AS Roma vs AC Milan: Efektivitas Jadi Masalah Kedua Tim
01
Mar
2021
2 Comment Share Likes 146 View

AC Milan sukses membawa pulang kemenangan dari Stadio Olimpico, markas AS Roma dalam pertandingan lanjutan Serie A, Senin dini hari WIB 1 Maret 2021. Tim berjuluk I Rossoneri menang dengan skor 2-1. Pertandingan yang berlangsung sengit sejak wasit meniup peluit tanda pertandingan dimulai.

AS Roma yang sedang berupaya untuk menembus kembali posisi empat besar klasemen Serie A turunkan skuad terbaiknya pada laga sengit kali ini. Begitu juga dengan AC Milan yang sedang dalam motivasi tinggi untuk bersaing dengan Inter Milan yang memuncak klasemen.

Dua kesalahan sebelumnya melawan Spezia dan Inter Milan sudah dijadikan pelajaran berharga oleh AC Milan. Itu sebabnya mereka langsung ingin tancap gas di menit awal melawan AS Roma. Formasi 4-3-3 jadi andalan I Rossoneri untuk menciptakan keseimbangan dalam hal menyerang dan bertahan.

 

Pertandingan Serie A, AS Roma vs AC Milan. Foto: Twitter.com/ASRomaEN

 

Dengan skema tersebut, mereka akan mudah untuk melakukan transisi ke bertahan. Ante Rebić dan Alexis Saelmaekers akan turun ke garis kedua permainan berdiri sejajar dengan Hakan Çalhanoğlu yang bertindak sebagai gelandang serang. Tujuannya agar aliran bola kepada gelandang AS Roma jadi tersendat.

Dua gelandang bertahan, Franck Kessié dan Sandro Tonali bertugas untuk menahan serangan AS Roma jelang masuk dalam sepertiga akhir. Mereka juga bergerak memberi bantuan penjagaan guna mengunci pergerakan pemain sayap tuan rumah yang memiliki kecepatan di atas rata-rata, seperti Henrikh Mkhitaryan, Leonardo Spinazzola, dan Rick Karsdorp.

Memaksa AS Roma Membuat Kesalahan

AC Milan bermain agresif sejak wasit meniupkan peluit tanda pertandingan dimulai. Skuad asuhan Stefano Pioli menerapkan garis pertahanan garis tinggi. Cara itu membuat mereka mendapatkan peluang berbahaya di lima menit awal. Dua kali Zlatan Ibrahimović memiliki kesempatan mencetak gol, tapi masih belum menemui sasaran yang tepat.

AC Milan tahu betul, AS Roma bukanlah lawan yang bisa dibiarkan untuk lama-lama menguasai bola. Semua lini I Rossoneri diminta untuk sigap memberi tekanan kepada lawan yang menguasai bola. Cara yang membuat AS Roma dipaksa melakukan kesalahan dan bola berhasil direbut kembali oleh tim tamu.

Skema 3-4-2-1 yang digunakan AS Roma semestinya bisa membuat mereka leluasa memanfaatkan lebar lapangan. Tapi AC Milan menyiapkan penangkalnya dengan dua bek sayap yang agresif, yakni Theo Hernández di sisi kiri dan Davide Calabria di kanan. Ditambah lagi dengan gerak enerjik Sandro Tonali sebagai gelandang bertahan dan siap mengisi ruang kosong guna melapis pertahanan.

 

Bek AC Milan, Theo Hernández mendapatkan pengawalan dari pemain AS Roma. Foto: Twitter.com/ASRomaEN

 

Mencoba keluar dari tekanan, AS Roma mengubah cara bermain mereka. Menyusun serangan dengan cara memperpendek jarak antar lini. Skuad asuhan Paulo Fonseca bisa mengandalkan operan-operan pendek dikombinasikan dengan pergerakan cepat para pemainnya. Sayangnya, AC Milan masih bisa mematahkan upaya tersebut dengan menempatkan pemain belakangnya di dalam kotak penalti.

Tempo permainan meningkat di 10 menit terakhir babak pertama. AS Roma bisa menciptakan peluang berbahaya dengan memanfaatkan celah dalam serangan balik. Kecepatan Henrikh Mkhitaryan jadi senjata tuan rumah, tapi sayangnya efektivitas dalam penyelesaian akhir masih belum maksimal.

Keputusan wasit setelah meninjau video assistant referee (VAR) menjadi awal petaka bagi AS Roma. Bek mereka, Federico Fazzio kedapatan melakukan pelanggaran terhadap Davide Calabria yang merangsek ke dalam kotak penalti. Franck Kessié yang dipercaya sebagai eksekutor berhasil menuntaskan tugas dengan sangat baik dan membawa AC Milan mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 1-0.

AS Roma Mengadaptasi Agresivitas AC Milan

Memulai babak kedua, situasi pertandingan berbanding terbalik. Giliran AS Roma yang menerapkan pressing agresif kepada AC Milan. Mereka juga tidak berlama-lama dalam menguasai bola dan coba meneruskan permainan jarak pendek antarlini yang terbilang sukses dijalankan di babak pertama.

Hasil positif datang dalam waktu yang cepat. Belum genap lima menit babak kedua bergulir, gol penyama kedudukan datang bagi AS Roma. Jordan Veretout melepaskan tendangan terukur dari dalam kotak penalti usai menerima operan pendek dari Lorenzo Pellegrini yang bergerak dari sisi sayap kiri penyerangan.

Permainan agresif AS Roma betul-betul membuat I Rossoneri terkejut. Mereka coba meredam serangan Serigala Roma dengan memperlambat tempo permainan. Penguasaan bola di daerah permainan sendiri dilakukan I Rossoneri. Dan tuan rumah larut dalam upaya tersebut. Momen yang kemudian malah menguntungkan AC Milan.

 

Pertandingan antara AS Roma melawan AC Milan dalam lanjutan Serie A. Foto: Twitter.com/ASRomaEN

 

Ante Rebić berhasil mencetak gol yang membawa AC Milan kembali unggul atas AS Roma pada menit 68. Kesalahan kiper AS Roma, Pau López dalam melepaskan umpan ke tengah lapangan malah berakhir di kaki Alexis Saelmaekers. Tanpa pikir panjang dia mengirim operan kepada Ante Rebić. Dengan gerakan badan yang apik, striker Kroasia itu bisa melepaskan diri dari penjagaan Gianluca Mancini.

Keunggulan atas AS Roma bisa dilanjutkan sampai akhir oleh AC Milan. Di sisa waktu mereka dalam keadaan tertekan. Tapi solidnya pertahanan yang dikomandoi Fikayo Tomori sangat sulit untuk dirobohkan oleh tuan rumah. Stefano Pioli mengubah transisi ke bertahan menjadi lebih cepat. Sehingga AS Roma tak bisa leluasa untuk melakukan kombinasi di garis sepertiga akhir.

Statistik babak kedua menunjukkan AS Roma menguasai bola sampai 56 persen. Sebanyak sembilan kali I Lupi melakukan percobaan ke gawang AC Milan. Enam diantaranya bisa mengarah tepat sasaran, tapi belum mampu menjadi gol. Hal itu disebabkan oleh penampilan gemilang Gianluigi Donnarumma di bawah mistar gawang.

Jika merujuk statistik keseluruhan, kedua tim terbilang tidak efektif dalam menyelesaikan peluang. AS Roma melakukan 17 kali percobaan dengan 10 yang tepat sasaran. AC Milan lebih banyak lagi, yakni 20 kali dan cuma 14 yang terhitung mengarah ke gawang.

Evaluasi Lini Depan AC Milan

Lini depan AC Milan bukannya tanpa celah pada pertandingan ini. Zlatan Ibrahimović dan Ante Rebić punya catatan yang mesti dibenahi. Mereka butuh lebih baik lagi dalam urusan menyelesaikan peluang yang ada, termasuk membuat kombinasi di daerah pertahanan lawan.

Dua gol AC Milan di 10 menit awal babak pertama dianulir wasit. Sebabnya pemain mereka lebih dulu terjebak dalam posisi offside. Yang paling disorot tentu saja anulir yang kedua, ketika Ante Rebić memberi sodoran kepada Zlatan Ibrahimović. Padahal kedua pemain sedang dalam posisi bebas tanpa penjagaan.

 

Alexis Saelemaekers dan Ante Rebić dalam pertandingan AS Roma vs AC Milan. Foto: Twitter.com/acmilan.

 

Ante Rebić yang sudah ada di dalam kotak penalti memilih untuk menyodorkan umpan silang pendek kepada Zlatan Ibrahimović. Tapi gol dianggap tidak sah, karena posisinya sudah offside. Peluang emas yang bisa menjadi gol jika Ante Rebić lebih percaya diri dalam melepaskan tendangan langsung ke gawang.

Zlatan Ibrahimović juga kerap tergesa dalam melepaskan umpan. Ada dua momen di mana striker berusia 39 tahun tersebut mengirimkan umpan terobosan kepada Ante Rebić dan upaya operan silang untuk Franck Kessié. Bola akhirnya malah bisa diamankan oleh para pemain bertahan AS Roma.

AC Milan sedang dalam perburuan gelar juara. Mereka bersaing dengan Inter Milan yang kini bertengger di posisi puncak. Sisa musim ini harus bisa dimaksimalkan sebaik mungkin oleh mereka. Lini depan yang bermain efektif dalam menyelesaikan peluang jadi salah satu faktor penentu kesuksesan mereka.

Tentunya dengan hasil ini menjadi bekal yang baik untuk skuad asuhan Stefano Pioli untuk sekali lagi bangkit dan terus bersaing demi konsistensi hingga akhir musim dan mampu mengalahkan rival sekota, La Beneamata untuk meraih gelar scudetto musim ini. Semoga saja ini menjadi titik balik konsistensi I Rossoneri hingga Serie A musim ini berakhir. Kita lihat saja, Pria Intersport.

SAMPAIKAN KOMENTAR