Arsenal vs Manchester United: Duel Ketat Di Lini Tengah
29
Jan
2021
0 Comment Share Likes 214 View

Laga klasik penuh sejarah akan tersaji dalam pertandingan pekan ke-21 Premier League. Pertemuan antara Arsenal FC vs Manchester United FC akan menjadi partai akbar pada Sabtu 30 Januari 2021 petang waktu setempat atau Minggu 31 Januari 2021, mulai pukul 00.30 WIB.

Arsenal vs MU dijadwalkan berlangsung di Stadion Emirates, London. Sejarah panjang kedua tim menjadi bumbu tersendiri. Julukan The Gunners dan The Red Devils memperlihatkan akan seperti apa tensi dan atmosfer pertandingan akhir pekan nanti.

 

Laga putaran pertama Premier League 2020/2021 Manchester United vs Arsenal yang berakhir 0-1. Foto: Premier League

 

Pertemuan antara Arsenal vs Manchester United layak disebut laga klasik karena mereka sama-sama sudah berusia ratusan tahun, dengan catatan persaingan yang berliku dalam segala situasi. Persisnya Arsenal berusia 134 tahun, sementara Setan Merah lebih tua jika dihitung lahir dengan nama Newton Heath LYR FC, yaitu 143 tahun.

Sekedar pengetahuan baru untuk Pria Intersport, pertama kali Arsenal dan Manchester United bertemu adalah pada 13 Oktober 1894. Pertandingan berlangsung di Clayton, markas awal Setan Merah. Disaksikan sekitar 4.000 penonton, pertandingan berkesudahan 3-3. Laga itu merupakan lanjutan League Division Two. Gol Manchester United dicetak Robert Donaldson dua kali dan John Clarkin. Sedangkan Arsenal menghasilkan gol melalui Peter Mortimer dua kali dan Henry Boyd.

Sementara pertemuan terakhir Arsenal vs Manchester United berlangsung dalam Premier League. Bermain di Old Trafford pada 1 November 2020 atau putaran kedua musim ini, Arsenal menang 1-0 lewat gol tunggal Pierre-Emerick Aubameyang dari titik penalti menit ke-69.

Hasil pertemuan Arsenal vs Manchester United di berbagai ajang berdasarkan situs pencatat sejarah Premier League, 11 v 11, adalah Arsenal menang 85 kali, Manchester United menang 99 kali, dan sisanya imbang 49 kali.

Melihat rekam jejak seperti itu rasanya menjadi pantas untuk menyebut partai Arsenal vs Manchester United adalah laga klasik, yang pantas dinanti.

Tapi akan seseru apa pertandingan Arsenal vs Manchester United? Apalagi melihat posisi Arsenal yang ada di papan tengah. Berbeda dengan Manchester United yang mulai stabil di papan atas, usai mengawali kompetisi dengan hasil kurang maksimal.

Untuk mengukur tingkat keseruan pertandingan Arsenal vs Manchester United nanti, rasanya bisa dilakukan dengan melihat kekuatan terkini dari tiap lini kedua kesebelasan.

Berikut ulasannya, Pria Intersport:

 

Kiper kepercayaan Arsenal Bernd Leno. Foto: Twitter Arsenal FC

 

Kiper: Posisi Paten

Di posisi ini Arsenal sudah mematenkannya buat Bernd Leno. Kiper asal Jerman itu telak bermain 20 pertandingan yang sudah dijalani The Gunners di Premier League. Dari 20 pertandingan itu Bernd Leno belum pernah diganti. Ini memperlihatkan bagaimana kemampuan bermain, kebugaran, fokus, dan konsentrasinya mengawal gawang Arsenal.

Manajer Mikel Arteta sudah pasti menurunkan Bernd Leno dalam pertandingan melawan Manchester United. Dengan catatan tidak ada halangan jelang pertandingan dimulai, misalnya tiba-tiba mengalami cedera. Kalau itu terjadi kiper kedua Rúnar Alex Rúnarsson harus siap menggantikan.

Tapi masalahnya Rúnarsson ini belum pernah semenitpun dimainkan di Premier League. Artinya kalau terjadi sesuatu yang menimpa Bernd Leno, Rúnar Alex Rúnarsson sebagai kiper Timnas Islandia itu butuh beradaptasi walaupun sebentar. Dan, itu bisa menjadi celah tersendiri.

Atau bisa saja posisi tersebut diberikan kepada kiper anyar mereka, Matthew Ryan. Namun, melihat kondisi terkini, nampaknya Bernd Leno tetap akan bugar untuk pertandingan melawan Manchester United.

Dari Manchester United kiper David de Gea tetap menjadi pilihan utama manajer Ole Gunnar Solskjær. Kiper asal Spanyol itu juga memiliki catatan menit bermain yang paten. Dari 20 pertandingan yang sudah dimainkan Manchester United, David de Gea sudah melahap 18 pertandingan.

Soal kemampuan teknis David de Gea tidak perlu diragukan. Mungkin hanya momentum yang perlu menjadi perhatian. Bahwa sebelum menghadapi Arsenal ini Manchester United secara mengejutkan kalah dari penghuni dasar klasemen Premier League, Sheffield United, 1-2. Dua gol bersarang ke gawang David de Gea lewat sundulan dan tembakan membentur pemain belakang.

Maka itu David de Gea harus lepas dari momen negatif menghadapi Sheffield United itu. Kalau bisa lepas dari momen buruk kemarin, kemungkinan besar gawang Manchester United akan aman di pertandingan melawan Arsenal.

Bek tengah sekaligus kapten Manchester United Harry Maguire. Foto: Twitter Harry Maguire

 

Lini Belakang: Sama-Sama Boros Gol

Mikel Arteta dan Ole Gunnar Solskjær merupakan manajer yang fanatik dengan formasi empat bek sejajar. Dengan begitu variasi pola permainan menyerang mereka memakai 4-2-3-1, 4-3-2-1, 4-3-3, atau 4-5-1, dan seterusnya. Formasi dan pola permainan disesuaikan dengan lawan yang dihadapi.

Di pertandingan nanti diperkirakan Mikel Arteta dan Ole Gunnar Solskjær tetap memakai formasi empat bek sejajar. Dua bek tengah dan dua fullback siap menopang pertahanan. Harapannya kiper tidak dibuat sibuk mempertahankan gawang, karena urusan diserang sudah selesai di barisan bek.

Empat bek Arsenal yang akan diturunkan komposisi idealnya adalah Héctor Bellerín, Rob Holding, David Luiz, dan Cédric Soares. Penopang mereka antara lain Kieran Tierney, Gabriel Magalhães, hingga Pablo Marí. Kalau empat bek Manchester United pakemnya adalah Aaron Wan-Bissaka, Harry Maguire, Victor Lindelöf, hingga Luke Shaw. Sebagai cadangan andal ada stok seperti Alex Telles, Axel Tuanzebe, hingga Eric Bailly.

Yang patut diperhatikan dari barisan belakang Arsenal dan Manchester United ini adalah boros gol. Jumlah kekalahan Arsenal yang mencapai angka 8, memperlihatkan pertahanan The Gunners harus lebih fokus. Jangan mudah bikin kesalahan. Sedikit salah salah, akibatnya bisa fatal buat pertahanan dan gawang. Saat ini Arsenal sudah kebobolan 20 gol, dengan memasukkan 26 gol.

Manchester United juga punya masalah yang sama. Meski menjadi pencetak gol terbanyak diantara seluruh tim Premier League sejauh ini, Manchester United juga mencatat jumlah kebobolan paling banyak diantara seluruh tim papan atas dan papan tengah, hingga posisi klasemen jelang rangkaian pertandingan pekan ke-21 nanti.

Gawang Manchester United itu sudah jebol 27 kali dan jangan sampai menghadapi Arsenal, makin banyak catatan gol yang tercatat di rekening kemasukan dan kebobolan. Maka itu barisan pertahanan MU perlu fokus.

 

Bukayo Saka gelandang serang Arsenal. Foto: Twitter Arsenal FC

 

Lini Tengah: Percaya Lima Pemain

Arsenal sedang mengalami tren positif setelah di pertandingan ke-20 berhasil mencatat kemenangan. Di kandang Southampton, Arsenal menang 3-1. Angka yang tidak remeh mengingat Arsenal kerap kesulitan di kandang lawan. Dalam pertandingan itu Mikel Arteta menurunkan komposisi pemain tengah dua pivot Granit Xhaka dan Thomas Partey. Lalu tiga gelandang serang Nicolas Pépé, Emile Smith Rowe, dan Bukayo Saka. Kolaborasi tiga gelandang serang itu mampu bermain efektif dan efisien. Ditunjang dua gelandang yang naik dan turun membangun serangan hingga pertahanan, perputaran bola di lapangan tengah Arsenal menjadi lancar. Situasi itu membuat lawan harus bermain melebar untuk mendapatkan ruang membangun permainan.

Kemungkinan Mikel Arteta tidak mengubah komposisi pemain tengah di pertandingan Arsenal melawan Manchester United. Karena ada pepatah "Don't change the winning team". Seharusnya Mikel Arteta juga tetap nyaman memakai komposisi pemain tengah seperti itu.

Dari Manchester United komposisi lapangan tengah mereka sebetulnya juga paten. Soal kalah dari Sheffield United yang mengejutkan kemarin, bisa dianggap sebagai hari yang kurang beruntung. Sebab ada kalanya sebuah tim seperti buntu tidak tahu harus bagaimana. Habis akal. Namun biasanya situasi itu bisa cepat hilang saat menjalani pertandingan berikutnya.

Nah kemungkinan itu juga bisa didapatkan Manchester United. Kehilangan sentuhan di pertandingan melawan Sheffield United, bakal ditebus dengan permainan apik di kandang Arsenal. Untuk itu pusat permainan yang diisi lima pemain jangan sampai diubah. Mereka adalah dobel gelandang Paul Pogba dan Nemanja Matić, yang dipadupadankan dengan tiga gelandang serang Mason Greenwood, Bruno Fernandes, dan Marcus Rashford.

Umpan-umpan terukur Paul Pogba dari lini kedua akan memanjakan para penyerang. Alotnya naluri bertahan Nemanja Matić juga bisa membuat skuad Arsenal terpecah konsentrasinya. Kalau sudah begitu, tiga gelandang serang trio Mason Greenwood, Bruno Fernandes, dan Marcus Rashford bisa leluasa menjelajahi setiap jengkal daerah permainan lawan, dalam hal ini Arsenal. Boleh diyakini salah seorang dari gelandang Manchester United nanti mampu menjadi pencetak gol ke gawang Arsenal.

Sistem serangan di Manchester United berpusat di tiga pemain di belakang striker tunggal. Foto: Twitter Manchester United

 

Lini Depan: Sistem Yang Berjalan

Di gudang peluru Arsenal hingga pertandingan melawan Southampton kemarin tidak ada amunisi bernama Pierre-Emerick Aubameyang. Padahal dia mesin gol sekaligus kapten. Posisinya sementara digantikan Alexandre Lacazette. Terungkap Auba harus menunggui ibunya yang sakit. Mikel Arteta mengaku belum tahu kapan Aubameyang bisa siap untuk main lagi. Meski begitu absennya Aubameyang tidak terlalu mengganggu, karena sejatinya pola permainan Arsenal justru lebih kuat di barisan gelandang serang. Jadi posisi striker tunggal di depan, bisa diisi siapa saja. Meski peran Aubameyang tetap sentral sebagai striker. Dalam hal ini Arsenal beruntung sistem permainan lebih menonjol dibandingkan peran dari seorang pemain. Jadi ketika Aubameyang absen, pemain penggantinya tidak kesulitan untuk berbicara banyak.

Beralih ke komposisi depan Manchester United. Sama seperti Arsenal kekuatan Manchester United juga terletak pada tiga gelandang serang di belakang striker tunggal. Maka bisa dipercayakan kepada siapapun striker tunggal yang diturunkan Solskjær buat Manchester United tidak akan berpengaruh. Tapi untuk sementara ini Anthony Martial menjadi striker utama.

Anthony Martial bisa bergantian peran dengan Edinson Cavani. Tapi tidak mungkin keduanya diturunkan bersamaan. Sebab, Solskjær memakai formasi satu striker gantung. Tinggal sekarang Solskjær mau menurunkan Anthony Martial atau Edinson Cavani sebagai striker utama di pertandingan melawan Arsenal.

Tapi yang pasti harus diwaspadai Arsenal dari Manchester United adalah lini serang. Sekarang ini Manchester United memiliki produktivitas gol paling tinggi diantara seluruh tim Premier League. Bersama Liverpool, Manchester United sudah mencetak 37 gol dari 20 pertandingan.

Prediksi Hasil Pertandingan: Poin Yang Adil

Menjadi tantangan tersendiri memprediksi hasil akhir pertandingan Arsenal vs Manchester United di Emirates Stadium nanti. Sebab Arsenal sedang mengalami tren positif hasil pertandingan, tetapi posisi di klasemen tampak belum stabil. Sebaliknya Manchester United baru saja menelan kekalahan, tetapi posisinya di klasemen sangat baik.

Melihat fakta tersebut bisa jadi Manchester United tidak akan pulang dari London tanpa membawa poin. Minimal 1 poin bisa diamankan Manchester United di kandang Arsenal. Mungkin hasil akhirnya adalah seri yang adil, misalnya 1-1. Setuju, Pria Intersport?

SAMPAIKAN KOMENTAR