Atlético Madrid 2-0 Sevilla: Sulitnya Menembus Pertahanan Solid Los Rojiblancos
14
Jan
2021
0 Comment Share Likes 228 View

Atlético Madrid meraih kemenangan penting melawan salah satu kandidat papan atas La Liga musim ini, Sevilla. Bermain di kandang sendiri, dua gol dari Ángel Correa dan Saúl Ñíguez membawa anak asuh Diego Simeone memenangi laga dengan skor 2-0.

Meski bermain dengan tempo yang cenderung lambat, pertandingan tetap berjalan menarik. Atlético yang tampil sebagai tuan rumah bermain efektif ketika menyerang dan agresif saat tidak sedang menguasai bola. Sementara itu tim tamu tetap bermain dengan permainan andalannya, positional play dengan membangun serangan secara konstruktif dari lini ke lini dan melakukan pressing secara agresif ketika menyerang.

Susunan pemain

Sama seperti di laga-laga sebelumnya, Diego Simeone kembali menurunkan pakem tiga beknya dalam formasi 3-5-2, meninggalkan pakem 4-4-2 yang kerap dipakai di musim-musim sebelumnya. Lini belakang diisi oleh Jan Oblak bersama Trio Stefan Savić, José Giménez, dan Mario Hermoso. Kieran Trippier dan Yannick Carrasco bermain di kedua sisi sayap. Lini tengah diisi oleh Koke, Thomas Lemar, dan Marcos Llorente. Kejutan terbesar mungkin datang dari duet lini depan di mana Ángel Correa menggantikan João Félix untuk berduet dengan Luis Suárez.

Sedangkan Sevilla turun dengan formasi 4-3-3 yang bisa bertransformasi menjadi 4-2-3-1. Lini belakang diisi oleh kuartet Jesús Navas, Jules Koundé, Diego Carlos, dan Marcos Acuña di depan kiper Yassine Bounou. Fernando dan Joan Jordán menjadi double pivot di belakang Ivan Rakitić. Di lini terdepan, Suso berperan sebagai striker diapit oleh Youssef En-Nesyri dan Lucas Ocampos.

Susunan sebelas awal kedua tim (sumber: olahan Intersport)

 

Atlético di fase menyerang: peran penting gelandang, bek sayap, dan fleksibilitas Correa

Di awal pertandingan, Atlético berinisiatif untuk melakukan serangan secara konstruktif dari bawah. Dalam fase ini, yang banyak terlibat adalah 3 bek + 1 gelandang bertahan. Sementara itu dua bek sayap, dua gelandang No. 8, dan kedua striker berada di posisi yang cukup tinggi.

Dengan struktur tersebut Atlético memiliki personil yang cukup untuk menyerang lini pertahanan Sevilla. Hal itu juga menyebabkan Sevilla bertahan lebih dalam dan akhirnya memberikan ruang bagi pemain belakang Atlético untuk melakukan progresi serangan. Bek sayap di sini memegang peranan penting untuk menjaga kelebaran (width) dalam struktur serangan Atlético. Hal ini ditunjang dengan okupansi ruang-ruang interior seperti area sentral dan half space yang optimal oleh para gelandang dan striker Atlético.

Dalam banyak kasus mereka akhirnya memiliki ruang yang cukup di area sayap untuk menciptakan peluang melalui umpan silang ke tiang jauh atau cutback. Situasi yang identik terlihat dalam proses gol pertama yang dicetak oleh Correa. Di momen tersebut Trippier memiliki ruang yang luas untuk menciptakan umpan silang yang kemudian dikonversi menjadi gol oleh pemain Argentina tersebut.

Gambaran struktur serangan Atlético (sumber: olahan Intersport)

 

Dua gelandang No. 8 Atlético, yaitu Llorente dan Lemar secara konsisten mengisi ruang di antara bek dan gelandang Sevilla, sehingga membuat mereka harus berkonsentrasi di area belakang dan mengurangi tekanan kepada pemain Atlético di area yang lebih rendah. Situasi ini juga kemudian menyulitkan Sevilla untuk melakukan transisi serangan balik. Meski di laga ini tidak banyak momen transisi yang tercipta, namun struktur yang terlalu dalam seperti ini menyulitkan ketika terdapat momen-momen atau celah di mana Sevilla bisa melakukan transisi positif.

Correa juga memiliki peranan penting dalam serangan Atlético. Meski diplot sebagai duet nomor 9 bersama Suárez, namun pergerakannya cukup cair. Bahkan terkadang ia berada di area sayap di koridor yang sama dengan Trippier untuk menciptakan ruang bagi No. 8 melakukan penetrasi ke kotak penalti. Di momen yang lain ia bisa berada dalam kotak penalti untuk menyambut umpan silang. Fleksibilitas posisional ini memberikan Atlético opsi yang lebih banyak ketika melakukan serangan ke pertahanan Sevilla.

Respon pressing Sevilla

Setelah dikenal sebagai salah satu tim yang banyak melakukan pressing di area pertahanan lawan. Di awal laga, ketika Atlético bermain secara konstruktif dari bawah, Sevilla sesegera mungkin menutup akses progresi Atlético ke depan. Sevilla melakukan pressing dengan blok tinggi dengan orientasi kerja penjagaan yang cenderung man-oriented. Orientasi perorangan ini sangat terlihat di lini tengah di mana gelandang Sevilla memegang satu-persatu gelandang Atlético Madrid

Spesifikasi pembagian tugasnya,Rakitić aktif bertugas menjaga pemain No. 6 Atlético yaitu Koke, sementara dua gelandang lain, Jordan dan Fernando, mengawasi pergerakan Lemar dan Llorente. Tidak ketinggalan, dua pemain sayap yakni Ocampos dan En-Nesyri ditugaskan untuk melakukan tekanan terhadap bek tengah sisi luar sekaligus bek sayap Atlético.

Dalam banyak momen celah bagi Atlético untuk lawan progresi serangan adalah memanfaatkan timing pressing yang tidak tepat dari kedua pemain sayap tersebut. Orientasi penjagaan perorangan yang dilakukan oleh pemain tengah Sevilla membuat mereka tidak memiliki banyak ruang untuk menahan apabila pemain sayap tersebut melakukan timing yang salah ketika melakukan pressing. Orientasi perorangan membuat mereka harus mengikuti gelandang lawan yang melakukan underlap ke garis pertahanan.

Lepasnya bek sayap seperti dalam proses gol pertama merupakan salah satu celah dalam bentuk pressing Sevilla tersebut. Dilema yang dihadapi oleh pemain Sevilla adalah sebagai berikut: ketika mereka melakukan pressing terhadap bek tengah Atlético ada kemungkinan bek sayap akan bebas. Akan tetapi ketika mereka tetap berada di area yang rendah dan mengawasi bek sayap maka bek tengah sisi luar Atlético memiliki opsi yang luas untuk melakukan progresi serangan, karena hanya ada satu pemain Sevilla di sana yaitu Suso.

Blok rendah Atlético

Setelah unggul 1-0, Atlético kemudian lebih banyak bertahan dengan blok rendah. Pertahanan Atlético cenderung berbentuk 6-3-1 dengan kedua pemain sayap yang turun jauh sejajar dengan pemain bertahan. Tiga gelandang tetap di tempatnya, sementara Luis Suárez menjadi pemain di lini depan yang bisa menjadi opsi ketika Atlético ingin melakukan serangan balik.

Blok rendah Atlético (sumber: olahan Intersport)

 

Bentuk pertahanan seperti ini menyulitkan Sevilla untuk mendapatkan progresi Serangan yang bersih dari antar lini Sevilla seringkali dikenali dengan mengedepankan positional play. Dalam hal ini mereka biasanya memiliki struktur tertentu untuk membongkar pertahanan lawan termasuk apabila lawan bertahan dengan blok rendah.

Dalam melakukan build up serangan, Sevilla bermain cukup sabar dengan membangun serangan dari area yang sangat dalam. Tujuannya adalah untuk meregangkan pertahanan Atlético secara vertikal. Akan tetapi hal ini tidak banyak berpengaruh karena Atlético bertahan dengan blok yang rendah atau dalam bentuk yang paling maksimal adalah di blok menengah.

Lini pertahanan pressing pertama Atlético sendiri sebenarnya cenderung pasif. Atlético baru agresif ketika bola diarahkan ke Salah satu sisi sayap. Pada momen tersebut pemain No. 8 bersama dengan pemain sayap dan striker akan langsung menekan pemain Sevilla yang membawa bola di area tersebut. Dalam hal ini Sevilla tidak memiliki banyak opsi kecuali untuk melakukan sirkulasi bola kembali ke belakang atau progresif vertikal di area sayap yang nilai strategisnya sangat kecil.

Kunci dari pressing Atlético ini adalah intensitas yang sangat tinggi dari ketiga gelandangnya. Secara bergantian dua gelandang bertahan menekan ke atas bersama dengan striker sementara itu mereka saling bergantian untuk menutup ruang yang ditinggalkan dengan bergeser secara horizontal.

Di sisi lain, okupansi ruang yang kurang ideal dari Sevilla juga membuat mereka tidak bisa memiliki banyak opsi untuk membongkar pertahanan Atlético Madrid. Ketika pemain mereka menerima bola di area yang strategis biasanya mereka tidak memiliki opsi lain kecuali untuk melakukan back pass kembali ke area belakang.  Hal itu disebabkan oleh tidak adanya opsi untuk melanjutkan progresi di area yang lebih tinggi. Kalaupun ada situasinya tidak begitu menguntungkan, dengan garis pertahanan terakhir Atlético yang masih menyisakan cukup banyak pemain.

Kesimpulan: Atlético layak tiga angka

Permainan yang impresif di kedua fase permainan, terutama di fase bertahan, membuat Atlético layak mendapatkan tiga angka di laga kali ini. Permainan menyerang yang cair dan efektif menyulitkan Sevilla dalam bertahan. Di sisi lain, pertahanan yang kokoh memberikan garansi keamanan dari serangan lawan yang sebenarnya tampil tidak terlalu buruk.

Kemenangan ke-13 musim ini membuat Atlético semakin kokoh di puncak klasemen sementara. Los Rojiblancos mengoleksi 41 poin dari 16 pertandingan dan unggul 4 angka dari pesaing terdekat, Real Madrid. Atlético berkesempatan untuk memperlebar jarak karena masih menyimpan dua pertandingan.

Situasi ini membuat banyak pihak semakin yakin untuk menjagokan tim ini sebagai juara La Liga musim ini. Sejauh ini, penampilan Atleti termasuk yang paling konsisten apabila dibandingkan dua pesaing terdekatnya, Real Madrid dan Barcelona, yang kerap tersandung di laga-laga tertentu. Atlético memenangi 5 pertandingan terakhirnya (termasuk melawan Sevilla) dan berada di jalur yang tepat untuk menjadi juara.

Di sisi lain, kekalahan dari Atlético membuat Sevilla masih tertahan di posisi enam. Jawara Liga Europa musim lalu tersebut masih memiliki banyak pekerjaan untuk memastikan spot Liga Champions musim depan. Pasalnya, selain Villarreal dan Real Sociedad di atas mereka yang masih tampil baik, Granada dan Celta Vigo di bawah mereka sudah siap menyalip posisi Los Palanganas di klasemen La Liga.

SAMPAIKAN KOMENTAR