Beberapa tim di bawah ini punya peluang yang hampir sama untuk melaju ke babak delapan besar. Dengan materi pemain yang relatif berimbang, pertandingan yang disajikan bisa berjalan menarik.

Swedia dan Ukraina memang menghadirkan dua kutub yang berbeda. Swedia bermodalkan pertahanan kuat secara mengejutkan mampu finis menjuarai Grup E di atas tim unggulan, Spanyol. Swedia mampu mencatatkan dua clean sheet dan hanya bobol dua kali di fase grup. Sebaliknya, Ukraina menjadi tim dengan rekor kebobolan terburuk di antara kontestan 16 besar. Ukraina bahkan bisa saja tidak lolos andai Spanyol tidak berpesta gol ke gawang Slovakia. Kendati begitu, di babak gugur apapun bisa terjadi. Secara kolektif, Ukraina terbukti mampu mengimbangi tim unggulan seperti Belanda. Ukraina bahkan nyaris mencuri poin apabila tidak kebobolan di menit-menit akhir.

Tim Skandinavia lainnya, Denmark, juga akan bertemu lawan yang berimbang, yaitu Wales. Meski gagal meraih poin dari dua laga awal, Denmark mampu bangkit di laga terakhir dengan mengalahkan Rusia 4-1. Denmark pun lolos dengan produktivitas gol lebih baik. Wales di sisi lain punya rekor yang lebih baik di fase grup. Mereka berhasil mencuri 4 poin dari Swiss dan Turki, serta hanya kalah tipis dari Italia. Selain materi pemain yang berimbang, motivasi keduanya sebagai kuda hitam bisa sangat menentukan. Denmark tentu ingin memberikan turnamen yang berkesan bagi pendukungnya, khususnya Christian Eriksen yang kolaps di pertandingan pertama. Di sisi lain, Wales tentu ingin mengulangi sukses edisi terakhir ketika mereka berhasil melenggang ke babak semifinal.

Usai comeback di fase grup, Denmark membawa spirit besar di Piala Eropa kali ini (foto: DW)

 

Babak 16 besar kali ini menyajikan banyak pertarungan menarik. Siapa jagoan kalian, Pria Intersport? Percaya diri jagoanmu bisa menjadi juara?

SAMPAIKAN KOMENTAR